Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 88


__ADS_3

Sebelum Ana memulai inti dari pertemuannya dengan adik sepupunya itu, ia memesan coffe latte dan beberapa cemilan kesukaan sepupunya itu. Walaupun Ana sedikit kesal pada sepupunya itu, ia tak pernah mengurangi kasih sayangnya pada Sarah sepupunya.


Akhirnya pesanan mereka pun datang ke meja mereka. Ana lalu mempersilahkan sepupunya untuk meminum dan memakan cemilan yang sudah ia pesankan, yang sesuai dengan kesukaan Sarah. Ana pun memulainya untuk bertanya-tanya pada Sarah.


“Dek, kok pikiran kamu bisa-bisanya sih memiliki rencana seperti itu sama kakak.” Tanya Ana langsung pada poin pembicaraan.


“Abisnya kakak sih segitunya banget ngehindarin kakak ipar.” Ucap Sarah kesal sama kakak sepupunya.


Ana tak menanggapi ucapan Sarah yang berkata seperti itu. Ana kembali melontarkan pertanyaan baru pada Sarah.


“Terus, apa yang kamu masukkan ke dalam orange juice yang sebenarnya untuk kakak?” Tanya Ana.


“Yang diminum untuk kakak terus nggak taunya di minum sama kak Adry, itu adalah orange juice yang dicampur dengan obat kuat kak.”


“Ya ampun dek, itu sangat bahaya sekali jikalau kamu memberikannya pada orang yang salah. Takutnya orang yang meminumnya itu punya penyakit lain, terus jadi merasakan efek samping kan bahaya banget.” Ucap Ana menjelaskan akibat dari perbuatan adik sepupunya itu.


“Tapi kan kak, kakak ipar tidak terjadi apa-apa padanya.”


“Sarah....” Ucap Ana sambil menatap Sarah dalam-dalam. Sarah pun mengerti maksud dari tatapan kakak sepupunya.


“Iya kak iya, Sarah mengaku salah. Sarah pun berjanji pada Ana bahwa ia tidak akan mengulanginya lagi.” Ucap Sarah meyakinkan kakak sepupunya


Setelah Ana memberikan arahan pada Sarah untuk tak melakukan hal-hal seperti yang sudah dilakukan oleh Sarah. Mereka pun membahas hal yang lain mengenai sekolah Sarah dan lain-lainnya. Hingga tak terasa mereka telah menghabiskan waktu berjam-jam. Mereka bercerita dan sambil berjalan pelan-pelan di dekat tempat mereka mengobrol. Hingga akhirnya Adry datang menjemputnya.


“Hai sayang, let’s go kita pulang.” Ucap Adry kembali menurunkan kaca pintu mobilnya.


“Mas, kok udah pulang aja.” Ucap Ana terheran melongo melihat Adry.


“Aku rindu,” ucap Adry dengan wajah yang memelas.


Sarah yang melihat tingkah laku kakak iparnya pun tertawa terbahak-bahak. Sarah yang tak mau jadi nyamuk dan atau bahkan jadi orang yang ketiga, Sarah pun berpamit pulang pada kakak sepupu dan kakak iparnya. Ana pun mengucapkan kata perpisahan dan hati-hati pada Sarah.


Begitu juga halnya dengan Adry ia pun mengucapkan hal sama seperti yang di ucapkan istrinya. Sarah pun membalasnya dengan senyuman manisnya dan lalu berlalu pergi dengan berjalan kaki. Sarah berjalan kaki karena jarak rumah tantenya dengan tempat mereka tidak terlalu jauh.

__ADS_1


“Sayang ayo masuk.” Seru Adry berpura-pura tak romantis.


Ana tak menjawabnya karena masih terfokus melamun melihat adik sepupu kesayangannya.


“Ah iya, dasar aku. Sebentar tuan putriku sayang, aku akan datang menjemputmu.” Ucap Adry sembari keluar dari mobilnya. lalu ia mendekat dan langsung mengangkat istrinya ke dalam mobil.


“Mas turunkan aku, aku bisa jalan sendiri.” Ucap Ana meminta.


