
Tiba di bandara Zahra baru tau jika suaminya ingin membawanya ke Mesir'' Loh.. kok mas Zaka enggak bilang bilang kalo mau ke Kairo sih Mas '' Kata Zahra tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa ke Mesir bersama suaminya.
'' Kau senang sayang..'' tanya ustadz Sulaiman lagi lagi tidak menjawab istrinya
'' Tentu saja Mas... tapi bagaimana dengan Umi Abi ibu dan Abah, kita kan belum pamit Mas .'' tanya Zahra.
'' Mas sudah pamit kemarin sewaktu kita berkunjung ke rumah Abah dan ibu.. Umi dan Abi juga sudah Zahra '' Lembut ustadz Sulaiman menjawab istrinya
"Benar kah.. Aaaa aku sudah tidak sabar ingin tiba di Mesir... " Kata Zahra antusias.
Sulaiman tersenyum senang melihat istrinya yang sangat bahagia ingin berangkat ke Mesir.
Beberapa minit menunggu akhirnya mereka naik ke pesawat karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Ustadz Sulaiman membawa istrinya ke kursi First class.
Zahra menyerjit" Loh, mas ini bukannya kursi First class itu ya mas, yang kursinya bisa di ubah jadi kasur gitu'' kata Zahra di angguki oleh suaminya.
__ADS_1
'' Lah.. mas Zaka enggak salah masuk kan, soalnya ini lebih mahal dari business class loh mas '' Ujar Zahra masih berdiri dan ragu untuk duduk.
Ustadz Sulaiman terbahak mendengar ocehan istrinya.'' hahaha Kenapa kau cerewet sekali sih sayang... jika kau terus mengoceh kapan kau mau duduk sayang.. sebentar lagi pesawat akan lepas landas.. nanti kau bisa jatuh Sayang..'' Ujar ustadz Sulaiman di akhir tawanya.
Zahra mendudukkan dirinya kemudian kembali bertanya '' Mas ambil uang dari mana emang sih bisa membeli tiket mahal di pesawat ini'' tanya Zahra yang sangat penasaran.
Sebelum ustadz Sulaiman menjawab istrinya. Zahra lebih dulu bersuara. '' ngerampok.. pasti itu kan jawapannya.. ni mulut juga sering ingin bertanya padahal udah tau jawabannya '' ujar Zahra terdengar ketus karena suaminya itu sering menjawabnya dengan candaan jika dia bertanya.
Hahahahha
'' Udah sayang... jangan ngambekan gitu dong.. nanti dedek bayinya juga suka ngambek kan repot sendiri ngurus nya sayang... Mas itu sengaja membeli tiket first class agar Istri mas dan calon bayi mas ini bisa bobo dengan tenang.. Udah ya jangan ngambek '' bujuk Ustazd Sulaiman pada istrinya sambil mencium dahi Zahra yang tertutup cadar.
Zahra mengembang kan senyumannya dan langsung memeluk suaminya.'' makasih Mas Zaka.. '' Kata Zahra dengan haru memeluk suaminya. Zahra tidak menyangka jika dia akan menikah dengan laki-laki yang sangat menyayangi nya. Laki laki lemah lembut menerima semua kekurangan dan kelebihan nya. Laki laki yang memperlakukan nya seperti seorang ratu.
Beberapa minit berlalu akhirnya pesawat mereka lepas landas.
__ADS_1
,,,
Di rumah Mama Sisil. Sisil sedang tersenyum melihat ponselnya karena Zahra sedang berfoto-foto di pesawat tadi sebelum lepas landas dan menghantar nya pada Sisil dengan emoji bahagia dan juga menulis sebuah pesan.
Aku pamit ya bestie... umuahhhh semoga kau cepat sembuh dan di beri momongan lagi. ..Adik Daffa si gembul. Wkwkwkw.
Seperti itu lah kira kira pesan Zahra pada Sisil. Zahra juga mengirim pesan yang sama pada Ayuna.
'' Semoga kau selalu bahagia Zahra..'' gumam Sisil masih tersenyum melihat foto Zahra bersama suaminya.
'' Apa yang kau lihat'' Tanya Ken menghampiri Sisil. Ken baru saja menidur kan anak mereka.
''Melihat foto Zahra bersama suaminya.. mereka berangkat ke Mesir hari ini..'' kata Sisil tersenyum melihat ke arah Ken dan memperlihatkan layar ponselnya.
Ken melihat foto ustadz Sulaiman bersama dengan Zahra kemudian tersenyum pada Sisil.
__ADS_1