Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 58


__ADS_3

NB: 21+ (dilarang keras untuk yang belum cukup umur)


...----------------...


Ddduubbbrruuukkk.....


“Rita... Rita...” teriak Tante Riska mendekati Rita yang terjatuh pingsan.


Ana yang mendengar teriakkan ibu mertuanya melepaskan pelukan suaminya darinya. Ana menoleh kearah Rita. Ana hendak mendekati Rita


untuk menyadarkannya. Dengan sigap Adry menangkap tangan Ana.


Tante Riska meminta Adry untuk mengangkat Rita. Namun Adry menghiraukan dan enggan untuk melakukannya. Ana memberontak meminta untuk melepaskan tangannya. Adry menariknya dan membawa istrinya untuk masuk kedalam kamar. Adry mengunci pintunya. Adry mendudukkan istrinya.


“sayang... dengerin aku. Kamu jangan terlalu berperasaan terhadap Rita. Bisa saja dia memiliki rencana lain dengan kedatangannya kesini.” ucap Adry meyakinkan istrinya sambil membelai rambut istrinya.


“Mas... kenapa Mas menghalangiku. Aku ingin membantu Rita, hatinya sedang terluka karena penghianatan Doni,” ucap Ana lalu berdiri.


“sayang... sudah Mas bilang. Kamu jangan mementingkan urusannya. Dia sama sekali juga tidak pernah memikirkan nasibmu setelah ia mengorbankanmu,” ucap Adry menegaskan memegang kedua tangan istrinya.


Ana melepaskan pegangan tangan suaminya. Lalu ia berjalan meninggalkan suaminya. Adry sangat kesal. Adry sangat emosi jadinya. Karena sangat emosi, iapun meninju dinding kamarnya. Adry pun mendapati luka jadinya.


...***...


Rita sudah berada di dalam kamar yang telah disediakan untuknya. Tante Riska meminta para asistennya untuk mengangkat Rita ke dalam kamar.


“kenapa aku harus berpura-pura pingsan seperti ini. Ini semua karena Ana. Dia terlihat sangat bahagia bersama Mas Adry, sedangkan aku tidak” ucap Rita dalam hatinya.


Rita masih berpura-pura pingsan. Rita telah berubah pikiran. Tadinya, ia berencana hanya memohon untuk diberi izin tinggal dikediaman keluarga Dexter. Namun rencananya berubah setelah ia menyaksikan kemesraan Adry dan Ana sahabatnya. Rita juga sangat menginginkan cintanya Adry. Dan Rita juga sangat menginginkan ia menjadi istrinya Adry.


Ana datang menghampiri Rita. Ana mendekatkan botol minyak kayu putih untuk menyadarkannya. Rita pun menghirupnya, ia berpura-pura tersadar.


“Ana...” ucap Rita mencoba untuk bangun dan duduk.


“syukurlah kamu sudah sadar,” seru Ana sambil membantu Rita untuk duduk.


Ana lalu memberikan air putih untuk Rita. Meminum air putih yang diberikan oleh Ana, Rita langsung turun dari tempat tidur.


“kamu mau kemana Rit,” tanya Ana menghentikan langkah Rita.


“aku ingin pergi dari sini,” balas Rita.

__ADS_1


“kamu mau kemana Rit, orang tuamu juga tak menerimamu untuk saat ini,” ucap Ana.


“iya, aku tahu Ana. Tapi aku tidak bisa tinggal disini. Adry sangat tidak menyukai kehadiranku di sini,” ucap Rita memelas.


“Rita... Bukannya kamu sendiri yang bilang bahwa kamu juga adalah istrinya mas Adry yang sah. Itu artinya kamu berhak untuk tinggal di sini karena kamu juga adalah keponakan sekaligus menantu rumah ini,” jelas Ana meyakinkan Rita untuk tidak pergi.


“iya Ana aku tahu itu. Tapi...”


“sssttt... Lambat laun mas Adry akan membuang rasa benci itu terhadapmu. Dan aku berjanji akan membantumu untuk memenangkan hati Mas Adry,” ucap Ana.


Rita dan Ana saling berpelukan. Rita sangat bahagia mendengar Ana yang berjanji padanya. Rita sangat percaya pada Ana karena sahabatnya itu tidak pernah mengingkari janjinya sekali pun padanya.


Tante Riska datang menghampiri mereka. Tante Riska sangat bahagia melihat keakraban Rita dan Ana. Tante Riska beranggapan tak perlu harus menceraikan Rita. Jika nyatanya mereka berdua terlihat sangat akrab dan kompak. Walaupun sebelumnya terjadi sebuah konflik yang sebagian orang mungkin sudah tak saling menegur lagi. Atau bahkan saling menghapus kenangan untuk melupa.


Tante Riska tinggal memikirkan bagaimana caranya membuat Adry menerima Rita sebagai Istrinya. Ana juga memikirkan hal yang sama. Bagaimana cara membujuk suaminya itu.


“Ana, kamu kembalilah ke kamarmu dan istirahatlah. Besok kita lanjutkan lagi untuk membahas masalah ini. Hari sudah semakin larut,” ucap Tante Riska.


Ana mengangguk menjawab menuruti. Tante Riska juga menyuruh Rita untuk banyak beristirahat. Tante Riska dan Ana sudah pergi dari kamar Rita. Ia lalu melompat-lompat bahagia berhasil karena bisa tinggal dikediaman keluarga Dexter.


...***...


“jangan urus aku, urus saja sahabatmu itu,” ucap Adry membelakangi Ana.


