
‘Renungkanlah perbuatan mu selama ini. Renungkanlah perbuatan mu selama ini. Renungkanlah perbuatan mu selama ini.’
Ucapan Adry itu, terngiang-ngiang selalu di pikiran Rita. Hingga akhirnya Rita pun tersadar akan perbuatannya selama ini. Rita menyadari semua kesalahannya terhadap Ana. Rita menyesal dengan apa yang telah ia lakukan untuk menyakiti Ana yang sangat baik padanya.
Rita merenungi semua kesalahannya dan ia tak menyadari ia berjalan melangkahkan kakinya. Hingga akhirnya tanpa disadari ia sampai di atap gedung Mall itu. Terlintas dipikiran Rita untuk mengakhiri hidupnya saja, karena ia merasa sangat malu dengan apa yang telah diperbuatnya selama ini.
Sebelum ia melakukan percobaan bunuh diri itu, Rita menghubungi Doni untuk datang menemuinya. Rita ingin menyampaikan kata-kata terakhir untuk Doni. Doni dengan senang hati menerima ajakan Rita untuk bertemu, karena sampai kapanpun Doni masih sangat mencintai Rita yang masih ia anggap sebagai kekasihnya. Doni sendiri sama sekali tak mengetahui bahwa Rita sedang melakukan percobaan bunuh diri.
***
Semua orang yang lalu lalang di bawah pun akhirnya menyadari bahwa Rita sedang hendak bersiap-siap untuk terjun dari atap gedung mall itu. Semua orang bergosip tentang Rita yang hendak melakukan hal itu. Ana pun tak sengaja mendengarkan gosipan orang-orang itu. Ana sangat penasaran dengan orang yang hendak melakukan hal bod*h seperti itu.
Ana pun pergi menuju atap gedung Mall itu. Ana terkejut melihat Rita yang ternyata dialah yang hendak melakukannya. Ana mencoba untuk mendekati Rita dan menenangkannya untuk tidak melakukannya.
“Rita, apa yang kau lakukan. Hal konyol apa lagi ini?” Tanya Ana datang.
“Ana sahabatku, aku senang akhirnya kau datang juga. Maafkanlah aku karena selama ini telah menghancurkan kebahagiaanmu. Aku sangat egois memikirkan diriku sendiri. Aku merasa tak pantas dan malu untuk hidup di dunia ini lagi.”
“Rita, apa yang kau katakan. Jangan berkata seperti itu. Kau adalah sahabatku yang baik, aku tahu itu, kau hanya tak sengaja melakukannya.”
“Tidak Ana, itu tidak benar. Aku sengaja melakukannya dan aku menyadari aku memang terniat melakukannya.”
“Untuk itu biarkan aku pergi bersama dengan rasa malu ini.”
“No, jangan lakukan itu Rita.” ucap Ana mencoba untuk menahan Rita.
“Tapi aku harus melakukan hal ini Ana. Aku malu dengan diriku sendiri yang selalu menyakitimu yang sangat baik padaku. Dan, mengapa kau tak pernah membalasku dengan kejahatan Ana.”
Rita langsung mengambil ancang-ancang untuk melompat dari gedung Mall yang tinggi itu. Namun Ana berhasil meraih tangannya dan membuat Rita menjauh dari tepi gedung itu.
Semua orang yang berada dibawah gempar melihat Rita yang hendak melompat dari gedung Mall itu. Adry pun melihat Rita saja yang ada di atas sana, ia tidak melihat istrinya yang juga berada di atas gedung itu.
Rita sangat marah karena Ana menghalanginya, tanpa sengaja ia mendorong tubuh Ana hingga berjalan terjatuh ke tepian gedung itu. Hingga akhirnya Ana hampir terjatuh dari gedung itu. Ana masih bisa bertahan dengan memegang besi yang menahan tubuhnya. Rita sangat terkejut dengan apa yang telah ia lakukan. Rita pun mencoba untuk membantu Ana naik keatas.
Semua orang yang dibawah semakin heboh melihat mereka berdua. Adry yang tadinya tak peduli dengan apa yang hendak dilakukan Rita, saat hendak masuk ke mobilnya ia melihat bukan Rita yang hendak jatuh. Melainkan istrinya yang tergantung hampir jatuh. Adry yang melihat itu adalah istrinya Ana.
“Sayang...” teriak Adry menggelegar.
__ADS_1
Adry pun langsung berlari sekencang-kencangnya menolong istrinya. Doni pun tiba di Mall itu, ia pun melihat Rita dan Ana yang tergantung hendak terjatuh. Doni juga berlari menghampiri mereka.
“Rita, apa lagi yang akan kau lakukan padanya.” ucap Doni sambil berlari menyusul mereka.
Adry akhirnya sampai di atap gedung itu, Rita pun melihatnya.
“Mas... tolong, aku tak sengaja mendorong Ana.” Ucap Rita panik.
Adry menatap sinis Rita, ia lalu menghampiri istrinya untuk menyelamatkannya.
“Sayang... Ayo, gapai tanganku.”
“Mas... Aku takut jatuh, tanganku sudah tidak kuat untuk bertahan.” Ucap Ana menangis.
Karena Ana tak bisa melepaskan tangannya untuk menggapai tangan suaminya, Adry sendirilah yang berusaha untuk menggapai tangan isinya. Tak lama setelah Adry sampai, Doni pun sampai juga di atap gedung itu.
“Rita, kamu sungguh keterlaluan ingin membunuhnya.” Ucap Doni tak menyangka menghampiri Rita.
“Don, tolong bantu aku mengangkat istriku naik ke atas!” seru Adry meminta bantuan Doni. Dan Doni pun langsung membantu Adry menaikkan Ana ke atas.
