
“apa kabar Nak Adry,” ucap pak Polisi itu yang mengingat nama Adry yang waktu itu pernah membaca nama Adry di KTP-nya.
“kali ini Nak Adry tidak akan bisa lepas dan mencari-cari alasan seperti yang waktu itu Nak Adry,” ucap polisi itu lagi.
“tapi dia memang istri saya pak.” lirih Adry.
“saya tidak ada mengatakan dia bukanlah istri anda, untuk itu ayo ikut saya ke kantor polisi untuk menyelesaikan perkara ini. Anda telah melanggar aturan dengan memarkirkan mobil anda di sembarang tempat.” ucap polisi itu
“tidak ada lagi alasan untuk pembuktian, apa Anda hendak melakukan pembuktian seperti yang waktu itu anda lakukan dengan wanita itu bersama dengan sopir Anda,” tanya polisi itu.
“yang benar saja pak, saya dan sopir pribadi saya masih normal. kami bukanlah gay,” ucap Adry.
“okay kalau begitu ayo ikut saya ke kantor.” seru pak polisi itu.
Adry pun mengikuti Polisi itu ke kantor polisi dan mengurus segalanya di sana. Setelah selesai ia pun keluar dari kantor polisi itu. Adry tertidur di dalam mobil itu karena kelelahan berhadapan dengan kepolisian.
*****
Siswa yang masih berlutut menunggu jawaban Ana masih setia berlutut menunggu Ana menerima bunga dan cinta darinya. Siswa itu tampak sudah dewasa tampangnya, jika dilihat-lihat Siswa dan Ana cukup serasi untuk berpasangan.
“terima... terima... terima...”
“cium... cium... cium... cium...” sorak semua para siswa dan siswi pada salah satu siswa yang berlutut memberikan Ana Bunga.
Ana menerima bunga itu dan semua siswa bersorak. Siswa itu kemudian berdiri dan lalu memeluk Ana dengan sangat erat.
“tidak.... dia adalah istriku, jangan ambil dia dariku,” teriak Adry yang sedang memimpikan istrinya diambil oleh siswa itu.
“bos, dari tadi saya bertanya pada bos kita mau kemana, tapi saya lihat bos tertidur pulas jadi saya mengendarai mobil ini ke apartemen bos dan sebentar lagi kita akan sampai,” ucap Sopir itu ketika mendengar suara Adry bangun berteriak.
“pak cepat putar balik ke SMA tadi pak, masih ada urusan yang belum terselesaikan di sana,” seru Adry.
Pak sopir itu pun memutar balik mobil itu untuk kembali ke SMA itu. Adry ingin menjemput istrinya untuk pulang bersamanya. Adry takut jika hal itu benar-benar terjadi nyata dilakukan oleh siswa itu.
Sesampainya di SMA itu, Adry tidak melihat mobil Ana dan juga kendaraan para Siswa SMA itu hanya ada beberapa di parkiran. Para siswa dan sebagian guru memang sudah pulang ke rumah masing-masing karena memang sudah waktunya untuk pulang.
__ADS_1
“sial, mereka sudah pulang,” ucap Adry sambil masuk ke dalam mobilnya.
“ayo pak jalan,” titah Adry.
Adry meminta Sopir pribadinya untuk melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Istrinya. Adry ingin menjemputnya untuk kembali padanya.
Sampai di depan rumah Ana, Adry mengendap-endap mendekati rumah Ana dan lalu mencoba untuk menyelinap masuk ke kamar istrinya. Adry berhasil masuk, namun istrinya tak ada di kamar itu. Ingin ia keluar mencari istrinya ke semua ruangan, namun ia takut ketahuan oleh ibu mertuanya.
Adry akhirnya memutuskan untuk menunggu istrinya saja di kamar itu dan memberi tahu sopirnya untuk pulang ke apartemen terlebih dahulu.
Lama menunggu, Adry merasa bosan menunggu istrinya yang tak kunjung masuk kedalam kamar itu. Adry memutuskan untuk mengirim pesan pada Sarah berbasa-basi menanyakan tentang istrinya.
“Sarah, sedang berada dimana sekarang?” tanya Adry lewat via WhatsApp.
