Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 85


__ADS_3

Pesta perayaan hari jadi pernikahan Om Arran dan Tante Riska dekorasinya terlihat sangat elegan. Semua orang sangat menikmati acara itu. Ibunya Ana dan sepupunya pun tiba di acara pesta itu. Tante Riska menyambut mereka dengan sangat ramah terhadap besannya itu. Mereka kemudian berbincang-bincang dengan sangat hangatnya seperti teman yang sudah lama tak bertemu.


Semua orang terdiam dan terpaku melihat sepasang insan memasuki ruang acara pesta itu. Mereka semua terpaku melihat keserasian Adry dan Ana. Adry terlihat sangat-sangat tampan dan Ana terlihat sangat-sangat cantik mempesona. Semua orang terbius tak bisa berpaling menatap mereka. Ana pun menjadi sangat gugup. Namun Adry memintanya untuk tenang dan Adry menyuruh istrinya untuk menggandeng tangannya.


Seorang MC berteriak menyambut kedatangan Adry dan Ana yang disuruh oleh ibunya Adry. Semua orang yang ada di ruangan itu bertepuk tangan dengan sangat meriah. Ibunya Ana yang melihat putrinya ikut hadir di acara itu merasa lega, karena putrinya tak berlarut lagi dalam kesedihan. Ibunya pun tak membahas menanyakannya mengapa Adry bisa tahu keberadaan Ana.


Dan hal itu membuat Sarah lega dan sangat bahagia melihat kakak ipar dan kakak sepupunya kembali terlihat romantis. Namun untuk lebih meyakinkan, Sarah akan tetap menjalankan rencana yang sudah dirancangnya agar lebih afdol.


Adry meninggalkan istrinya sebentar bersama ibunya dan mertuanya berbincang-bincang. Adry mencari-cari Sarah untuk berterima kasih padanya karena telah memberitahu tempat di mana istrinya menangkan diri.


Adry pun tersenyum melihat adik iparnya tengah berdiri menyantap makanan yang yang tersedia di acara itu. Adry pun melangkah mendekat Sarah untuk mengucapkan rasa terima kasih padanya.


Sebelum Adry dekat dan menegur Sarah, Adry melihat Sarah tengah memasukkan sesuatu ke dalam minuman orange juice. Adry terheran dengan Sarah yang melakukan hal yang mencurigakan. Kemudian Adry melihat Sarah memanggil Ana istrinya, dan kecurigaannya semakin bertambah. Tetapi Adry sangat yakin Sarah tidak mungkin meracuni kakak sepupunya yang sangat ia sayangi.


Ana pun datang menghampiri Sarah dan bertanya padanya mengapa Sarah memanggilnya. Sarah pun menjawab bahwa iya hanya ingin memberikan orange kesukaan Ana. Ana pun menerima pemberian power rangers yang diberikan oleh Sarah. Anna hendak meminumnya namun tiba-tiba saja orange juice miliknya direbut oleh suaminya.


“Sayang, aku ingin meminum orange juice milikmu.” Ucap Adry.


“Eh kakak ipar, aku juga menyiapkan orange juice untuk kakak ipar. itu untuk kak Ana dan ini untuk kakak ipar!” Seru Sarah menahan Adry untuk tidak meminum orange jus milik Ana yang special.


Adry menolak, Ia tetap ngotot untuk meminum orange juice milik istrinya, karena sebelumnya ia sudah melihat bahwa Sarah telah mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu. Adry pun langsung meminumnya.


“Kakak ipar mengapa kakak masih juga mau minumnya.” Ucap Sarah kesal pada Adry.


“Sudah-sudah, tidak apa-apa. Kakak minum yang itu saja.” Ucap Ana sambil mengambil orange juice yang untuk suaminya. Ana pun meminumnya langsung dan hal itu tak di sadari oleh Sarah awalnya.


“Kak Ana, mengapa kakak meminumnya. Ini bukan untuk kakak, ini untuk kakak ipar.” Ucap Sarah ketika melihat Ana sudah meminum habis orange juice untuk Adry.


Ana pun tersedak-sedak dengan hebatnya. Adry pun menenangkan istrinya dan langsung bertanya pada Sarah tentang orange juice yang ia berikan pada Ana.


