
“Huuaaaaahhhh.”
Ana berteriak sekuat tenaganya, hatinya pun menjadi sedikit lega. Ana tersenyum kearah suaminya yang menatap dirinya. Adry yang bersandar didepan mobil, membalas senyuman istrinya. Tiba-tiba Ana terlihat seperti hendak terjatuh pingsan. Sebelum Ana terjatuh, Adry yang melihat itu semua bergegas berlari menahan tubuh istrinya.
“sayang kamu kenapa? Ya ampun kamu panas sekali sayang, kamu demam.”
Adry sangat panik dengan keadaan istrinya yang mendadak turun drastis. Adry pun memapah istrinya masuk ke dalam mobil membawanya kerumah sakit. Adry menitahkan sopirnya untuk menjalankan mobilnya menuju kerumah sakit. Ana yang setengah sadar meminta untuk tidak dibawa kerumah sakit. Ana meminta untuk pulang kerumah ibunya saja. Awalnya Adry tak menuruti kemauan istrinya, namun karena Ana memaksa iapun terpaksa menurutinya.
****
Rita yang masih saja menangis yang ditemani oleh Tante Riska, tak mau menjawab pertanyaan Tante Riska tentang apa yang sebenarnya terjadi antara mereka bertiga. Tante Riska pun tak terlalu memaksa Rita untuk menjawabnya, dan iapun keluar dari kamar Rita. Setelah Tante Riska keluar, Rita berhenti menangis dan wajahnya berubah dengan raut wajah yang penuh dengan kebencian dari yang sebelumnya.
“Ana, kau membuatku terjatuh terpuruk sekali. Apa yang bisa kulakukan padamu agar kau mengalami hal yang sama denganku.”
Ponsel Rita berdering...
Rita mengambil poselnya yang berdering. Menggenggam ponselnya, raut wajah Rita semakin memanas ketika melihat ynag menelponnya adalah orang yang sama, yaitu Doni mantan kekasihnya. Rita membuang ponselnya ke tong sampah. Rita membaringkan dirinya, menutup dirinya dengan sebuah bantal dan berteriak. Ponselnya masih saja berdering, hingga akhirnya Rita terdiam.
Suatu ide melintas dipikiran Rita. Bangkit dari ranjang tempat tidurnya, ia melangkahkan kaki mendekati tong sampah tempat ia membuang ponselnya. Rita mempunyai rencana untuk menyakiti Ana melalui mantan kekasihnya itu, Rita pun mengangkat panggilan Doni yang masuk.
“Halo Honey... Honey tolong dengarkan aku kali ini saja.”
“Baiklah aku akan mendengarkanmu, kita akan bertemu hari ini juga di tempat biasa kita bertemu. Ingat, jam satu nanti aku akan tiba disana. Jangan sampai terlambat, kalau tidak kamu akan kehilangan kesempatan untuk bertemu denganku,” ucap Rita.
“Ah benarkah Honey, baiklah secepatnya aku akan segera ke sana.”
Tuuttt... ttuuuttt...
Rita memutuskan panggilan itu dengan tidak sopan, padahal Doni masih berbicara padanya. Doni tak memperdulikan sikap Rita yang seperti itu padanya. Doni merasa sangat bersyukur karena Rita mau bertemu dengannya. Doni pun tak mau kehilangan kesempatannya kali ini untuk memperbaiki hubungannya dengan kekasihnya, Rita. Doni pergi menancapkan gas mobilnya menuju ke lokasi.
Doni terlambat sepuluh menit karena keadaan jalan yang ia tempuh sangat macet. Doni merasa beruntung walaupun ia terlambat, sepertinya Rita belum tiba di cafe itu. Doni pun menunggu Rita dengan perasaan yang sangat senang.
Sepuluh menit berlalu, Rita tak kunjung datang juga. Doni pun memutuskan untuk menghubungi Rita, menanyakan keberadaannya saat ini. Sekali Doni menghubungi Rita langsung mengangkat panggilannya.
“Halo honey, kamu sudah dimana sekarang?” tanya Doni.
__ADS_1
“Kamu terlambat, aku sudah pergi dari cafe itu karena kamu terlambat. Aku sudah menunggumu tadinya selama lima menit. Kau mengecewakanku dan aku pun pergi.”
“Apa! kamu sudah sampai tadinya? Ya ampun honey maafkan aku, jalanan sangat macet tadinya honey.”
