Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 51. Kabar Rita dan Doni


__ADS_3

“Berkali-kali kita datang untuk meminta restu kepada orang tuaku, namun tetap saja orang tuaku tidak merestui hubungan kita,” ucap Rita.


“sabar Honey, suatu saat nanti orang tuamu pasti akan merestui hubungan kita.”


“kapan? kapan mereka akan merestui hubungan kita? sepertinya, sampai kapanpun orang tuaku tidak akan pernah merestui hubungan kita. Jadi untuk itu, kita akhiri saja hubungan kita sampai di sini.”


dduuaaarr.....


Doni terkejut dengan apa yang diucapkan oleh wanita yang sangat ia cintai itu. Perkataan Rita membuatnya sangat sakit seperti luka yang disayat-sayat oleh sebuah pisau tumpul yang berkarat. Bertahun-tahun mereka menjalani kisah kasih dengan penuh kasih sayang, namun kisah mereka sedang berada diujung tanduk karena orang tua Rita yang tak merestui hubungan mereka.


“Honey sssttt... jangan berkata seperti itu. Pasti ada jalan keluar yang lain,” ucap Doni menggenggam tangan kekasihnya, Rita.


“dengan cara apalagi? Semua cara telah kita lakukan untuk mendapatkan restu orang tuaku. Namun tetap saja hasilnya selalu saja nihil.” Ucap Rita.


Doni terdiam berpikir keras untuk mencari ide yang brilian. Doni akhirnya mendapatkan sebuah ide untuk menyelesaikan masalah mereka. ia kemudian mendekati Rita dan membisikkan sesuatu ke telinga kita.


“Bagaimana kalau kita bikin anak saja, dengan begitu orang tuamu pasti akan menyetujui hubungan kita.” ucap Doni dengan sangat lembut di telinga Rita.


“nggak aku tidak setuju dengan ide mu itu.” ucap Rita mendorong tubuh dan yang sangat dekat dengannya.


“cara itu Malaka membuat orang tuaku semakin membenci kita, sama saja kita akan melakukan hal bodoh untuk kedua kalinya.” ucap Rita lagi.


“lalu harus dengan cara apa lagi, kita langsung nikah saja kau tak mau,” ujar Doni.


“aku nggak mau menikah jika tanpa restu orang tua ku,” ucap Rita.


“itu sebabnya kita langsungkan saja permainannya dengan begitu orang tuamu pasti akan menyetujui hubungan kita ini, ucap Doni mulai mendekati Rita lagi.


Rita mencoba untuk mundur menjauh.


“tidak... aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi untuk yang kedua kalinya,” ucap Rita menegaskan kata-katanya.

__ADS_1


“Ayolah Honey bukankah kita saling mencintai satu sama lain. Jadi tidak sulit untuk melakukannya,” ucap Doni.


Rita mendorong tubuh Doni lagi untuk menjauh darinya ketika Doni sangat dekat padanya. Rita kemudian mengulangi kata-katanya dengan sangat tegas yang mengatakan untuk mengakhiri hubungan mereka berdua. Wajah Doni tampak berubah kali ini ketika Rita mengulangi kata-kata yang ingin memutuskan hubungan mereka. Doni menarik tangan Rita dan lalu menghempaskannya ke atas sofa.


“Apa yang hendak kamu lakukan,” tanya Rita.


“kita akan bersenang-senang Honey dan kamu pasti akan sangat menikmatinya. Dengan cara seperti ini orang tua pasti akan merestui hubungan kita honey,” ucap Doni.


“Aku sangat mencintaimu Honey,” seru Doni sambil melepaskan bajunya.


“Don, tolong kamu jangan nekat,” ucap Rita ketika ia melihat Doni melepaskan satu persatu Pakaiannya yang hanya tersisa celana Boxer tetapnya saja.


Rita berteriak-teriak sekencang-kencangnya meminta tolong. Doni memintanya untuk diam dan tidak berteriak, Ia pun mendekati dan menindih tubuh Rita.