“di rumah kak, ada apa kak? apa kakak ingin bertanya tentang kak Ana? atau apa kakak sudah pulang?” tanya Sarah langsung menebak poinnya.
“iya!!! apa Ana ada di rumah?”
“belum, mungkin besok kakak akan pulang.” Balas Adry berbohong, padahal Adry berada di rumah yang sama, hanya berbeda ruangan saja dengan Sarah.
“kak Ana mungkin pulangnya sedikit malam kak, nanti akan Sarah sampaikan jika kakak menanyakan kak Ana,” balas Sarah.
“kenapa dia pulang sampai malam? kemana dia? apa yang sedang dia kerjakan,” tanya Adry dengan menulis banyak pertanyaan.
“Kak Ana mengurus kuliahnya kak ke kampus, apa kak Ana tidak mengabari kakak, atau jangan-jangan kakak dan kak Ana tidak pernah berkomunikasi selama ini,” tanya Sarah.
“aah tidak bukan begitu Sarah. Begini, jika nanti kak Ana pulang, jangan katakan kalau kakak menanyakan tentangnya. Oke...” pinta Adry.
“iya, oke baiklah kak,” ucap Sarah menuruti permintaan kakak iparnya yang tidak bisa ia tolak.
Saling kirim mengirim pesan lewat WhatsApp pun berakhir. Adry yang mengetahui istrinya akan pulang agak malam, mencoba untuk tidur saja agar waktu tak terasa berputar.
Adry tertidur sangat pulas di kamar Ana, istrinya. Tak sengaja Adry tertidur menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.
*****
__ADS_1
Jam menunjukkan jam pukul tujuh malam, Adry yang sudah bangun merasa sangat bosan menunggu istrinya belum juga pulang. Namun tiba-tiba terdengar suara pegangan pintu yang hendak di buka.
Adry sangat yakin bahwa yang membuka pintu itu adalah istrinya. Adry pun mengambil posisi dengan gaya berbaring kepala yang di sangga oleh tangannya.
Ternyata memang benar Ana yang membuka pintu itu dan masuk ke dalam kamarnya. Adry tersenyum. Sedangkan Ana belum menyadari kehadiran suaminya yang berada di dalam kamarnya.
“Hai istriku...” ucap Adry tersenyum manis menyadarkan istrinya akan kehadirannya yang berada di situ.
Sontak Ana sangat terkejut sekali melihat suaminya yang berada di kamarnya. Sampai-sampai ia hampir terjatuh dibuatnya.
“Mas Adry...” ucap Ana melotot.
“kenapa menatapku seperti itu, hmm?”
“Mas ngapain ke sini?” tanya Ana.
Adry diam tak ingin menjawab pertanyaan istrinya yang sangat ia tidak sukai.
“untung saja Mama dan Sarah pergi keluar.” ucap Ana sedikit lega yang takut ketahuan akan kehadiran suaminya yang berada di kamarnya.
“kenapa kamu harus berbohong pada Mama,” tanya Adry.
Ana hanya diam tak menjawab pertanyaan dari suaminya. Ana malah sibuk dengan merapikan beberapa berkas-berkas yang diurusnya tadi. Adry sedikit kesal dengan perlakuan cuek Ana terhadapnya. Adry kemudian turun dari atas tempat tidur itu dan lalu melangkah ke arah istrinya.
“kenapa kamu hanya diam saja tak menjawab pertanyaanku, hmmm?” ucap Adry berbisik.
Tangan Adry datang melingkarkan pinggang istrinya dan memeluk Ana dari belakang. Ana terkejut ketika Adry memeluknya dan berbisik di dekat telinganya. Adry semakin memeluk istrinya dengan sangat erat, sudah beberapa hari ia tak bertemu dengan istrinya itu.
Mereka berdua sama-sama merasakan kehangatan dari pelukan itu. Ana terdiam menghentikan kegiatannya merapikan berkas-berkasnya.
Bersambung...
Hayuk guys, jangan lupa komen yah. gimana perasaan kalian ketika membaca episode ini, komen di bawah yah 🤗
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.
__ADS_1
Salam Hangat~
BY.BAE©