
Adry sampai di tempat Ana menenangkan diri. Ana menenangkan dirinya di rumah paman dan bibinya (orang tua Sarah). Adry disambut ramah langsung oleh orang tua Sarah. Adry pun bercengkrama dengan orang tua Sarah terlebih dahulu.
“Om, Tante, perkenalkan nama saya Adryan De...”
“Oh ini suaminya Ana. Wah tampan sekali yah.” Ucap Bibinya Ana heboh.
“Hehe iya Tante, saya adalah suaminya Ana.”
“Kamu kesini, mau jemput Ana. Benarkan?” Ucap Pamannya Ana menebak.
“Iya Om, tepat sekali.” Ucap Adry tersenyum cengengesan.
Adry tak sengaja melihat Ana yang hendak ke ruang tamu, namun Ana mengurungkan niatnya karena melihat Adry.
“Om, Tante, bolehkah saya menemui Ana. Saya melihatnya lewat tadi.”
“Tentu saja boleh, kami tidak ada hak untuk melarang mu.” Ucap Bibinya Ana.
Adry langsung mengejar Ana yang menghindarinya. Adry pun melihat istrinya hendak masuk bersembunyi dikamarnya. Adry pun berusaha masuk sebelum pintu itu dikunci oleh istrinya. Yah, Adry pun akhirnya berhasil masuk.
“Kuncilah pintunya, bukankah kau akan mengunci pintunya.” Ucap Adry mendekati istrinya.
Ana tak jadi mengunci pintu kamar itu. Ana hendak berdalih dari suaminya, namun Adry langsung menangkapnya dan lalu memeluknya erat. Adry pun menc!um bibir istrinya yang merah merekah itu. Ana pun kewalahan menghadapi suaminya itu. Ana tak bisa melepaskannya, ketika Ana berhasil melepaskannya suaminya malah menangkapnya kembali.
Adry hilang kendali karena nafsu bersama dengannya. Adry lalu mendorong tubuh Ana untuk berjalan mendekati ranjang. Hingga akhirnya Ana pun terjatuh di atas ranjang itu karena suaminya yang mendorongnya.
Adry meminta Ana untuk membuka pakaian yang Ana kenakan. Ana menolak karena ia belum menutup pintu kamar itu tadinya. Ana tak tahu kalau suaminya akan melakukan hal ini dengan serangan yang mendadak. Adry pun memaksa Ana untuk membukanya. Namun, pada saat hendak dibuka...
“Ana suamimu mencari mu. Apakah kamu sudah ber-te-mu dengan-nya.” Ucap Tantenya Ana membuka pintu kamar itu dan melihat Adry dan Ana sedang.
Ana langsung mendorong tubuh suaminya hingga terjatuh dan bahkan terbentur kena lemari.
“Ah maaf, Tante tak tahu ternyata kamu sudah bertemu dengan suamimu.” Ucap Bibinya Ana sambil menutup pintu kamar itu kembali. Ana terperanjat malu pada Bibinya.
“Lagi-lagi gagal maning, gagal maning,” Gumam Adry kesal.
Selalu saja ada halangannya setiap mereka berdua hendak melakukannya. Tapi kali ini, Adry sebenarnya tak terlalu niat untuk melakukannya, karena mereka sedang di rumah paman dan bibinya Ana. Adry juga takut sebenarnya jika ia melakukannya, takutnya semua orang akan mendengar suara aneh yang menggemparkan nantinya.
“Aduh...” Adry merintih kesakitan dan Ana pun menyadarinya.
“Mas... kamu kenapa Mas?” Tanya Ana khawatir, dan Adry sangat senang melihat kekhawatiran istrinya padanya.
“Aduh sayang, aduh sakit banget ini.” Ucap Adry manja sambil menunjuk-nunjuk kepalanya yang sedikit memerah. Ana pun menghampiri suaminya yang terjatuh dilantai karenanya.
“Ya ampun Mas, kok bisa sampai benjol dan merah seperti ini sih. Sebentar, aku cari obat untuk mengobatinya.” Ucap Ana sambil berdiri, namun ia malah terjatuh kedalam pelukan suaminya karena ditarik oleh suaminya.
“Sayang kamu mau kemana.”
“Mau nyari obat untuk Mas... Lihatlah Mas, ini semakin membengkak.”
“Aduh sayang sakit.” Ucap Adry karena Ana tak sengaja menyentuh bagian yang bengkak.
