
'' Assalamualaikum everyone... before the event starts I would like to introduce my wife named Dzakiyya Zahra Putri. I built this 'D Zahra P' restaurant on purpose for my wife, who is very proud and also ask for prayers from all of you that my household and my wife will always be sakinah mawadah warahmah. that's all my little delivery and let's start the program."
'' Assalamualaikum semua.. sebelum acara di mulai saya ingin memperkenalkan Istri saya yang bernama Dzakiyya Zahra Putri. restoran 'D Zahra P' ini memang sengaja saya bangun untuk istri saya, yang sangat saya cintai, dan juga mohon Doa dari pada anda semua semoga rumah tangga saya dan isteri saya selalu sakinah mawadah warahmah. itu saja penyampaian sedikit dari saya dan mari kita mulai kan Acaranya.'' Ucap Sulaiman masih memeluk pinggang istrinya dan tersenyum pada para tamu undangan.
Prok prok prok
Tepuk tangan dari para tetamu yang berada di acara itu. Mereka pun memulai acara peresmian Restoran 'D Zahra P'.
Setelah selesai peresmian ustadz Sulaiman menyempatkan waktunya untuk menyapa beberapa rekan kerjanya yang menanam saham di restoran restoran mewah miliknya yang berada di Mesir. Zahra masih diam karena dia masih tidak menyangka jika suaminya adalah seorang pengusaha sukses di Mesir.
Tapi diamnya Zahra dia juga geram dengan tatapan mata mata setan yang menatap kagum suaminya karena di peresmian itu juga ramai wanita wanita yang berpakaian terbuka. tentu saja Sulaiman tidak akan melihat ke arah wanita yang kekurangan bahan.
Beberapa minit berlalu ustadz Sulaiman membawa isterinya meninggalkan acara itu karena dia takut jika ada wanita yang mendekati nya dan istrinya kembali salah faham bisa bisa mereka bertengkar lagi. fikir Sulaiman.
__ADS_1
Ustadz Sulaiman membawa isterinya ke sebuah tempat romantis yang sangat indah yang berada di kota Kairo.
Zahra tertegun melihat pemandangan yang memanjakan bola matanya.
'' Kau suka sayang..'' tanya Sulaiman memeluk pinggang istrinya.
'' Sangat Mas'' jawab Zahra tersenyum melihat indahnya pemandangan di hadapannya.
Sulaiman tidak menjawab istrinya tapi dia meraih kedua tangan istrinya dan mengucap kan sebuah kalimat yang sangat ingin di dengar oleh Zahra selama ini.
'' Aku Mencintai mu istri ku.. sangat mencintai mu.. Sudi kah kau menghabiskan sisa hidup mu untuk mendampingi ku hingga maut memisahkan kita'' Ujar Sulaiman sangat lembut seperti Aluna melodi yang sangat merdu Terdengar di telinga Zahra.
Deg ! deg ! deg !
__ADS_1
Jantung Zahra berdebar debar mendengar ucapan cinta dari suaminya yang selama ini ingin dia Dengar. Zahra sangat terharu tanpa sadar menjatuhkan air matanya dan langsung memeluk suaminya.
'' Aku mau mas.. aku mau... '' Kata Zahra menangis haru atas semua yang suaminya berikan padanya.
''Jangan nangis dong sayang.'' Sulaiman mengusap lembut air mata istrinya yang berada di dalam pelukannya.
''Aku terlalu emosional karena terharu mas .'' kata Zahra sedikit tertawa.
'' Benar kah.. bagaimana dengan dedek bayinya apa dia juga sebahagia Umma nya'' kata Ustadz Sulaiman mengusap lembut perut Zahra yang sudah mulai terasa.
'' Tentu saja dedek nya bahagia.'' jawab Zahra... tapi Abi banyak bohongnya '' jawab Zahra melihat suaminya.
'' Loh.. kok bohong sayang '' jawab Sulaiman ''
__ADS_1