
Adry mendengar suara Ana yang seperti sedang menangis di dalam kamar. Adry membuka pintu itu diam-diam untuk melihatnya. Namun ternyata pintu itu dikunci oleh Ana dari dalam. Adry mencari kunci serep untuk membuka pintu kamar istrinya. Adry pun menemukannya, lalu dibukanya pintu kamar itu dengan pelan-pelan.
Adry melihat istrinya berbaring di ranjang tempat tidur dengan memeluk boneka pemberiannya. Adry pun diam-diam mendekatinya. Setelah mendekati istrinya, barulah Adry melihat istrinya sedang tertidur pulas namun istrinya mengigau menangis. Padahal sebelum Ana tidur ia sama sekali tak menangis meneteskan air matanya. Namun ketika ia tertidur pulas, saat itulah ia mengigau menangis sedih karena melihat suaminya.
Adry tak tahan melihat istrinya yang bercucuran air mata. Adry menyingkirkan boneka yang dipeluk oleh istrinya itu dan masuk kedalam selimut untuk tidur di samping istrinya. Ana pun langsung memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat. Ana sama sekali tak sadar bahwa yang ia peluk bukanlah bonekanya lagi, melainkan itu adalah suaminya sendiri.
Ana masih saja menangis bercucuran air mata. Adry menghapus air matanya dan mencoba untuk menenangkannya. Adry memeluk istrinya dan mengelus-elus sayang punggung istrinya. Sesekali Adry memberikan ciuman di seluruh wajah istrinya. Dengan cara seperti itu, barulah istrinya tenang dan tak menangis lagi. Adry pun ikut tenang jadinya.
“Sayang... sayang... kamu mengigau seperti ini pasti karena melihat Mas dengannya kan? kamu cemburu melihat Mas kan melakukannya?” ucap Adry dengan suara pelan namun tak mengharapkan jawaban dari istrinya yang tertidur pulas itu.
“Iya Mas...” jawab Ana.
Adry sontak terkejut mendengar suara istrinya yang menjawabnya. Adry membangunkan Ana, namun tetap saja Ana tak mau bangun. Ana masih tertidur pulas, tetapi ia masih bisa menjawab pertanyaan suaminya karena sedang menggigau. Dan Ana malah semakin memeluknya dengan erat dan menaikkan kaki kirinya menindih tubuh Adry.
“Dasar istriku si pengigau, sempat-sempatnya istriku ini menjawab pertanyaaaku,” ucap Adry.
Adry lalu membalas pelukannya mendekatkan dadanya ke wajah istrinya. Adry lalu mencium aroma rambut istrinya yang wangi.
*****
Di tengah malam, ketika pelukan Adry dan Ana tak terlalu erat berpelukan. Ana terbangun namun belum membuka matanya sepenuhnya. Ana merasa heran ketika memeluk kembali bonekanya. Ana merasa sedikit merasa berbeda ketika ia memeluknya. Ana merasa bonekanya berubah menjadi keras dan bergelombang ketika ia meraba boneka itu. Ana meraba tubuh Adry yang tidur disampingnya. Ana penasaran dengan apa yang sebenarnya ia raba dan dipeluk. Ana pun mencoba untuk membuka matanya perlahan namun tak sepenuhnya nyawanya sadar terkumpulkan.
Ana melihat sosok suaminya yang sedang tidur disampingnya. Ana berasumsi jika dirinya sedang memimpikan suaminya. Ana pun tertawa kecil, ia tak mau mimpi indahnya itu terlewatkan berlalu dengan cepat. Ana pun kembali menutup matanya agar ia tetap memimpikan suaminya. Ana tak mau kehilangan kesempatan itu. Ana naik menindih tubuh suaminya dan lalu memeluknya erat.
Adry tersadar dengan pergerakan istrinya yang menindih tubuhnya. Adry berpikir pasti istrinya mengigau lagi. Adry yang matanya masih mengantuk pun memasukkan tangannya kedalam baju istrinya untuk mengelus-elus punggung istrinya.
*****
__ADS_1
Hingga akhirnya, pagi hari menyapa kembali. Ana masih tertidur di atas tubuh suaminya sambil memeluknya. Adry yang terbangun lekas pergi sebelum Ana menyadari kehadirannya yang sejak semalam tidur bersamanya. Dengan sangat hati-hati Adry membaringkan istrinya dan melepaskan pelukan istrinya yang begitu erat darinya. Tiba-tiba Ana berteriak memanggilnya.