“Ah maaf Mas, aku tak sengaja menyentuhnya.”
“tidak apa-apa sayang. Ayo buruan obati!”
“Mas... bagaimana caraku mengobati mu jika obatnya saja tidak ada. Dan bagaimana caraku mencari obatnya jika kamu memelukku seperti ini.”
__ADS_1
“Kamu adalah penawarnya sayang. Cukup memberikanku sebuah Kiss, maka benjolan ini akan hilang mengempis dengan sendirinya.”
“Mana mungkin bisa langsung mengempis seperti itu.”
“Bisa sayang coba saja buktikan.” Ucap Adry sambil menunjuk bibir sesinya.
Ana menolak dan mencoba untuk bangkit melepaskan pelukan suaminya untuk mencari obat untuk mengobati suaminya. Adry langsung menarik tangan istrinya kembali dan bibinya pun bertemu dengan bibir istrinya. Hanya sebentar, Adry langsung melepaskannya.
“Lihatlah sayang, setelah aku mendapatkan Kiss darimu, benjolannya langsung mengempis.” Ucap Adry sambil menekan dan menarik kulit tepian kulit keningnya dengan tangannya yang berlainan arah menarik.
Ana tertawa melihat tingkah lucu suaminya, dan Adry pun ikut tertular tertawa.
“Sayang, ayo ikut pulang denganku. Hari ini adalah hari jadi Papa dan Mama. Mama membuat sebuah acara untuk merayakannya. Mama juga meminta kita berdua untuk hadir di acara itu.”
“Mas aku...”
“Ayolah sayang, bisa-bisa Mama kecewa pada kita karena tak hadir. Secara aku adalah anak tunggalnya dan kamu adalah menantu satu-satunya sayang.” Ucap Adry.
“Hhmm baiklah Mas, aku akan membereskan barang-barangku dulu.” Ucap Ana sambil mencoba untuk berdiri.
Untuk kesekian kalinya Adry menariknya kembali hingga terjatuh kedalam pelukannya. Adry lalu menyapu rambut istrinya kebelakang telinga istrinya.
“Jangan lama-lama ya sayang. Kau sudah lama membuatku menunggu sebelumnya.” bisik Adry lembut di dekat telinga istrinya. Adry lalu menuntun istrinya untuk berdiri.
Setelah Ana sudah membereskannya, ia pun keluar dari kamar itu. Suaminya sudah lebih dahulu keluar kembali berbincang dengan paman dan bibinya. Adry yang melihat suaminya sudah siap untuk pulang dengannya, langsung meminta izin untuk membawa istrinya pulang pada paman dan bibinya. Begitu juga dengan Ana, ia pun berpamit pulang.
“Paman, bibi Ana pamit pulang yah, jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah dalam bekerja, bekerjalah secukupnya dan jangan terlalu dipaksakan.” Ucap Ana cerewet mengingatkan paman dan bibinya yang sangat ia sayangi.
Bibinya pun tersenyum dan langsung memeluk keponakannya.
Adry yang mendengar samar-samar bisikan Bibinya Ana, ia pun tersedak tertawa kecil. Ana menjadi sangat malu hingga membuat pipinya memerah dengan mengingat bibinya yang tak sengaja memergoki mereka tadinya.
Paman dan bibinya pun mengantar mereka ke depan. Sampai mereka masuk ke mobil dan berangkat, paman dan bibinya pun masuk ke dalam rumah setelah mereka tak lagi melihat mobil mereka.
“Sayang mengapa pipimu merah sekali seperti itu. Apa kamu sedang menggunakan blush on di pipimu. Tumben banget kamu pakai blush on sayang.”
“Ini semua gara-gara Mas sih, tak mengunci pintu kamar itu.”
“Loh, kok gara-gara Mas sih sayang.” Ucap Adry tertawa melerai sambil menyetir mobilnya.
“Kan tadinya Mas bilang ‘di kunci aja karena kamu memang mau menguncinya’. Mas bilang kayak gitu kamu malah tak menguncinya, terus sekarang, kok kamu malah nyalahin Mas sih dalam hal ini.” Ucap Adry.
“Nggak ada tuh Mas bilang kayak gitu tadi.”
“Ada sayang, coba deh sayang ingat-ingat lagi.”
“Nggak ada Mas.”
“Ada.”
“Nggak ada Mas.”
“Iya udah deh nggak ada, nggak ada. Nggak habis-habis ntar kalo Mas bilang ada. terus” Ucap Adry mengalah.
