
Ana sudah berkali-kali meminta banyak air minum itu, ia meminumnya sudah cukup banyak dan menumpahkannya juga sangat banyak. Tapi Ana masih saja meminta untuk dituangkan lagi.
“Nanti kamu masuk angin sayang.”
“Aku masih haus Maass.” ucap Ana merengek-rengek.
“Mas nggak mau lagi memberikanmu air minum itu. Lihatlah lah bajumu sudah basah karena tingkah mu.” ucap Adry sambil membuka resleting gaun Ana.
“Ah Mas, nggak mau, nggak mau.” Teriak Ana saat Adry membuka resleting gaunnya.
Ana langsung memeluknya dan menyuruh suaminya untuk menaikkan resleting bajunya kembali. Adry dengan sangat kecewa, menaikkannya kembali. Ana juga memintanya untuk mengantarkan dirinya ke kamar. Ana ingin tidur segera karena ia merasa sangat mengantuk. Adry pun membawa istrinya masuk ke kamar mereka.
Pintu kamar dibuka, betapa terkejutnya Adry melihat kamarnya di dekorasi dengan di taburi bunga-bunga mawar merah di ranjang mereka, dan bahkan juga di lantai kamar mereka. Adry terbelalak melihat kamarnya yang seperti hiasan kamar pengantin yang berbulan madu. Adry menatap istrinya yang menutup matanya.
“Sayang, bukalah matamu dan lihatlah ini.” ucap Adry sambil mengguncang tubuh istrinya.
“Hmm ada apa Mas?” Tanya Ana sambil mencoba untuk membuka matanya.
Setelah matanya terbuka, Ana terbelalak melihat dekorasi yang ia kira suaminya lah yang mempersiapkan itu semua untuk malam pertama mereka yang selalu saja tertunda. Adry menatap istrinya dalam-dalam. sedangkan Ana menggelengkan kepalanya tak mau melakukannya.
“Sayang, aku ingin melakukannya malam ini juga,” Lirih Adry.
Adry tak mau mendengar ucapan istrinya, ia tak peduli istrinya menyetujuinya atau tidak menyetujuinya. Adry membawa istrinya ke atas ranjangnya. Ana hendak pergi namun Adry menangkap kembali.
“Kamu mau kemana sayang, hmm? Malam ini adalah malam yang sangat tepat untuk kita berdua untuk menikmatinya.” Ucap Adry sambil memeluk istrinya yang membelakanginya.
“Malam ini malam Jum'at loh.” ucap Adry berbisik lembut lalu mengigiti leher istrinya. Ana pun tertarik karena dibawah pengaruh minuman itu. Ana berbalik arah menghadap suaminya. Hal itu tentunya membuat Adry senang.
Adry menuntun istrinya untuk berbaring. Adry mencoba untuk membuka gaun yang masih dikenakan oleh istrinya. Ana menolak, dan ia menukarkan posisinya dengan suaminya. Sekarang Ana yang berada di atas tubuh suaminya. Ana hanya duduk tertawa cengengesan.
“Sayang, ayolah.”
Ana tiba-tiba saja muntah di atas tubuh suaminya. Adry sangat terkejut melihat istrinya.
“Sayang, tuh kan kamu masuk angin jadinya. Tadi Mas bilang jangan terlalu banyak minum, kamu malah nggak dengerin Mas.” Ucap Adry memarahi Ana
Adry lalu membersihkan dirinya, ia juga mengajak istrinya. Adry benar-benar kewalahan menghadapi Ana yang tak sadarkan diri bertingkah laku. Dengan sabarnya, Adry membersihkan wajah istrinya, setelah selesai istrinya langsung kabur meninggalkannya.
Adry membiarkannya dan tak menangkapnya. Adry hendak membersihkan dirinya dulu. Setelah selesai Adry keluar dari kamar mandi itu yang hanya menggunakan handuknya saja. Lagi-lagi Adry tak melihat istrinya hilang tak ada di ranjang atau pun di sekitaran kamar itu. Adry pun melangkahkan kakinya untuk melihat sebelah ranjang mereka, yang waktu itu Ana pernah tertidur di samping ranjang.
Ana ternyata ada tertidur dilantai itu. Mata Adry terbelalak melihat istrinya yang hanya menggunakan pakaian dalam saja. Untuk pertama kalinya Adry baru kali itu melihat istrinya sangat s3ksi. Ana melepaskan gaunnya karena ia merasa kepanasan memakainya.
