Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 52 – Ada yang pergi dan ada yang ingin kembali


__ADS_3

Nb: Baca ulang episode sebelumnya karena Author menambahkan sedikit.


Pagi-pagi sekali, handphone Adry berdering. Ia terbangun dari tidurnya karena handphonenya selalu saja berdering tiada henti. Ia pun dengan cara bermalas-malasan meraih handphonenya yang berada di seberang di atas meja.


Adry akhirnya dapat meraihnya dengan mata yang masih tertutup mengantuk. Ia juga tidak sengaja mengangkat panggilan yang masuk dan tak sengaja juga mengaktifkan loud speaker.


“Adry...” panggil Tante Riska, ibunya Adry melalui via suara telepon.


“Haahhh Mama...”


Adry terkejut mendengar suara ibunya yang berteriak memanggil namanya dengan nada sedikit marah. Awalnya ia mengira ibunya berada di kamarnya sekarang. Tak sengaja karena ia terkejut, tangannya menyenggol gelas yang berada di atas meja itupun terjatuh. Suara gelas terjatuh pun didengar oleh ibunya.


“apa yang sedang kamu lakukan.” tanya ibunya.


“Mah... aku tidak sengaja menyenggol gelas yang berada di sampingku. Adry tidak melakukan apa-apa Mah,” jelas Adry.


“Ada apa Mah, kenapa Mama menelpon Adry pagi-pagi sekali.”


“Nak... Mama dengar, kamu sudah lama sekali tak datang ke restoran mu. Kenapa kamu tidak pernah lagi kembali ke restoran mu?” tanya Tante Riska.


“Adry trauma Mah untuk kembali ke restoran itu, semenjak kejadian kecelakaan itu, membuat Adry takut untuk kembali ke sana,” jelas Adry.


“Mama dan Papa cari saja orang yang bisa menggantikan posisi Adry, pokoknya Adry tidak akan kembali ke sana,” tambah Adry lagi.


“tapi Nak...”


“Mah... tolonglah Adry tidak sanggup Mah mengingat semua itu,” ucap Adry.


“baiklah, nanti akan Mama akan berbincang-bincang dengan Papamu tentang hal itu.”


Tante Riska tidak terlalu memaksakan anaknya Adry untuk kembali untuk mengelolah restoran itu. Tante Riska takut jika ia terlalu memaksakan anaknya. Takutnya malah akan membuat mental anaknya kambuh terguncang.

__ADS_1


ltulah sebabnya mengapa Tante Riska tak memaksakan anaknya dan juga ia sangat menyayangi anaknya itu. Ia sangat takut kehilangan anaknya jika Adry mentalnya terguncang dan ingin mengakhiri hidupnya seperti di masa lalu yang pernah anaknya hampir melakukan percobaan bunuh diri.


Dan itulah sebabnya Adry lama tinggal di luar negeri. Adry berobat dan tinggal di luar negeri untuk menyembuhkan penyakitnya itu.


***


“Adry tutup teleponnya yah Ma,” seru Adry.


“eh tunggu dulu, Mama ingin bicara dengan Ana sebentar.”


“hah.. Ana Mah,” Adry sangat terkejut gugup.


“Mama ingin mengobrol dengannya sebentar dan sekalian menanyakan kabarnya, ucap ibunya Adry.


Adry bingung apa yang harus ia katakan pada ibunya agar ibunya tidak memarahinya. Adry mengatakan bahwa Ana menginap di rumah ibunya.


“kenapa dia pulang ke rumah orang tuanya? apa kalian berdua sedang bertengkar.” tanya ibunya menyelidik.


“tidak Mah, tidak... itu tidak benar. Ana menginap di sana karena ia... ia... kampusnya lebih dekat dari rumahnya Mah, yah... iya Mah, itu sebabnya Ana menginap di rumah orangtuanya.” ucap Adry gugup mengarang cerita dengan mengatakan Ana berkuliah. Namun ucapannya itu memang benar bahwa Ana sedang kuliah.


“hmmm tapi kenapa kamu tidak ikut menginap di sana Nak.” tanya ibunya lagi.


Adry bingung memberi alasan apalagi pada ibunya. Adry pun berpura-pura sinyal terputus-putus dan akhirnya menutup telepon dari ibunya.


