Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 14. Hanya mereka yang tak tahu


__ADS_3

Tidak ada yang tahu apa yang terjadi di kamar Rita. Banyak sekali kejadian-kejadian yang telah terjadi di kamar Rita. Layaknya seperti drama-drama yang mungkin pernah kalian tonton di TV.


Mulai dari drama mengancam untuk bunuh diri karna di tinggal menikah atau menangis memohon suatu permintaan yang benar-benar harus di turuti.


Ana yang terdiam kaku di rias oleh Fitri, membuat fitri bersedih dan menangis melihat Ana seperti itu. Ana terdiam karna memikirkan perasaan Adry dan juga perasaan ibunya.


“Bagaimana jika Adry melihatku yang bukanlah Rita yang ia cintai, pasti Adry akan sangat kecewa dan mungkin dia akan marah besar. Lalu,,, bagaimana dengan ibuku. Ibuku juga pasti sangat kecewa melihat anaknya melakukan hal yang hina ini”. gumam Ana dalam hati yang menagis namun tak meneteskan air mata.


Tok... tok... tok...


Untuk ketiga kalinya mereka mendengar ketukan pintu dari luar kamar Rita.


“Fitri,,, Ana,,, kok kalian lama sekali merias Rita. Tolong buka dulu pintunya tante mau masuk untuk melihat Rita”. Seru tante Oliv dari luar kamar Rita.


Pikiran Fitri kacau memikirkan bagaimana cara menghindari tante Oliv untuk tidak melihat Ana. Akhirnya Fitri mempunyai ide. Fitri menutupi wajah Ana dengan selendang yang sewarna dengan baju pengantin itu. Fitri pun bergegas membuka pintu kamar Rita.


“kenapa kalian kok lama sekali merias Rita”. Tanya tante Oliv sambil masuk melangkah ke kamar Rita.


“hehe... iya tante, kita bikin make up yang special supaya Adry sangat mempesona melihat Ana. Eee masuk saya Rita tante. Hehehe”. Jawab Fitri yang keceplosan dan gugup.


“Dimana Ana, kok Cuma kalian berdua di sini”. Tanya tante Oliv.


Ana terkejut ketika tante Oliv menanyakan keberadaan dirinya.


“eeee... Ana tante. Eee... Ana tadi sepertinya ia pergi ke dapur untuk mencari beberapa makanan tante. Dia bilang dia sangat lapar sekali tante”. Jawab Fitri yang berbelit-belit gugup.


“ooow... gitu, baiklah”. Seru tante Oliv tidak curiga.


****


Tante Oliv hendak membuka selendang penutup wajah Ana. Tiba-tiba tangan tante Oliv di tahan oleh Fitri.


“kenapa fit”. Tanya tante Oliv heran.


“eee tante, jangan di buka tante. Rita bilang hanya calon suaminya lah yang boleh melihat wajahnya untuk hari ini”. seru Fitri.

__ADS_1


“iyakah sayang”. tanya Tante Oliv pada Rita.


Ana yang menggantikan Rita hanya mengangguk-angguk iya pada ibunya Rita. Tante Oliv tidak memperdebatkan dan tidak mencurigai hal itu, ia pun menuntun Ana untuk berdiri dan pergi ke ruang akad nikah.


****


Di Ruang Akad Nikah


Adry yang sudah tidak sabar untuk melihat calon pengantin/istrinya itu tampak gelisah, ia selalu bertanya-tanya dalam hatinya.


Apa yang di lakukan oleh calon pengantinnya itu ? Mengapa ia sangat lama sekali ?. pertanyaan itulah yang selalu terlintas di pikiran Adry.


Tidak lama kemudian ia pun melihat calon istrinya berjalan ke arahnya dengan di dampingi oleh Fitri dan tante Oliv. Adry sangat terkagum melihat calon istrinya yang memakai baju pengantin pilihannya.


Baju itu sangat pas dan cocok di pakai oleh calon istrinya yang terlihat sangat langsing dari pada sebelumnya.


Bagaimana tidak, itu bukanlah Rita yang melainkan itu adalah Ana yang cantik dan langsing dibandingkan dengan Rita.


Adry tersenyum manis melihat calon istrinya yang menggunakan selendang. Calon istrinya pun sudah duduk di depan penghulu dan di samping Adry.


