Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 56


__ADS_3

NB: 21+


Adry mengajak Ana kesuatu tempat yang sangat indah. Adry yang memapah istrinya lalu mendudukkannya di kursi yang telah disiapkan. Adry merencanakan semua itu sejak sore tadi menyuruh orang untuk mendekorasi semuanya dibawah instruksinya.


Adry lalu membuka penutup mata istrinya. Ana sangat terharu melihat sekitarnya tempat itu yang didekorasi dengan sangat indah. Ruangan tertutup dengan bagian atap yang terbuka, sehingga dapat melihat pemandangan langit di atas yang bertebaran banyak bintang. Dan juga terdapat banyak sekali kunang-kunang yang berterbangan menghiasi suasana yang menambahkan keindahan di malam hari itu.


“wah... tempat ini indah sekali,” gumam Ana.


“kamu suka nggak,” tanya Adry.


“iya, aku suka banget Mas,” jawab Ana yang terbius melihat keindahan malam itu.


“Ana...” ucap Adry.


Ana menjawab panggilan Adry dengan keadaan yang masih terbius memandangi kunang-kunang itu.


“Maafkan semua kesalahan yang selama ini kuperbuat, aku menyesal telah melakukannya.” ucap Adry sambil memegang tangan istrinya yang berseberangan berhadapan dengannya.


Ana tersadar dari terfokus melihat kunang-kunang itu setelah mendengar Adry mengatakan permintaan maaf kepadanya. Ana hanya terdiam bingung dengan ucapan suaminya.


“Ana... Aku... Aku mencintaimu,” ucap Adry perlahan mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.


Baru kali ini ia mengungkapkan rasa cinta terhadap seseorang. Rasa cintanya terhadap Ana berbeda jauh dengan Rita dulu. Dengan Ana, ia bisa merasakan adanya getaran-getaran cinta yang bergejolak. Sedangkan dengan Rita, sekali pun ia tak pernah mengatakan bahwa ia sangat mencintai Rita.


“Maaf,” ucap Adry yang merasa tak pantas untuk diterima cintanya oleh Ana.


Adry kemudian berdiri sedikit menjauh dari Ana untuk menenangkan dirinya. Ana yang ingin sekali mengatakan hal yang sama bingung bagaimana caranya untuk mengungkapkannya pada suaminya bahwa ia juga sangat mencintai suaminya itu.


Ana mencoba untuk berdiri dan berjalan dengan sangat pelan dan hati-hati. Ana memasukkan kedua tangannya diantara tangan kanan dan tangan kiri suaminya dan lalu memeluk suaminya dengan erat meletakkan tangannya di dekat bahu suaminya, Adry.


Adry tersenyum Istrinya memeluknya. Ana menyenderkan kepalanya mengarah kesamping kanan dan lalu mengungkapkan isi hatinya yang sebenarnya juga.


“Aku juga sangat mencintaimu Mas,” ungkap Ana.


Mendengar pengakuan istrinya Adry langsung memutarkan badannya dan langsung mencium bibir istrinya. Ana terengah-engah dibuat olehnya.


ddrrr... ddrrr....


Telepon Adry berdering. Lagi-lagi dan lagi-lagi momen mereka selalu saja diganggu oleh deringan telepon Adry yang menelpon. Adry menghiraukan dan melanjutkan untuk melum*t bibir istrinya, Gara-gara deringan HPnya, istrinya jadi menghindarinya tak mau memberikannya untuk melanjutkannya.


“angkat saja dulu Mas, siapa tahu itu sangat penting.” ucap Ana.

__ADS_1


“paling juga itu Sopir Pribadi yang mengajak kita untuk pulang karena cemburu melihat ke uwuwan kita,” ucap Adry sedikit bercanda.


Ana mencubit manja suaminya meminta untuk mengeluarkan handphonenya dari saku celananya.


“lihatlah Sopir pribadimu itu dia sedang melahap makanan diseberang sana.” ucap Ana.


“Ayolah Mas, keluarkan handphonemu dan angkatlah panggilan yang masuk itu,” pinta Ana.


“dengan satu syarat,” seru Adry.


Tanpa bertanya pada suaminya apa syaratnya itu, Ana langsung mendekatinya. Ana menjinjitkan kakinya, melingkarkan tangannya dileher suaminya dan lalu mencium bibir suaminya.


