
Adry dan Ayahnya telah pulang, Adry langsung pergi ke kamarnya untuk mandi. Ia merasa sudah sangat gerah.
Di kamar ia melihat ana sedang duduk di kursi kerjanya sambil menulis buku diary pemberian bibinya.
Adry memanggil\-manggil Ana, tapi Ana tidak menjawab. Adry kesal karna tahu Ana menggunakan earphone sehingga ia tidak mendengarkannya. Adry pun langsung ke kamar mandi.
“enak sekali dia santai-santai seperti itu. Aku harus bertindak bagaimana cara membuat dia menderita”. Pikir Adry sambil mengguyurkan air ke wajahnya.
“kamu sudah pulang”. Ucap Ana yang melihat Adry keluar dari kamar mandi.
Adry hanya diam dingin. Ia menemui orang tuanya yang sedang berada di ruang tamu untuk membicarakan hal yang penting.
“mah.. pah Adry mau ngomong sesuatu yang penting ke mama dan papah”. Ucap Adry.
“ngomongin apa sih sayang”. tanya ibunya.
“Adry mau tinggal di apartemen kita yang di bandung mah pah. Lagian lebih dekat juga nantinya kalau Adry memantau restoran itu”. Ucap Adry.
“Apa yang kamu katakan itu memang benar nak, tapi apakah istrimu setuju?”. Tanya Ayahnya.
Adry bingung harus berkata apa, ia pun melihat Ana datang ke ruang tamu itu. Adry pun melangkah mendekatinya.
“Pasti ia akan setuju mah, pah”. Ucap Adry percaya diri sambil merangkul lehernya dengan tangan kanannya.
“iya kan istriku”. Ucap Adry lagi.
Ana hanya bingung dengan sikap Adry yang seperti itu, ia tidak tahu hal apa yang sedang di bahas. Ana pun akhirnya memutuskan hanya mengangguk ia pada ayah dan ibu mertuanya.
“beneran sayang kamu mau pindah ke apartemen”. Tanya ibu mertuanya.
“haa..”. ucap Ana sedikit kaget.
__ADS_1
Adry mencoleknya dan memberikannya kode untuk berkata yaa.
“ooh, iya mah Ana setuju”. Jawab Ana terpaksa.
“kan mah Ana aja setuju kok. Jadi besok kita akan berangkat ke bandung”. Ucap Adry.
“kamu ngga memaksa Ana kan nak”. Tanya ibunya yang masih kurang yakin pada Adry.
“ngga kok mah, Ana ngga di paksa kok”. Ucap Ana supaya ibu mertuanya percaya.
Ana terpaksa melakukan semua itu karna ia tlah berjanji pada ibu mertuanya untuk selalu menjaga dan menyayangi suaminya Adry.
🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️🕸️
Keesokan harinya Adry dan Ana pun berangkat ke bandung. Ana memeluk ibu mertuanya sambil menangis.
“sudahlah sayang kok kamu malah nangis kayak gini sih”. Seru tante Riska.
“Mah... Ana pamit dulu ya”. Ucap Ana sambil terisak-isak.
“iya nak, kalian yang hati-hati ya”.
“dan kamu Adry... kamu jaga menantu mamah yang cantik ini dengan baik yaaa”. Ucap ibunya sambil memeluk Ana.
"iya mah aman". ucap Adry.
Di sepanjang perjalanan Adry memarahi Ana yang sok-sokan nangis di depan ibunya. Ana diam tapi tetap saja Adry marah walaupun dia hanya diam saja.
✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️✳️
Di sebuah Apartemen yang sangat mewah
__ADS_1
Adry dan Ana di sambut oleh asisten rumah tangga yang di kirim ibunya untuk membantu Ana mengurus rumah tangga mereka.
Asisten itu pun membantu Adry dan Ana menurunkan barang\-barang mereka dari bagasi mobil.
Selesai memasukkan barang Ana masuk ke kamar mandi untuk bersih\-bersih.
“bik, terima kasih atas semua bantuannya”. Ucap Adry pada ARTnya.
“iya tuan.. sama-sama ini juga sudah menjadi kewajiban saya seorang Asisten Rumah Tangga”. Imbuh ART itu.
“ohh ya bik, mulai sekarang bibik tidak usah datang lagi kesini”. Ucap Adry.
“ada apa tuan ? Apa saya ada melakukan kesalahan?”. Tanya ART itu penasaran.
“tidak bik tidak... hanya saja saya kasihan dengan bibi. Bibi sudah lama kan ngga pulang kampung ?". tanya Adry.
"Iya tuan... saya memang sudah lama tidak pulang kampung. tapi pekerjaan ini lebih penting untuk saya. jika saya pulang saya tidak akan memiliki uang untuk menafkahi keluarga saya". ucap ART itu memelas.
"Bibi tenang aja, bibi boleh pulang kampung dengan gaji yang masih mengalir". lirih Adry.
"Benarkah begitu tuan ?". imbuh ART itu.
"iya bik, tapi ada syaratnya bik !!!". ucap Adry
"Apa tuan ? saya akan menerima syarat dari perintah tuan". Ucap ART itu.
"Bibi jangan bilang-bilang ke mama kalau bibi pulang kampung saya yang nyuruh. kita diam-diam aja bik". seru Adry.
"gimana bik ? bibi setuju ?". tanya Adry.
"baik tuan, saya setuju. tapi... kalau boleh saya tahu alasannya kenapa ya tuan". Tanya ART itu penasaran.
"sebenarnya bik saya ingin... saya dan istri saya yang mengurus rumah tangga kami". jawab Adry berbohong.
"jadi bibi tenang aja, masalah gaji akan jalan terus. saya akan mentransfer gaji bibi jika bibi tidak mengadu pada ibu saya". imbuh Adry lagi.
"bibi mengerti kan ?" tanya Adry.
"baik tuan, saya mengerti. saya akan mengemasi barang-barang saya untuk segera pulang kampung". ucap ART itu gembira.
Asisten Rumah Tangga itu pun pergi meninggalkan apartemen itu. Adry tersenyum jahat dan sinis, langkah awal pembalasannya tlah di mulai.
__ADS_1
Bersambung
BY.BAE©