“kamu cantik hari ini walaupun kamu tidak memperlihatkan wajahmu. Dan aku tahu kenapa kamu memakai selendang ini untuk menutupi wajah cantikmu, kamu pasti hanya ingin aku yang boleh melihat wajah cantikmu itu”. Seru Adry tersenyum percaya diri dengan cara berbisik lembut di telinga calon istrinya.


Tante Eva yang tidak melihat Anaknya menanyakan keberadaan Ana pada Fitri.


“Fit, Ana mana?”. Seru Tante Eva.


“eee... Ana ke kamar mandi tante dia bilang perutnya sakit sekali tante”. Seru Fitri gugup dan bigung mencari alasan.


“kok bisa, okay kalau gitu tante mau nyusul Ana dulu. Ana pasti sangat membutuhkan tante”. Ucap tante Oliv hendak melangkahkan kaki menuju kamar mandi Rita.


“tante... tante...”. cegah Fitri.


“Ana bilang dia tidak apa-apa tante, dia hanya sedikit mules biasa. Jadi, tante ngga perlu khawatir”. Ucap Fitri sambil menahan langkah tante Eva.


Fitri pun mengajak tante Eva untuk menyaksikan akad nikah itu.

__ADS_1


“bagaimana ibu-ibu bapak-bapak, bisa kita mulai akad nikah ini”. seru pak penghulu


“Silahkan pak silahkan”. Seru Om hendra Ayahnya Rita.


“Saudara Adryan Dexter bin Arran Dexter, saya nikahkan engkau dan saya kawinkan engkau dengan seorang perempuan pinanganmu putriku Rita Lestari Kusumo Binti Hendra Kusumo dengan wali ayah kandung yang telah mewakilkan kepada saya. Dengan mas kawin perhiasan mas 300 gram dan seperangkat alat sholat di bayar tunai...”. ucap pak penghulu.


“Saya terima nikahnya dan kawinnya Rita Lestari Kusumo binti Hendra Kusumo dengan mas kawin tersebut di bayar tunai....”. ucap Adry dengan lancar tanpa harus mengulang-ulang.


“Bagaimana para saksi,,, Sah... ?


TIDAK SAH.... ucap salah satu wanita yang membuat Ana terkejut.


“saya tidak setuju kalau anak saya menikah dengan pria yang tidak ia cintai.anak saya hanyalah korban dari rencana bodoh ini”. ucap tante Eva dengan wajah marah.


SSAAAAHHHH....


ucap semua orang yang berada di ruangan akad itu. Ternyata Ana hanya berhalusinasi kalau ibunya menghentikan pernikahan itu. Ana pun meneteskan air matanya.


Alhamdulillahirabbil’alamin . . . .


Mulai hari ini kalian resmi jadi pasangan suami istri. kepada mempelai pengantin pria dan pengantin wanita di persilahkan untuk bersalaman. ucap pak penghulu yang mempersilahkan mereka untuk melakukannya karna mereka sudah sah.


Ana pun membungkukkan badannya untuk menyalim tangan Adry. Tiba-tiba ia terkejut dengan Adry yang memegang kedua pipinya yang masih di tutupi selendang dengan kedua tangan Adry. Adry lalu mencium kening Ana dengan sangat lama.


“Dry jangan lama-lama ntar aja pas di kamar serah dah mau ngapain”. Tegur salah satu tamu penting Ayahnya yang juga iya kenal.


Semua para tamu tertawa melihat tingkah laku Adry yang kelihatannya sudah tidak sabar lagi. Kemudian pak penghulu pun memimpin doa.


Tante Eva mendapat telfon penting untuk sebuah pekerjaan, dia tidak bisa mengelak pekerjaan itu dan harus pergi dari pernikahan itu.


Tante Eva pun berpamitan pada ibunya Rita dan mengucapkan selamat atas pernikahan Anaknya Rita.


“Fit, ntar sampein ke Ana tante pulang duluan ya, soalnya tante ada pekerjaan mendadak yang ngga bisa di tinggal”. Seru tante Eva.


“ooh iya tante, nanti Fitri sampein ke Ana. Tante yang hati-hati ya di jalan”. Seru Ana sedikit agak lega karena tante Eva pergi dan tidak ada lagi yang menanyakan Ana untuk saat ini.

__ADS_1


***Bersambung . . . .


B Y . B A E©***


__ADS_2