
Adry yang mendengar sebuah pertengkaran hebat di kamar Rita, mendekat ke kamar itu, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
“Enyahlah dari hadapanku,” bentak Rita sambil melayangkan tangannya.
Ana tak dapat menahan tampar4n yang akan mendarat ke pipinya, ia hanya memejamkan matanya dengan pasrah. Adry yang melihat perlakuan kasar Rita pada istrinya bergegas melindungi istrinya. Adry memeluk melindungi istrinya, sedangkan ia jadi sasaran mendapatkan tampar4n keras dari Rita. Mendapat tamparan dari Rita yang keras, Adry melototi Rita dengan wajah yang sangat murka.
“Mas... Maaf aku tidak sengaja. Aku hanya ingin...”
“Ingin apa? Kau ingin menyakiti istriku?” ucap Adry murka.
“Sayang, are you okay? Hah kamu nggak apa-apa kan sayang?” tanya Adry sambil memegangi tubuh istrinya untuk mengecek-ngecek keadaannya.
“Aku nggak apa-apa Mas.”
“Dasar kamu tidak tau diri.” Adry lalu mendorong tubuh Rita hingga terjatuh.
“Ayo sayang kita pergi dari rumah ini jika iblis ini masih disini,” ucap Adry.
Adry menuntun istrinya untuk keluar dari kamar itu. Rita menghentikan Adry dengan bersujud meminta dimaafkan. Adry yang merasa jijik akan sentuhan Rita yang memeluk kakinya, menjauhkan Rita darinya. Rita terpelanting jatuh kembali.
“Ayo sayang kita pergi,” ajak Adry pada Ana.
Rita mendapatkan cara untuk menghentikannya Adry. Mencari perhatian Ana akan mempermudah dirinya untuk menghentikan Adry.
“Aarrgg perutku.. aduh sakit sekali,” rintih Rita sambil menangis.
Ana berbalik badan menghampiri Rita yang tengah menangis merintih kesakitan. Ana tersadar bahwa Rita sedang hamil mengandung anak suaminya, Ana jadi melupakannya karena emosi kecewanya yang terlalu besar.
“Rita, kamu kenapa? Apa perutmu sakit? Ah ya ampun Rita.”
Ana mencoba untuk membantu Rita berdiri, dan Rita masih dalam masa aktingnya. Adry hanya melihat memperhatikan permainan yang sedang dimainkan oleh Rita.
“Mas... Mengapa kamu hanya diam saja, ayo angkat Rita Mas,” ucap Ana dengan perasaan khawatir.
“Biarkan saja sayang, paling juga itu akal-akalannya saja,” lirih Adry santai.
“Mas kamu ini apa-apaan sih, gimana kalo sampai terjadi apa-apa pada anakmu yang dikandung oleh Rita Mas. Ayo cepat bantu dia Mas,” seru Ana.
__ADS_1
Rita melotot memandang Ana menggelengkan kepalanya bermaksud memberitahu bahwa ia tidak hamil. Rita salah mengambil langkah ini, ia sangat menyesal melakukan idenya kali ini.
“Habislah aku,” ucap Rita melihat Adry yang melototinya.
“Apa? Dia hamil anakku? Itu tidak mungkin, aku sama sekali tidak pernah menyentuhnya,” lerai Adry.
“Tapi Rita bilang kamu hamil anaknya, dan bukankah Mas memang melakukannya. Aku juga tak sengaja melihat Mas hendak melakukannya dan aku juga mendengar suara desahan Rita dengan waktu yang sama setelah aku melihat Mas hendak melakukannya.”
“Apa? Itu tidak benar sayang. Iblis ini benar-benar keterlaluan,” ucap Adry mendekat lalu menjambak rambutnya.
Rita menangis mendapat perlakuan kasar itu. Adry yang tengah menjambak Rita meminta ia untuk memberitahu semua kebenarannya pada Ana. Rita tak mau berbicara, ia malah semakin menangis. Adry pun memperkuat jambak*nnya. Akhirnya Rita mengungkapkan yang sebenarnya.
“Ana, maafkan aku... Aku sebenarnya tidaklah mengandung anak Mas Adry,” ucap Rita sebatas itu saja.
“Katakan semuanya,” bentak Adry yang tak puas.
“Dan Ana, Mas Adry memang benar, Mas Adry sama sekali tak pernah menyentuhku selama ini,” ucap Rita terisak-isak menangis.
