
Keesokan harinya Sulaiman membawa Zahra jalan jalan di kota Kairo.
Sulaiman membawa Zahra mengunjungi Museum, Taman Al Azhar, Nile, melihat Piramida, dan macam macam lagi tempat tempat yang memanjakan mata yang mereka kunjungi. Zahra benar benar antusias dan bahagia akhirnya dia bisa mendatangi tempat tempat yang ingin dia datangi dulu.
Tanpa terasa ternyata sudah hampir maghrib. Sulaiman dan Zahra akhirnya pulang ke Villa. Zahra kelelahan dan tertidur di bahu suaminya karena Fuwat yang mengemudi mobil. mereka memang pergi bersama dengan Fuwat.
كيف هي الاستعدادات لهذه الليلة فوات
"Bagaimana persiapan malam nanti Fuwat " tanya ustadz Sulaiman pada Fuwat sambil memeluk pinggang istrinya dan memposisikan nya dengan posisi yang nyaman karena Zahra sangat pulas.
" Semuanya sudah beres... tinggal acara pembukaan nya saja malam nanti" jawab Fuwat di angguki oleh Sulaiman.
"Kapan kau pulang ke Indonesia... aku ingin mengikuti mu..." kata Fuwat melihat Sulaiman melalui kaca.
" Untuk apa kau mau ke Indonesia... di sini saja.." Jawab Sulaiman
"Ayolah.. aku benar benar ingin ke sana.. aku sangat merindui Umi, Abi, juga Danissa si munggil " jawab Fuwat memelas.
"Danissa sudah dewasa... jadi tidak munggil lagi"
__ADS_1
" Jangan seperti itu dong.... aku mau ikut ke Indonesia..." Fuwat terus merengek
" Tapi tujuh tahun lagi baru aku kembali ke Indonesia "
"What... lama amat.." kata Fuwat sedikit berteriak
" Fuwat... istri ku sedang tidur... kau terlalu heboh" tegur Sulaiman. Fuwat menyengir dan masih melaju kan mobilnya.
,,
Malam hari selepas solat Isyak Ustadz Sulaiman mengambil sebuah Gamis yang sangat mewah dan menghampiri istrinya.
"Baju siapa Mas " tanya Zahra menyerjit " dan untuk apa memakai baju ini.." tanya Zahra mengangkat baju yang di bawa oleh suaminya.
."Pakai saja.. seben lagi Mas mau ajak keluar"
" Wah.. cantik banget Gamis ini... " kata Zahra membolak balik kan baju itu.
" Ya sudah... sana pakai sayang.. sebentar lagi kita berangkat" Kata Sulaiman melihat Arloji di tangannya.
__ADS_1
" Baik Pak ustadz" Sigap Zahra langsung ke ruang ganti dan langsung memakai Gamis yang di berikan oleh suaminya, juga tidak lupa ada cadar serta jilbabnya yang panjang.
Setelah selesai Zahra keluar dari ruang ganti ternyata suaminya sudah tidak berada di ruang ganti.
Zahra memakai jilbab dan cadarnya kemudian mengambil tas melangkah turun ke bawah.
Tiba di bawah Zahra Melihat seorang laki-laki yang berdiri di ambang pintu membelakangi nya menggunakan setelan jas yang senada dengan warna bajunya (Beige)
Sulaiman yang Sadar istrinya sudah tiba membalikkan tubuhnya melihat Zahra dan tersenyum lembut yang memperlihatkan lesung pipinya.
Zahra tertegun, dia terpesona melihat suaminya yang sangat tampan menggunakan pakaian formal dengan rambut yang di tata dengan sangat rapi.
Ohhhhhh ghostttttt apa dia benar-benar suami ku... Kenapa dia berubah seperti malaikat... tampan sekali.... Batin Zahra tidak berkedip sedikit pun melihat wajah Suami nya.
Dia bahkan tidak sadar jika suaminya memanggil nya sudah beberapa kali." Zahra" panggil Sulaiman untuk yang sekian kali nya akhirnya Zahra tersadar.
" Ini beneran kamu Mas.." Kata Zahra menyentuh rahang suaminya.
" Jangan lebay sayang.. ini aku, udah kita pergi sekarang acaranya sebentar lagi akan di mulai." Ujar Sulaiman menarik melembut tangan Zahra keluar dari villa.
__ADS_1