“Mas... Mas... Mas...” ucap Ana mengigau memanggil suaminya dengan teriakan manja dicampur dengan rasa takut.
“Iya sayang, ada apa? kamu kenapa sayang?” tanya Adry terkejut istrinya berteriak-teriak ketakutan.
“I love you,” ucap Ana lalu tenang.
Adry yang awalnya tegang berubah lega dan tersenyum mendengar ucapan istrinya. Adry sangat gemes melihat tingkah istrinya itu. Adry lalu menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut. Lalu memberikan kecupan di kening dan dibibir istrinya dengan lembut. Adry lalu mengelus rambutnya dan membalas ucapan cinta istrinya padanya.
“Aku juga sangat mencintaimu sayang,” bisik Adry pada istrinya.
Adry lalu meletakkan kembali boneka itu di samping istrinya Adry lalu pergi meninggalkan istrinya sebelum istrinya tersadar akan kehadirannya. Adry keluar dari kamar istrinya itu dengan mengunci kembali pintu kamar istrinya. Adry menguncinya kembali untuk menutupi jejak kehadirannya.
Tak lama setelah kepergian Adry, Ana akhirnya terbangun dari tidurnya. Ana melihat kearah sampingnya bukanlah suaminya. Ana tersenyum, ternyata dia hanyalah bermimpi. Tapi ia merasakan ada kejanggalan dalam mimpinya itu. Ana merasa itu semua seperti bukanlah mimpi, melainkan itu nyata benar-benar terjadi.
“Aku hanya bermimpi ternyata, dasar aku ini,” ucap Ana senyum-senyum.
Ana lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai ia pun ke ruang makan untuk sarapan. Ana hanya melihat kehadiran mertuanya saja di ruang makan, ia tak melihat kehadiran suaminya dan juga Rita. Ana pun menyapa mertuanya dengan penuh keceriaan.
Ana duduk dan berfikir tentang suaminya dan Rita. Ana baru teringat dengan kejadian yang terjadi terjadi antara suaminya dan Rita semalam.
“Mungkinkah mereka kelelahan melakukan hubungan itu? Tapi apa iya Mas Adry benar-benar melakukannya?” gumam Ana dalam hatinya.
Wajah keceriaan Ana berubah menjadi sedih mengingat semua itu. Ibu mertuanya yang terheran melihat ekspresi wajah Ana yang tiba-tiba berubah pun menegurnya.
“Ana, mengapa kamu terlihat sedih seperti itu. Padahal tadi kamu sangat ceria. Apa kamu sedang ada masalah nak,” tanya ibu mertuanya.
__ADS_1
“Nggak apa-apa Mah,” ucap Ana berusaha untuk tersenyum pada ibu mertuanya.
“Beneran kamu nggak apa-apa?”
“Iya mah Ana nggak apa-apa kok,” ucap Ana lebih meyakinkan lagi dan Ibunya mertuanya pun mempercayainya.
Ana melihat Ibu mertuanya banyak mengoleskan selai pada roti tawar itu. Ana pun bertanya tentang hal itu.
“Mah, mengapa Mama banyak sekali mengoleskan selai pada roti itu? Untuk siapa Mah roti itu?
“Oooh roti ini untuk Rita, tadi Mama mengajaknya untuk sarapan, tapi Rita bilang dia sedang tidak enak badan.” Ucap ibu mertuanya lalu memanggil asisten rumah tangga untuk mengantarkan sarapan ke kamar Rita.
“Mah, biar Ana saja yang mengantarkan sarapan untuk Rita.” Ucap Ana sambil memegang nampan yang berisi susu dan roti untuk sarapan Rita.
Ibu mertuanya menahannya agar asistennya saja yang mengantarkannya. Mertua Ana menyuruhnya untuk melanjutkan sarapannya saja. Namun, Ana beralasan bahwa ia akan melanjutkan sarapannya bersama Rita. Dan akhirnya ibu mertuanya pun melepaskan nampan itu untuk dibawa oleh Ana ke kamar Rita.
Apa yang dikatakan Adry itu memang benar, Rita adalah iblis yang sangat licik. Rita sengaja beralasan tak enak pada ibu mertuanya, supaya Ana datang melihat keadaannya. Rita hendak menyusun siasat baru untuk membuat Ana merasa iri dan cemburu padanya.
“Semakin jelas, sepertinya Mas Adry memang melakukannya apalagi semalam aku mendengar sayup-sayup suara aneh Rita.” Gumam Ana dalam hatinya sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar Rita.
Bersambung...
Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe
Salam Hangat~`
BY.BAE©
__ADS_1