“Mas, tidak ada apa-apa dengan minuman itu. Aku baik-baik saja.”


Adry pun lega dan merasa bersalah pada Sarah karena mengira Sarah melakukan sesuatu yang buruk pada istrinya. Sarah pun memaafkannya dengan tersenyum yang ketakutan kalau Adry tahu yang sebenarnya.


“Oh ya Sarah. Tadi kakak tak sengaja melihatmu memasukkan sesuatu kedalam minuman yang untuk Ana. Kalau boleh tahu apa yang kamu masukkan ke dalam minuman itu?” Tanya Adry penasaran karena ia tak merasakan apapun setelah meminum minuman itu.


“Aa itu kak, ee itu, itu cuma vitamin untuk kak Ana. Kan kakak tahu sendiri, akhir-akhir ini kesehatan kak Ana menurun. Jadi Sarah menambahkan vitamin deh ke minuman itu.” Ucap Sarah mencari-cari alasan yang tepat agar Adry tak mencurigainya.


“Oh iya, lain kali kakak akan lebih memperhatikan hal untuk memberikannya vitamin nantinya.” Ucap Adry yang masih juga belum merasakan efek dari orange juice yang sudah dicampurkan sesuatu itu.


Berbeda dengan Ana, minuman yang sebenarnya untuk suaminya sudah berefek padanya.


“Mas, pesta dansanya sudah dimulai, ayo kita berd berdansa.” Ucap Anna yang berjalan sempoyongan, tetapi Adri tak menyadarinya karena ia mengira istrinya mencoba untuk memulai berdansa.


Adry pun menyusul istrinya dan memulai untuk berdansa karena musik romantis sudah diputar oleh penata musik. Lampu pun dimatikan dan dihidupkan kembali dengan lampu yang redup. Adry dan Ana berdansa dengan sangat romantis.


Hingga akhirnya Ana melingkarkan tangannya ke leher suaminya. Ana lalu menc!um bibir suaminya. Adry sangat kaget karena istrinya yang memulainya. Dan akhirnya Adry tersadar setelah mencium bau alkoho1. Lampu dinyalakan kembali dan barulah Adry melihat dengan jelas bahwa istrinya tengah tak sadarkan diri karena dibawah pengaruh minuman.


“Sayang, kamu mabuk yah?” Tanya Adry.


“Nggak kok sayang, hehe.” Ucap Ana menc!um kembali suaminya.


Semua orang pun menatap mereka. Adry merasa tak enak hati jadi pusat perhatian tamu Ayah dan ibunya. Adry melepaskan c!uman istrinya dan lalu memeluknya.


Ibunya Adry pun datang menghampirinya.


“Nak, apa yang terjadi pada Ana?” Tanya ibunya yang melihat Pipi Ana sangat merah sekali.


“Adry tak tahu Mah, tiba-tiba saja istriku jadi seperti ini,” Ucap Adry.


“Ya sudahlah bawa saja istrimu pulang, dan rawat dia baik-baik.”

__ADS_1


“Tapi Mah, pesta ini belum selesai.”


“Sudah-sudah, tidak apa-apa. Yang penting kalian sudah hadir.”


“Baik Mah... Mah tapi, apakah Mama melihat Sarah?“ Tanya Adry pada ibunya, barangkali ibunya melihat Ana.


Adry sangat yakin, kalau istrinya mabuk seperti itu karena minuman yang di berikan oleh Sarah.


“Mama tak melihatnya sejak lampu ruangan ini diganti pada saat berdansa.” Jawab ibunya Adry.


“Kemana perginya Sarah.” Gumam Adry dalam hatinya lalu berpamit pulang pada ibunya dan juga pada mertuanya.


Mertuanya pun meminta Adry untuk menjaga putrinya baik-baik. Adry menjawab mertuanya ‘dengan senang hati Adry akan menjaga Ana dengan sangat baik Mah’. Adry pun pergi membawa istrinya meninggalkan ruang pesta itu.


Setelah Adry pergi, Sarah pun keluar dari tempat ia bersembunyi.


“Selamat menikmati, bye bye.” Ucap Sarah tertawa kekeh sambil melambaikan tangannya.


...----------------...


“Mas. Kita mau kemana?” l


“Kita mau pulang.” Ucap Adry sambil mendudukkan Ana masuk kedalam mobil.