“Ya karena emang nggak ada kok Mas...” ucap Ana membela diri sendiri.
“Iya, iya nggak ada sayang-ku...” ucap Adry mengalah.
__ADS_1
Ana pun diam dan tenang karena Adry mengalah. Padahal sebenarnya Adry ada mengucapkan hal itu. Cuma ya, Adry memaklumi Ana sebagai wanita yang selalu benar.
...----------------...
Adry memberhentikan mobilnya di sebuah butik.
“Untuk apa kita berhenti di butik ini Mas?”
“Hari sudah malam dan kita tak punya banyak waktu untuk ke apartemen berganti baju di sana. Ayo cepat turunlah. Pilih gaun yang mana yang paling kamu sukai.”
Mereka berdua pun turun dari mobil itu dan langsung masuk memilih pakaian yang hendak dikenakan untuk di acara pesta perayaan hari jadi orang tua Adry. Ketika masuk, Adry langsung mendapatkan baju yang cocok untuknya. Ana, ia masih bingung harus memilih gaun yang mana.
“Sayang, mengapa kamu belum juga menentukan gaun mu. Ayo cepatlah, bisa-bisa kita terlambat nanti ke acara itu.”
“Mas, aku bingung memilih gaunnya.”
“Mengapa harus bingung sih sayang, kamu tinggal pilih dan mencobanya. Jika yang kamu pilih itu tidak cocok, kamu bisa memilih yang lain untuk dicoba sampai benar-benar cocok untukmu.” Ucap Adry.
“Aku nggak suka dengan cara seperti itu Mas.”
“kenapa, hal itu biasa dilakukan setiap orang kok dalam membeli sebuah barang.” Ucap Adry sambil melangkah mendekati istrinya.
“Ya, karenakan kasihan ntar yang...”
“Yang apa, hmm?” Tanya Adry yang semakin mendekat dan membuat Ana semakin mundur melangkah.
“Mas, malu dilihatin orang, Mas gitu ih.”
“Malu kenapa, Mas cuma mau ngambil gaun yang cocok untukmu kok.” Ucap Adry sambil mengambil sebuah gaun di belakang Ana.
“Ini. Kamu coba pakai gaun yang ini saja.” Ucap Adry memberikan gaun itu pada istrinya.
Ana langsung mengambilnya dan masuk ke ruang ganti. Adry meminta para karyawan yang ada di ruangan itu untuk meninggalkan mereka berdua saja. Para karyawan itu tak menolak permintaan Adry.
Ana pun akhirnya keluar dari ruang ganti itu. Adry memang pandai dalam memilih baju untuk istrinya. Baju yang dipilihkan oleh Adri benar-benar sangat cocok untuk istrinya. Baju yang dikenakan oleh Ana, membuat lekuk tubuhnya terlihat sangat langsing.
Adry melangkah mendekat lagi.
“Mas bagaimana menurut Mas?” Tanya Ana ketika melihat suaminya semakin mendekat.
Adry tak menjawab pertanyaannya, karena ia sangat terpesona melihat istrinya yang sangat cantik dan anggun dengan memakai gaun yang ia pilih kan. Adry bangkit dari tempat ia terduduk dan langsung melangkah mendekati istrinya. Kemudian Adry mengangkat dagu Ana dan lalu menc!um istrinya itu. Ana memberontak karena malu dilihat karyawan butik itu nantinya.
“Iih Mas, kamu mah suka banget main nyosor-nyosor aja sesuka hati dan tak peduli dimana tempatnya. Malu tauk dilihat karyawan yang ada di sini.” Ucap Ana sambil memukul lembut dada suaminya.
“Nggak ada orang sayang, semua orang sudah Mas suruh untuk keluar.” Ucap Adry sambil melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
“Hayo, mau bilang alasan apalagi. Mas sudah menyuruh mereka keluar, supaya kamu tak beralasan itu lagi.” Ucap Adry hendak menc!um istrinya lagi.
“Tidakkah Mas melupakan CCTV itu, atau Mas tak melihatnya.” ucap Ana sambil mendorong Adry menjauh darinya dan menunjukkan kamera pengawas itu.
“Agh iya baiklah, kamu menang dalam beralasan lagi.” Ucap Adry lalu mengajak istrinya untuk pergi melanjutkan perjalanan menuju acara pesta itu.
Bersambung...
Salam Hangat~`
BY.BAE©
__ADS_1