“Sayang, mengapa kamu tidur di lantai ini. Nanti kamu tambah masuk angin loh.” Ucap Adry sambil mengangkat istrinya.
“Mas, aku sangat mencintaimu. Aku siap Mas.” Ucap Ana lalu melingkarkan tangannya memeluk Adry.
“Tapi maaf jika aku tak peraw4n lagi.” Ucap Ana tak sadar berkata seperti itu. Ana mengatakan hal itu karena setiap harinya ia memikirkan suaminya yang menganggapnya sudah tak perawan lagi. Jadi, ia pun menganggap dirinya seperti itu juga.
Mendengar ucapan Ana yang berkata seperti itu, Adry jadi meragukannya lagi. Tapi Adry tak mempedulikan masalah itu. Orange juice yang dicampurkan oleh Sarah dengan obat perangsang yang sebenarnya untuk Ana namun Adry yang meminumnya, kini akhirnya sudah bereaksi.
Sehingga membuat Adry tidak mundur untuk melakukannya karena ia sudah sangat teransang dengan istrinya. Adry tak mau melakukan pemanasan lagi karena ia sudah sering melakukannya. Adry langsung bergerak kebagian intinya langsung.
Adry membuka semua pakaian dalam Ana. Adry mendaratkan tangannya yang melihat tubuh istrinya yang begitu mulus. Adry membuka handuk saja yang ia kenakan. Dan ia bersiap-siap untuk memasukkannya. Sangat sulit untuk Adry menembus kepunyaan istrinya. Ditambah lagi karena Ana menjerit histeris kesakitan. Jadi terkadang ia segan untuk memasukkannya. Hingga pada akhirnya ia memaksakan kembali memasukkannya karena nafsunya yang memuncak atas dorongan dari obat perangsang itu.
Hingga akhirnya Adry berhasil menembusnya. Ana menangis merintih kesakitan. Kakinya bergetar lemah tak berdaya. Adry merasakan kaki istrinya yang bergetar, ia pun melepaskannya. Kemudian tanpa sengaja Adry melihat bercak darah yang masih basah.
“Darah? Darah apa ini? Apakah ini darah perraw... Sayang, kamu masih peraw4n.”
Ana tak menjawab, ia hanya menangis merasakan sakitnya malam pertama dan sebenernya juga merasa sedikit kecewa dengan suaminya yang tak mempercayainya.
“Sayang, maafkanlah aku karena selalu saja meragukan mu.” Ucap Adry sambil memeluk istrinya yang menangis.
“Sayang, kamu jangan menangis,” pinta Adry
__ADS_1
“Lakukanlah sepuas mu Mas.”
“Nggak, Mas nggak mau melanjutkannya lagi jika kamu masih menangis. Mengapa kamu menangis sayang? Mas tahu kamu pasti sangat kecewa sama Mas. Maafin Mas ya sayang.” Ucap Adry sambil menghapus air mata istrinya.
“Lanjutkanlah Mas.”
“Mas nggak mau melanjutkannya jika kamu menangis sayang. Apa kamu merasa sakit, itu sebabnya kamu menangis? Jika karena kamu merasa sakit, Mas nggak akan melanjutkannya lagi.”
Adry kemudian hendak beranjak dari ranjang itu untuk mengambil piyama istrinya di lemari. Ana menahannya.
“Lakukanlah, jangan tahan nafsumu itu. Bukankah kau sudah menahannya sejak lama, bukankah kau yang bilang bahwa ini malam yang tepat.”
“Tapi sayang kamu...”
“It's oke, (nggak apa-apa). Aku bisa menahannya untukmu Mas.” Ucap Ana menatap meyakinkan suaminya.
Dengan mendengar istrinya yang mengatakan hal itu. Adry pun membuka kedok nafsu yang ia tahan-tahan. ia lalu kembali memasukkannya. ia memasukkannya secara despacito, namun tetap saja Ana merasa sakit.
Adry semakin tak sabaran, ia pun menyerang istrinya dengan kekuatan maksimal keluar masuk dengan kencang. Hal itu membuat Ana terkadang menangis kesakitan namun kadang mendesah menikmati. Adry tentunya sangat menikmati juga hal itu. Sudah lama ia menahan ingin melakukannya. Karena beberapa masalah yang selalu datang pada mereka, membuat mereka gagal berkali-kali.
