
Rita sudah menunggu kepulangan Adry dan Ana untuk makan malam bersama. Hari ini Rita memasak makanan kesukaan Adry. Setelah mendengar kabar Ana melalui pesan tadi, Rita sangat bersemangat untuk memasak makanan kesukaan Adry. Rita mengetahui makanan kesukaan Adry itu dari Tante Riska. Rita banyak bertanya pada Tante Riska tentang hal yang Adry sukai dan hal-hal yang tidak ia sukai.
Akhirnya Adry dan Ana sampai di rumah. Rita langsung membukakan pintu dan mengajak mereka untuk langsung makan. Di sana semua orang telah menunggu mereka. Ana pun menarik tangan suaminya untuk makan terlebih dahulu.
Adry pun duduk, disusul dengan Rita ingin duduk disampingnya juga. Namun Adry memberhentikan langkahnya untuk tidak duduk disampingnya. Karena istrinya Ana lah yang akan duduk disampingnya.
Ana melototinya namun Adry tak perduli. Rita ingin mengambilkan Adry nasi. Adry masih saja melarangnya. Rita tampak sedih. Ana menegur suaminya namun Adry masih tetap saja bersikap tak perduli.
“mmm ini adalah makanan kesukaan Adry. Ini pasti masakan Mama, rasanya enak sekali,” ucap Adry tersenyum pada ibunya.
“ini semua bukan masakan Mama. Rita lah yang memasak semua ini,” jelas ibunya.
Rita senang Adry menyukai masakannya. Sedangkan Adry terbatuk-batuk mendengar bahwa Rita yang memasaknya. Rita mengambilkannya air minum namun ia menolaknya. Adry malah meminta air minum pada istrinya, Ana.
Adry yang merasa lelah berada diluar rumah seharian. Mengantar Ana ke kampus bahkan sampai menunggunya. Memanjakan Ana dengan mengajaknya jalan-jalan ke mall dan membelikannya sesuatu. Hal itu membuat Adry merasa lelah.
Adry langsung berpamit meninggalkan mereka yang sedang makan untuk masuk ke kamarnya. Adry merasa tak bernafsu untuk makan setelah mengetahui itu semua adalah masakan Rita.
Sebelum Adry beristirahat membaringkan tubuhnya. Adry terlebih dahulu membersihkan dirinya. sedangkan Ana sibuk dengan mengurus sahabatnya yang bersedih karena perlakuannya.
Ana menemui Rita yang bersedih di kamarnya. Ana menenangkan Rita. Dan Ana bercerita membahas pesan yang dikirimnya tadi, bahwa Adry sebenarnya sudah menerimanya. Rita mendengarkan semua yang diceritakan oleh Ana. Namun tetap saja, Rita bereaksi sedih ketika Ana menceritakan semuanya.
“Rita... mengapa kau bereaksi biasa saja? Apa kau tak bahagia mendengarnya?” tanya Ana.
“Aku bahagia Ana. Tapi bagaimana caranya aku bisa dekat dengan Mas Adry jika dia selalu tidur bersamamu,” jawab Rita memelas.
“kamu tenang saja, aku akan mengatakan pada Mas Adry untuk tidur di kamarmu juga. Bahkan malam ini juga aku akan menyuruhnya tidur di kamarmu,” ucap Ana.
Rita merasa lega, Ana mengatakan hal seperti itu. Rita berterima kasih pada Ana. Lalu kemudian Ana berpamit mengundurkan diri untuk mengatakan hal itu pada Adry.
Sampai dikamar, Ana melihat suaminya sudah berbaring di ranjang. Ana mendekati dan membangunkan suaminya. Ana mengguncang tubuh suaminya yang berdiri disampingnya. Adry terbangun dengan sedikit membuka matanya.
“Mas, mulai sekarang untuk hari ini tidurlah dikamar Rita,” ucap Ana ketika melihat mata suaminya terbuka.
Adry tak mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya. Adry malah menarik tubuh istrinya. Memeluknya erat dan lalu menciuminya dengan mata yang tertutup. Ana memberontak untuk dilepaskan. Adry tersadar dan melepaskannya.
“ada apa sayang,” tanya Adry.
