Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Episode 61


__ADS_3

Karena Ana tak menjawabnya, Adry memutuskan untuk tidak pulang. Adry ingin melihat apa yang dikerjakan istrinya di kampus itu. Adry pun turun dari mobilnya untuk menyusul istrinya diam-diam.


Ana yang lebih dahulu datang daripada dosennya, menunggu di ruang tunggu. Ana mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada Rita.


“Rita, apa kamu baik-baik saja,’’ tanya Ana mengirimkan pesan itu untuk Rita.


“iya, aku baik-baik saja Ana tapi...” balas Rita yang menggantungkan balasan pesannya.


“aku tahu Rita. aku kan sudah berjanji padamu, Aku


akan membujuk Mas Adry lagi. Jadi, kamu jangan khawatir ya,” seru Ana.


“baiklah Ana, terima kasih.”


Beberapa menit kemudian, dosen pembimbing Ana akhirnya datang. Ana tersenyum dan memberikan salam pada dosen pembimbingnya itu. Ana pun dipersilahkan dosen itu untuk masuk ke dalam ruangannya.


Adry yang berjalan mencari istrinya tak menemukannya. Karena Ana berada didalam ruangan dosennya. Sedangkan Adry mencari hanya diluaran saja. Akhirnya Adry memilih untuk duduk sejenak ditempat istrinya duduk menunggu tadi.


Selesai bimbingan dengan dosennya, Ana pamit untuk pulang pada dosennya. Ana pun keluar dari ruangan dosennya itu. Beberapa para pria menegur Ana saat ia berada di depan gedung.


“Hi Ana, long time no see (sudah lama tidak ketemu)”, tegur salah satu pria itu.


Ana membalas dengan senyuman saja. beberapa pria lainnya juga ikut menegur Ana. Ada yang mengajaknya kencan, menonton ke bioskop, nonton konser, dinner, Travelling lah. Hal itu didengar oleh Adry, karena ia tepat didepan mereka. Namun Ana tak menyadarinya.


Adry yang geram mendengarnya, berdiri dan berjalan mendekati Ana. Lalu ia menarik tangan istrinya untuk mengikuti langkahnya. Ana awalnya kaget tiba-tiba tangannya ditarik. Namun ketika ia melihat orang yang menariknya, iapun bersikap biasa saja. Para pria itu ingin menarik Ana kembali. Ana menghentikannya dengan memberikan kode tangannya yang bermaksud untuk menghentikan langkah mereka.✋


“Mas... lepasin Mas,” ucap Ana ketika sudah berada di dalam mobil.


Adry pun melepaskannya dan menatap wajah istrinya. Adry sangat cemburu ketika semua pria menggoda istrinya yang cantik itu. Adry masih melihat raut wajah istrinya yang masih kesal terhadapnya.


“sayang... mengapa kamu masih terlihat kesal padaku,” ucap Adry memegang kedua tangan Ana.


Ana tak menjawab. Ana malah memalingkan wajahnya dari suaminya. Adry memohon pada Ana untuk tidak berlaku seperti itu. namun tetap saja, Ana masih bersikap acuh tak acuh padanya. Adry pun lalu menarik tubuh istrinya dan lalu memeluknya.


“sayang... kamu jangan memperlakukan Mas seperti ini dong,” ujar Adry.


Semua orang yang ada disekitar mereka, melihat Adry dan Ana yang sedang berpelukan sambil bergosip.

__ADS_1


“Mas... lepasin Mas, malu dilihatin orang,” ucap Adry.


“Mas nggak mau.”


“Mas... ini bukan dirumah Mas, malu dilihatin banyak orang.” Ucap Ana sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya namun tak berhasil, Karena Adry memeluknya dengan sangat erat.


“Mas nggak akan lepasin pelukan Mas jika kamu masih bersikap seperti ini sama Mas,” ucap Adry.


“Mas tapi...” ucap Ana terkejut.


Ana terkejut karena, tindakan suaminya semakin nekat. Suaminya mulai menciumi lehernya. Ana merasa malu, semua orang menggosipi dirinya. Kemudian Ana mengatakan pada suaminya bahwa ia tidak akan seperti itu lagi. Adry akhirnya melepaskan pelukannya.


Namun Ana malah memanggil taksi untuk pergi meninggalkanya. Dengan cepat Adry menarik tangannya untuk masuk kedalam mobilnya.


“sayang, kamu ini apa-apaan sih. Mas ada disini dan kamu malah mau memesan taksi,” ucap Adry.