“Kamu pegang tangan istriku dan aku akan turun untuk mengangkat istriku dari bawah.” Ucap Adry memberikan Doni arahan.
Sementara Rita, ia terduduk lemah merenungi kesalahannya yang fatal itu. Doni pun menghampirinya dan menuntunnya untuk berdiri.
“Rita, mengapa kau berbuat jahat seperti ini?” Tanya Doni.
“Aku tak sengaja, aku tahu ini semua salahku.” Jawab Rita sambil menangis memeluk Doni. Doni pun membalas pelukan Rita, dan memenangkannya untuk tidak menangis.
Adry kemudian bangkit berdiri hendak mendekati Rita untuk menghakiminya. Namun Ana menahannya untuk tidak melakukannya. Adry melepaskan tangan Ana yang menahannya. Adry lalu memisahkan Rita dari pelukan Doni dan langsung menampar Rita.
“Kau... Kau hampir saja membahayakan nyawa istriku. Kau tahu itu! Kau memang tak ada hati nurani sedikitpun. Enyahlah dari kehidupanku, aku lelah mengatakan hal yang sama kepadamu.” Teriak Adry.
Adry ingin berteriak dengan keras di telinga Rita. Namun Doni menahannya untuk tidak mendekat. Ana juga meminta Rita untuk tidak di hakimi oleh suaminya. Kalau bukan karena Doni yang menahannya dan juga istrinya yang membujuknya, mungkin Adry tak segan-segan akan menyiksa Rita saat itu juga.
Adry lalu membawa Ana pulang. Adry mengangkat menggendong istrinya itu. Ana tak mau diperlakukan seperti itu, ia malu dilihat oleh para khalayak umum. Namun Adry juga tak mau melihat istrinya lelah lagi.
Doni menarik tangan Rita untuk ikut dengannya saja. Rita tak menolak, ia mengikuti langkah Doni yang membawanya pergi. Rita masih teringat dengan kata-kata Adry yang selalu terngiang-ngiang di pikirannya. Hingga akhirnya setelah sampai diparkiran, Rita memberontak melepaskan tangannya. Dan kemudian ia berlari menuju jalan raya. Doni mengejar Rita yang lari darinya. Rita lalu menabrak tubuhnya ke mobil yang sedang lalu lalang.
__ADS_1
Dduuubbrruukkkk...
Sebuah mobil pun menabrak tubuh Rita dengan tidak sengaja karena Rita yang tiba-tiba muncul di depan jalannya. Doni melihat kejadian itu di depan matanya. Doni yang berlari kencang mengejar Rita, berubah dengan berjalan lemas tak berdaya, hingga akhirnya Doni terjatuh berlutut. Semua orang ramai mengerumuni Rita untuk melihat keadaannya.
Adry dan Ana sudah masuk ke mobil dan langsung jalan. Mereka berdua melihat Doni berlutut dan juga melihat sebuah kerumunan orang-orang didepan Doni. Adry dan Ana bingung apa yang tengah dilakukan Doni menatap kerumunan orang-orang itu. Mobil mereka yang tepat terhenti karena terhalang oleh Doni, mereka pun melihat Doni berlari histeris ke kerumunan orang-orang itu.
Ana menyadari apa yang sedang terjadi di depan itu, setelah mendengar ucapan seseorang yang lewat. Ana sangat yakin bahwa yang dimaksud oleh orang itu adalah Rita, sahabatnya. Ana langsung keluar dari mobil suaminya dan lalu berlari kearah kerumunan itu.
“Sayang, mau kemana kamu.” Teriak Adry yang akhirnya ikut berlari menyusul istrinya.
***
“Honey, bertahanlah untukku, jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu honey.” Ucap Doni sambil membelai rambut Rita. Rita hanya tersenyum pada Doni.
“Maaf...” ucap Rita tak terlalu jelas.
Ana meminta orang-orang untuk memberinya ruang untuk melihat korban yang tertabrak. Dan Ana pun melihat Rita bercucuran darah yang mengalir dari kepalanya. Ana berteriak histeris melihat Rita. Ana juga melihat Doni berlinangan air mata sambil memangku kekasihnya Rita yang tengah sekarat itu.
Rita samar-samar melihat kehadiran Ana, ia pun mengangkat tangannya memanggil Ana supaya mendekatinya.
“Ana, maafkan aku...” Ucap Rita terbata-bata tak jelas namun Ana mengerti.
“Rita, mengapa kamu bisa jadi seperti ini. Apa kamu melakukannya dengan sengaja? Mengapa kamu melakukannya?” Ucap Ana sambil menangis memegang tangan Rita.
“Aku ingin pergi.” Ucap Rita membalasnya.
“Kamu benar-benar jahat Rita. Setelah kau merusak hubunganku, kau ingin pergi dan tak bertanggungjawab memperbaikinya. Tak bisakah kau bersamaku untuk memulai awalan yang baru yang baik?” Tanya Ana, namun Rita hanya tersenyum membalasnya.
“Maaf...” Ucap Rita terakhir kalinya.
Rita lalu kehilangan kesadarannya, iapun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Doni dan Rita menangis sejadi-jadinya sambil menguncang- guncangkan tubuh Rita yang sudah tak bernyawa.
Ambulan pun akhirnya datang juga, Rita pun dilarikan ke rumah sakit. Ana ikut dengan ambulan itu, Adry yang melihatnya melarangnya untuk itu. Namun Ana bersikeras untuk ikut dan meninggalkan suaminya. Adry pun mengikuti ambulan itu ke rumah sakit karena ada istrinya didalam.
Bersambung...
Salam Hangat~`
__ADS_1
BY.BAE©