
Ana pergi ke restoran milik Adry, ia mengantarkan nasi goreng buatannya dengan susah payah. Tangan Ana kembali terluka akibat terkena minyak yang panas lagi.
Bagaimana tidak, ia memasukkan bahan-bahan yang hendak di goreng dari kejauhan yang membuat minyak pnas itu mengenai tangannya mulus. Ana menaiki Taxi menuju kesana.
***
Di restoran
Adry tlah sampai di restoran miliknya. Hari ini mereka melakukan apel pagi pertama untuk memulai pekerjaan mereka.
“oke.. dengar.. saya merekrut kalian sebagai karyawan saya yang sanggup untuk melakukan pekerjaan ini. Saya harap kalian melakukannya pekerjaan ini dengan profesional”. Ucap Adry singkat.
Apel pagi pertama pun di bubarkan, para karyawan memulai pekerjaan mereka dengan tugas yang telah di tentukan pada masing-masing karyawan.
Asisten maneger menghampiri Adry dan memberitahu Adry bahwa mereka kekurangan karyawan pada bagian pengantar pesanan catering.
Mendadak karyawan bagian tersebut mengundurkan diri tanpa alasan. Adry pun menyuruh asisten maneger itu untuk merekrut karyawan baru lagi.
***
Ana telah tiba di restoran Adry...
Sesampai di restoran milik suaminya, ia melihat banyak pengunjung yang datang. Bagaimana tidak, restoran itu memiliki desain Eropa yang sangat mewah.
Ditambah lagi dengan chef-chef yang sangat terkenal ikut bekerjasama dengan Adry, yang membuat para konsumen berbondong-bondong untuk datang dan mencicipi makanan yang di sediakan oleh restoran Adry.
Ana masuk ke dalam restoran itu. Salah satu karyawan menyapa Ana dengan sangat sopan dan lembut, karyawan itu mempersilahkan Ana untuk duduk dan memberikan buku menu pada Ana.
“maaf saya kesini untuk menemui suami saya.. eeh bukan maksud saya, saya ingin menemui pemilik restoran ini”. ucap Ana yang sedikit keceplosan.
Adry yang berada di ruang kerjanya yang dapat melihat keadaan diluar melihat Ana datang dan berbicara pada salah satu karyawannya.
“aarrghh.. apa yang dilakukan wanita itu disini”. gumam Adry kesal dalam hati.
Adry pun keluar melangkah menuju kearah Ana dan menariknya dengan sangat kasar masuk ke ruang kerjanya.
“Apa yang kamu lakukan disini”. Tanya Adry sambil menghempas tubuh Ana kelantai.
“Aku hanya membuat dan mengantarkan sarapan untukmu Mas”. Ucap Ana sambil menahan rasa sakit.
“kamu ini gimana sih, aku bisa saja makan disini, ngga usah repot-repot mengantarkan makanan untukku. Atau jangan-jangan ini semua hanya akal-akalan kamu saja! Kamu ingin semua orang tahu bahwa kamu adalah istri pemilik restoran ini”. Tanya Adry.
“tidak.. aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang istri. Mas juga bilang bahwa aku harus mengurus dan menuruti semua kemauan Mas. Aku hanya sedang melakukannya Mas”. Jelas Ana.
__ADS_1
“ooh ya, menuruti semua kemauanku !!! baiklah kalau begiyu, kali ini aku mempunyai tugas baru untukmu”.
“apa Mas”. Tanya Ana penasaran.
“kamu harus bersedia menerima pekerjaan dariku, yaitu mengantar makanan untuk para pelanggan yang memesan catering”. Ucap Adry.
“tapi Mas, bagaimana dengan kuliahku”.
“sssttt”. Ucap Adry.
“aku tidak peduli itu, kau harus menurutiku”. Ucap Adry dengan nada membentak.
“tapi... hhmm baiklah, aku akan melakukannya untukmu Mas”. Ucap Ana sedikit terpaksa.
“tapi ingat, jangan sampai ada yang tahu kalau kau adalah istriku dan aku adalah suamimu”. Ucap Adry menegaskan.
“baiklah mas”. Ucap Ana
Adry pun mengambil telepon kantor dan menekan tombol menelpon asisten maneger.
“halo, keruangan saya sekarang”. Ucap Adry.
“baik pak saya akan segera kesana”. Balas asisten maneger.