“Mas aku nggak mau pulang.” Ucap Ana berlari kabur ketika Adry hendak masuk setelah mendudukkan Ana.


“Hei sayang, mau lari kemana kamu.” Teriak Adry, mengejar istrinya yang kabur.


Adry pun berhasil menangkapnya dan menarik tangannya agar tak bisa berlari kabur darinya.


“Kamu mau pergi kemana sayang?” Tanya Adry dengan nafas yang terengah-engah karena mengejar istrinya.


Mereka berdua kembali menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di sekitar mereka. Adry pun membawa istrinya untuk masuk kembali untuk pulang.


***


“Hanya ada pak sopir yang sedang fokus mengemudi, lakukanlah dengan sesuka hatimu sekarang.” Bisik Adry lembut pada istrinya.


“Benarkah Mas.” Ucap Ana ikut berbisik-bisik dengan keadaannya yang masih mabuk.


“Of course (tentu saja).” Ucap Adry tersenyum.


Ana sangat senang dan kemudian ia beranjak lalu duduk di atas tubuh suaminya. Ana lalu memegang bahu suaminya, lalu Ana tertawa cengengesan. Adry pun jadi tertular tertawa karena istrinya. Ana kemudian menarik bahu suaminya untuk mendekat dengannya dan lalu memeluknya Ana memeluknya erat dan masih saja tertawa tak jelas.


Pelukan Ana semakin lama semakin erat membuat Adry susah bernafas. Adry meminta istrinya untuk melepaskannya dan Ana pun melepaskannya.


“Lalu aku harus bagaimana?” Tanya Ana dengan wajah lugunya.


“Ah yah baiklah.” Ucap Ana lagi.


Ana menggerakkan tangannya memegang dada suaminya dan kemudian berdalih kebawah. Ana hendak membuka ikat pinggang suaminya.


“Sayang, nggak disini kalik melakukan hal itu.” Ucap Adry tertawa sambil menghentikan tangan istrinya. Ana pun tertawa membalasnya. Hingga akhirnya mereka pun sampai di apartemen mereka.


“Sudah lama kita berdua tak mengisi kehidupan di apartemen ini.” Ucap Adry sambil tersenyum menc1um istrinya yang ia gendong.


Ana hanya menggigau tak jelas sambil memeluk Adry. Setelah Adry memasukkan kode pintu apartemennya, ia pun masuk.


“Mas aku haus.”


“Iya, sebentar Mas akan mengambilkan mu minum.” Ucap Adry sambil mendudukkan Ana di tempat duduk ruang tamu.”

__ADS_1


Adry tak mau diturunkan oleh suaminya untuk duduk. Ana menggantungkan dirinya memeluk suaminya dengan erat.


“Nggak mau turun.” Ucap Ana dengan sangat manjanya.


“Tumben, biasanya bilang ‘Mas turunin aku, turunin aku Mas, aku nggak mau digendong.’ Tapi sekarang malah ketagihan. kamu tuh ya sayang.” ucap Adry sambil membawa Ana ke dapur mengambil air minum.


Adry mendudukkan Ana di atas meja yang ada di dapur itu. Adry kemudian menuangkan air minum dan lalu memberikannya pada istrinya. Ana meminumnya dengan sangat berantakan, sampai-sampai membuat bajunya basah.


Ana sudah berkali-kali meminta banyak air minum itu, ia meminumnya sudah cukup banyak dan menumpahkannya juga sangat banyak. Tapi Ana masih saja meminta untuk dituangkan lagi.


“Nanti kamu masuk angin sayang.”


“Aku masih haus Maass.” ucap Ana merengek-rengek.


“Mas nggak mau lagi memberikanmu air minum itu. Lihatlah lah bajumu sudah basah karena tingkah mu.” ucap Adry sambil membuka resleting gaun Ana.


“Ah Mas, nggak mau, nggak mau.” Teriak Ana saat Adry membuka resleting gaunnya.


Ana langsung memeluknya dan menyuruh suaminya untuk menaikkan resleting bajunya kembali. Adry dengan sangat kecewa, menaikkannya kembali. Ana juga memintanya untuk mengantarkan dirinya ke kamar. Ana ingin tidur segera karena ia merasa sangat mengantuk. Adry pun membawa istrinya masuk ke kamar mereka.


