
Menyesal...
Adry sangat menyesal karena selama ini Adry selalu menyalahkan Ana tentang kejadian itu, Ia, sama sekali tidak pernah mencari tahu kebenarannya. Dia sangat bodoh sekali karena tidak mau mendengarkan penjelasan dari Ana sebelum-sebelumnya.
Kini ia baru menyadari bahwa cintanya hanyalah bertepuk sebelah tangan pada Rita. Hati Adry lebih dan sangat-sangat hancur mengetahui Rita yang tidak mencintainya, dibandingkan dengan kejadian pernikahannya itu.
****
Setelah Sarah telah selesai berbicara dengan Adry, ia pun ingin pamit untuk pulang. Namun hal itu dicegah oleh Adry karena ia akan mengantarkan Sarah pulang.
Sesampainya di rumah Ana, didepan teras ia melihat ibunya Ana sedang duduk dikursi santai. kemudian ibunya Ana langsung berdiri melihat mobil datang berhenti di depan rumahnya.
"Sarah!!! Nak Adry!!! kenapa mereka bisa pulang bersama". gumam ibunya Ana dalam hati.
"Tante..". ucap Sarah.
Sarah seraya keluar dari mobil berlari kecil kearah memanggil Tante Eva lalu mencium tangannya. Adry juga ikut turun dan berjalan kearah Tante Eva lalu mencium tangannya juga.
"apa kabar Mah". ucap Adry sedikit sungkan.
"baik !! Nak Adry kok bisa pulang bareng sama Sarah". tanya Tante Eva.
"Tante..". Sarah memberi kode.
"Ohh iya. ayo Nak masuk kedalam". ucap Tante Eva mempersilahkan menantunya Adry untuk masuk.
Mereka bertiga pun masuk kedalam rumah. Akan tetapi Adry permisi ke toilet terlebih dahulu pada Tante Eva dan Tante Eva pun menunjukkan kamar Ana.
"Sarah, kamu sudah makan belum?". tanya Tante Eva.
"belum Tante, mmm iya nih Sarah lapar banget jadinya efek minum kopi". ucap Sarah manja.
"minum kopi?"
"eeh itu Tante, tadi.. Sarah sama Kak Adry mampir ke kafe sebentar tadi". ucap Sarah yang tidak bisa menutupinya dari Tante Eva.
"kalian kok bisa barengan ? minum kopi bareng lagi ?". tanya Tante Eva heran.
__ADS_1
"gini tante, pas Sarah berjalan menuju halte, kak Adry mengira dia nyerempet Sarah padahal tidak. Lalu karna kak Adry merasa tidak enak karena mengira ia yang bersalah dan akhirnya Kak Adry mengajak Sarah untuk merilekskan pikiran dengan meminum secangkir kopi, hehe". ucap Sarah gugup.
Sarah terpaksa berbohong ia tidak berani mengatakan jika ia yang mengajak Adry untuk membahas soal Ana dan sahabatnya Rita tentang pernikahan itu.
Adry keluar dari kamar Ana, ia mencari dan memanggil ibu mertuanya. Tante Eva pun menyahut dan berkata jika ia ada di ruang makan.
“ada apa Nak!!”. seru Tante Eva.
“Mah, Adry pamit pulang dulu yah”. ucap Adry.
“kok cepat banget pulangnya, makan dulu nak kamu pasti sangat kelaparan seperti Sarah. kebetulan Mama masak nasi kuning. emm kamu suka tidak Nak nasi kuning?”. tanya Tante Eva pada Adry.
“saya suka banget Mah”. ucap Adry.
“sudah, sudah, jangan membantah. ayo duduk”. ucap Tante Eva sambil menarik tangan Adry untuk makan bersama.
“tapi Mah..”.
“tapi apa? kamu ngga ada pekerjaan lagi kan?”. tanya Tante Eva.
“ya sudah ayo makan sama-sama”. ucap Tante Eva.
“eeh maksud Adry ada Mah, Adry salah ngomong tadi”. ucap Adry yang tadinya salah bicara.
“makan saja dulu Nak, sehabis ini ada yang ingin Tante bicarakan dengan kamu”. ucap Tante Eva.