Beberapa menit kemudian..
“silahkan masuk”. Lirih Adry.
Asisten maneger itupun melangkah masuk..
“ada apa pak”. Tanya Asisten Maneger itu.
“mulai sekarang kamu tidak perlu lagi merekrut karyawan baru, saya sudah menemukan karyawan yang bisa melakukan pekerjaan itu. Perkenalkan dia adalah Anot”. Ucap Adry.
Adry yang sengaja menyebut/mengubah nama Ana menjadi Anot membuat Ana terkejut melotot kearah Adry.
“bawa dia dan jelaskan apa yang harus ia lakukan”. Perintah Adry pada Asisten manager itu.
“baik pak”. ucap Asisten itu.
Ana dan Asisten maneger itu pun pergi keluar meninggalkan Adry. Ana pun mencoba untuk membuka pembicaraan dengan melerai bahwa namanya bukanlah Anot melainkan adalah Natahsya dipanggil Ana, jelas Ana.
Asisten itu merespon dengan senyuman yang sangat hangat. kemudian Asisten manager itu memanggil salah satu pengantar pesanan catering.
__ADS_1
***
Diruang kerja, Adry melihat bekal nasi yang dibawa oleh Ana tadi. Ia mencoba untuk membuka bekal itu. Bekal itu berisi nasi goreng yang ditata oleh Ana dengan potongan tomat dan irisan telur yang berbentuk love.
"Dari segi bentuknya, nasi goreng ini sepertinya enak". gumam Adry dalam hati sambil melirik sekelilingnya yang ada diluar.
Adry pun mencoba nasi goreng itu, ia merasakan kenikmatan yang luar biasa.
"emm baru kali ini aku menikmati nasi goreng senikmat dan seenak ini, aku tidak yakin bahwa dia yang memasaknya. paling juga ia membelinya di warung lalu memasukkannya ke dalam bekal ini". gumam Adry.
***
"Ghata, kenalin ini Ana karyawan baru disini. saya minta tolong kamu bimbing Ana untuk pekerjaan ini". ucap Asisten Manager itu.
"baik buk". seru Aghata yang dipanggil Ghata.
Ghata pun membimbing Ana dengan penuh semangat. Dibalik rasa semangatnya Ghata, ternyata diam-diam ia sangat mengagumi dan menyukai sosok seorang Ana.
Dari dalam ruangan Adry melihat Ghata memandangi Ana dengan nyengir tersenyum-senyum. Adry kesal dan sangat marah. kemudian ia menelpon asisten manager itu kembali.
"halo pak, ada apa pak". tanya Asisten manager itu.
"kenapa bukan kamu yang mengajarinya". tanya Adry.
"eee... saya kurang mengerti dalam hal itu pak,, dan saya pikir lebih cocok yang mengajarinya adalah orang yang benar-benar memang melakukan pekerjaan itu pak". jelas Asisten manager itu dengan singkat.
"ooh.. oke baiklah kalau begitu, lanjutkan pekerjaanmu". ucap Adry sambil menutup teleponnya.
Asisten Manager itu merasa ada yang aneh dengan bos-nya. namun hal itu tidak membuat asisten itu memikirkan itu semua. ia pun melanjutkan pekerjaannya kembali.
***
Untuk hari ini, Ana hanya melakukan pelatihan dan pembekalan dalam pekerjaan yang besok akan ia hadapi. Ana cepat sekali menangkap penjelasan dari Ghata, hal ini pun membuat Ghata semakin mengagumi Ana.
***
waktu menunjukkan jam 8 malam, restoran Adry tutup tepat pukul 9 malam. Namun, Adry pulang terlebih dahulu daripada karyawan-karyawannya.
Adry pulang sendiri dengan mobilnya. sementara Ana, ia meninggalkannya Ana tanpa mengajak dan tanpa berbicara pada Ana sepatah kata pun.
Ana merasa sedih, Adry benar-benar tidak peduli sama sekali pada dirinya. Ana pun pulang sendiri dengan menggunakan taxi lagi.
Ana juga lebih cepat jadwal pulangnya di banding dengan karyawan yang lainnya. Ana mendapat shift kerja dari pagi sampai sore. Dia sengaja menunggu Adry untuk pulang bersama. Namun nyatanya, Adry malah mengacuhkannya.
__ADS_1
Bersambung....
BY.BAE©