
Banyak sekali hal-hal tak terduga terjadi diantara mereka berdua hari ini tanpa perencanaan mereka berdua masing-masing. Mereka sudah berciuman berkali-kali dalam waktu yang sangat singkat bagi mereka berdua.
“mengapa kamu membuktikan kepada Pak Polisi itu dengan cara seperti itu.” tanya Adry penasaran ingin cepat-cepat mendengar jawaban Ana.
“Bukannya apa-apa, aku hanya mencoba untuk lebih meyakinkan pak polisi itu supaya ia percaya.” ucap Ana.
Adry sangat tidak puas dengan alasan Ana dengan mengatakan seperti itu. Adry berharap Ana mengatakan alasannya karena Ana sangat mencintainya, ternyata tidak dan Adry sangat kecewa.
“Apa yang terjadi padaku hari ini, ciuman keduaku yang awalnya aku salah paham padanya dan lalu aku merangkul dan kemudian aku juga yang memulai untuk berciuman dengannya. Ohh... betapa malunya aku. lebih baik aku berpura-pura mengantuk dan lalu tidur saja.” gumam Ana dalam hati.
Adry mencoba untuk bertanya sekali lagi pada Ana dengan pertanyaan yang berbeda namun dengan maksud yang sama.
“pada saat...” ucap Adry terhenti saat ia mengarahkan pandangannya kearah istrinya.
“aahh... apa iya dia memang benar-benar tidur.” Adry bergumam dalam hatinya.
Adry tak bisa melihat wajah Ana untuk lebih memastikan apakah Ana memang benar-benar tidur atau hanya berpura-pura saja. Untuk lebih memastikannya, Adry memiliki ide yang cemerlang.
Adry menepikan mobilnya dan kemudian ia melepaskan pelan-pelan sabuk pengaman Ana. Kembali menancapkan gas, lalu kemudian ia memberhentikan mobil itu secara mendadak.
Tujuan Adry melakukan hal seperti itu, supaya Ana terkejut dan terbangun dari pura-pura tidurnya. Ana memang benar-benar tidur, karena ia ngerem dengan sangat mendadak Ana jadi terjatuh kebawah.
Dan nyatanya, Adry sangat menyesal melakukan hal itu. Karenanya Ana terjatuh dan pastinya itu sangat sakit sekali rasanya.
Adry turun berlari membuka pintu mobil sebelah Ana, mengangkat tubuhnya ketempat duduk semula. Setelah itu Adry mengecek-ngecek istrinya apakah ia mendapati luka karenanya.
Ana sangat pandai sekali akting dan menahan rasa sakit ketika ia terjatuh. Ana bisa berakting melakukan hal itu karena rasa malunya pada suaminya sendiri. Adry pun sampai-sampai Adry tak tahu kalau ia sedang berakting.
Adry yang mengecek keadaan Ana dengan memegang bahkan tanpa sadar ia seperti meraba-raba tubuh istrinya itu. Alhasil membuat Ana merasa geli yang tak biasa diperlakukan seperti itu.
Karena tak tahan menahan rasa geli, Ana tertawa kecil sambil menangkap tangan Adry untuk tidak melakukannya lagi. Adry terkejut sebenarnya melihat Istrinya tiba-tiba tertawa. Adry pun jadi tertular ikut tertawa.
“kamu tidur pura-pura ya.” ucap Adry meledek Istrinya.
“nggak kok... Mas ngapain coba gelitikin. kan geli banget.” ucap Ana.
“tuh kan ngelak malah balik bertanya.” ucap Adry lagi.
Pipi Ana semakin memerah dan tak tahan berada didekat suaminya, tiba-tiba Adry mendekatinya dan menatapnya. Adry sepertinya ingin mencium Ana lagi.
Dengan sangat cepat sebelum bibir Adry mendarat lagi ke bibirnya, Ana cepat-cepat mendorong dada bidang suaminya. Ana sangat malu menanggung pipinya yang sangat terlihat memerah jika Adry melum4t bibirnya lagi.
__ADS_1
“Mas... kenapa dari tadi kita nggak sampai-sampai sih Mas.” ucap Ana dengan berteriak sambil menutup matanya.
Ana tak sengaja melontarkan pertanyaan dengan suara keras yang memecahkan suasana yang sudah tak nyaman baginya. Sontak Adry terkejut mendengar suara Ana yang berteriak sangat keras.
Ana merasa benar-benar menjadi tidak nyaman setelah berkata seperti itu, ia kemudian keluar dari mobil itu untuk menaiki taksi.
“Ana... mau kemana kamu.” tanya Adry mengejar Ana yang berlari.
“Taksi....”
