
Keesokan harinya Ana mendapat kabar dari Sarah sepupunya, ibunya jatuh sakit karena terlalu lelah. Ana merasa khawatir akan keadaan ibunya. Ana pun memutuskan untuk pergi ke rumah ibunya. Ana meminta izin pada ibu mertuanya, dan ia sangat diperbolehkan oleh mertuanya. Sekarang, hanya tinggal meminta izin pada suaminya.
“Mas... Mama jatuh sakit, jadi aku ingin menjenguknya mungkin aku akan menginap di sana,” ucap Ana pada Adry meminta izinnya.
Adry yang sedang duduk membaca sebuah koran diam tak menjawabnya. Ana mengulangi kembali ucapannya, dan akhirnya Adry pun membalasnya dengan kata terserah yang dingin.
“Mas... ingat, jangan lupa untuk segera menafkahinya,” bisik Ana lembut ditelinga Adry.
Mendengar bisikan istrinya Adry benar-benar marah. Adry berdiri lalu pergi meninggalkannya. Ana tak memperdulikan suaminya yang tengah marah padanya, karena dia harus pergi untuk menjenguk ibunya.
“baguslah kalau kamu pergi sayang. Jadi Mas tak perlu berpura-pura diharapanmu,” ucap Adry.
*****
Dua hari kemudian telah berlalu, sudah dua hari Ana menginap di rumah orang tuanya. Keadaan ibunya pun sudah semakin membaik. Ibunya memaksanya untuk pulang, namun Ana bersikeras untuk tidak pulang sebelum ibunya benar-benar pulih. Ana dan ibunya yang berada di kamar ibunya, Sarah datang menghampiri mereka. Sarah memberitahu Ana kalau ibu mertuanya datang. Ana pun bergegas menyambut ibu mertuanya.
“Mama...”
“Ana sayang, dimana Mama kamu sayang, Tante mau menjenguk melihat Mama kamu,” ucap Tante Riska merekahkan senyumannya.
“ada di kamar Mah, ayo Mah.” ucap Ana mengajak ibu mertuanya.
Tante Riska akhirnya bertemu dengan ibunya Ana. Mereka saling berbincang-bincang dan Ana pun menyuguhkan teh untuk ibu mertuanya. Tak berapa lama mereka berbincang dan Ana hanya mendengarkan perbincangan mereka, Tante Riska pun berpamit untuk pulang. Ibunya Ana menyuruhnya untuk ikut pulang juga bersama dengan ibu mertuanya. Ana awalnya menolaknya, namun karena desakan ibunya iapun ikut pulang bersama mertuanya.
Hari sudah malam, Ana dan mertuanya pun tiba di rumah. Dan Adry melihat kepulangan Ana istrinya dan juga ibunya. ibu mertuanya Ana menyuruhnya langsung ke kamar saja untuk beristirahat dengan penuh perhatian. Ibu mertuanya sangat sayang padanya, dia sangat mengetahui dirinya yang merasa lelah. Sebelum Ana bergegas pergi ke kamarnya, mertuanya meminta tolong kepadanya.
“oh iya, Mama sampai lupa.”
__ADS_1
“ada apa Mah?” tanya Ana.
“tadi Rita memesan sesuatu pada Mama, jadi sebelum kamu masuk ke kamar, tolong berikan pesanan ini pada Rita ya sayang.” Ucap Tante sambil memberikan sebuah kotak kecil pada Ana.
“baiklah Mah.”
Adry yang mendengar perbincangan itu, bergegas ke kamar Rita sebelum Ana yang terlebih dahulu datang ke kamar Rita. Adry masuk ke kamar Rita tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Adry membuka pintu itu sedikit. Rita tentu saja terkejut dengan kedatangannya secara tiba-tiba. Adry melangkah semakin mendekatinya. Adry merekahkan senyuman manisnya kepadanya yang membuat Rita tenang dan membalas senyumannya juga.
Adry menariknya dan membuat Rita membelakangi pintu yang terbuka itu. Rita bertanya apa yang hendak ia lakukan, Namun Adry tak menjawab pertanyaannya. Adry terfokus melihat kearah pintu kamar Rita yang terbuka itu. Hingga akhirnya Adry menyuruh Rita untuk menutup matanya. Rita pun menuruti perintah Adry. Sekali lagi Rita bertanya apa yang hendak ia lakukan namun tetap saja Adry tak menjawabnya.
Karena Adry tak menjawabnya pikiran Rita tak karuan berpikir tentang apa yang akan dilakukan Adry padanya. Rita jadi berasumsi bahwa Adry dan dirinya akan melakukan hal yang selalu dinanti-nantikannya. Suara tumit high heels Ana terdengar oleh Adry dengan samar-samar.