Pintu kamar dibuka, betapa terkejutnya Adry melihat kamarnya di dekorasi dengan di taburi bunga-bunga mawar merah di ranjang mereka, dan bahkan juga di lantai kamar mereka. Adry terbelalak melihat kamarnya yang seperti hiasan kamar pengantin yang berbulan madu. Adry menatap istrinya yang menutup matanya.


“Sayang, bukalah matamu dan lihatlah ini.” ucap Adry sambil mengguncang tubuh istrinya.


“Hmm ada apa Mas?” Tanya Ana sambil mencoba untuk membuka matanya.


Setelah matanya terbuka, Ana terbelalak melihat dekorasi yang ia kira suaminya lah yang mempersiapkan itu semua untuk malam pertama mereka yang selalu saja tertunda. Adry menatap istrinya dalam-dalam. sedangkan Ana menggelengkan kepalanya tak mau melakukannya.


“Sayang, aku ingin melakukannya malam ini juga,” Lirih Adry.


Adry tak mau mendengar ucapan istrinya, ia tak peduli istrinya menyetujuinya atau tidak menyetujuinya. Adry membawa istrinya ke atas ranjangnya. Ana hendak pergi namun Adry menangkap kembali.


“Kamu mau kemana sayang, hmm? Malam ini adalah malam yang sangat tepat untuk kita berdua untuk menikmatinya.” Ucap Adry sambil memeluk istrinya yang membelakanginya.


“Malam ini malam Jum'at loh.” ucap Adry berbisik lembut lalu mengigiti leher istrinya. Ana pun tertarik karena dibawah pengaruh minuman itu. Ana berbalik arah menghadap suaminya. Hal itu tentunya membuat Adry senang.


Adry menuntun istrinya untuk berbaring. Adry mencoba untuk membuka gaun yang masih dikenakan oleh istrinya. Ana menolak, dan ia menukarkan posisinya dengan suaminya. Sekarang Ana yang berada di atas tubuh suaminya. Ana hanya duduk tertawa cengengesan.


“Sayang, ayolah.”


Ana tiba-tiba saja muntah di atas tubuh suaminya. Adry sangat terkejut melihat istrinya.


“Sayang, tuh kan kamu masuk angin jadinya. Tadi Mas bilang jangan terlalu banyak minum, kamu malah nggak dengerin Mas.” Ucap Adry memarahi Ana


Adry lalu membersihkan dirinya, ia juga mengajak istrinya. Adry benar-benar kewalahan menghadapi Ana yang tak sadarkan diri bertingkah laku. Dengan sabarnya, Adry membersihkan wajah istrinya, setelah selesai istrinya langsung kabur meninggalkannya.


Adry membiarkannya dan tak menangkapnya. Adry hendak membersihkan dirinya dulu. Setelah selesai Adry keluar dari kamar mandi itu yang hanya menggunakan handuknya saja. Lagi-lagi Adry tak melihat istrinya hilang tak ada di ranjang atau pun di sekitaran kamar itu. Adry pun melangkahkan kakinya untuk melihat sebelah ranjang mereka, yang waktu itu Ana pernah tertidur di samping ranjang.


Ana ternyata ada tertidur dilantai itu. Mata Adry terbelalak melihat istrinya yang hanya menggunakan pakaian dalam saja. Untuk pertama kalinya Adry baru kali itu melihat istrinya sangat s3ksi. Ana melepaskan gaunnya karena ia merasa kepanasan memakainya.


“Sayang, mengapa kamu tidur di lantai ini. Nanti kamu tambah masuk angin loh.” Ucap Adry sambil mengangkat istrinya.


“Mas, aku sangat mencintaimu. Aku siap Mas.” Ucap Ana lalu melingkarkan tangannya memeluk Adry.


“Tapi maaf jika aku tak peraw4n lagi.” Ucap Ana tak sadar berkata seperti itu. Ana mengatakan hal itu karena setiap harinya ia memikirkan suaminya yang menganggapnya sudah tak perawan lagi. Jadi, ia pun menganggap dirinya seperti itu juga.


Bersambung...


Salam Hangat~`


BY.BAE©

__ADS_1


__ADS_2