Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
TAMAT


__ADS_3

Malam hari.


Zahra melangkah masuk ke dalam kamar melihat suaminya yang sedang bersantai di kasur.


''Mana anak anak sayang.. " tanya Sulaiman pada istrinya.


" Udah tidur mas" jawab Zahra mendekati suaminya dan langsung memeluk nya.


"Mas, apa kita sudah tua.." tambah Zahra mengeratkan pelukannya pada suaminya.


Ustadz Sulaiman tersenyum mendengar pertanyaan istrinya" Mungkin sayang.." jawab Sulaiman mencium pucuk kepala istrinya.


" Kapan lagi kita ke Kairo Mas, sudah lima tahun kita tidak mengunjungi Jiddah.. apa dia masih baik baik saja ya seperti dulu " Ujar Zahra.


" Kemarin Kan kita VC dan melihat Jiddah masih baik baik saja kan sayang... "


"Hm..."


"Tidur lah.. i love u sayang " kata Sulaiman mencium pucuk kepala istrinya.


" I love u too Mas ku Yang tampan " kata Zahra sedikit bercanda.


Mereka berdua akhirnya tidur Bersama.


,,,


Keesokan harinya ustadz Sulaiman sedang bersiap siap di kamar untuk berangkat ke Kampus. karena dia masih tetap mengajar seperti dulu.


Di lantai bawah tepatnya di meja makan Alzam Zira Zila dan Zahra sedang menunggu Ustazd Sulaiman untuk sarapan. seperti biasa si kembar Zila dan Zira pasti heboh jika bertemu.


Zahra tersenyum melihat anak anaknya Yang sangat bising di meja makan sambil menunggu Abi nya. Zira Zila dan Alzam juga sudah siap dengan seragam sekolah nya karena sebentar lagi mereka akan berangkat ke sekolah selepas sarapan.


Ustadz Sulaiman melangkah menghampiri meja makan.'' Loh.. kok belum pada sarapan anak anak Abi'' tanya Sulaiman.


'' Bagaimana mau sarapan sang kaisar terlalu lama dandan nya'' Sewot Zira menyindir Abinya yang terlalu lama Bersiap.


Sulaiman tersenyum mencubit pipi Chubby Zira." Kenapa tidak sarapan Saja.. Kalian kan bisa sarapan duluan tanpa menunggu Abi.. '' Jawab Sulaiman duduk di Meja makan dan mulai sarapan bersama anak anak dan isterinya.


''Sayang, kau mau berangkat ke Cafe" Tanya Ustadz Sulaiman pada Zahra.


"Iya Mas, aku berangkat guna mobil sendiri saja, biar aku yang antar Zira dan Zila ke sekolah, Mas Antar Alzam saja Mas." Jawab Zahra tersenyum pada Suaminya.


" Kan mas sudah bilang sayang kita pekerja kan supir saja, agar kau juga bisa langsung ke cafe mu kalau pagi.." Kata ustadz Sulaiman Yang sudah berkali-kali berkata pada istrinya untuk mempekerjakan supir tapi Zahra tidak mau.

__ADS_1


" Jangan Mas.. Anak anak semangkin hari semangkin tumbuh membesar.. aku hanya ingin menghabiskan waktu pada semua anak anak bandel ini sebelum mereka tumbuh dewasa" jawab Zahra jujur tentang perasaan nya.


Ustadz Sulaiman akhirnya hanya busa tersenyum dan mengangguk.


Mereka pun melanjutkan sarapannya kemudian mengantarkan Zira Zila dan Alzam ke sekolah.


,,,


Malam hari Zahra sedang memasak di dapur tiba-tiba ustadz Sulaiman memeluk istrinya dari belakang.


" Mas.. ada apa.. " tanya Zahra dengan tangan yang masih sibuk.


" Hm, hanya ingin memeluk mu sayang... " jawab ustadz Sulaiman.


Zahra tersenyum dan masih melanjutkan masak tanpa menjawab suaminya.