“Mas mulai hari ini, untuk tiga hari kedepannya. Tidurlah di kamar Rita,” ucap Ana.
Adry tak mendengarkan ucapan Ana. Adry malah kembali memeluknya dan menciumnya. Ana pun kembali memberontak meminta untuk dilepaskan. Lalu Ana mengulang kembali ucapannya untuk tidur dikamar Rita.
“sayang... kenapa kau ini terlalu memaksaku, aku hanya ingin bersamamu saja’’ ucap Adry menarik tubuh istrinya kembali memeluknya dengan semakin erat.
“Mas... pergilah,” teriak Ana.
Adry terkejut dan tersadar.
“sayang... kau berteriak-teriak padaku hanya karena aku tak ingin tidur di kamarnya. Baiklah mulai sekarang aku akan tidur di kamarnya saja,” ucap Adry dengan wajah yang marah pada Ana.
Adry lalu pergi meninggalkan Ana dari kamar itu dengan perasaannya yang marah. Ana merasa ia sangat bersalah dengan terlalu memaksakan suaminya.
__ADS_1
Adry mendatangi kamar Rita. Rita yang sedang duduk sambil membaca sebuah majalah, tersenyum melihat Adry datang ke kamarnya. Adry mendekati Rita dengan wajah yang marah. Adry memegang tangan Rita dengan sangat kasar.
“semenjak kedatanganmu ke rumah ini. Istriku selalu saja mementingkan kebahagiaanmu daripada aku” ucap Adry.
“sakit Mas,” rintih Rita kesakitan.
Adry lalu melepaskannya.
“apa yang telah kau katakan pada istriku sehingga ia selalu saja menghindariku,” tanya Adry.
“aku tidak ada mengatakan apapun Mas,” ucap Rita.
“omong kosong... Dari dulu semenjak aku mengetahui sifat busukmu itu, aku tidak akan pernah mempercayai ucapan dari mulutmu itu,” teriak Adry.
“dengar, sampai kapan pun aku akan membenci dirimu walaupun kau mengorbankan nyawamu untukku,” ucap Adry.
“kalau bukan karena Ana, aku tidak akan tidur disini,” ucap Adry lagi lalu tidur di sofa yang ada dikamar Rita.
Mendengar perkataan Adry yang seperti itu, Rita merubah jalan pikirannya. Jika Adry tak akan pernah mencintainya, Rita berencana untuk menyusun rencana untuk memisahkan Adry dari Ana terlebih dahulu. Setelah itu, barulah ia masuk ke hati Adry dengan mudah.
Rita yang melihat Adry dari tempat tidurnya, merasa sepertinya Adry sudah tertidur pulas. Rita berjalan mendekati Adry.
“kamu memang benar Mas, aku memang menghasut pikiran istrimu untuk lebih mementingkan diriku. Secara, dia sangat menyayangiku daripada kamu. Kau tahu kenapa, karena kau masih baru dalam kehidupannya. Sedangkan aku, aku yang selalu ada disaat dia sedih sebelumnya. Itulah sebabnya istrimu lebih mementingkan diriku daripada kamu Mas,” gumam Rita dalam hatinya sambil menatap wajah Adry yang tertidur pulas.
“Aku akan memisahkanmu dari istrimu itu. Karena sebenarnya, hanya akulah yang pantas untukmu bukan dia Mas,” gumam Rita lagi dalam hatinya.
Adry merasa ada yang sedang mendekat dengannya. Adry menghirup sebuah parfum yang asing baginya. Adry membuka matanya, terkejut melihat Rita yang mendekat dan menatapinya. Adry langsung mendorong tubuh Rita hingga terjatuh kelantai. Rita merintih kesakitan mendapati rasa sakit di bokongnya akibatnya.
“ngapain kamu, jangan macam-macam ya kamu,” ucap Adry.
Rita sangat kesal dengan perlakuan Adry padanya yang sampai mendorongnya ke lantai. Rita berdiri melangkah ke tempat tidurnya sambil memegang bokongnya yang sakit sekali dirasakannya.
Terkadang Rita merasa sangat membenci Adry, namu terkadang, ia merasa sangat mencintainya karena ketampanan wajah Adry. Rita mencoba untuk bertahan memikirkan segala cara untuk mendapatkan cintanya Adry.