Rita berusaha sekuat tenaga untuk mendorong tubuh Doni, Ia pun berhasil dan berusaha untuk kabur. Namun tetap saja ia tidak bisa lolos dari Doni. Tangan Rita dapat diraih oleh Doni dan Doni pun menariknya hingga masuk ke dalam pelukannya.


Rita meronta-ronta meminta untuk dilepaskan. Namun tetap saja Doni tidak mau melepaskannya. Doni malah melepaskan hasratnya ketika memeluk Rita kasihnya.


Hal itu membuat Rita merasa sangat jijik terhadap perlakuan Doni yang benar sangat menjijikkan baginya. Dengan gerak refleks dan merasa terancam, Rita menginjak kaki Doni dengan sangat keras.


“Rita... ku mohon jangan pergi tinggalkan aku... aduh,” ucap Doni sambil merintih kesakitan.


Rita mencoba bersikap tenang untuk menghadapi para penjaga gerbang. Rita bersikap santai menyapa mereka untuk menghilangkan rasa kecurigaan terhadapnya.


“Pak, tolong bukakan saya gerbangnya. Saya ingin berjalan-jalan santai disekitaran sini pak.” titah Rita pada si penjaga gerbang utama.


Rita sangat beruntung, para penjaga itu tidak mencurigainya sama sekali dan tak banyak bertanya padanya. Para penjaga itu langsung membukakan gerbang itu, mereka sama sekali tak mengetahui apa yang telah terjadi sebenarnya pada tuannya.


Rita berhasil keluar dari kediaman Doni dengan sangat mudah, tanpa dicurigai oleh para penjaga itu. Rita sudah jauh kabur dari kediaman rumah Doni. Akhirnya Doni pun datang menghampiri para penjaga gerbang itu dan bertanya tentang Rita.


“apa kalian melihat Rita,” tanya Doni yakin Rita belum keluar dari lingkungan sekitar rumahnya.

__ADS_1


“baru saja ny.Rita keluar, katanya hendak berjalan santai bos.” ucap pak penjaga gerbang utama itu.


“dasar bod*h, kenapa kamu membiarkannya pergi dengan mudah begitu sana. Apakah kamu tidak tahu bahwa ia hendak kabur dariku.” ucap Doni marah.


“Maaf bos, saya tidak mengetahui hal itu.” ucap si penjaga menunduk.


“dasar payah, cepat bantu aku mengejarnya.”


“baik boss...”


Rita sudah sudah pergi jauh dari kediaman Doni, mereka tidak akan dapat menemukan Rita lagi di sekitaran situ.


***


Rita bingung, kemana ia akan melangkah pergi. Orang tuanya pasti tidak akan menerimanya dan malah akan memaki-maki dan mengusirnya.


“ah, untuk sementara aku tinggal di hotel saja.”


“tapi aku tidak memiliki uang sepeserpun... aah, bagaimana ini hari sudah semakin gelap di mana aku bisa beristirahat,” ucap Rita.


“gara-gara Doni brengsek itu, aku jadi hidup begini. Dia sama sekali tidak mencintaiku, jika dia mencintaiku pasti dia tidak akan melakukan hal yang menjij!k seperti itu. aah bodohnya aku mencintai orang seperti Doni brengsek itu.”


Rita berjalan sambil menggerutu kesal dengan apa yang ia pilih selama ini. Entah mengapa Rita tidak berusaha untuk menyadarkan Doni, ia memilih untuk kabur pergi jauh dari Doni. padahal waktu itu, Rita sangat cinta mati sekali pada kekasihnya Doni.


Namun, rasa itu cepat sekali pudarnya ketika Doni membuat suatu kesalahan yang membuat Rita sangat padanya. Doni juga tersadar dan menyesal sebenarnya melakukan hal itu. Ia hanya merasa putus asa dan tak mau kehilangan kekasihnya yang sangat-sangat ia cintai sepenuh hatinya. Doni merasa sangat bod*h sekali berpikir seperti itu.


“Dimana kamu Honey, maafkan aku, aku khilaf, jangan pergi dariku. Aku sangat mencintaimu Honey.” ungkap Doni berjalan mencari-cari Rita.


Bersambung...


Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.

__ADS_1


Salam Hangat~


BY.BAE©


__ADS_2