Kali ini Ana tidak diam, seperti yang dulu ia lakukan sewaktu mereka di interogasi oleh petugas kepolisian itu. Ana tidak memberikan kode pada suaminya untuk mulai memainkannya karena dialah yang akan memulainya. Adry tersenyum puas dengan apa yang dilakukan istrinya itu.


“cepetan Mas angkat teleponnya.” ucap Ana melepaskan ciumannya.


“sudah mati sayang, biarkan saja,” ucap Adry lalu menempelkan wajahnya didepan wajah istrinya dan lagi-lagi ia mencium bibir istrinya itu.


“Mas... teleponmu berdering lagi,” ucap Ana


Ana mencoba untuk menjauhkan suaminya darinya, ia merasa geli mendapati gigitan kecil dari suaminya dibagian lehernya dan bahkan juga hingga dibawah lehernya juga. Adry pun mengambil handphonenya yang berada di dalam saku celananya.


“Mama yang telepon ternyata,” ucap Adry menatap istrinya.


☎️☎️☎️


“Adry, kamu dimana Nak. bisa tidak kamu ke rumah. Ada yang hendak Mama bicarakan denganmu. Ini sangat penting cepatlah datang kemari Nak,” ucap ibunya Adry.


“Adry lagi diluar Mah. Baiklah Mah, Adry akan segera datang ke sana,” seru Adry.


Mendengar jawaban Adry, Tante Riska pun mengakhiri panggilannya.


☎️☎️☎️


“ada apa Mas,” tanya penasaran.


“Mama meminta kita untuk cepat-cepat menjadikannya seorang nenek,” ucap Adry mengarang cerita.


“menjadikan Mama seorang nenek,” ucap Ana mencoba untuk mencerna ucapan suaminya.


Ana yang mengulang kata-kata yang disampaikan oleh suaminya hingga akhirnya ia mengerti dengan apa yang dimaksud dari kata-kata itu. Ana menatap Adry yang tersenyum menahan tawa.

__ADS_1


“aaah Mas bohong. Pasti bukan itu yang dikatakan oleh Mama,” seru Ana memukul-mukul kecil dada bidang suaminya.


Adry tertawa melihat istrinya ketika ia menyinggung untuk memiliki seorang anak. Adry juga tak ingin terlalu terburu-buru karena ia merasa bahwa cinta yang sesungguhnya baru saja dimulai.


“Mama meminta kita untuk pulang ke rumah, ada hal penting yang ingin disampaikan oleh Mama.”


“kamu tahu tidak hal penting apa yang ingin disampaikan oleh Mama,” ucap Adry.


“apa Mas?” tanya Ana sedikit penasaran.


“Mama ingin merencanakan bulan madu kita supaya ia cepat-cepat menjadi seorang nenek dan merasakan menimang cucu sendiri katanya,” seru Adry menggoda istrinya.


“iiih Mas pasti bohong,” ucap Ana lalu menyembunyikan wajahnya yang tersipu malu mendengar kata-kata bulan madu.


Ana belum siap untuk melakukan hal itu. Sama sekali ia merasa seperti mimpi bahwa ia sudah menikah dan ia sama sekali tak menginginkan hubungan suami istri yang biasa dilakukan pada umumnya. Ia sangat takut untuk melakukan hal itu.


Ana dulu pernah tidak sengaja mencuri dan mendengarkan perbincangan sekumpulan para wanita yang menceritakan tentang hubungan suami-istri. Mereka bilang sangat sakit rasanya melakukan hal itu.


“hei sayang, kenapa harus menyembunyikan pipimu yang memerah itu dariku. Ato tunjukkanlah kepadaku.” ucap Adry.


Adry lalu mengawaskan benda yang digunakan Ana untuk menutupi wajahnya. Adry tersenyum melihat pipi istrinya semakin memerah karena menggodanya.


Ana yang masih merasa malu, memeluk Adry untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.


“dengan cara seperti ini lebih baik,” gumam Adry dalam hatinya diiringi dengan senyum yang selalu terpampang terus hari ini.


“I love you sayang,” ucap Adry sambil mencium rambut Ana yang wanginya sangat fresh.


“I Love you too,” balas Ana yang mulai tertidur.


Adry tersenyum mendengar Ana yang masih sempat membalasnya, padahal istrinya sedang menanggung malu yang luar biasa.


Adry ingin melihat wajah istrinya setelah ia membalas ucapannya. Dilihatnya istrinya sudah tertidur pulas, Adry lalu mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


“I Love You Natahsya,” ucap Adry sekali lagi.


Bersambung...


Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.


Salam Hangat~

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2