Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Novel DFH


__ADS_3

"Ras... kamu sudah bangun belum!” Seru Ririn menyadarkan Laras yang kembali melamun tentang dirinya.


“Ah iya tunggu sebentar, aku akan membukakan pintunya” ucap Laras sambil berjalan dengan kakinya yang sedikit pincang karena menendang ranjangnya tadinya. Ririn pun masuk setelah Laras membukakannya pintu.


“Ras, pinjem hair dryer dong, hair dryer punyaku rusak nih!” seru Ririn memelas.


“Tuh, ambil aja di dalam lemari.” Ucap Laras sambil menunjuk kearah lemarinya yang salah.


Laras yang merasa tak karuan karena kaki dan pinggangnya yang sakit, Laras sampai salah menunjuk lemari tempat menyimpan hair dryernya itu. Beruntung Ririn yang sebenarnya tahu tempat Laras menyimpannya, Ririn pun mengambil hair dryer itu.


“Kamu kenapa Ras, kok nggak karuan gitu. Kamu gugup yah di hari pertamamu kerja di perusahaan itu. Tunggu dulu, kamu belum mandi yah? Ya ampun Laras, hari ini hari pertama kamu loh bekerja di perusahaan itu, bukannya cepat-cepat mandi siapan berangkat ke kantor. Ayo cepat buruan mandi sana!” seru Ririn.


“Iya iya bawel banget sih,” ucap Laras sambil mendorong tubuh Ririn keluar.


Hari ini memang adalah hari pertama Laras bekerja di sebuah perusahaan tempat Ririn bekerja. Ririn bekerja di perusahaan itu sebagai staf bagian informasi. Sedangkan Laras, ia bekerja di perusahaan itu masih sebagai anak magang. Untuk hari pertama, Laras sebenarnya merasa takut karena sebelumnya Laras belum mempunyai pengalaman bekerja di perusahaan-perusahaan sebelumnya.


Laras memutuskan untuk mulai bekerja lagi karena dorongan dan dukungan dari Ririn. Laras pun menyingkirkan semua rasa takut itu untuk sementara. Laras pun mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Kebiasaan Laras saat mandi, ia sangat suka sekali menghidupkan musik speaker untuk menemani apa yang sedang ia lakukan bahkan saat ia sedang mandi sekalipun. Jika suasana hatinya bagus, Laras akan ikut bernyanyi mengikuti lagu yang sedang ia putar. Dan suara Laras tidak terlalu buruk untuk didengar.


Tanpa sengaja Laras memutar lagu Meghan Trainor yang judulnya “Dear Future Husband” yang dirilis pada tahun 2015. Laras merasa jika kisahnya dibandingkan dengan lagu Meghan Trainor sangat berbeda sekali. Yang mana makna lagu Meghan Trainor adalah memberitahu beberapa hal yang perlu di ketahui oleh calon suaminya jika calon suaminya ingin menikahinya.


Bisa dikatakan bahwa dalam lagu Meghan, ia meminta beberapa syarat untuk calon suaminya. Sedangkan Laras, ia tidak akan meminta syarat apapun pada calon suaminya jika ia ingin menikahinya. Laras hanya ingin jika calon suaminya bisa menerimanya apa adanya, itu sudah sangat cukup baginya. Tidak perlu ia di ajak kencan, dimanja, atau bahkan di beri bunga setiap hari perayaan pernikahan seperti dalam lagu Meghan Trainor.


***


Laras selesai berkemas-kemas dengan terburu-buru karena desakan Ririn yang menunggunya di luar. Ririn selalu saja berteriak memanggilnya dan memainkan klakson motornya. Laras pun tak karuan jadinya. Laras lalu menyusul Ririn yang sudah siap untuk menancap gas berangkat ke kantor. Ririn melihat Laras menyusulnya dengan kaki yang pincang.


“Kamu kenapa Ras, kok pincang gitu jalannya?” Tanya Ririn terheran.


“Entar aku jelasin pas sudah nyampe kantor. Ayo buruan jalan Rin, entar kita terlambat lagi!” seru Laras yang sudah naik ke atas motor.