“Sudah terlambat tuan putri, aku sudah mengangkat mu dan akan membawamu ke suatu tempat yang indah hari ini.” Ucap Adry.


Saat ia hendak mendudukkan istrinya ke dalam mobilnya. tiba-tiba saja...


Dubrrruukkk...


“Aaaaaa...” teriak Ana kaget mendengar suara benturan keras dan mobil suaminya pun terguncang. Ana memeluk suaminya karena terkejut.


Sebuah mobil menabrak mobil mereka dari belakang. Sehingga bagian belakang body mobil Adry penyot rusak dibuatnya.


Pemilik mobil yang menabrak mobil Adry pun keluar. pemilik mobil itu terlihat terluka dengan darah yang bercucuran di kepalanya. Adry pun segera menolongnya memanggil ambulans untuk datang membawa si pemilik mobil itu itu ke rumah sakit.


Hingga akhirnya ambulan pun datang untuk menjemput pria itu. Adry dan Ana pun ikut mengikuti ambulans itu itu karena mereka berdua adalah saksi mata yang melihat, kejadian kecelakaan yang dihadapi pria itu oleh pria itu.


Sampai di rumah sakit dan setelah pria itu di periksa dan diobati oleh dokter. Pria itu diperbolehkan untuk pulang oleh dokter karena ia hanya mengalami luka ringan raja. Dokter itu pun memberi tahu tentang Adry dan Ana yang menolongnya dan menelpon ambulan untuk membawanya cepat-cepat ke rumah sakit.


Pria itu pun mendekati Adry dan Ana untuk mengucapkan rasa terima kasihnya pada mereka.


“Aku sangat berterima kasih sekali pada kalian berdua karena telah menyelamatkan nyawaku. perkenalkan aku Roy.” Ucap pria itu sambil mengulurkan tangannya yang ternyata namanya adalah Roy.


Adry pun mengulurkan tangannya dan menjabatnya memperkenalkan dirinya juga.


“Adry. Dan ini istri saya, Ana.” Ucap Adry merekahkan senyumannya sambil memperkenalkan istrinya juga.


“Ana...” ucap Ana tak mau menjabat tangan Roy, ia hanya melemparkan senyuman ramah pada Roy.

__ADS_1


Roy pun menarik tangannya kembali padanya dan lalu menyimpannya.


“Aku mengingat sebelum aku mengalami kecelakaan itu. Aku menabrak sebuah mobil. Apakah mobilmu yang ku tabrak?” tanya Roy.


“Iya benar, mobil milikku lah yang kamu tabrak. Tapi tidak masalah, kamu tenang saja. Aku tidak akan menuntut mu untuk ganti rugi.


“Aku merasa tak enak denganmu jika aku tak mengganti rugi kerusakan mobilmu.” Ucap Roy sambil memegang kepalanya.


“Terserah kamu saja deh bagusnya gimana.” Ucap Adry.


“Tapi kalau boleh tahu, mengapa kamu sampai bisa menabrak mobil suamiku.” Tanya Ana sedikit terheran.


“Ah itu, aku... aku tadinya mengelak sebuah kucing yang berlari. Hal itu membuatku banting setir. Dan ternyata aku malah menabrak mobilmu jadinya.” Ucap Roy gugup mengucapkan alasannya.


Ana memperhatikan lagak mencurigakan dari Roy. Ana merasa Roy seperti sengaja menambrak mobil milik suaminya. Ana tiba-tiba saja memegang tangan suaminya, karena mendadak merasa aneh melihat Roy yang menatapnya dengan tatapan yang sangat aneh.


“Mas, ayo kita pulang.” Ucap Ana berbisik pada suaminya.


“Sebentar sayang, tidak mungkin kita meninggalkan nya dengan keadaannya seperti itu.” Jawab Adry berbisik.


“Tapi dokter bilang dia baik-baik saja Mas.”


“ehmm ehmm...” Ucap Roy memecahkan suasana ketika melihat Adry dan Ana berbisik-bisik.


“Aku benar-benar sangat minta maaf pada kalian,” ucap Roy.


Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga.


Salam Hangat~`

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2