“Aku tak peduli, yang jelas kesempatanmu untuk bertemu denganku telah habis.”
Mendengar hal itu Doni hancur, ia berusaha lagi untuk membujuk-bujuk Rita untuk mau bertemu dengannya lagi. Doni berbicara menyinggung kenangan masa lalu indah yang mereka lewati bersama. Rita tak luluh mendengar ucapan mantan kekasihnya itu. Namun Rita memberikan Doni kesempatan lagi karena ia memang membutuhkan Doni untuk menjalankan rencana barunya.
“Honey aku mohon, kamu dimana sekarang biar aku susul?” tanya Doni.
“Baiklah kalau begitu. Aku berada di belakang cafe ini,” balas Rita.
“Apa! Cafe ini? Cafe yang mana honey?” tanya Doni bingung.
“Aku masih ada di cafe yang kita janjikan. Aku berada dibelakang, cepatlah menyusulku,” ucap Rita langsung memutuskan panggilan.
Doni menyusul Rita dengan riang, kekasihnya ternyata masih ada disini. Doni pun melihat Rita yang tengah berdiri sambil melihat sebuah bunga yang bermekaran indah. Doni tersenyum melihat kekasihnya yang sangat ia rindukan ada dihadapannya saat ini. Doni memanggilnya dan Rita pun membalikkan badannya. Doni hendak memeluknya, dengan cepat Rita menahannya untuk tidak memeluknya.
Doni merasa tak apa-apa jika Rita menolak pelukannya. Doni pun buka suara dengan penjelasan yang sama bahwa ia benar-benar khilaf melakukan hal yang sama. Akhir kata, Doni meminta Rita untuk kembali padanya. Rita merasa muak mendengarkan semua hal itu, tiba-tiba Rita pun menangis.
Rita mengangguk-anggukkan kepalanya sebagai tanda ia memaafkan semua kesalahan Doni. Namun tetap saja Rita masih menangis. Doni merasa Rita menangisi hal yang lain, iapun bertanya pada Rita mengapa ia menangis. Rita pun berbicara menjelaskannya dengan tangisan.
“Aku tak bisa kembali padamu lagi.”
“Kenapa?” tanya Doni sangat terkejut.
“Saat aku datang ke kediaman keluarga Dexter dengan terpaksa karena tak ada tempat yang lain untukku tinggal, Mereka menggangapku sebagai menantu di rumah itu karena pernikahan yang dulu itu mereka anggap sah. Tapi Adry yang merupakan calon suamiku itu ternyata ia menikahi ulang istrinya yang bertukaran denganku.”
“Sebenarnya siapa yang menggantikan posisimu dihari pernikahan itu?” tanya Doni penasaran memotong penjelasan Rita.
Rita tak menjawab pertanyaannya, ia malah semakin hebat menangis. Doni menenangkannya dan memintanya untuk tidak menjelaskannya lagi jika itu sangat menyakiti dirinya.
Doni membuat Rita kesal diam-diam karena melarangnya untuk tidak menceritakan semua hal palsu yang hendak ia ceritakan. Namun Rita berusaha untuk menceritakannya untuk menyukseskan rencananya.
“Kau tahu, Adry mengungkapkan perasaannya yang masih sangat mencintaiku, ia juga mengungkapkan bahwa hanya akulah yang dia cintai dan dia sama sekali tak mencintai istrinya itu. Aku berkata padanya bahwa aku sama sekali tidak mencintainya, karena sebenarnya aku masih sangat mencintaimu. Aku berniat datang ke kediaman keluarga Dexter sebagai kerabat dan bukan sebagai istrinya. Aku sudah mengatakan semuanya pada keluarga Dexter dan juga Adry akan semua hal itu. namun Adry menghiraukan ucapan ku, ia tetap menganggapku sebagai istrinya dan memintaku untuk melanjutkan status itu. Aku tak mau, namun ia selalu saja memaksaku.” Ucap Rita semakin menjadi-jadi menangis.
__ADS_1
“Sudahlah honey, jika itu sangat menyakitimu tak usah dilanjutkan lagi ceritanya. Berhentilah menangis dan kembalilah padaku.”