“Oh iya-iya, kamu sih lama banget,” ketus Ririn.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini adalah hari yang merupakan hari pertama Laras bekerja di perusahaan tersebut. Hari ini Laras benar-benar terlambat bekerja sebagai anak magang di perusahaan tersebut. Ketika sampai di perusahaan itu dan mereka masih di sebuah parkiran. Saat hendak masuk, Ririn selalu saja mengoceh menyalah-nyalahkan Laras karena lama sekali berkemas. Laras benar-benar pusing mendengar ocehan Ririn yang tak ada hentinya.


Laras lebih mempercepat langkahnya dari Ririn. Temannya Ririn meminta Laras untuk tidak terlalu terburu-buru seperti itu jika Ririn tertinggal jauh darinya. Laras menghiraukannya. Hingga pada akhirnya ada seorang pria yang melintas tepat dihadapannya. Laras yang dikendalikan rasa terburu-buru, tidak sengaja menabrak pria itu.


Laras terjatuh dan begitu juga dengan pria itu yang ikut terjatuh karena tarikan refleks Laras. Pria itu terjatuh dan menindih tubuh Laras. Laras awalnya merasa bersalah karena menariknya hingga sampai ikut terjatuh menindihnya. Namun pria itu tak juga bangkit dan malah memandangi Laras dengan tatapan yang entah apa yang sedang dipikirkan oleh pria itu. Dengan mata yang melotot karena pria itu tak juga bangkit dan menatapnya terus, Laras pun menampar pipi pria itu


“Dasar pria otak mesum,” ucap Laras.


Pria itupun kaget mendapat tamparan dari Laras yang membuatnya tersadar dari lamunannya karena menatap Laras. Pria itupun bangkit dari atas tubuh laras.

__ADS_1


“Aku memang tak sengaja menambrak dan menarikmu hingga terjatuh, tapi bukan berarti kamu mengambil kesempatan dari hal itu,” tegas Laras.


Pria itu masih menatap wajah Laras lekat-lekat. Laras pun jadi merasa kalau pria itu adalah pria mesum. Laras pun pergi meninggalkan pria itu untuk memulai pekerjaannya. Setelah Laras hendak pergi dan pria itu tak bisa menatap wajahnya, pria itu pun tersadar dari lamunannya itu lagi.


“Hey, tunggu...” ucap Pria itu memanggil ingin menghentikan Laras yang bergegas pergi darinya.


“Ada apa bos?”


“Kamu, kenal wanita itu?” ucap pria itu sambil menunjuk Laras.


“Tidak bos, aku baru pertama kali melihatnya disini, mungkin dia anak magang yang baru direkrut bos.”


“Kamu ini gimana sih, nggak tahu pasti. Aku minta, kamu cari tahu siapa dia dan apa yang ia lakukan disini,” tegas pria itu pada asistennya.


“Baik bos.”


Ririn yang menyaksikan perlakuan Laras yang akan berakibat fatal karena menampar pria itu, Ririn benar-benar sangat shock terkejut melihatnya. Bagaimana tidak, secara, pria itu adalah generasi penerus perusahaan tersebut. Bisa-bisa Laras tidak akan di lepas oleh pria itu karena perbuatannya.


Nama pria itu adalah Lucas Hammerson. Pria yang sangat tampan idaman semua para wanita. Mempunyai hidung yang mancung dan tinggi badan yang cukup tinggi yaitu mencapai 1,87m. Badan yang tinggi dan tubuh ideal, bagaimana tidak semua wanita terpikat dan tertarik padanya. Apalagi Lucas adalah keturunan anak orang kaya.


*****


Ketukan suara pintu yang diketuk oleh asistennya terdengar dari ruangan Lucas, ia pun menyuruh asistennya untuk masuk.


“Oh ya, siapa namanya.”


“Larasati bos, nama panggilannya Laras. Hari ini adalah hari pertama ia bekerja di perusahaan ini bos.”


“Kerja bagus, apa kamu membawakan ku data tentang dirinya.”


“Tentu bos! Ini bos, aku memintanya tadi di bagian arsip.” Ucap Iyan sambil memberikan sebuah berkas pada Lucas.