" Mau mas bantu" bisik Sulaiman di telinga istrinya.


"Tidak Mas .. ini juga sudah siap " jawab Zahra.


Setelah itu ustadz Sulaiman membantu istrinya menghidangkan makanan di meja makan kemudian memanggil anak anaknya untuk makan malam.


Selesai makan malam ustadz Sulaiman dan Zahra serta anak anak nya solat Isyak berjemaah. Lanjut mengaji bersama. keluarga ustadz Sulaiman sangat hangat harmonis dan bahagia. apa lagi anak anak nya semua nya patuh pada kedua orang tuanya walaupun sedikit bandel.


Assalamualaikum semua...๐Ÿค—๐Ÿค— bunda mau berterima kasih pada readers yang setia mengikuti novel bunda.๐Ÿ˜ makasih udah mau mampir dan menjadi pendukung bunda๐Ÿฅฐ


Ayo kita lanjut ke Season dua novel Zira Dan ILham. udah rilis kok๐Ÿ˜ƒ



โค๏ธ Sedikit sekuel Cerita novel Madu.โค๏ธ


Tampak sepasang Suami istri yang sedang sarapan. Tiba-tiba Suaminya bersuara.


" Aku akan menikah lagi.." Kata ILham pada Istri nya dengan wajah datar.


Salfa menghentikan suapan nya dan melihat pada suaminya." Jangan Becanda kamu Mas" Jawab Salfa istri ILham kembali ingin meminum susunya.


" Aku tidak becanda, aku akan menikah lagi, setuju atau tidak setuju itu hak mu. Dan aku tidak peduli. " Ucap ILham Tidak terbantahkan dan terdengar sangat dingin.


Brakkk


Salfa menggerebek meja makan yang membuat kopi ILham tumpah mengenai jasnya tapi dia sama sekali tidak bergeming dan membiarkan Salfa yang marah.

__ADS_1


" Kau sudah gila ILham.!!! Kita sudah menikah selama satu tahun dan kau sedikit pun tidak pernah menyentuh ku !!. Dan apa ini, sekarang kau mengatakan untuk menikah lagi.!! Apa kau masih waras.!!." Marah Salfa dengan nafas Yang naik turun melempar gelas susu di hadapannya sehingga pecah di lantai.


ILham masih duduk dengan tenang tidak peduli dengan kemarahan Salfa padanya.


"Apa kau mendengar ku.!!" Teriak Salfa dengan mata yang memerah. " Kau sangat menyiksa batin ku ILham...!! Kau juga memisahkan kamar kita dari awal kita menikah ILham.!! " Tambah Salfa terus meneriaki Suaminya


ILham menyeringai Dingin dan berdiri dari duduknya kemudian mengantongi kedua tangannya di saku dan mengeluarkan lima kalimat yang membuat Salfa terdiam seribu bahasa.


" Kau yakin batin mu tersiksa" Ujar ILham menarik satu sudut bibirnya kemudian membalikkan tubuhnya melangkah ke kamar mengganti pakaiannya untuk berangkat ke kantor. Wanita ular yang menjijikan. batin ILham.


Salfa masih berdiri diam mencerna ucapan suaminya. Apa dia tau aku menyelingkuhi nya. Batin Salfa yang mulai merasa cemas.


Salfa dan ILham sudah menjalin hubungan selama dua tahun dan ILham memutuskan untuk menikah dengan Salfa. Sehari sebelum pernikahan mereka ILham menemui Salfa yang tidur bersama seorang pria di hotel. ILham yang sakit hati tetap meneruskan pernikahan nya dengan Salfa hanya untuk balas dendam pada Salfa. Dari menikah ILham sudah tidur terpisah dengan Salfa. ILham tau jika Salfa tidak akan meminta cerai padanya karena yang Salfa butuh kan adalah kekayaan nya.


