
Disisi lain, Adry yang berada di dalam mobilnya menurunkan kaca pintu mobilnya dan melihat dari kejauhan ke arah kediaman Ana. Dia belum melihat tanda-tanda kehadiran istrinya diteras depan rumah itu.
Namun selang beberapa saat kemudian, ia pun melihat istri dan ibu mertuanya keluar. Terlihat Ana sedang berpamitan dengan ibunya dan pergi dengan mengemudi mobilnya.
“mau kemana dia dengan mengemudi mobil sendirian, apa tangannya sudah sembuh?” gumam Adry bertanya-tanya.
“pak... cepat pak ikuti mobil itu,” titah Adry pada sopir pribadinya.
Pak sopir pun mengikuti instruksi Adry untuk mengikuti mobil yang dikendarai oleh istrinya. Ana sama sekali tidak menyadari ada yang mengikutinya di belakang mobilnya.
*****
Ana berhenti di SMA X yang sangat terkenal itu, ia kemudian memarkirkan mobilnya dan lalu turun. Saat ia keluar dari mobilnya, semua orang menatap ke arahnya dengan tatapan terkagum-kagum melihat kecantikan Ana.
Adry terheran dengan apa yang hendak Ana lakukan di SMA X itu. Ia juga merasa sangat kesal pada semua orang menatap istrinya dengan tatapan yang penuh dengan nafsu yang sangat tinggi.
Padahal istrinya memakai baju yang sangat sopan dan tertutup. Dengan memakai blazer Korea Selatan dan juga dengan memakai celana kekinian. Penampilan Ana terlihat sangat modis bergaya layaknya seperti seorang model.
Ana berjalan ke arah ruangan para guru dengan ada beberapa dokumen ditangannya. Semua murid pria yang melihatnya bersorak menyapa Ana dengan sapaan yang menggoda Ana. Sebagian dari mereka ada yang tersundul jatuh dan ada juga yang menabrak tiang tembok teras kelas.
Para murid tercengang melihat kecantikan Ana yang terlihat sangat cantik natural tanpa harus dipoles oleh skincare ataupun alat make up lainnya. Setelah Ana masuk keruangan para guru dan Adry tak dapat melihatnya lagi.
“sebenarnya apa yang ia lakukan di sini.” tanya Adry dalam hatinya setelah ia tak melihat istrinya lagi.
“pak.. tunggu sebentar di sini, saya ada urusan sebentar,” ucap Adry.
Adry turun dari mobilnya setelah para Siswa-siswi itu masuk ke dalam kelas masing-masing. Tak ada yang mencurigai Adry ketika ia masuk termasuk para security. Mereka tak mencurigai Adry sedikitpun karena tampang tampannya dan juga penampilannya yang sangat rapi dengan menggunakan setelan jas kekinian.
Adry akhirnya melihat istrinya yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan salah satu guru di SMA itu. Ibu guru itu mengantarkan Ana ke kelas XII IPS, setelah itu ibu guru itupun meninggalkan Ana untuk mengajar di kelas sebelahnya.
Adry yang diam-diam mengintip dari celah-celah jendela yang terbuka mendengar kekacauan yang luar biasa. Para siswa bersorak menyapa istrinya dengan sapaan yang menggoda istrinya.
“keep silent please (tolong diam),” ucap Ana dalam berbahasa Inggris.
__ADS_1
“let me introduce myself, my name is Natahsya Chyntia Bella. You can call me Miss Ana. (Izinkan saya memperkenalkan diri saya, Nama saya Natahsya Chyntia Bella. Anda boleh memanggil saya Miss Ana),” ucap Ana lagi.
Semua siswa tercengang mendengar Ana berbicara dalam bahasa Inggris yang benar dan bagus juga dalam pengucapannya. Begitu juga dengan Adry, ia ikut terkejut mendengar istrinya pandai dalam berbahasa Inggris.
Adry jadi teringat dengan perbuatannya di waktu yang lalu, ia pernah menjelek-jelekkan istrinya di depan tamunya dan juga di depan istrinya sendiri pada saat acara peresmian restorannya. Waktu itu, Adry sama sekali tidak mengetahui jika Ana bisa berbahasa Inggris.