Ana diam memasang wajah yang cemberut lagi. Adry bingung bagaimana caranya membujuk istrinya agar tak cemberut padanya. Akhirnya Adry menjalankan mobilnya. Adry ingin membawa istrinya itu ke sebuah mall untuk memanjakannya.


“kita ngapain kesini?” tanya Ana yang masih memasang wajah cemberutnya, namun akhirnya bicara pada suaminya.


Adry tak menjawabnya. Adry lalu turun dari mobil itu dan membukakan pintu istrinya. Adry menarik tangan istrinya untuk masuk kedalam.


Adry lalu pergi meninggalkannya. Ana menunggu suaminya sambil melihat-lihat baju disebuah butik tempat ia duduk. beberapa menit kemudian sebuah boneka besar datang mendekatinya.


“hai sayang, apakah kamu mencintaiku,” ucap seseorang yang berada di balik boneka itu.


Seseorang yang berada dibalik boneka raksasa itu menunjukkan wajahnya. Orang itu adalah Adry suaminya. Ana tersenyum dan lalu memegang boneka itu. Ana sangat menyukai boneka itu. Adry tersenyum melihat istrinya tersenyum.


Adry juga memberikan Ana sebuah baju boneka. Ana sangat menyukainya dan ingin langsung memakainya. Ana mengganti langsung baju itu diruang ganti. Setelah mengganti baju itu diruang ganti, Ana keluar dengan senyum keceriaan. Ana mendekati suaminya, ia memeluk suaminya dan berterima kasih padanya. Adry membalas pelukannya sambil mencium rambut istrinya dan lalu mengelusnya.


“Mas... aku ingin sekali berfoto dengan boneka ini,” ucap Ana.


Adry pun mengambil beberapa foto istrinya bersama dengan boneka raksasa itu. Adry sangat bahagia melihat keceriaan istrinya itu. Ana terlihat sangat manja dan lucu sekali.



Ana meminta handphonenya untuk melihat hasil jepretan suaminya. Ana sangat puas dengan hasil jepretan suaminya.

__ADS_1


“wah ini bagus banget Mas. hhmm aku chat Rita ya Mas supaya dia datang menyusul kesini,” ucap Ana.


Mendengar Ana menyebut nama Rita, Adry memang wajah kesalnya pada Ana.


“kenapa kamu selalu memperdulikan tentang dia,” ucap Adry kesal.


Ana malah memasang wajah cemberutnya kembali. Adry merasa pusing melihatnya. Adry lalu mengajak Ana untuk pulang.


***


Mereka sudah berada didalam mobil. Suasana hening tak ada yang bersuara. Ana juga memasang wajah cemberutnya. Sesekali Adry melihat kearah istrinya sambil fokus mengemudi. Namun Adry tak tahan melihat tingkah Ana yang seperti itu. Adry memberhentikan mobilnya secara dadakan.


Alhasil membuat tubuh Ana terhempas, dan untungnya tak sampai membuat kepalanya terjedut karena ia menggunakan seat belt yang menahan tubuhnya.


“sekarang mau kamu apa sayang? Mas tak tahan melihat kamu yang cemberut pada Mas,” tanya Adry.


“kan aku sudah bilang Mas, terimalah Rita sebagai istri Mas,” jawab Ana.


“tapi Mas kan sudah menerimanya,” ucap Adry.


“Mas memang menerimanya, namun tidak dengan sepenuh hati Mas,” ucap Ana.


“maksud kamu apa sih sayang?” tanya Adry.


“perlakukanlah Rita dengan baik dan nafkahi lah Rita secara lahir dan batin,” ucap Ana.


Adry benar-benar sangat terkejut mendengar ucapan istrinya. Adry sedikit terheran dengan ucapan istrinya itu juga.


“Mengapa dia merelakan aku untuk melakukan hubungan intim dengan wanita lain? Apa dia tidak cemburu?. aah.. setahuku banyak sekali wanita tak merelakan hal itu. hmm tapi baiklah jika ini yang dia minta aku akan menurutinya,” gumam Adry dalam hatinya.


“baiklah, Mas menuruti permintaanmu,” ucap Adry pada Ana.


Ana sangat gembira suaminya menyetujui permintaannya. Ana lalu mengirim pesan untuk Rita. Ana memberitahu Rita bahwa ia berhasil membujuk Adry. Ana sama sekali tak peduli pada Adry, ia tak melihat wajah Adry yang berbalik cemberut dan kesal adanya. Ana sama sekali tak memperdulikan perasaan dan kebahagiaan suaminya. Ana hanya mementingkan perasaan sahabatnya saja.


Bersambung...


Jangan lupa komentar dikolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe

__ADS_1


Salam Hangat~`


BY.BAE©


__ADS_2