
Sampai di rumah sakit, Rita langsung ditangani oleh para dokter dan beberapa perawat untuk membantu dokter itu. Dokter itu pun menggunakan alat medis yang dapat menganalisis jantung Rita. Dengan alat itu, akan memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung Rita. Namun sayang sungguh sayang, jantung Rita yang berhenti tak bisa di pancing untuk berdetak kembali. Dokter itu pun menyatakan bahwa Rita tak tertolong lagi. Dengan kata lain Rita dinyatakan meninggal dunia.
Doni menangis bersedih melihat kekasihnya pergi meninggalkannya. Begitupun juga dengan Ana, ia menangis dipojokan. Adry yang datang menyusul melihat istrinya menangis. Adry pun memeluknya.
Orangtua Rita pun akhirnya datang setelah mendapat kabar kecelakaan yang dialami oleh anak mereka, Rita. Ibunya Rita berteriak histeris melihat anaknya sudah tak bernyawa.
“Rita... Mengapa kamu ninggalin Mama Nak. Ayo bangunlah Nak, apa yang telah terjadi padamu sebenarnya,” ucap ibunya Rita.
“Dasar anak nakal, mengapa kamu tak bangun-bangun juga Nak.” Ucap ibunya Rita menangis histeris itu, memukul-mukul anaknya yang telah tiada itu.
Doni menghalang-halangi Tante Oliv untuk tidak memukuli anaknya yang sudah tiada. Alhasil Doni jadi mendapat pukulan dari Tante Oliv. Sedangkan ayahnya Rita, ia terbujur kaku terdiam melihat kepergian anaknya. Ayahnya sangat menyesal karena tak pernah merestui hubungannya dengan Doni, yang membuat Rita pergi meninggalkannya dan tak pernah bahagia karenanya.
Jasad Rita pun dibawa pulang ke rumah duka. Semua kerabat berdatangan berbelasungkawa ke rumah duka. Rita pun sudah di makamkan, semua orang sudah bubar dan hanya tinggal Doni, Adry dan Ana yang ada di dekat pusara Rita.
Namun Adry memaksakan Ana untuk pulang, dan sekarang tinggal Doni lah yang tertinggal di tempat itu. Doni masih meratapi kepergian kekasihnya itu, ia benar-benar tak menyangka bahwa kekasihnya pergi secepatnya meninggalkannya.
***
Adry dan Ana masuk ke dalam mobil. Adry tak menjalankan mobilnya karena melihat istrinya masih menangis. Adry mendekati istrinya, dan lalu membuka kacamata hitam yang dikenakan oleh istrinya.
“Sayang... Lihatlah matamu, matamu merah dan bengkak seperti itu. Dari kemarin, kamu selalu saja menangis tiada henti-hentinya. Sudahlah sayang, itu semua sudah ajalnya sampai disitu. Sudah-sudah, kamu jangan menangis lagi.” ucap Adry memeluk Ana sambil mengelus istrinya.
Ana hanya diam dan masih saja menangis. Adry pun lalu menjalankan mobilnya.
...----------------...
Seminggu telah berlalu, terkadang Ana masih saja menangis. Ana masih sangat shock dengan kejadian yang menimpa sahabatnya itu. Ana yang tinggal di rumah ibunya, tak mau diajak pulang oleh suaminya, baik itu ke apartemen mereka ataupun ke rumah mertuanya.
Adry pun jadi ikut tinggal di rumah mertuanya. Namun ia tidur dikamar terpisah dengan istrinya, karena istrinya ingin sendiri menenangkan diri. Adry tidak keberatan akan hal itu, sampai kapanpun ia akan tetap menunggu istrinya sampai istrinya mau ikut pulang dengannya.
Mertuanya Adry juga meminta Adry untuk tidak terlalu memaksa Ana yang hatinya masih berduka itu. Adry pun menuruti saran dari mertuanya.
Namun pada suatu hari, Adry melihat dan menyadari istrinya yang menjadi sangat kurus karena berlarut-larut dalam kesedihan, Adry benar-benar tak sanggup melihat keadaan istrinya yang seperti itu. Adry yang sudah tak sabar itu, mengajak istrinya untuk pulang. Ana menolak dan malah membentak suaminya menyuruhnya untuk pulang sendiri.
“Sayang, mengapa kamu seperti ini padaku. Aku ini suamimu.”
“Mas, tolong jangan menggangguku.”
“Nggak bisa kayak gini terus dong sayang. Mas sudah lama menunggumu yang selalu saja menangis.”
“Aku tak memintamu untuk menungguku Mas,” teriak Ana.
“Sayang, apa ini? Kamu meneriaki Mas seperti itu?
Ya sudahlah kalau begitu, Mas akan pergi pulang sendiri ke apartemen kita.” Ucap Adry berlalu pergi.
Sarah yang mendengar mereka, merasa sedih melihatnya.
“Kasihan kak Adry.” Gumam Sarah dalam hatinya.
__ADS_1
Adry yang mengemudi mobil dengan sangat emosi, sedikit kecewa dengan istrinya yang tak mau diajak pulang bersamanya. Adry juga menyesal karena terlalu memaksa istrinya, ia melupakan saran yang dikatakan oleh me.rtuanya.