***
Keesokan paginya, Ana bangun pagi untuk pergi berolahraga. Adry yang keluar dari kamar Rita melihat istrinya keluar rumah. Dengan terburu-buru Adry mengambil jaket dan topinya, untuk menutupi dirinya dengan cara menyamar.
Adry mengikuti langkah istrinya, dan hal itu tidak disadari oleh Ana. Mengira bahwa orang yang berada di belakangnya adalah orang yang sama juga sepertinya. Berolahraga dan bukan seorang yang sedang menguntit mengikutinya.
Ana berjalan santai berolahraga menuju ke taman. Di sana, banyak sekali orang yang sedang berolahraga juga di taman itu. Seperti biasa, semua laki-laki sangat terpesona melihat kecantikan Ana. Para lelaki itu menegur menggoda Ana.
Sebagian dari para lelaki yang menggodanya, padahal membawa pacar ataupun mungkin adalah istrinya. Para lelaki itu lupa dan tak menyadari hal itu karena sangat terpesonanya melihat kecantikan Ana. Akibatnya mereka menjadi bertengkar. Untungnya para wanita itu mereka tak melabrak ataupun menjambak rambut Ana. Karena mereka memang tahu bahwa Ana tidak menggoda pacar atau suami mereka. Memang pada dasarnya pria merekalah yang terlalu genit dan jelalatan melihat Ana.
Para wanita itu kesal pada pasangan mereka masing-masing. Adry juga ikut kesal melihat Ana keluar sendiri yang mengundang orang untuk menggodanya. Adry kesal pada Ana yang tak mengajaknya untuk menemaninya berolahraga. Jika Ana mengajaknya pasti semua pria yang melihatnya, tidak akan berani untuk menggodanya. Karena para pria itu akan segan pada Adry.
Adry menahan untuk menghampiri Ana, ia masih sangat kesal dengan paksaannya semalam. Adry mencoba untuk bersikap tak perduli pada Ana. Supaya Ana datang sendiri padanya untuk tak bersikap acuh Ana.
Tidak jauh dari Ana beristirahat duduk sambil minum. Segerombolan pria datang mendekati Ana. Mereka menggoda Ana dengan gombalan yang tak senonoh.
“Hai cantik, sendiri aja nih. Main yuk!! ke tempat yang sepi atau kalau kamu mau kita mainnya ke hotel aja. Biar aku booking nih hotelnya,” seru salah satu pria yang menggoda Ana.
__ADS_1
Pria itu hendak ingin menyentuh dagunya Ana. Dengan cepat, Ana berdiri menjauhkan dirinya dari pria itu sebelum ia menyentuhnya. Adry yang panas melihat dan mendengar mereka yang menggoda istrinya. Berlari menerjang pria yang menggoda istrinya.
Ana terkejut seketika pria itu diterjang hingga terjatuh berlutut. Dilihatnya pria yang menerjang itu adalah suaminya. Ana tersenyum bahagia lalu berlari kearah Adry dan lalu memeluknya. Adry melepaskan pelukan istrinya untuk kembali bereaksi menghajar para penggoda istrinya.
Adry menyikat menghajar para pria penggoda itu dengan sangat enteng. Sama sekali Adry tidak pernah tersentuh oleh para pria itu. Dan akhirnya mereka pun K.O. Semua para wanita yang menyaksikan aksi Adry yang sengit bersorak kagum pada Adry.
Ana cemburu mendengarnya. Para wanita itu yang sebagian adalah pacar atau istri dari para pria yang menggoda Ana, berbalik memarahi mereka. Ana berjalan mendekati suaminya. Adry malah berjalan tak menunggunya. Ana memanggilnya namun Adry tak membalasnya. Ana tak terlalu mengejar Adry hingga akhirnya mereka sampai di rumah.
Ibunya memanggil mereka berdua untuk sarapan. Adry mengatakan bahwa ia akan menyusul. Adry hendak mengeringkan keringatnya terlebih dahulu dan setelah itu dia akan membersihkan dirinya. Ana juga beralasan yang sama pada ibu mertuanya.