“Apa? Kau membohongiku dengan kebohongan mu yang kotor ini? Rita, kau sungguh benar-benar keterlaluan kali ini? Dengan caramu berbohong mengandung anak Mas Adry, kau juga memintaku untuk menceraikan Mas Adry demi kebaikan anak yang sebenarnya tak ada. Dimana hati nurani mu Rita?” ucap Ana kali ini benar-benar menangis dengan penghianatan besar yang dilakukan Rita.
“Apa... Kau menghasut istriku untuk menceraikanku! Dasar wanita samp*h.”
Tampar*n pedas mendarat di pipi Rita. Tangisan Rita semakin menjadi-jadi, ia lalu berlutut meminta maaf pada Ana. Adry dengan berusaha menjauhkan istrinya sebelum Rita menyentuh bersujud pada istrinya.
“Jangan mendekati istriku untuk menghasutnya memaafkanmu,” ucap Adry.
Ana hanya diam membisu dengan air mata yang mengalir begitu saja.
“lihat, kau membuat istriku menagis,” bentak Adry pada Rita.
“Sayang, kamu jangan menangis. Ayo kita pergi, kita pulang ke apartemen kita saja. Disini ada dia yang akan mengganggumu,” ucap Adry pada Ana.
Ana menagis memeluk suaminya. Adry menenangkannya sambil menuntunnya untuk pergi meninggalkan rumah itu. Rita menyusul mereka dengan berteriak bahwa ia harus ikut. Dan Rita membawa-bawa dirinya adalah istri sahnya juga. Adry menghiraukannya, ia hanya tersenyum sinis melihat sifat Rita yang memang benar menyerupai iblis baginya.
Saat Adry sudah menuntun istrinya untuk masuk, orang tua Adry akhirnya datang. Hari ini ayahnya Adry pulang dari luar negeri mengurus bisnis keluarga Dexter. Ibunya saja yang menjemput ayahnya ke bandara. Ayah dan ibunya pun turun dari mobil. Orang tuanya benar-benar kaget melihat anaknya Adry tengah murka. Mereka juga melihat Rita yang menangis dihiraukan oleh Adry.
“Ada apa ini, Nak?” tanya ayahnya pada Adry.
__ADS_1
Adry tak menjawab pertanyaan ayahnya. Adry meminta maaf dan meminta izin untuk pulang ke apartemennya bersama Ana.
“Nak, apa yang sebenarnya terjadi, dan... mengapa Rita menangis?” tanya ibunya penasaran.
“Tanyakan saja padanya Mah, apa yang telah ia lakukan pada Ana selama ini,” ucap Adry lalu masuk ke dalam mobilnya.
“Ana, kenapa Ana? Mengapa Ana menagis?” tanya ibunya.
Adry meminta ibunya untuk menjauh dari mobil itu, karena ia hendak pergi. Ibunya tak bisa menahan sikap Adry yang jikalau dipaksa malah akan mengusik mentalnya. Ibunya pun menyingkirkan diri dari mobil itu, dan biarkan Adry pergi. Adry lalu menitahkan si sopir untuk pergi.
Hanya Rita lah yang tersisa untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ayah dan ibunya Adry bertanya pada Rita. Namun Rita tak menjawab dan selalu saja menangis. Orang tua Adry tak terlalu memaksa Rita untuk menjelaskan semuanya. Rita pun dituntun oleh ibunya Adry untuk beristirahat saja.
*****
Di mobil, Ana masih saja menangis bercucuran air mata. Adry menenangkan istrinya, menarik tubuh istrinya masuk kedalam pelukannya.
“Sayang sudahlah, kamu jangan menangis lagi yah.”
“Mas, aku benar-benar tidak mengerti dengan semua ini. Sakit sekali rasanya dikhianati oleh orang yang sangat kita sayangi.” ucap Ana.
“Sudahlah sayang, sudah sudah”
“Pak kita mau kemana?” tanya pak sopir.
Adry memberitahu sopir itu untuk pergi ke suatu tempat. Adry ingin membawa istrinya ke suatu tempat yang mungkin bisa menenangkan istrinya itu. dan selang beberapa menit kemudian mereka pun sampai.
“Mas untuk apa kita kesini?” tanya Ana penasaran.
“Sebentar... Mas akan membukakan pintu untukmu,” ucap Adry mengalihkan.
Ana keluar dari mobil itu dengan Adry yang membukanya. Setelah keluar, barulah Ana melihat pemandangan yang indah dipandang oleh matanya. Adry membawanya ke sebuah tepian tebing yang terjal.
“Sekarang teriaklah sekuat tenagamu sayang, dengan begitu kamu akan lebih lega dan tenang,” ucap Adry.
Bersambung...
Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe
__ADS_1
Salam Hangat~`
BY.BAE©