Sampai di apartemen, Adry membaringkan tubuhnya dengan perasaan yang tak karuan memikirkan istrinya. Adry pun memutuskan akan kembali ke rumah mertuanya untuk tinggal di sana menunggu istrinya. Adry pun mencoba untuk tidur beristirahat, karena besok pagi ia akan pergi lagi untuk menemui istrinya.
***
Keesokan paginya, saat Adry hendak berangkat ke rumah mertuanya, ibunya tiba-tiba menghubunginya.
“Halo Mah,” ucap Adry yang langsung mengangkat telpon dari ibunya.
“Nak, apakah kau melupakan hari ini hari apa?” Tanya ibunya mencoba membuat Adry mengigat sesuatu.
“Hari ini hari Kamis Mah, ada apa Mah?” Jawab Adry polos kemudian bertanya lagi pada ibunya karena tak mengingatnya
“Ya ampun Nak, apa kau tahu tanggal berapa ini?” Tanya ibunya lagi mencoba untuk mengulik-ulik.
“Tanggal empat belas Mah.” Ucap Adry yang masih belum mengingat.
“Apakah kau sama sekali tak mengingat hari apa ini?” Tanya ibunya lagi.
Adry terdiam mencoba untuk mengingat. hingga akhirnya Adry mengingat bahwa hari ini adalah hari jadi pernikahan Ayah dan Ibunya. Adry pun memberikan selamat pada ibunya. Ibunya marah karena awalnya Adry melupakannya.
“Baiklah, Mama maafkan kamu karena melupakannya. Tapi kamu jangan lupa untuk datang dan bawa istri ke acara hari jadi Papa dan Mama yah.” Ucap ibunya.
“Siap Mah siap.” Ucap Adry tersenyum.
Dengan beralasan menghadiri perayaan hari jadi orang tuanya, ia bisa mengajak istrinya untuk menghadiri acara itu. Adry pun semakin bersemangat, Ana tidak mungkin menolaknya untuk datang menghadiri acara itu.
“Ana tidak ada disini Nak!”
“Apa Mah!” ucap Adry terkejut.
“Kemarin Ana pergi,
“Ana pergi kemana Mah?”
“Maaf, Mama tak bisa memberitahumu kemana ia pergi karena ia meminta Mama untuk tidak mengatakannya padamu. Dia hanya ingin menenangkan dirinya untuk sementara waktu saja.” Ucap mertuanya.
Adry tak banyak protes di depan mertuanya, tapi dalam hatinya ia sedikit kesal dengan istrinya yang menghindarinya.
“Kamu istirahat lah disini Nak.” Ucap mertuanya yang tak enak hati dengan menantunya, Adry.
“Iya Mah, apakah Mama diundang oleh...” ucap Adry terpotong.
“Iya, Mama pasti akan datang ke acara itu nanti malam.”
Mendengar ucapan mertuanya, Adry merasa tak ada lagi yang ingin ia bicarakan pada mertuanya. Adry pun berpamit untuk pergi ke kamar istrinya. Sarah yang melihat kakak iparnya Adry merasa sedih. Sarah pun berinisiatif untuk memberitahu Adry tentang keberadaan Ana. Sarah pun mengirimi Adry sebuah pesan melalui WhatsApp.
✉️ Sarah:
__ADS_1
“Kak, Sarah akan memberitahu kakak ipar dimana keberadaan kak Ana sekarang.”
Membaca pesan dari Sarah, Adry bersemangat kembali.
✉️ Adry:
“Dimana Ana?”
✉️ Sarah:
“Tapi kakak ipar harus janji dulu, kalau kakak ipar tidak akan memberitahu kak Ana kalau Sarah lah yang telah memberitahukannya .”
✉️ Adry:
“Iya Sarah, katakanlah, aku tidak akan memberitahukannya.”
Sarah lalu memberitahukan Adry keberadaan Ana. Adry langsung bergegas pergi meninggalkan rumah mertuanya. Sebelum ia pergi, Adry berpamitan pada mertuanya dan beralasan ada pekerjaan yang mendadak yang harus ia selesaikan. Mertuanya pun menyemangatinya sambil menepuk bahu menantunya.
Ada pesan masuk lagi terlihat di ponselnya Adry, iapun langsung membuka pesan itu.
✉️ Pesan masuk dari Sarah:
“Kak, malam ini kakak ipar merencanakan untuk pergi kan sama kak Ana untuk menghadiri acara itu?”
✉️ Adry:
“Iya Sarah.”
✉️ Sarah:
“Mmm, kak, lokasi acara itu dekat kan kak dengan apartemen kakak?”
✉️ Adry:
“Iya Sarah, dekat sekali. Ada apa emangnya?”
✉️ Sarah:
“Kak bolehkah Sarah ke apartemen kakak? Ee soalnya Sarah ingin meminjam high heels kak Ana untuk menghadiri acara itu. Sebelumnya Sarah sudah meminjam high heels itu kok kak, sama kak Ana.”
✉️ Adry:
“Tentu saja boleh.”
Adry lalu memberi tahu kode password pintu apartemennya. Sarah lalu berterima kasih kepada Adry karena telah mengizinkannya untuk masuk dan memberitahukannya password pintu apartemen itu. Sarah langsung bergegas pergi menuju apartemen Adry.
Bersambung...
...----------------...
__ADS_1
Salam Hangat~`
BY.BAE©