Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 78


__ADS_3

Keesokan harinya, terlihat Ana sedang mempersiapkan dirinya untuk ikut pergi menjemput suaminya yang akan pulang. Ana terlihat lebih ceria hari ini dibandingkan dengan hari yang sebelumnya. Ana merubah sedikit penampilannya dari yang sebelumnya demi menarik sedikit perhatian suaminya padanya.


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara ketukan pintu yang diketuk oleh seseorang. Ana pun mempersilahkannya masuk. seorang asisten rumah tangga membawakannya sarapan pagi untuknya.


“Non, nyonya besar menyuruhku untuk mengantarkan sarapan ini untuk nona.” Ucap asisten itu.


“Terima kasih bik.” Ucap Ana saat ia melihat asisten itu hendak pergi keluar meninggalkanya.


“Tapi tumben-tumbennya Mama mengantarkan sarapan untukku, biasanya Mama selalu memanggilku untuk sarapan.” Gumam Ana terheran-heran.


Ana tak ambil pusing dengan ketumbenan mertuanya yang seperti itu. Ana pun langsung menyantap sarapan susu dan roti yang sudah di olesi dengan selai kesukaannya.


“Bagaimana bik, sudah bibi berikan padanya?” Tanya Rita pada asisten rumah tangga yang mengantarkan sarapan untuk Ana.


“Sudah Non, saya pun mengatakan bahwa saya disuruh oleh Nyonya besar untuk mengantarkannya sarapan.”


“Bagus bik, terima kasih. Bibi silahkan dilanjutkan lagi pekerjaannya.” Ucap Rita.


Rita lalu pergi meninggalkan dapur itu. Rita yang menyuruh asisten itu mengantarkan sarapan untuk Ana, sebelumnya Rita sudah memasukkan sebuah bubuk ke dalam susu itu. Asisten itu sama sekali tak mengetahui perbuatan Rita yang sudah mencampurkan sesuatu ke dalam susu itu.


Entah apa yang akan terjadi jika Ana benar-benar meminum susu itu, dan hanya Rita lah yang tahu tentang apa yang akan terjadi. Rita mengintip Ana dikamarnya, ia tersenyum melihat Ana meminum susu itu sampai habis.


*****


Semua orang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara karena sebentar lagi Adry akan sampai. Mertua Ana pun memanggil-manggilnya untuk segera keluar dan bersiap-siap untuk pergi.


“Ana, apa kamu sudah siap.”


“Sudah Mah,” ucap Ana sambil keluar dari kamarnya.


“Apakah kamu sudah sarapan sayang?” Tanya ibu mertuanya.


“Sudah dong Mah.” Ucap Ana yang sudah berada dihadapan ibu mertuanya dengan memamerkan senyumannya.


“Wah Ana, kamu terlihat berbeda dan sangat cantik hari ini. Uumm kamu mau memikat hati suami mu dengan penampilanmu yang seperti ini yah.” Goda ibu mertua Ana sambil menyentuh hidungnya.


Ana tersipu malu dengan pujian dan godaan dari ibu mertuanya. Sedangkan Rita, ia tersenyum sinis melihatnya. Selama ini, Ana dan Rita perang dingin. Ana tak menyukai Rita yang juga ikut menjemput suaminya. Namun karena Rita dipaksa oleh mertuanya, Ana pun tak mungkin menentang mertuanya sendiri. Rita sangat bersyukur akan hal itu karena Tante Riska memaksanya untuk ikut. Dengan begitu, ia pun bisa memanaskan keadaan nantinya di sana.

__ADS_1


Semuanya pun berangkat menyambut kepulangan Adry. Ana dan Rita yang sedang tak baikan saling berjauhan duduknya. Tante Riska terheran melihat sikap mereka berdua yang akhir-akhir ini diperhatikan oleh Tante Riska yang tak akur. Tante Riska pun menegur mereka dan bertanya terus terang. Mereka berdua langsung melerai jikalau mereka berdua baik-baik saja dan mereka tak bertengkar dengan satu sama lainnya.


Sesampainya di bandara, ternyata pesawat yang di tumpangi oleh Adry belum mendarat karena sebelumnya pesawat itu menunda jadwal penerbangan. Mereka pun menunggu kedatangan Adry. Beberapa saat kemudian, Akhirnya pesawat yang di tumpangi Adry mendarat. Ana pun sangat bersemangat menantikan kehadiran suaminya.


Adry pun terlihat keluar bersama dengan rekan kerjanya. Adry melihat istrinya tengah menantikan kedatangannya. Adry juga sangat terkesima melihat penampilan istrinya yang terlihat cantiknya berbeda hari ini. Mungkin karena Adry sudah lama tak bertemu dengan istrinya itu. Adry pun tersenyum manis kearah dan Ana pun membalas suaminya yang tersenyum padanya. Adry ingin sekali berlari dan langsung memeluk istrinya itu, Adry sungkan untuk melakukannya.


Namun tiba-tiba saja Ana merasa tak enak dengan perutnya. Ana juga merasa sangat mual dan pusing. Adry melihat wajah istrinya yang pucat itu hendak terhuyung terjatuh, ia pun segera berlari menghampiri Ana.


