Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 49 – Get well soon


__ADS_3

Sehabis menelpon dokter Sri, Adry langsung membuat sebuah ramuan untuk istrinya minum, ia membuatnya sesuai dengan yang dikatakan oleh dokter Sri. Terdengar suara Ana mengigau efek dari demamnya yang sangat tinggi, Ana mengigau-gigau memanggil-manggil Ayahnya.


“Ayah aku sangat merindukanmu, jangan tinggalkan aku Ayah. Aku mohon...” Ana menggigau meneteskan air matanya.


Adry cepat-cepat memberikan Ramuan itu pada istrinya, agar suhu tubuh istrinya yang tingggi itu menurun. Adry lalu menghapus air mata Ana dan lalu menenangkannya dengan membelai rambutnya, Ana menarik tangan suaminya dan memeluknya.


Adry mendudukan dirinya dilantai dan membiarkan istrinya memeluk tangannya, karena hanya dengan memeluk tangannya ia melihat istrinya jadi lebih tenang.


Handphone Adry berbunyi, ia mencoba mengambil handphonenya yang berada di atas meja dengan membiarkan tangannya yang masih dipeluk oleh istrinya itu. Adry begitu sangat kagetnya melihat handphonenya.


Ternyata adik iparnya Sarah yang menelponnya, dia lupa dan baru teringat bahwa ibu mertua dan adik iparnya akan datang malam ini berkunjung ke apartemennya.


“Halo kak.”


“iya halo Sarah.”


“Aku dan Tante akan berangkat ke sana, kakak adakan di apartemen kakak.” Tanya Sarah.


“iya tapi...”


“tapi kenapa kak?”


“Mas... jangan katakan pada Mama.” Ucap Ana menggigau setenga sadar.


Ana mengira ia sedang menelpon ibunya untuk memberitahu keadaannya yang sedang sakit saat ini. Adry menenangkan istrinya yang terlihat sangat gundah.


“kak Ana kenapa kak.” Tanya Sarah mendengar suara Ana seperti sedang sakit.


“tapi kamu janji tidak memberitahu Mama.” Ucap Adry


“iya kak, kak Ana kenapa? Apa kak Ana...”


“iya Ana sedang demam tinggi.”


“ya ampun kak, kenapa kok bisa.”


“mungkin karena ia kelelahan, tadi kakak membawanya kerumah sakit.”


“kak Ana memang seperti itu kak, terkadang kalau ia terlalu lelah pasti demam tinggi akan melandanya.” Ucap Sarah mmberitahu kakak iparnya.


“kakak mohon kamu jangan beritahu Mama soal ini yah, dan tolong cari cara untuk membuat Mama tak jadi datang kesini. Dan kamu jangan khawatir, karena kakak akan menjaga Ana dan merawatnya dengan sangat baik di sini.” Ucap Adry.

__ADS_1


“baiklah kak, Sarah akan usahain supaya Tante nggak jadi datang ke apartemen kakak.” ucap Sarah lalu menutup teleponnya.


“Sarah... Apa kata kakak iparmu, tadi Tante sedikit dengar ada yang sakit gitu. Siapa yang sakit.” tanya Tante Eva.


“Oh itu.. eee.. itu Tante, kak Adry dan kak Ana pergi menjenguk paman kakak ipar, Tante. Kayaknya kita tunda aja dulu deh Tante ke apartemen kakak. Soalnya kak Adry dan Ana sedang tidak ada di sana Tante.” ucap Ana membujuk Tante Eva.


“Oh gitu.. emm kan kita bisa menunggu mereka pulang dari menjenguk. Ayo kita pergi.” ucap Tante Eva.


“tapi Tante, kata kak Adry mereka pulangnya besok Tante.” Ucap Sarah.


Sarah membuat alasan yang tepat kali ini, Tante Eva pun mengurungkan niatnya untuk berkunjung ke apartemen Adry.


“lalu bagaimana dengan kue ini yah Sar.”


“itu gampang Tante, biar Sarah aja yang ngurus. Nanti Sarah paketin ke tempat kak Adry.” ucap Sarah tersenyum meyakinkan Tantenya.


***


Suhu tubuh istrinya akhirnya menurun juga setelah ia meminum ramuan yang diracik oleh Adry, ia merasa sedikit lebih tenang. Adry


mereka berhutang budi pada dokter Sri karena telah banyak membantunya.