“bisa gawat kalau Mama tahu yang sebenarnya, habislah aku,” ujar Adry.


Adry terpaksa melakukan hal itu dengan berpura-pura sinyal yang terputus-putus.


***


Sudah tiga hari berlalu, namun Ana tak kunjung pulang juga ke apartemennya. Adry merasa rindu akan kehadiran wanita polos itu. Ingin sekali rasanya Adry menjemput istri polosnya itu, namun ia menahan hal itu. Adry merasa lebih baik ia menunggunya saja daripada Ia menjemputnya malah akan merusak apa yang sedang ditutupi istrinya.

__ADS_1


Namun terkadang juga, ia ingin menjemputnya dan akhirnya Adry berpikir untuk pergi ke rumah mertuanya dengan cara diam-diam saja. Melihat istrinya dari jauh untuk lebih memastikan istrinya baik-baik saja dan ingin melihat keadaan tangan istrinya yang sakit walaupun dari kejauhan nantinya.


***


Bbyuurrr...


seember air mendarat ke tubuh Rita yang membuatnya menjadi basah kuyup. seorang ibu-ibu dengan sengaja menyiram air itu padanya dan lalu menatap Rita dengan tatapan yang sangat tajam.


“hey nona.. apa yang kau lakukan di sini, kau menghalangiku untuk membuka Toko ku, cepat pergi dari sini. atau kalau tidak aku akan berteriak pada semua orang bahwa kau hendak ingin mencuri barang daganganku.” bentak ibu itu.


Hal itu membuat Rita takut dan langsung kabur berlari menjauh dari Toko ibu-ibu itu. Semalam dia ikutan tertidur di depan Toko ibu-ibu itu dengan beberapa gelandang lainnya. Namun hanya dirinya saja yang ada di situ yang kena marah oleh para pemilik Toko.


Para gelandangan lainnya, sudah bangun dan bekerja untuk mencari nafkah memenuhi kebutuhan hidup mereka.


“aah bodoh sekali aku sampai bisa tertidur di di depan toko itu semalaman. Untung saja tak ada yang melakukan hal-hal yang macam-macam yang tak diinginkan padaku. jika hal itu terjadi, aah bod*hnya aku.” gumam Rita sambil berjalan menelusuri jalan yang tak tahu akan kemana.


Rita pun duduk di tempat duduk umum, ia merasa lelah dan sedikit kelaparan. Ia juga merasa sedikit kepanasan dan mencoba untuk mengipas dirinya dengan sebuah sobekan kardus untuk menghilangkan rasa panasnya itu. Dibelakang Rita berhenti duduk, sepasang kekasih berseteru hebat di belakangnya.


“sayang, dengarkan aku. kamu adalah istriku yang sah bukan dia. Aku menyebut namamu di depan penghulu dan di depan semua para saksi. walaupun ia bersanding denganku di depan semua orang, itu tidak sah sayang karena kamu, kamulah sebenarnya yang sah sebagai istriku. Cobalah mengerti dan ayo kita pulang ke rumah ibuku.” ucap Pria itu yang tak sengaja di dengar oleh Rita.


Mendengar ucapan pria itu, ia teringat dengan keluarga Dexter.


“aah iya, kenapa tak terpikirkan olehku juga. Secara sebenarnya aku juga sah menjadi seorang istri dan menantu keluarga Dexter. iya... aku akan ke sana, lagian keluarga Dexter adalah keluargaku juga walaupun jika aku tidak menjadi seorang menantu atau istri di keluarga Dexter,” ujar Rita.


Rita menaiki angkutan umum untuk pergi ke kediaman keluarga Dexter dengan menaruh harapan semoga mereka menerima dirinya untuk tinggal di kediaman keluarga Dexter.


Rita tidak mengharapkan untuk tinggal di sana sebagai seorang menantu ataupun sebagai seorang istri. Dia juga tidak mengharapkan cinta dari Adry. Karena hanya satu tujuannya untuk datang ke keluarga Dexter yaitu hanya ingin di terima saja untuk tinggal di sana.


Bersambung...


Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.

__ADS_1


Salam Hangat~


BY.BAE©


__ADS_2