Adry memerintahkan Rita untuk tidak membuka matanya sedikitpun. Adry lalu menutup matanya. Pelan-pelan Adry membuka sweater yang dikenakan oleh Rita. Apa yang dilakukan oleh Adry padanya tentu saja membuat Rita bahagia tersenyum. Bagaimana tidak, hal yang selalu dinanti-nantikan olehnya akhirnya akan benar-benar terjadi.
Sebelum sampai ke kamar Rita, Ana yang awalnya melangkah tak melihat kearah pintu kamar Rita. Akhirnya melihat kearah kamar Rita. Ana terkejut melihat suaminya sedang membuka sweater Rita. Sebelum mereka melihat keberadaan Ana yang tak sengaja melihat mereka, Ana pun bergegas pergi dari situ.
“brengsek, kau memanfaatkanku hanya untuk membuat dia cemburu,” ucap Rita
“huuh, kau tersenyum cengengesan karena aku akan melakukannya. Jangan mimpi kamu,” ucap Adry.
Rita lalu berdiri dan hendak menampar pipi Adry.
Namun, sebelum tangannya mendarat di pipi Adry, segera Adry menangkapnya terlebih dahulu dan lalu membuangnya dengan kasar. Adry yang berbalik menampar Rita untuk menyadarkannya.
pprraakkk...
“dengar... ini adalah tamparan untuk menyadarkan mu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyentuhmu karena aku sangat jijik dengan sikapmu yang sama seperti iblis,” ucap Adry lalu pergi meninggalkannya.
__ADS_1
“dasar laki-laki brengsek, awas saja kamu yah,” ucap Rita.
“baiklah, kau ingin membuat dia cemburukan aku akan membantumu untuk melakukan hal itu,” ucap Rita tersenyum sinis yang licik.
Rita lalu menutup dan mengunci pintu kamarnya. Rita lalu meraih ponselnya dan membuka aplikasi rekaman. Rita pun memulai untuk mereka. Rita merekam suaranya seperti suara desahan yang biasa keluar ketika seseorang melakukan hubungan intim. Rita merekam suaranya dengan sangat heboh mendesah. Selesai merekamnya, Rita tertawa lepas ketika memutar suara desahannya.
Rita mencari speaker bluetooth miliknya, dan iya pun menemukannya. Rita lalu pergi ke kamar Ana. Sebelum masuk Rita mencari cara untuk menyelinapkan speaker bluetooth-nya ke kamar Ana. Rita akhirnya memutuskan untuk menyuruh asisten saja. Rita menyuruh Asisten itu untuk memberitahu Ana bahwa Ana dipanggil oleh ibu mertuanya.
Asisten itu pun bergegas pergi menemui Ana dikamarnya dan lalu menyampaikan semua hal itu. Ana langsung pergi menyusul mertuanya yang memanggilnya. Ana pergi, dengan begitu mempermudah Rita untuk masuk menyelinap menyembunyikan speaker bluetooth miliknya dikamar Ana. Rita lalu menyalakan speaker itu dan lalu bergegas pergi meninggalkan kamar Ana.
Ana yang menyusul mertuanya karena memanggilnya mengetuk pintu kamar ibu mertuanya. Ana tak mendapat sahutan masuk dari ibu mertuanya. Ana pun membuka pintu kamar ibu mertuanya. Ana melihat ibu mertuanya sudah tertidur pulas.
“hmm mungkin Mama memanggilku dari tadi dan asisten itu baru memberitahukan ku,” ucap Ana.
Ana memperbaiki selimut ibu mertuanya yang turun kebawah. Lalu Ana pergi kembali masuk ke kamarnya, dan Rita pun melihatnya.Ana membaringkan tubuhnya yang lelah. Ana sama sekali tak menggantuk. Pikirannya jadi mengingat yang ia lihat tadi. Ana merasa cemburu. Ana berusaha untuk tidak mikirkan hal itu.
Rita memutar rekaman itu dengan volume yang kecil agar Ana mempercayai bahwa itu adalah suara desahannya. Mencoba memejamkan matanya untuk tidur, Ana mendengar sayup-sayup suara yang tak asing baginya. Ana menyadari bahwa itu adalah suara desahan Rita yang sedang melakukan hubungan intim dengan suaminya.
Ana merasa sedih mendengarnya. Barulah Ana menyadari betapa cemburunya ia merelakan suaminya sendiri melakukan hubungan itu. Sementara ia belum pernah melakukan dan merasakan hal itu dengan suaminya. Suara desahan yang didengar olehnya pun semakin heboh Ana menutup telinganya dengan bantal. Hingga akhirnya ia pun tak mendengarkan suara desahan itu lagi. Ana mengambil boneka pemberian suaminya dan lalu mencoba untuk tidur tenang dengan memeluk boneka itu.
Rita yang sedang berada di dalam kamarnya tertawa puas dengan apa yang sedang ia lakukan. Rita berpikir pasti Ana sudah mendengarnya dan akan cemburu ketika Ana mendengarnya.
Bersambung...
Jangan lupa komentar dikolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe
Salam Hangat~`
__ADS_1
BY.BAE©