Ana memberhentikan sebuah taksi dan masuk kedalam taksi itu. Adry tak dapat menghalangi Ana yang lebih cepat melangkah terlebih dahulu darinya.
“aah ada apa dengannya.” tanya Adry bingung
Adry kemudian kembali masuk ke mobilnya untuk mengejar taksi yang ditumpangi Ana. Adry kehilangan jejak taksi itu.
“eegh.. hilang lagi jejaknya, ah sudahlah pasti dia pulang ke apartemen dan nggak akan kemana-mana.” ucap Adry berpikir positif.
***
“tujuannya mau kemana nih neng sebenarnya.” tanya pak sopir taksi itu.
Pertama Ana berkata pada pak sopir taksi itu untuk berkeliling-keliling saja terlebih dahulu, ia bingung harus kemana. Jika ia pergi ke rumah orang tuanya, Ana takut mereka mengira ia dan suaminya sedang bertengkar.
“neng... sebenarnya mau kemana.” tanya pak sopir taksi itu lagi pada Ana yang sedang melamun.
Ana pun tersadar dari lamunannya, ia pun berkata pada pak sopir itu jika ia ingin ketempat yang biasa ia datangi untuk menenangkan pikirannya dengan menyebutkan alamat tempat itu pada pak sopir taksi itu.
“nah gitu dong neng dari tadi, pusing saya neng muter disini-sini aja dari tadi.” ucap pak sopir itu.
***
Di apartemen
Adry telah sampai, di sana ia langsung berjalan mempercepat langkahnya untuk menemui Ana dan menanyakan apa yang terjadi padanya sampai-sampai Ana meninggalkannya.
Adry lalu masuk membuka pintu dengan menekan digit nomor kode pintu itu. Terbuka dan Adry mencari Ana langsung dikamar. Namun Ana tak ada di sana, mencari ke dapur, ruang tamu dan kesemua ruangan, Ana tak ada di sana.
“kemana dia, apa ia pulang ke rumah orang tuanya ? tapi mengapa ? aku tak berbuat kasar lagi padanya, aku selalu menjaganya dan merawatnya akhir-akhir ini.” ucap Ana dalam hatinya.
“aku harus menelpon mertuaku untuk menanyakan keberadaan Ana. ah... tidak-tidak, bisa-bisa nanti mertuaku mengira kalau kami bertengkar. Lebih baik, aku menelpon Sarah saja. Dia lebih mudah untuk diajak kompromi menutupi jika Ana memang tidak ada disana.” ucap Adry berbicara pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Adry mencari nomor kontak sarah dan lalu menekan ikon telepon hijau. Akhirnya pun tersambung dan Sarah dengan cepat mengangkatnya.
“Halo, kak Adry.”
“Hai Sarah, sedang apa kamu.” ucap Adry basa-basi pada Sarah.
“Sarah sedang membuat kue bersama dengan Tante, kebetulan sekali kakak menelpon. Rencananya nanti malam Sarah dan Tante akan datang berkunjung ke apartemen kakak itu sebabnya kami membuat kue untuk dibawa.” ucap Sarah senang karena ia akan bertemu dengan kakak sepupu kesayangannya, Ana.
“hah... berkunjung kesini, maksudnya... maksudnya mau datang kesini?” ucap Adry bertanya.
“iya kak.” jawab Sarah polos yang tak tahu Adry sebenarnya sangat terkejut.
“ohh baiklah kalau begitu, kakak tutup teleponnya ya. Salam sama Mama.” ucap Adry lalu menutup teleponnya.
“iya kak, Sarah sampain tapi...
tuut.. tutt... tuutt...
“kok telponnya langsung dimatikan sih, kan Sarah belum sempat nanya kenapa kak Adry menelpon.” ucap Sarah sedikit kesal
“kenapa sih Sarah...” tegur Tante Eva.
“kak Adry, menelpon Sarah Tante. Tiba-tiba kak Adry pamit menutup telponnya dan langsung mematikannya. Kan Sarah kesal jadinya karena tak sempat bertanya mengapa ia menelpon Sarah.”
“ooh begitu, kamu ini kok gitu sih. mungkin kakak iparmu sedang bekerja dan tak memiliki waktu yang banyak.”
“tapi kamu sudah memberitahu kakak ipar kamu kan kalau kita akan datang.” Tanya tante Eva.
“sudah tante.”
“baguslah kalau begitu, kakakmu sudah mengetahui kita akan ke sana.” ucap Tante Eva.
“Sarah tolong bantu Tante membentuk adonan ini.” Tante Eva menyuruh Ana untuk menyibukkan Sarah supaya rasa kesalnya hilang secara perlahan.
Bersambung....
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.
Salam Hangat~
BY.BAE©
__ADS_1
Pemeran Ana