
Di rumah sakit
Setelah lebih kurang tiga puluh menit dokter memeriksa keadaan Ana, dokter itu pun keluar dari ruangan itu.
“Bagaimana dengan keadaan istri saya dok.” tanya Adry.
Dokter itu tidak langsung menjawab pertanyaan dari Adry, dokter itu hanya memerintahkan Adry untuk mengikutinya masuk ke ruangannya agar lebih leluasa dalam menjelaskannya.
“bagaimana Dok.” tanya Adry melontarkan pertanyaan yang sama dari yang sebelumnya.
“begini Pak Adry, istri bapak baik-baik saja dan tidak ada luka serius sejauh dari yang saya periksa. Hanya saja...”
“hanya saja apa Dok”? ucap Adry memotong ucapan dokter itu.
“Tenang Pak Adry tenang.” ucap dokter itu menenangkan Adry yang terlihat sangat tegang.
“lalu apa Dok.. tolong jangan mengulur-ulur
waktu yang membuat saya merasa sangat khawatir seperti ini Dok” ucap Adry yang mulai kesal dengan dokter itu.
“Tenang Pak Adry, istri bapak baik-baik saja dan sejauh yang telah saya periksa tidak ada luka yang serius. hanya saja tangannya patah tulang". ucap dokter itu.
“patah tulang Dok.” lirih Adry shock.
“ya, hal itu terjadi karena mungkin tertimpa oleh benda yang berat dan bisa jadi karena trauma yang membuat tulang tangannya menjadi lemah.” jelas dokter itu lagi.
“Untuk saat ini istri anda belum sadar dari pingsannya. kecelakaan yang dialaminya membuat istri anda sangat trauma. setelah ia sadar anda bisa membawanya pulang. Namun, untuk dua hari lagi anda harus membawa istri anda ke rumah sakit ini untuk pemeriksaan lebih lanjut. pemeriksaan ini dilakukan karena saya takut nantinya ternyata ada luka serius”. jelas Dokter itu.
Adry lalu meninggalkan dokter itu dan lalu pergi melangkah ke ruangan Ana berbaring. Dilihatnya Ana masih belum sadar juga dan ia juga melihat tangan kanan Ana yang patah dengan dibalut perban elastis.
Adry lalu duduk di samping Ana, ia lalu memegang dan menggenggam tangan Ana. tak berapa lama Adry tertidur dan Ana pun terbangun. Ana terkejut karena ia berada dirumah sakit. Ana mengingat bahwa ia mengalami kecelakaan dengan menabrak sebuah pohon.
Ana melihat Adry ada disampingnya ketiduran, ia pun membangunkan Adry dengan memegang rambut Adry.
“Mas... Mas...” ucap Ana.
__ADS_1
“mmm” lirih Adry mencoba untuk bangun dan menyadarkan dirinya.
“kamu sudah sadar.” ucap Adry.
”maafin aku yah gara-gara kesalahanku kamu jadi seperti ini.” ucap Adry lagi.
“ini bukan salah kamu kok Mas, aku yang salah.” ucap Ana mencoba untuk menghibur Adry yang merasa bersalah.
“Mas... Mas ngga ada bilang siapa-siapa kan kalo aku masuk rumah sakit.” tanya Ana.
“nggak kok.” ucap Adry.
“Mas aku nggak mau di sini, aku mau pulang.” ucap Ana.
Adry lalu berkata bahwa mereka akan pulang ke apartemen mereka dan ia mengurus administrasi pengobatan anak terlebih dahulu baru mereka pulang. setelah selesai mengurus administrasi pengobatan anak, Adri lalu kembali ke ruangan Ana untuk membawanya pulang.
Ana pun turun dari tempat ia berbaring. tiba-tiba ia terjatuh, untung Adry sigap menangkap tubuh Ana yang hampir terjatuh. Namun, karena Adry refleks tak sengaja ia menyenggol tangan Ana yang patah tulang.