“aagh aku menganggap istriku remeh pada saat itu... ugh sial,” ucap Adry sambil memukul bagian kayu jendela itu dengan tidak sengaja.
Adry yang membanting bagian kayu itupun membuat para siswa dan juga Ana terkejut mendengarnya. Adry langsung menurunkan badannya dan lalu menunduk. Sebagian para siswa penasaran untuk melihat sekitaran jendela itu dengan melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ana melarang mereka untuk memeriksanya dan meminta untuk fokus mendengarkannya berbicara. Siswa itupun tak melanjutkan untuk meriksa ke arah jendela itu. Adry merasa aman, lalu ia kembali mendengarkan pembicaraan mereka.
“jadi, Miss berada di sini untuk PPL. kalian tahu apa itu kepanjangan PPL,” tanya Ana pada para siswa.
Salah satu siswa pun mengangkat tangannya untuk menjawab pertanyaan Ana dengan jawaban yang nyeleneh tak nyambung dengan topik.
“PPL: Pandangan Pertama Langsung jatuh cinta sama kamu,” ucap salah satu siswa itu lalu memberikan kiss dari kejauhan untuk Ana.
“keep silent please!!! bukan itu kepanjangannya. Miss minta pada kalian semua untuk bekerja sama membantu Miss menyelesaikan PPL ini. Jadi, PPL itu kepanjangan dari Praktek Kerja Lapangan.” jelas Ana.
“oooh Praktek Kerja Lapangan,” seru semua siswa-siswi itu kompak.
“iya, untuk itu Miss akan mencoba untuk praktek mengajari kalian belajar bahasa Inggris tujuannya adalah untuk mengeluarkan semua kemampuan Miss dan juga membuat kalian bisa berbahasa Inggris.” ucap Ana.
“Miss yang cantik saya ingin bertanya,” ucap salah satu siswa itu.
“yah, silahkan.”
“Miss masih single-kan Miss, kalau begitu maukah Miss jadi calon ma’mum ku. Jika Miss setuju kita akan ke KUA dan ini akan kita akan mencetak sebuah sejarah, Seorang Siswa Melamar Gurunya yang sangat cantik.” ucap siswa itu berjalan menghadap Ana dan lalu berlutut memberikan bunga pada Ana.
Semua siswa-siswi itu semakin ricuh dan barbar sekali bersorak-sorai.
“hmm kurang ajar, ini sudah keterlaluan. Ini nggak bisa dibiarin begitu saja.” ucap Adry sambil berjalan hendak masuk ke kelas menghentikan aksi siswa yang menggoda istrinya.
__ADS_1
Handphone Adry tiba-tiba berdering membuat ia berhenti melangkahkan kakinya menuju ke kelas itu. Adry pun mengangkat panggilan yang masuk dan ternyata Pak sopir itu yang menelpon Adry.
“Bos, mobil bos diderek petugas polisi bos.” ucap sopir pribadi Adry.
“hah... kok bisa pak, okay saya akan menyusul kesana.”
Adry mengurungkan niatnya untuk masuk memberhentikan siswa itu. Adry berpikir itu hanya gombalan biasa dan ia pun keluar dari SMA itu. Dilihatnya mobilnya sudah di derek diangkut oleh petugas kepolisian.
“bos, lihatlah mobilnya di derek bos.” ucap sopir itu mengadu.
Adry yang sudah berada di TKP menghampiri petugas kepolisian yang menderek mobilnya.
Adry menyapa petugas kepolisian itu dengan ramah dan memegang pundak petugas kepolisian itu. Petugas kepolisian itupun berbalik arah dan mereka berdua saling terkejut satu sama lain.
“kamu...”
“bapak... bapak kan,” ucap Adry mengingat pak polisi itu yang pernah mengintrogasi dirinya waktu itu.
“ooh ternyata mobil itu milikmu,” lirih polisi itu dengan senyuman yang sinis.
“aargh mampuslah aku, polisi ini susah sekali diajak kompromi walaupun disogok dengan uang. Susah sekali untuk lolos darinya,” gumam Adry dalam hatinya.
Bersambung...
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.
Salam Hangat~
BY.BAE©
Pemeran Adry dan Ana
__ADS_1