“Sayang, kamu kenapa?” Tanya Adry perhatian.


Keluarganya pun mendekati Ana yang terhuyung hampir terjatuh. Rita pun ikut menghampiri mendekati Ana. Rita sangat senang karena bubuk yang dicampurkan olehnya kedalam susu yang diminum oleh Ana akhirnya bereaksi tepat sekali. Bubuk yang dicampurkan oleh Rita akan bereaksi mual dan pusing bagi siapa saja yang meminumnya.


Adry sangat panik melihat istrinya yang begitu pucat. Berkali-kali Adry menjawab, namun Ana tak kunjung menjawabnya.


“Mas, aku...” Ucap Ana tiba-tiba sesuatu hendak keluar dari mulutnya.


Ana melepaskan diri dari pelukan suaminya. Kemudian Ana berlari menuju toilet. Semua keluarganya termasuk Adry mengejar mengikuti Ana.


“Sayang kamu kenapa sayang,” Teriak Adry sambil mengejar istrinya.


Ana pun masuk ke dalam toilet itu, ia langsung muntah-muntah di atas wastafel yang ada di toilet bandara itu. Adry ikut masuk membantu Ana.


Rita dan ibunya Adry pun menyusul ikut masuk kedalam.


“Kamu kenapa Nak, mengapa tiba-tiba kamu muntah-munta seperti ini?” Tanya ibunya Adry terheran.


“Tante, apa jangan-jangan Ana hamil lagi Tan!” seru Rita.


“Apa hamil?” ucap Adry terkejut.


“Wah Nak, bener apa yang dikatakan oleh Rita. Kalau begitu Mama keluar dulu mau menyampaikan berita ini pada Papa dulu yah.” ucap Tante Riska gembira.


“Ana, kamu...” ucap Adry sambil menatapnya.


Ana menggelengkan kepalanya melerai dirinya tidaklah hamil.


“Mas, aku hanya merasa tidak enak badan saja. Aku nggak hamil Mas.” lerai Ana seketika tubuhnya bergetar hebat karena pengaruh bubuk obat itu.


Adry menolong istrinya dan langsung membawa Ana ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, dokter Sri langsung memeriksa keadaan Ana.

__ADS_1


Adry menunggu Ana diluar ruangan itu dengan perasaan yang tak karuan. Rita juga menguntit mengikuti Adry dan Ana. Rita pun merasa bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk mengirim foto Doni dan Ana yang beberapa waktu lalu ia potret.


Rita langsung mengirim foto itu pada Adry dengan masih menggunakan ponsel Doni. Adry murka melihat foto istrinya dengan Doni terlihat sangat mesra. Adry marah sampai-sampai ia tak mengingat ucapan Doni, bahwa Doni tidak memegang ponselnya yang hilang itu (yang saat ini dipegang kuasa oleh Rita).


Adry pun pergi meninggalkan Ana sendiri di rumah sakit itu. Rita pun mengambil posisi Adry untuk menunggu dokter yang memeriksa Ana keluar. Dan akhirnya pun dokter itu keluar.


“Loh, nak Adry kemana yah?”


“Eh dokter tadi Mas Adry pergi keluar, jadi saya yang akan mengurus Ana karena saya adalah keluarganya Ana juga.”


“Oh seperti itu. Baiklah kalau begitu tolong ikuti saya keruangan saya.” ucap Dokter Sri.


Rita pun mengikuti dokter itu masuk ke ruangannya.


“Silahkan duduk,” ucap Dokter Sri mempersilahkan Rita untuk duduk dan Rita pun langsung duduk.


“Ee bagaimana dengan keadaan Ana Dok. Dan mengapa dia sampai seperti itu dok.” Tanya Rita berakting tak mengetahui.


“Sepertinya Ana mengalami keracunan makanan. jika ia mengkonsumsi makanan yang beracun itu, akan membuat dia merasakan pusing dan juga mual. Sangat berakibat fatal jika ia sering mengkonsumsi racun itu.”


“Fatal bagaimana maksudnya dok?” Tanya Rita penasaran.


“Bisa jadi akan berefek membuat dia mandul ataupun yang lain-lainnya.” jelas dokter itu.


Rita sangat senang mendengar penjelasan dokter itu. Rita pun berpamit untuk pulang membawa Ana dan dokter itu pun menyetujui Ana yang langsung dibawa pulang. Sebelum Rita pulang, ia mengurus surat pernyataan kehamilan untuk Ana. Beruntung Adry pergi, sehingga mempermudah Rita menjalankan rencananya.


Setelah selesai mengurus surat pernyataan kehamilan Ana, Rita pun membawa Ana pulang yang masih dalam keadaan tak sadarkan diri. Padahal Dokter memperbolehkan Ana pulang jika ia sudah sadarkan diri. Namun karena merasa bosan di rumah sakit itu, diam-diam Rita membawa Ana pulang.


Bersambung...



----------------


Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe


Salam Hangat~`


BY.BAE©

__ADS_1


__ADS_2