Setelah Tante Eva berkata seperti itu barulah dia diam tak mencari alasan untuk pergi. Adry menikmati masakan nasi kuning ibu mertuanya dengan sangat nikmat, ia hanya menikmati tanpa berkata-kata.
“gimana Nak, apa kamu suka nasi kuningnya ? enak ngga ?”. tanya Tante Eva.
“enak banget Mah, saya suka banget karna rasanya yang pas”. ucap Adry memuji.
“ehh Ana, si Bos ngapain nyariin lu” tanya Popy ingin tahu.
“Nggak ada apa-apa kok”. Ucap Ana.
“serius Lo, hati-hati lho jangan deket-deket sama bos soalnya ntar Lo digosipin lagi sama anak-anak yang lain. Lo kan karyawan biasa”. Ucap Popy.
__ADS_1
Popy sangat tidak suka dengan Ana, karna Ana lebih cantik daripada dirinya. Dan ia juga merasa kesal pada Ana karena telah mendekati orang yang dia sukai yaitu Ghata dan juga bosnya. Semua pegawai restoran Adry satupun di antara meraka ada yang tidak mengetahui bahwa Ana adalah istri sah Adry.
****
Di ruang tamu rumah Ana.
Tante Eva dan Adry berbincang-bincang di ruang tamu, ia selalu saja minta maaf pada Adry atas kesalahan Ana. Adry juga berkata bahwa itu bukanlah kesalahan Ana dan Tante Eva tidak perlu juga minta maaf padanya.
Lama berbincang Tante Eva baru menyadari bahwa ada luka di tangan Adry, luka itu didapati oleh Adry saat ia membanting-banting tangannya ke setir mobil saat ia kecewa atas pengkhianatan Rita.
Tante Eva pun memanggil Sarah untuk mengambil kotak P3K untuk mengobati luka mengobati Adry. Adry sangat senang sekali dengan perlakuan Tante Eva padanya.
Selesai tangan Adry diobati, Ia pun hendak pamit untuk pulang. Namun hal itu dilarang oleh Tante Eva, karena hari sudah malam dan Adry juga tampak sangat pucat. Adri tidak dapat menolak untuk menginap di rumah mertuanya, bahkan ketika ia beralasan bahwa Ana di Apartemen sendiri, Tante Eva langsung melerainya untuk tidak melanjutkan ucapannya jika itu mengenai Ana.
Hal itu membuat Adry bertanya-tanya tentang Mengapa Tante Eva bersikap seperti itu, padahal Ana adalah anaknya sendiri dan dia pun berpikir mungkin saja Tante Eva belum mengetahui yang sebenarnya. Tante Eva lalu menyuruh Adry untuk beristirahat mengisi tenaganya.
Adry pun pergi ke kamar Ana untuk membaringkan tubuhnya yang lelah. Ia pun mencoba memejamkan matanya, namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Dibukanya pintu itu dan ternyata itu adalah Sarah yang datang membawa selimut untuknya.
“Kak, ini selimut untuk kakak”. Ucap Sarah.
“Oh iya terima kasih Sa-sarah kan namanya”. Ucap Adry.
“iya Kak, Sarah”.
“Oh ya Sarah, kakak ingin berbicara denganmu”. Lirih Adry.
“bicara apa Kak”. Tanya Sarah.
Adry mengajak Sarah untuk berbicara di luar belakang rumah supaya tidak didengar oleh Tante Eva. Ia pun langsung to the point bertanya pada Sarah tentang sikap Tante Eva ketika ia mengucapkan/menceritakan tentang Ana.
“untuk saat ini, Tante Eva sangat membenci Kak Ana semenjak Kak Ana menggantikan posisi Kak Rita. Tante Eva sama sekali tidak mengetahui kebenarannya. Sarah selalu saja berusaha untuk memberitahu Tante Eva. Namun, saat sarah hendak menceritakannya, Tante Eva langsung marah dan meminta untuk tidak membicarakan tentang kak Ana lagi". jelas Sarah.
Mendengar semua penjelasan Sarah, Adry semakin bersalah pada Ana yang tidak memahami penderitaan Ana selama ini.
Bersambung....
BY.BAE©
__ADS_1