Hal itu membuat Ana merintih kesakitan dan Adry langsung meminta maaf pada Ana. Adry pun memapah tubuh Ana membawanya masuk ke dalam mobil. Hal itu membuat Ana terkejut ia berkata untuk tidak memapahnya dan membiarkan dirinya menaiki kursi roda saja. Seorang suster juga mengatakan hal yang sama untuk membiarkan An naik kursi roda saja.
“wah so sweet banget ya, istri sakit digendong kayak gitu kan so sweet banget.” ucap salah satu perawat pada temannya.
Adry merasa malu karena Adry terlalu berlebihan melakukan semua itu padanya, Ia lalu menyembunyikan wajahnya. Namun, ia merasa senang juga karena Adry sangat perhatian padanya. mereka sudah berada di mobil dan mobil itu pun melaju.
Sampai di apartemen Andri lalu membawa anak ke kamar dan membaringkan tubuh Ana di tempat tidurnya. Adry ke dapur untuk mengambil segelas air. lalu kemudian ia memberikannya pada anak untuk meminum obatnya. Setelah Ana selesai minum obatnya..
“aku mau mandi dulu yah.” ucap Adry.
Anna hanya mengangguk dan Adry pun pergi mengambil bajunya dan lalu kekamar mandi. sedangkan Ana, ia menyiapkan tempat tidurnya di bawah seperti biasa.
Adry menutup pintu kamar mandi sambil mengusap-usap kepalanya yang basah dengan handuk. Adry terkejut karena tidak melihat ada anak di atas tempat tidur.
Adry memanggil-manggil Ana namun tak ada sahutan dari Ana, seluruh ruangan ia telusuri namun ia tidak mendapati keberadaan Ana. Adry pun kembali ke kamar, di depan pintu ia melihat Ana kembali berbaring lagi di lantai seperti biasanya.
“Ya ampun wanita ini, ternyata ia ada disini. terlelap sedangkan aku lelah mencarinya ke semua ruangan.” gumam Adry sedikit kesal.
__ADS_1
Adry lalu mendekati Ana dan mengangkat tubuh Ana yang sudah terlelap tidur dengan sangat nyenyak. Adry mengangkat tubuh Ana dengan sangat hati-hati, ia takut menyenggol tangan Ana yang patah tulang.
Hal itu bisa saja membuat Ana kesakitan dan terbangun terganggu karenanya. Adry lalu menyelimuti tubuh Anna dan ia pun mengambil posisinya untuk tidur di atas tempat tidur itu juga.
Sesekali Adry memandangi wajah Ana yang sangat polos dan imut itu. tanpa ia sengaja iya senyum sendiri-sendiri melihat wajah Ana yang sangat cantik.
“Betapa bodoh dan beruntungnya aku mendapatkan sosok seorang wanita yang baik dan cantik seperti Ana.” gumam Adry dalam hatinya.
****
Di pagi harinya, Adry lebih awal bangun pagi dari pada Ana yang biasanya lebih dahulu. inisiatif memasak untuk Ana. selesai memasak, pergi ke kamar untuk menghidangkan masakannya untuk Ana.
Ana masih saja tidur, tumben sekali hari ini Ana bener-bener sangat kesiangan bangunnya. mungkin karena pengaruh dari obat yang dikonsumsinya.
Adry mencoba membangunkan Ana dengan sangat lembut. Ana membuka matanya dan terheran dia tidur di atas tempat tidur.
“loh... kok aku ada disini atas tempat tidur.” ucap Ana yang masih setengah sadar.
“aku mengangkatmu tadi malam. Mulai sekarang tidurlah di sini, nanti kamu masuk angin karena terlalu sering tidur di lantai.” ucap Adry.
“basuhlah wajahmu dan sarapanlah supaya kamu meminum obatmu. Aku membuatkanmu sarapan.” ucap Adry.
Ana mengangguk dan lalu pergi ke kamar mandi. lagi-lagi Ia hampir terjatuh dan dengan sigap kembali Adry menangkap tubuh Ana.
“hati-hati...” ucap Adry.
Adry kembali memapah Ana untuk ke kamar mandi karena ia masih sangat lemah.
Bersambung...
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang setia.
Salam Hangat~
BY.BAE©
__ADS_1