Hingga pada akhirnya Adry dan Ana sudah mencapai puncaknya. Adry masih belum berhenti melakukannya, namun karena istrinya ia pun berhenti melakukannya. Adry pun bernafas terengah-engah jadinya karena bermain terlalu cepat. Ana, wajahnya terlihat sangat pucat karena tenaganya terkuras meladeni suaminya. Ana begitu sangat tidak menyangka dengan kekuatan suaminya yang tak terduga seperti itu.
“Aku sama sekali tak menyangka sama Mas yang sangat ganas seperti itu. Mas sangat kuat dan tak kenal lelah.” Ucap Ana sambil menatap suaminya yang sedang berbaring disampingnya. Adry hanya tersenyum menatap istrinya.
Kini, karena istrinya sudah tak sanggup, Adry bermain ringan dengan istrinya. Adry meraba dan mer3mas tubuh bagian dad4 istrinya dengan lembut. Dengan sentuhan seperti itu saja, sudah membuat istrinya mengeluarkan suara desahan.
“mmm mmm Mas,”
“Iya sayang kenapa?” Tanya Adry menghentikan kegiatannya.
“Tidak, tidak ada apa-apa.” Jawab Ana sambil membuka matanya dan menatap suaminya.
“Ouwh kamu sangat menikmati setiap sentuhan Mas yah.” Goda Adry hingga membuat istrinya malu.
pp
“Mas, jangan menyentuh pinggangku seperti itu, aku merasa sangat kegelian Mas,” ucap Ana menjauhi suaminya.
“Mas tak sengaja sayang, mengapa kamu sampai-sampai harus menjauhi Mas seperti itu. Ayo kemarilah dan kembali mendekat pada Mas.” Ucap Adry memanggil Ana dengan lembut. Namun Ana tak kunjung datang mendekatinya.
“Kalau kamu tak datang mendekati Mas, Mas akan menerkam mu dan menggelitiki pinggang mu sampai kamu pingsan.” Gertak Adry membuat Ana pun menjadi mendekatinya dan memeluknya.
“hmm, istri yang baik.”
“Mas suami yang jahat.”
“Iya, selama ini Mas jahat banget sama kamu sayang. Banyak sekali kesalahan-kesalahan yang menyakitimu.” Ucap Adry dengan drama menangis-nya.
“Mas, kok malah nangis sih. Yang lama jangan diingat lagi dong Mas, please.”
“Baiklah, tapi ada syaratnya. Mas mau kiss atau kalau nggak Mas mau main lagi.” Seru Adry
“Aneh, Mas yang banyak salah kok malah minta syarat Mas diturutin.” timpal Ana berpikir.
“Ya sudahlah, Mas meminta maaf atas semua kesalahan Mas selama ini.” Ucap Adry sambil menaikkan selimutnya dan lalu membalikkan tubuhnya memunggungi istrinya.
Ana menyesal berkata seperti itu pada suaminya. Ana berusaha untuk membujuk suaminya agar tak merajuk mendiamkan.
“Sayang, jangan diam-diam bae dong. look at me, please. (tolong lihat aku).” Ucap Ana sambil memegang pipi suaminya untuk melihat kearahnya.
Adry yang berpura-pura menutup matanya pun langsung membukanya.
“I just want to be kissed by you, my wife. (aku hanya ingin di cium olehmu, istriku).” Ucap Adry.
__ADS_1
Ana langsung meluma bibir suaminya dan hanya sebentar saja ia lakukan.
“One more time (sekali lagi).” Ucap Adry kembali meminta.
“Nou...” ucap Ana menanggapi suaminya dengan cepat.
“Please sayang...” ucap Adry.
Namun Ana tak mau lagi menc!um suaminya yang bertingkah mempermainkannya. Sekarang, giliran Ana yang merajuk pada suaminya. Ana yang kini memunggungi suaminya. Adry memanggilnya dan ia pun diam tak menjawab. Hingga pada akhirnya Adry menggelitiki memegang pinggangnya. Ana pun terpintal-pintal di dalam pelukan suaminya.
“Kamu nggak boleh mendiamkanku seperti itu sayang. Karena kamu telah melakukan kamu harus menerima akibatnya.” Ucap Adry kembali menindih tubuh istrinya.
