Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
-


__ADS_3

Sulaiman hanya tersenyum" Kemana Fuwat" Tanya Ustadz Sulaiman memakai bahasa Arab pada Manager yang mengurus restoran nya.


" Fuwat berada di restoran bintang lima yang akan di resmikan besok Syeikh" Jawab manajer restoran yang bernama Ali.


Zahra sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh suaminya.


Sulaiman mengangguk " Baik lah.. kau siap kau aku beberapa hidangan untuk ku dan istri ku" Kata Sulaiman tersenyum pada Ali.


"Wahh.. Ini istri anda Syeikh?" Tanya Ali di angguki oleh ustadz Sulaiman.


" Baik Syeikh kami akan menghidangkan beberapa makan malam untuk Syeikh dan isteri Syeikh.. Silakan saya hantar ke ruang VIP." kata manager Ali dengan sopan.


" Tidak usah ke ruang VIP Ali, aku mau makan di sini saja tapi sedikit pojokan sana..." Tunjuk Sulaiman pada meja yang berada di pojokan.

__ADS_1


" Baik Syeikh mari"


Sulaiman dan Zahra melangkah ke meja yang berada di pojokan.


" Mas Zaka bekerja di sini sebelum nya? " Tanya Zahra karena dia memang sama sekali tidak faham apa yang di bicarakan oleh suaminya tadi.


Ustadz Sulaiman seperti biasa hanya mengangguk dan tersenyum.


Beberapa minit berlalu karyawan di restoran itu datang membawa beberapa hidangan khas makanan Arab.


" Silakan.. " Jawab Sulaiman ramah.


" Baik Syeikh.. permisi" Mereka pun menghidangkan makanan di meja ustadz Sulaiman dan Zahra dengan hati hati karena mereka tau siapa yang berada di meja itu. Walaupun Sulaiman adalah pemilik restoran itu, dia tidak suka di layani dengan berlebihan. Tapi tetap saja mereka sangat menghormati nya dan segan padanya.

__ADS_1


Zahra sebenarnya merasa aneh karena menurut Zahra restoran itu terlalu berlebihan melayani mereka. Zahra dapat merasakan jika mereka semua sangat sopan dan sedikit gugup.


Aneh.. Itu lah yang terlintas di fikiran Zahra. Zahra memang tidak akan percaya jika dia mengetahui tentang jati diri suaminya di Mesir. Karena di Indonesia keluarga ustadz Sulaiman hidup dengan sangat sederhana sekali. Apa lagi Danissa yang hanya menggunakan motor saja jika ingin ke mana mana. Sebenarnya ustadz Sulaiman ingin membeli kan Danissa mobil, tapi Danissa tidak mau dengan alasan malas jika harus terjebak macet di jalan, maka itu dia lebih suka memakai motor saja.


" Ini makanan apa sih Mas.. aku baru melihat makanan seperti ini" tanya Zahra


Sulaiman memegang salah satu piring Yang berisi hidangan dan menyebut namanya"ini Hawawshi, ini kunafa, ini Ful. Semua ini khas makanan orang arab" Jawab Ustadz Sulaiman pada istrinya.


Zahra mengangguk dan kembali bertanya tentang beberapa hidangan yang lain nya lagi dan ustadz Sulaiman tetap menjelaskan nya nama nama makanan yang Zahra tidak tau yang berasal dari Mesir.


Zahra mulai mencoba satu persatu hidangan di hadapannya." Urmmm ini enak banget loh Mas.." Kata Zahra sambil mengunyah dan menutup bola matanya menikmati makanan khas di Mesir yang berada di mulutnya.


Ustadz Sulaiman tersenyum melihat istrinya " Bukan nya semua makanan di lidah mu enak sayang.." Sindir Sulaiman pada istrinya yang memakan apa saja semua bagi nya enak.

__ADS_1


Zahra menyengir pada suaminya. Karena itu memang kenyataannya Zahra sangat suka ngemil. Jika wanita wanita lain sibuk dengan pakaian yang mewah, tas mewah,sepatu mewah, perhiasan mewah, beda dengan istrinya yang suka nya hanya pada makan. Fikir Sulaiman menggeleng sendiri sambil senyum senyum mengingat istrinya yang sangat suka makanan.


__ADS_2