“Kau tahu, Adry selalu saja memintaku untuk melakukan hubungan suami-istri, tapi aku selalu saja menolaknya. Berkali-kali ia ingin melakukan hal itu dan untungnya aku selalu saja berhasil darinya. Inginku mengadu pada keluarga Dexter, namun apalah dayaku yang hanya menumpang di rumah itu. Aku tak bisa mengadukan hal itu karena aku hanyalah seorang penumpang di rumah itu. Aku pun memutuskan untuk lebih waspada terhadap Adry. Namun, hingga pada suatu hari semua orang pergi meninggalkan rumah untuk menghadiri sebuah acara. Hanya aku sendiri saja yang tak pergi karena aku tidak enak badan pada saat itu. Aku merasa lega karena Adry juga ikut pergi ke acara itu dan aku bebas tak ada dia yang akan menggangguku. Namun ternyata Adry kembali kerumah dan langsung masuk ke kamarku. Adry mengambil kesempatan dengan sibuknya semua orang menghadiri sebuah pesta. Di situlah Adry melakukan hal yang tak senonoh kepadaku. Dia memperkos*ku memuaskan hasratnya terhadapku.”
Doni sangat lemas mendengar cerita Rita yang begitu tragis. Doni memintanya untuk tidak melanjutkannya lagi, namun Rita merasa belum puas dan tepat untuk memanas-manasi Doni.
“Dengar dulu penjelasanku agar semuanya jelas Don. Betapa menderitanya aku dengan apa yang telah diperbuat oleh Adry kepadaku. Dia mengambil keperawan*nku secara paksa, aku juga tak bisa melawan dirinya yang begitu kuat. Setelah kejadian itu, aku berusaha untuk melupakan semuanya.
Adry yang sama sekali tidak mencintai istrinya, semakin lama ia semakin mencintai istrinya itu. Karena ibunya selalu berusaha untuk mendekatkannya dan hingga akhirnya aku melihat ada cinta dimata Adry terhadap istrinya. Tak sengaja aku mengetahui ternyata selama ini Adry belum pernah menyentuhnya sekalipun. Sedangkan aku, setelah ia renggut hal yang paling berharga dariku dia ingin mencampakkan ku demi istrinya yang mulai ia cintai. Dan aku saat ini sedang hamil anaknya,” ucap Rita.
“Apa, kamu hamil?”
“Iya Don, aku hamil. Jadi untuk itu lupakanlah aku dan jangan menggangguku lagi atau bahkan ikut campur urusanku,” ucap Rita.
“sial, laki-laki itu telah merusak kekasihku!” seru Doni sambil menghentakkan sebuah meja.
Rita membalikkan badannya membelakangi Doni kembali. Rita lalu tersenyum bahagia melihat Doni yang sangat murka. Apa yang diinginkan Rita sesuai dengan harapannya. Membuat Doni marah agar ia melampiaskan kemarahannya dengan mengusik Adry dan Ana.
Rita yang melangkah pergi meninggalkan Doni yang tertunduk kecewa. Doni linglung ketika ia mengangkat kepalanya, ia sudah tak melihat Rita didepannya. Doni pun berlari menyusul Rita yang pergi diam-diam. Rita sudah masuk ke dalam mobil. Sebelum mobil itu melaju, Doni mengetuk-ngetuk pintu jendela mobil itu. Doni meminta waktunya untuk berbincang lagi padanya.
Namun Rita menolak dan mengatakan tidak ada lagi hal yang perlu dijelaskan. Rita meminta maaf dan meminta Doni untuk benar-benar menjauhinya mulai dari sekarang. Doni tak mau menurutnya.
“Honey dengar, aku akan membalas pria yang telah menyakitimu. Turunlah dulu sebentar.”
Rita sangat senang mendengar ucapan Doni. Rencananya sesuai dengan apa yang ia inginkan dengan membuat Doni membalas dendam untuknya. Rita merasa apa yang ia inginkan sudah ia dapatkan. Rita pun meminta sopir untuk langsung menjalankan mobilnya. Rita menghiraukan permintaan Doni yang memintanya untuk turun dan berbicara lagi. Doni masih saja mengejar dirinya untuk berhenti. Hingga akhirnya Doni merasa lelah dan tak mengejarnya lagi.
“Aku tahu honey kau sangat terluka karenanya. Tenang saja honey aku akan membalas perbuatan pria brengs*k itu kepadamu,” ucap Doni.
Bersambung...
Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe
Salam Hangat~`
BY.BAE©
__ADS_1