Adry pun naik ke atas ranjangnya untuk tidur karena hari sudah semakin larut ditambah pula karena memang dia juga sangat mengantuk.


***


Keesokan paginya Adry mendengar suara Ana yang merintih kesakitan dan memukuli kakinya berkali-kali. Adry mencoba untuk bangkit dari tidurnya.


“Ana... kenapa kamu memukuli kakimu.” tanya Adry.


“eemm.... Mas, kakiku pegel dan sakit sekali rasanya.”


“mari sini, biar aku pijat kakimu.”


Adry lalu mencoba untuk memijat kaki istrinya. Namun tetap saja, Ana masih merasa kesakitan. Adry lalu mencari minyak urut untuk meredakan rasa sakit yang diderita oleh istrinya.


Adry mencari minyak itu dikotak P3K dan untung saja ada di dalam kotak itu. Adry menarik selimut yang menutupi bagian kaki istrinya, ia sempat bingung memikirkan bagaimana cara mengoleskan minyak itu sampai ke bagian paha istrinya.


Adry kembali menutupi tubuh istrinya dan langsung menarik melepaskan celana istrinya. Setelah itu, ia pun langsung mengoleskan minyak itu keseluruh bagian kaki istrinya.


Ana tiba-tiba duduk bangkit dari tidurnya dan menatap suaminya dengan tatapan yang melotot. Adry membalas tatapan Istrinya dengan ekspresi terheran-heran melihat istrinya melototinya.

__ADS_1


“jangan memarahiku karena aku menyentuh seluruh bagian kakimu.” seru Adry.


“Mas... apa yang kamu oleskan pada kakiku.”


Adry lalu menunjukkan botol minyak urut itu, sontak membuat Ana terkejut berteriak.


“huuwwaaaa...”


Ana membuka selimut dan menurunkan kakinya lalu berlari menuju ke kamar mandi, ia langsung masuk berendam ke dalam bathtub. Adry masih terheran-heran mengapa Istrinya berteriak histeris, ia pun membaca botol minyak itu yang bertuliskan “Extra Hot”.


“hah... betapa cerobohnya aku tak memerhatikan minyak ini, pantasan aja Ana.... hah Ana.” ucap Adry lalu mengingat Ana di kamar mandi.


Kemudian Adry berlari menuju kamar mandi menyusul menolong istrinya. Betapa terkejutnya ia melihat istrinya yang berendam di dalam bathtub sambil menangis.


“Ana... apa yang kamu lakukan, seharusnya kamu tidak merendam tubuhmu di dalam bathtub. Berendam di dalam air itu malah akan membuat rasa panasnya menyebar.


Adry lalu mengangkat tubuh istrinya keluar dari bathtub itu. Rasa panas itu pun sekarang bereaksi keseluruh tubuhnya, Ana melompat-lompat kepanasan. Ana malah ingin kembali masuk ke dalam bathtub itu lagi untuk mengurangi rasa panasnya itu. Adry menghalanginya untuk tidak masuk lagi, ia lalu dengan sangat cepat membuka baju dan menurunkan celana istrinya. Ia lalu menyiram tubuh Ana yang terekspos hanya menggunakan pakaian dalam saja dengan selang air.


“Mas... kenapa kamu melepas pakaianku.” ucap Ana mencoba menutupi tubuhnya.


“diamlah, aku hanya mencoba untuk menghilangkan rasa panas yang kamu rasakan.”


Ana menjongkokkan dirinya dan meminta Adry untuk keluar. Adry lalu keluar menuruti perintah istrinya. Adry mendengar suara bel pintu, ia pun berjalan ke depan untuk membuka pintu itu.


“cari siapa ya pak?” tanya Adry pada seorang pria yang menekan bel pintu apartemennya.


“Maaf pak, ini ada paket untuk bapak.”


“paket? dari siapa?”


“tolong pak tanda tangan di sini.” ucap pria itu tak menjawab pertanyaan Adry.


Setelah Adry menandatanganinya, pria itu lalu memberikan paket itu padanya dan pria itu permisi untuk pergi. Adry masuk dan meletakkan kotak itu di atas, ia melihat dan membaca alamat dan nama si pengirim.


“oh.. ternyata Sarah yang mengirimnya.” ucap Adry tersenyum.


Bersambung....


Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.


Salam Hangat~

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2