“Mas... ini sangat tidak adil untukku. aku sudah sangat lelah sekali Mas. sudahlah, aku mau tidur.” Ucap Ana memelas meminta untuk dilepaskan dari nafsu suaminya yang kembali bangkit.
Adry tak mempedulikan keluhan istrinya yang menolaknya, ia pun kembali memberikan serangan pada istrinya. Ana pun kembali mengeluarkan suara aneh karena ulah suaminya itu.
Adry pun menghentikan serangannya, ia tak tega melihat istrinya yang sudah tak sanggup. Adry pun menyelimuti istrinya dengan selimut.
“I love you istriku.” Ucap Adry sambil mencium kening, pipi kanan kiri, dan juga bibir istrinya.
Adry lalu tertidur terlentang di samping istrinya. Namun tiba-tiba saja Ana mendekatinya dan menaruh kepalanya di atas dad4 Adry dan lalu memeluknya. Adry kemudian memiringkan tubuhnya, ia lalu membalas pelukan istrinya. Akhirnya mereka berdua pun terlelap setelah menikmati malam pertama yang perfect (sempurna) itu.
----------------
Pagi harinya akhirnya tiba, Adry terbangun dari tidurnya yang masih tetap memeluk istrinya. Adry melepaskan pelukan hangat istrinya.
“Aishh auw...” rintih Ana kesakitan ketika Adry bergerak.
“Kamu kenapa sayang?” tanya suaminya.
Ana pun membuka matanya, ia melihat suaminya tengah bertelanjan6 dad4. Ana pun merasakan dirinya seperti tak mengenakan baju sehelai pun. Ana pun melihat dirinya memang benar-benar tak memakai baju sama sekali.
“Mas, apakah kau sudah melakukannya? Aku merasa sakit sekali pada bagian sensitifku”
“Hah? Apa kau tak mengingatnya sama sekali?” Tanya Adry balik bertanya.
“Entahlah Mas, kepalaku sakit sekali mengingatnya.” Ucap Ana sambil memegangi kepalanya.
“Sudahlah, jangan terlalu dipaksakan untuk mengingatnya, nanti bisa-bisa kamu malah sakit lagi.”
“Aku bertanya padamu Mas, apakah kau memang benar melakukannya?” Tanya Ana sekali lagi.
“Iya sayang, iya. Itu kan hak milik Mas. Mengapa kamu sepertinya tak suka Mas melakukannya padahal kamu sendiri juga menyetujuinya kok.”
“Aku tahu Mas, bagaimana cara Mas bermain semalam?” Ucap Ana tak marah padanya. Hanya saja karena ia tak mengingat apapun sehingga membuatnya penasaran bertanya.
“Oh itu, tadi malam Mas pakai gaya gunting (scissors)....”
“Bukan pertanyaan dengan jawaban itu yang ku maksud Mas.” Ucap Ana yang mendengar Adry malah menjelaskan yang tak sesuai dengan yang ia tanyakan.
“Lah terus, apa dong sayang?” Tanya Adry.
“Mengapa aku sampai merasa sakitnya luar biasa pada bagian sensitif ku. Apa Mas...”
“
“Sayang, jangan salahkan Mas, salahkan lah sepupumu itu. Dia dalang dibalik semua perlakuan Mas yang sangat... yang sangat... Dan mungkin dia memasukkan sesuatu di minuman yang Mas minum. Entah itu obat kuat atau obat perangsang Mas nggak tau.”
“Mas. Jangan membawa-bawa Sarah dalam hubungan ini. Dia itu masih pelajar Mas. Mana mungkin dia melakukannya.” Ucap Ana lemah lembut.
“Sayang, dia yang merencanakan ini semua untuk kita berdua. Yang membuatmu mabuk dan sampai tak mengingat apapun itu adalah ulahnya.”
“hmm sudahlah, hubungi saja dia. Mas akan menyiapkan air hangat untuk kamu mandi.” Ucap Adry lalu berlalu ke kamar mandi.
__ADS_1
Ana mencoba menghubungi adik sepupunya itu untuk mempertanyakan yang sebenarnya. Namun Sarah tak kunjung mengangkat telpon Ana berkali-kali. Ujungnya, Ana pun mengirimkan sebuah pesan melalui WhatsApp untuk Sarah.
✉️ “Sarah kakak ingin bertemu denganmu, tapi bukan di rumah. Temui kakak di caffeine dekat rumah.” kirim Ana ke WhatsApp Sarah.