“Okay, Kamu boleh pergi sekarang.”


“Baik Bos”


Lucas pun membuka file yang berisi tentang data Laras.


“Nama Larasati, nama panggilan Laras, umur 21 tahun, lulusan S1 jurusan sistem informasi dan komunikasi. Hmmm menarik, dia sangat pintar memperoleh nilai yang bagus semasa ia menempuh pendidikan. Bahkan ia menyelesaikan kuliahnya dengan umur yang masih mudah.” Ucap Lucas dengan tersenyum manis membaca data tentang Laras.


Lucas benar-benar tak menyangka bertemu dengan Laras, gadis yang ada di dalam mimpinya beberapa tahun yang lalu. Lucas masih mengingat dan masih mengenang mengingat wajah Laras. Apa yang dimimpikan oleh Lucas sama persis dengan mimpi yang dialami oleh Laras tadi pagi. Hanya saja, Laras tak mengingat wajah pria yang ada dalam mimpinya.


Beberapa tahun yang lalu, Lucas mencari sosok wanita ia mimpikan itu. Dan akhirnya tanpa di sengaja, kini ia telah menemukannya. Semenjak saat Lucas memimpikan tentang Laras, ia tak tertarik untuk dekat dengan wanita lain. Hatinya tertutup hanya untuk Laras. Dan yah Lucas pun langsung jatuh hati melihat Laras yang berparas cantik dan anggun itu.

__ADS_1


Lucas mengambil telpon perusahaan dan langsung terhubung pada Iyan.


“Halo Yan, tolong kamu panggil Laras datang keruanganku.”


“Ada apa Bos?”


“Aku katakan sekali lagi, tolong kamu panggil Laras untuk datang keruanganku.” Ucap Lucas dengan suara yang menggelegar sampai-sampai membuat telinga Iyan sakit mendengarnya.


*****


Pesan masuk dari Ririn:


“Ras, kamu dimana sekarang? Aku nggak peduli kamu lagi ngapain, kamu cepetan temui aku di toilet. SEKARANG JUGA, INI PENTING BANGET ‼️


“Apaan sih nih si Ririn. Lebay banget bilang-bilang sok penting. Mana teksnya pake huruf kapital semua lagi. Dia kira aku ini rabun apa nggak bisa baca dengan jelas kalau tulisannya kecil semua. Hemm Ririn-Ririn!”


Laras menghiraukan pesan yang dikirim oleh Ririn. Laras sama sekali tak menjawabnya supaya Ririn berpikir kalau dirinya sangat sibuk bekerja. Padahal hari ini ia tidak terlalu sibuk karena senior yang merekrutnya tak masuk kerja untuk hari ini. Jadi, Laras hanya memrapikan meja kerjanya dan membantu beberapa staf kantor yang menyuruhnya.


“Ada yang bernama Laras disini?” tanya Iyan.


Semuanya diam dan tak ada yang menjawab satupun diantara mereka yang bernama Laras.


“Kamu! Kamu Laras kan?”


“Iya pak benar.”


“Memgapa kamu tak menjawab pertanyaan saya, hmm?”


“Saya hanya takut pak jika yang bapak cari bukanlah saya. Tapi kalau tadi bapak memanggil nama lengkap saya, pasti saya akan angkat tangan. Tapi... ada apa ya pak, bapak mencari saya.”


“Ayo ikut saya, Bos saya ingin bertemu denganmu.”


“Ah baiklah pak,” ucap Laras yang sebenarnya bingung, namun Laras memilih lebih baik ia mengikuti instruksi dari Iyan.


Semua orang yang berada di ruangan itu terheran. Laras dipanggil untuk menghadap Bos mereka. Selama ini, bos mereka tak mau berhadapan dengan para karyawan kantornya. Jika para karyawan itu mengalami masalah, Iyan lah akan mengatur dan mengurus semuanya. Lucas hanya sebagai nama saja bagi mereka. Kalau bukan karena Iyan yang mengurus semuanya, mungkin mereka tidak akan ada di perusahaan itu dan juga perusahaan itu bukanlah milik Lucas.


Bersambung...


----------------


Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe


Salam Hangat~`

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2