Selama satu tahun menikah ILham terus bersikap dingin dan tidak pernah hangat pada Salfa seperti mereka pacaran. Sikap dingin ILham membuat Salfa mudah emosi dan meledak ledak padanya. Tapi ILham sama sekali tidak peduli. ILham juga tau jika Salfa sering tidur bersama pacar nya di hotel. Tapi ILham pura pura tidak tau apa apa dan membiarkan Salfa melakukan sesuka hati nya.


,,,,,


Di lain tempat tampak seorang gadis cantik menggunakan hijab dan berpakaian serba hitam sedang meninju samsak Melatih dirinya. Dan seorang lagi gadis cantik menggunakan cadar sedang duduk melihat adik kembarannya sedang memainkan ilmu bela dirinya yang sangat terampil.


Mereka ada lah anak anak ustadz Sulaiman dan Zahra.


Zila Zalmara kakak dari Zira Zalmira. Zila gadis yang menggunakan cadar lemah lembut sikap yang menurun dari Abinya ustadz Sulaiman. Sedang kan Zira Gadis tomboy yang menggunakan hijab tapi tidak menggunakan cadar seperti kakak dan Uminya (Zahra). sikap Zira menurun dari Uminya yang sedikit Bar bar juga pemegang sabuk hitam.


Setelah ILham memutuskan untuk menikah lagi dan memberitahu kan pada Mommy Daddy nya, Aara yang sangat menyukai putri kembar Ustadz Sulaiman, melamar Putri tengah ustadz Sulaiman untuk ILham, iya itu Zila.


Ustadz Sulaiman dan Zahra memiliki tiga anak. Anak tertua nya Laki laki. Dan anak kedua nya kembar Zila dan Zira.


Zila Yang tersalah ucap dan menerima lamaran Dari Aara dengan tidak sengaja akhir nya menyesali ucapannya karena tidak mendengar dengan baik Abinya (ustadz Sulaiman) sewaktu dia bertanya tempoh hari. Karena sudah terlanjur menerima lamaran Aggam. dia sering sedih dan menangis karena Zila sudah lama mencintai Kenan (Anak Bima dan Ayuna) dalam diam.


Zira yang tidak tega melihat Kakaknya sering menangis dalam diam. Memutuskan menyamar jadi sang Kakak dan menggantikan Zila di hari pernikahan nya. Zira juga mengganti nama Kakanya sewaktu ijab Kabul menjadi namanya, dan yang ILham ucap kan adalah nama Zira bukan Zila. ustadz Sulaiman dan yang lainnya tidak sadar dengan nama yang di sebut kan ILham semasa ijab Kabul karena nama Zila dan Zira hampir mirip membuat orang orang tidak sadar yang di nikahi ILham ada lah Zira bukan Zila.


ILham membawa isteri keduanya untuk tinggal di mension miliknya bersama dengan istri pertama nya karena memang itu tujuannya menikah Zira yang dia Anggap Zila.


Seiring berjalannya waktu ILham mulai menyadari jika yang dia nikahi itu adalah Zira si tomboy bar bar bukan Zila si gadis lemah lembut. karena beberapa kali ILham menemui Zira yang memojokkan Salfa sehingga Salfa menangis ketakutan padahal Salfa yang mulai mengganggu Zira. tapi Zira dan Salfa tidak sadar jika suami mereka berdua melihat mereka yang bertengkar.


Jika di hadapan ILham Zira berlaku lemah lembut seperti kakaknya Zila. tapi jika di belakang suaminya Zira berubah menjadi dirinya yang sesungguhnya.


ILham menyeringai saat menyadari yang dia nikahi adalah si tomboy Zira yang menyamar jadi Zila.


'' Ternyata kau mengajak ku untuk bermain-main istriku... Baik lah... mari kita bermain main.. '' gumam ILham menyeringai penuh arti yang tergambar di wajah tampannya


TERIMA KASIH BAGI SEMUA PARA PEMBACA. ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ TERIMA KASIH JUGA UNTUK SEMUA DUKUNGANNYA ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ

__ADS_1


__ADS_2