Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Sipppp


__ADS_3

'' Wow.. apa aku sedang berada di rumah sultan '' ujar Zahra terkagum kagum keluar dari mobil melihat halaman villa suaminya yang seperti di dunia dongeng.


'' Mungkin saja..'' jawab Fuwat.


Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menyapa mereka dari dalam villa '' Assalamualaikum ''Salam Nenek ustadz Sulaiman.


'' Waalaikumussalam.. Jiddah '' Sulaiman langsung menghampiri neneknya dan memeluk tubuh nenek nya dengan hangat. juga tidak lupa mencium pucuk kepala neneknya yang di baluti jilbab panjang Nya.


'"هذه زوجتك زكا .."


''Ini istri mu Zaka..'' Antusias Nenek Ustadz Sulaiman mengembangkan senyumannya pada gadis bercadar di hadapannya.


'' Ya Jiddah '' jawab Ustadz Sulaiman.


Zahra menghampiri nenek ustadz Sulaiman mencium Penggung tangannya. Nenek Sulaiman langsung memeluk hangat tubuh Zahra. Zahra tersenyum lembut di balik Cadar nya sambil membalas memeluk nenek suaminya.


'' Kenapa tidak kabari Jiddah jika ingin datang ke Kairo.. kan Jiddah bisa masak yang enak enak buat cucu menantu Jiddah ini'' Kata Nenek ustadz Sulaiman pada Zahra menggunakan bahasa arab karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia.

__ADS_1


Zahra menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan nenek suaminya yang tidak dia mengerti sama sekali.


''Hahaha.. apaan sih Jiddah.. orang dia tidak bisa berbahasa Arab, dia bahkan tidak mengerti sama sekali bahasa Arab '' Kata Fuwat tertawa terbahak-bahak menjawab pertanyaan Neneknya.


'' Dasar cucu tenggil.. bisa bisa nya menertawakan Jiddah.. '' Jawab Nenek Sulaiman dan Fuwat sambil menarik kuping Fuwat, cucunya yang sering membuat nya kesal. Umma Fuwat bersaudara dengan Umi Fatimah.


''.Arkhh Sakit Jiddah '' Ringis Fuwat yang membuat Zahra dan ustadz Sulaiman tertawa melihat Fuwat kesakitan.


,,,


''Wow.. aku seperti berada di Dunia mimpi.. Apa ini benar benar rumah mu Mas'' Kata Zahra dengan mata yang berbinar-binar melihat ke indahan villa suaminya.


Sulaiman memeluk pinggang ramping istrinya dari arah belakang dan menaruh dagunya di bahu Zahra.'' Kau ingin tinggal berapa lama di sini sayang'' ustadz Sulaiman kembali bertanya tanpa menjawab istrinya.


Zahra mengembang senyumannya '' bagaiman jika lima tahun Mas'' Jawab Zahra.


" Apa kau tidak akan merindui ibu umi abah dan Abi nanti sayang " Jawab Sulaiman membalikkan tubuh istrinya kemudian membuka cadarnya.

__ADS_1


Zahra mengalungkan tangannya di leher Suaminya sambil tersenyum manis." Tidak Mas.. kita kan bisa VC sama mereka semua Mas... Atau gimana jika delapan tahun saja" Kata Zahra kembali merubah lima tahun ke delapan tahun.


Sulaiman menggeleng " Tujuh tahun.. gimana.." jawab Sulaiman menyatuh kan hidung mancungnya pada hidung munggil Zahra.


" Sippp" Setuju Zahra.


Sulaiman langsung menyambar bibir merah istrinya dan berciuman di balkon kamar.


Fuwat yang sudah berniat ingin pulang melihat ke atas di mana Ustazd Sulaiman berciuman dengan istrinya. tapi Fuwat tidak melihat wajah Zahra, karena posisi Zahra sedang membelakangi nya.


" Ck ck ck ck ck Jiwa jomblo ku meronta-ronta apa ada yang ingin menjadi istri ku.. jika ada aku ingin menikah sekarang juga" Kata Fuwat mengoceh sendiri menggunakan bahasa arab kemudian masuk ke dalam mobilnya dan kembali ke restoran karena dia memang masih bekerja.


Di Balkon Sulaiman mengangkat tubuh istrinya membawa nya ke Kasur dan kembali menyerang istrinya.


Terjadi lah sesuatu yang memang seharusnya terjadi.


wkwkwkwkwkwkw jangan di lanjut kan ya di halunya adegan itu. tidak baik buat urat nadi. bisa berdenyut denyut.🤭🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2