“baiklah Mama akan menunggu kalian untuk sarapan. Tapi cepat ya sayang, Mama menunggu kalian,” ucap Ibunya sambil tersenyum.
Adry masuk ke kamar Ana untuk mandi di sana. Adry masuk menghidupkan kipas angin. Ana datang menyusul, mendekati Adry dan ikut mengeringkan keringatnya. Ana ingin bicara, namun tak sempat terucap, dengan cepat Adry masuk ke kamar mandi.
Tak berapa lama kemudian, Adry keluar dari kamar mandi. Gantian giliran Ana yang membersihkan diri. Ana keluar setelah selesai mandi dengan menggunakan handuk. Adry masih ada di kamar itu, ia mencari suatu benda di dalam lemari. Ana mendekatinya karena Ana memang hendak mengambil bajunya di lemari itu. Jarak antara Adry dan Ana sangatlah dekat.
Ana hanya menggunakan handuk mini saja yang melilit di tubuhnya. Beberapa waktu lalu Adry pasti akan langsung menerkam jika hanya memakai handuk saja. Namun kali ini, Adry tak menerkamnya. Ana pun terheran melihat tingkah cuek suaminya yang tak seperti biasanya.
Ana memakai bajunya di dekat suaminya. namun sama saja, suaminya tak bereaksi dengan memandangi. Hingga akhirnya Adry mendapatkan benda yang ia cari. Lalu pergi meninggalkan istrinya tanpa berkata sesuatu.
Ana semakin heran dengan tingkah cuek suaminya. Ana sangat penasaran dengan tingkah laku suaminya hati ini. Namun Ana tak ambil pusing dengan tingkah laku suaminya yang seperti itu. Ana malah bersyukur jika suaminya bersikap seperti itu padanya. Dengan begitu ia akan lebih leluasa menghindar dari suaminya tanpa harus ia yang menghindar, karena suaminya sendirilah yang menjauhinya.
Ana pun menyusul suaminya untuk sarapan. Ana datang ke ruang makan berbarengan dengan Rita. Adry melihat kearah mereka berdua. Rita hendak duduk disamping Tante Riska. Namun Adry menahannya.
“duduklah disini,” ucap Adry pada Rita untuk duduk disampingnya.
Rita sangat terkejut mendengar perkataan Adry, ia merasa ada yang salah dan aneh pada Adry. Padahal semalam Adry memaki-maki dirinya. Bahkan Adry menegaskan padanya bahwa ia tidak akan pernah perduli padanya.
“kenapa kamu diam saja, ayo duduk disini,” ucap Adry mengulangnya sekali lagi.
Rita pun beranjak ke tempat duduk di samping Adry. Ana terlihat sangat senang melemparkan senyuman manisnya ketika melihat Adry mulai perduli pada Rita.
“apakah dia ini memang istriku? Mengapa dia tidak cemberut cemburu melihatku memperdulikan Rita?Dia malah melemparkan senyumannya yang tulus itu. Apa dia tidak cemburu? hmm entah apa yang merasuki hati istriku itu?” gumam Adry dalam hatinya yang bertanya-tanya terheran.
“oooh aku lupa, istriku sangat menginginkan hal ini. Karena mungkin iblis yang berada di sampingku ini telah meracuni otak istriku,” gumam Adry dalam hatinya lagi.
“baiklah istriku sayang, mungkin kali ini kau tak merasa tak rela jika aku dekat dengan iblis ini. Dan aku akan membuatmu tersadar bahwa kau tak akan merelakanku jika bersama dengan iblis yang licik ini,” timpal Adry lagi dalam hatinya.
Rita juga bergumam-gumam dalam hatinya hingga membuatnya melamun memikirkan sikap Adry pagi ini. Lamunannya tiba-tiba terpecahkan dengan suara Adry yang memanggilnya.
“Rita...”
“oohh.. iya, iya. Ada apa,” balas Rita tersadar.
“oleskan Aku selai Rotinya,” ucap Adry.
“ooh iya baiklah, aku akan mengoleskan selai strawberry kesukaanmu di Rotimu,” ucap Rita sambil mengambil selainya dan mengoleskannya dengan sangat telaten.
Bersambung...
Jangan lupa komentar dikolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe
__ADS_1
Salam Hangat~`
BY.BAE©