Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 27. Pingsan


__ADS_3

Acara selesai, Adry dan Ana telah sampai di apartement mereka. Ana yang terlebih dahulu naik ke apartement mereka pun naik, sementara Adry masih memarkirkan mobilnya di Lobby. Dan kemudian Adry naik ke atas dan msuk ke apartemennya.


Adry mencari-cari keberadaan Ana, akhirnya ia pun menemukan Ana. Adry kesal melihat Ana malah berbaring enak-enakan di ranjang tempat tidurnya.


“hey.. enak aja kamu yaa.. tidur-tiduran di ranjangku. Sana cepetan beres-beres, semua ruangan tampak berantakan. Tadi pagi kamu ngga beres-bereskan?”. Tanya Adry dengan wajah marah.


“aduh Mas.. sebentar.. rasanya aku capek banget dan aku ngantuk sekali”. Lirih Ana yang masih memejamkan matanya.


Adry semakin murka mendengar ucapan Ana yang seperti itu, ia pun menarik tangan Ana dengan sangat kasar. Al-hasil, Ana pun terjatuh ke lantai.


"hee.. hee.. hey... jangan panggil-panggil aku dengan sebutan Mass".


“seharusnya kamu itu tahu diri, kamu tinggal di sini hanya numpang. Ngga ada lag yang peduli padamu bahkan keluargamu sendiri sudah tak menganggapmu lagi”. Ucap Adry sambil memegang pipi Ana dengan sangat kasar.


Perlakuan Adry yang sangat cepat dan kasar membuat Ana kesakitan, Ana kembali meneteskan air matanya. Ia pun pergi untuk mengerjakan pekerjaan rumah, mulai dari mencuci piring, menata barang-barang, menyapu dan juga mengepel lantai.


****


Hari pun semakin larut, Ana baru saja menyelesaikan semua pekerjaannya. Terdengar suara Adry berteriak-teriak memanggil-manggil Ana. Ana pun datang menghampiri Adry yang berada di kamar.


“hey.. kamu dari mana saja sih. Di panggil-panggil tak menyahut”. Tanya Adry dengan wajah kesal.


“aku berada di dapur, jadi.. aku tidak mendengarnya”. Jelas Ana.


“alesan aja kamu”.


“cepetan sini, pijat kakiku”. Perintah Adry.


“tapi.. aku sudah sangat lelah sekali. Tolong mengertilah aku”. Ucap Ana yang benar-benar sudah sangat lelah.


“aahh.. jadi seorang itu harusnya menuruti semua perintah suaminya. Makanya kamu itu kalau pagi-pagi jangan keluyuran nggajelas. Pagi-pagi itu harusnya kamu beres-beres dan menyiapkan makanan untukku”. Celoteh Adry panjang lebar.


“aku minta maaf, besok aku melakukannya dengan benar”.


“tapi aku mohon biarkan aku untuk beristirahat. Kali ini saja...”. Pinta Ana.


Adry tidak menuruti permintaan Ana untuk beristirahat, i masih saja bersikeras untuk minta di pijitin.

__ADS_1


Ana pun berusaha untuk tegar, ia kemudian naik ke atas tempat tidur dan mulai memijiti bagian kaki Adry.


“eee.. eee.. eeh.. ngapain kamu naik”. Ucap Adry.


“tapi mau mijitin kamu Mas”. Jawab Ana.


“yaa ngga harus naik juga kan !!!”. seru Adry.


Ana pun turun dari tempat tidur itu dan memijiti kaki Adry dengan berdiri.


"bisa mijit ngga sih sebenarnya, lembek amat". seru Adry.


"bisa Mas, tapi kali ini aku sudah benar-benar ngga kuat Mas". ucap Ana.


"aku tak peduli, kamu mijitnya yang bener dong". seru Adry lagi.


Ana pun berusaha mengeluarkan semua tenaganya. Kali ini Adry merasa puas dengan pijitan Ana dengan tersenyum sinis melihat Ana menderita.


Akhirnya Adry pun tertidur, Ana yang melihat Adry sudah tertidur pun memberhentikan pijitannya. Namun tiba-tiba terdengar suara...


"eeh... kok berhenti sih, lanjutin lagi". seru Adry terbangun saat Ana menghentikan pijitannya.