“Mas, kamu kok ngomongnya kayak gitu sih,” ucap Ana sambil mengambil tangan suaminya kembali untuk diobati.


Adry menarik tangannya kembali dari istrinya. Ana mencari cara untuk memenangkan hati suaminya yang sedang cemberut itu. Ana lalu berbaring tidur. Mendekati suaminya dan lalu melingkarkan tangannya ke pinggang suaminya dengan sangat erat.


“aku sangat mencintaimu Mas. jangan ngambek lagi dong Mas,” ucap Ana.


Dipeluk erat oleh istrinya, Adry lalu membalikkan tubuhnya. Adry lalu mencium bibir istrinya itu. Ana tak menolaknya, iapun membalasnya. Setelah beberapa menit kemudian Adry melepaskan ******* bibirnya. Adry lalu bergerak berpindah posisi tepat berada di atas tubuh istrinya.


“sayang... aku ingin...” ucap Adry tak sampai mengucapkannya.


Ana yang mengerti maksud suaminya merangkul memeluk suaminya. Ana lalu menukar posisi Adry untuk berada dibawahnya. Adry sangat senang, sepertinya istrinya sangat peka akan keinginannya.


“Mas... besok saja yah, hari sudah larut dan aku sangat lelah sekali rasanya,” ucap Ana mencium suaminya lalu memeluk suaminya dengan sangat erat.


Adry sangat kecewa mendengarkan ucapan istrinya yang menolaknya. Adry lalu melepaskan pelukan istrinya itu.


“Mas... kamu marah ya karena aku menolak,”

__ADS_1


“tidak sama sekali,” balas Adry dengan nada cuek memunggungi istrinya.


“Mas...”


“mmm...”


“aku kedinginan,” ucap Ana yang ingin dipeluk oleh suaminya itu.


Adry membalikan badannya. Adry menarik mendekati tubuh istrinya. Dan lalu memeluknya untuk menghangatkannya. Ana membalas pelukan suaminya. Mereka berdua pun mendapati kehangatan dari pelukan itu. Kemudian Adry mengangkat tubuh istrinya berada diatasnya.


Beberapa menit kemudian, Adry masih belum juga tertidur. Akibat ia membuat istrinya berada diatasnya. Adry malah merasa seperti ada yang memberontak meminta untuk dikeluarkan. Adry juga merasa tidak tahan menahan nafsunya. Adry menurunkan istrinya yang berada diatasnya. Adry lalu kembali mengambil posisi berada di atas tubuh istrinya.


Ana cepat sekali tertidur. Ana terlihat sangat tertidur pulas. Adry tak meminta izin istrinya untuk melakukannya. Ia lalu membuka kancing demi kancing baju istrinya. Adry lalu melepaskan aku istrinya dari tubuhnya. Ana masih belum juga tersadar. Adry memandangi payudar* istrinya yang masih ditutup oleh BH istrinya.


Dengan tatapan mata yang telah dipenuhi oleh nafsu, Adry memulai permainannya di sekitar leher istrinya. Adry memberikan gigitan-gigitan kecil pada leher istrinya. Ana pun sedikit mendesah dibuatnya.


“mmm... Mas, apa yang kau lakukan. aku sangat mengantuk sekali,” ucap Ana namun matanya masih tertutup.


“tidurlah sayang... aku hanya ingin bermain sayang. aku tidak melakukan ke intinya,” ucap Adry.


Adry mencari kancing BH istrinya untuk dilepaskannya. Adry pun berhasil melepaskan dan membuangnya begitu saja. Adry lalu mendaratkan bibirnya ke payudra istrinya. Dan lalu mengigitinya dengan gigitan kecil. Alhasil membuat Ana mengeluarkan suara yang mendesah. Adry tersenyum melihatnya. Adry lalu melanjutkan aksinya itu.


Terkadang Ana juga merasa sangat geli mendapat perlakuan suaminya terhadapnya. Karena itu merupakan pertama kalinya area payudranya digigit-gigiti. Ana lalu menjambak rambut Adry dan mencoba untuk menjauhkan suaminya darinya.


Adry malah semakin menjadi-jadi. Adry menangkap bibir Ana dan lalu melum*tnya. Ana sampai kehabisan napas dibuatnya. Ditambah lagi Ana semakin mendesah, karena suaminya melum*t bibirnya sambil meremas payud*ranya.


Adry melepaskan bibirnya dari bibir istrinya. Nafsunya semakin memuncak ditambah lagi yang didalam semakin memberontak. Tangan Adry mulai menjulur kebawah untuk menurunkan celana yang di kenakan istrinya. Ana merasakan tangan suaminya sudah beralih kebawah. Ana merasa sangat khawatir dan mencoba menghentikan suaminya.


“Mas... besok-besok saja yah,” ucap Ana membuka matanya untuk menatap suaminya.


Adry kecewa mendengarkan ucapan istrinya yang belum siap untuk melakukannya. Begitu juga yang didalam tak memberontak lagi. Ana melihat mata suaminya yang tadi sangat bernafsu sekarang terlihat sedikit kecewa.


Ana tersenyum, ia lalu mendekati suaminya yang menjauhinya. Ana mencium bibir suaminya. Namun suaminya diam saja tak membalasnya. Ana pun memeluknya. Barulah Adry membalas pelukannya. Akhirnya, mereka berdua pun tertidur dengan sangat pulas dalam keadaan berpelukan erat.


Bersambung....


Jangan lupa komen yah. like, favorit, vote, dan bintang 5 nya juga. terima kasih semua 🤗


salam hangat~`


BY.BAE©

__ADS_1


__ADS_2