Ana yang wajahnya terlihat sangat pucat kelelahan. ia melihat sekeliling ruangan tampak berputar-putar dan akhirnya terlihat sangat redup gelap.


bbrrruuaakkk....


Ana pingsan dan terjatuh di atas tubuh Adry. Kepala Ana tepat jatuh di atas dada Adry. Sedangkan kaki Ana berada di bawah. Adry tidak menyadari hal itu. jika ia menyadari hal itu, mungkin dia akan sangat kesal dan mungkin akan memarahi Ana habis-habisan ataupun menyiksanya kembali.


Di dalam mimpi, Adry memimpikan Ana yang tidur di sampingnya. Namun di mimpi itu Adry merasa Aneh, ia memeluk Ana sangat erat dengan rasa yang nyata.


Adry tidak percaya dengan perlakuannya sendiri yang memeluk Ana dengan sangat erat. Ingin ia melepas pelukan itu, namun ia sama sekali tidak bisa melakukannya.


****


waktu telah menunjukkan jam 3 pagi, Ana pun tersadar dari pingsannya. betapa terkejutnya ia berada dalam pelukan hangat Adry. Ana masih terdiam di dalam pelukan Adry dan mencoba mengingat apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya.


Ana pun mengingat bahwa ia terjatuh pingsan karena kelelahan, ia pun mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Adry yang mungkin tidak disadari oleh Adry.

__ADS_1


"Jika Mas Adry sampai melihatnya memeluk dirinya, Mas Adry akan marah besar padanya karna tidur di tempat tidurnya". gumam Ana dalam hati.


Ana pun mengambil bantal, kasur tipis dan selimutnya untuk berindah tempat tidur di bawa. Ana mencoba untuk tidur kembali, ia masih merasa kurang tidur dan masih sangat lelah.


****


pagi harinya, Adry bangun kesiangan ia terburu-buru ke kamar mandi untuk pergi bekerja. selesai mandi ia pun mengenakan pakaian dengan setelan jas berwarna hitam.


Setelah selesai berpakaian rapi, ia pun mencari keberadaan Ana, ia berpikir mungkin Ana sedang bekerja mempersiapkan sarapan untuknya.


Adry tidak menemukan keberadaan Ana, ia pun semakin kesal.


"kemana wanita itu". ucap Adry.


Adry pun kembali ke kamarnya, akhirnya Adry melihat Ana yang masih tertidur disamping tempat tidurnya. Adry melihat Ana yang masih tertidur sangat pulas, ia pun memiliki ide untuk membangunkannya. Adry mengambil seember air untuk menyiram Ana.


"ya ampun. banjir.. banjir.. tooollooonnggg". ucap Ana berteriak.


"heh heh heh.. jangan berisik, ngga ada banjir disini". ucap Adry sambil mengguncangkan tubuh Ana dengan kasar agar Ana tersadar.


"hah.. ya ampun apa yang kamu lakukan padaku". ucap Ana.


"huh, jam segini baru bangun tidur. mana sarapanku". tanya Adry dengan nada membentak.


"maaf, aku belum membuatnya Mas. aku.. aku.. kebablasan tidur kesiangan. aku merasa sangat kelelahan sekali semalam". jelas Ana.


"aaah alasan kamu, aku muak dengan semua alasanmu". ucap Adry.


Adry kembali lagi menjelaskan pada Ana untuk melakukan semua pekerjaan dengan baik. Kemudian, Adry pergi ke restoran barunya meninggalkan Ana dengan perasaan yang penuh amarah. ia pergi dengan perut kosong yang sudah meronta-ronta untuk diberi makan.


Ana merasa bersalah karena tak melakukan kewajibannya sebagai seorang istri untuk mempersiapkan sarapan untuk suaminya. Ana pun mencoba untuk bangun dari tempat ia tidur dan mencoba untuk melakukan sesuatu untuk suaminya.


Ana mencoba untuk membuat sarapan untuk suaminya, dan ia berencana akan mengantarkannya ke tempat Adry bekerja.


****


Ana mencoba untuk memasak nasi goreng dengan dipandu oleh chef-chef di YouTube. sama seperti kejadian yang lalu, Ana masih takut memasukkan bahan-bahan ke dalam minyak yang sudah panas. Ana takut kalau hal itu sampai terjadi lagi dan mengenai tangannya lagi.

__ADS_1


Bersambung....


BY.BAE©


__ADS_2