Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
terimakasih


__ADS_3

Sore hari Sulaiman membawa istrinya berjalan jalan di Kebun anggur samping villa. anggur anggur itu jiddah nya sendiri yang menanam nya jika dia bosan duduk diam di rumah jadi memutuskan menanam anggur di halaman villa.


حفيد جدة .. لماذا أنت هنا .. أليس لديه آلام في المعدة يا عزيزي ''


'' Cucu Jiddah.. kenapa ke sini.. apa tidak sakit perutnya sayang'' tanya Jiddah ustadz Sulaiman pada Zahra memakai bahasa Arab.


"لا جدة .. الزهراء تشعر بالملل في المنزل طوال الوقت ... لذلك أريد أن آتي إلى هنا للتمشية في جدة"


" Tidak Jiddah.. Zahra juga bosen di rumah terus... jadi pengen ke sini jalan jalan Jiddah '' Jawab Zahra memakai bahasa Arab. Zahra sudah bisa berbahasa Arab selama beberapa bulan ini tinggal di Mesir. tentu saja belajar bahasa arab bukan hal yang sulit bagi Zahra, apa lagi dia memang tahfiz Qur'an dan Zahra juga memang wanita yang sangat cerdas.


'' Benar kah.. Jiddah hanya khawatir pada mu Sayang'' Jawab Jiddah tersenyum hangat


Sulaiman juga berdiri di sebelah istrinya sambil memegang istrinya. Tiba-tiba Zahra merasa sakit pada perutnya.


'' Arkhhh... Mas Zaka.. sakit...'' Kata Zahra memegang perutnya.

__ADS_1


'' Ya Allah mungkin kau mau melahirkan sayang'' Ustadz Sulaiman langsung menggendong istri membawa nya keluar dari kebun anggur.


Tiba di luar Zahra merasa sakitnya menghilang lagi.'' Mungkin belum Mas Zaka, sakitnya udah berhenti '' Ujar Zahra pada suaminya.


'' Itu bukan berhenti cucuku, itu sakit datang datang.. sebentar lagi kau akan melahirkan '' Sahut Jiddah yang juga ikut keluar dari kebun.


Benar saja berlalu sepuluh minit Zahra merasa kembali sakit '' Arkhhh... sakit lagi..." Kata Zahra memegang perutnya.


Sulaiman langsung memanggil supir yang sudah bekerja di rumahnya beberapa bulan ini, untuk menghantar mereka ke rumah sakit.


,,,


Zahra menangis mencengkram lengan suaminya yang memangku nya. " Mas Zaka sakit Banget...'' kata Zahra dengan suara berat terdengar sangat kesakitan.


'' Istighfar sayang.. '' Jawab Sulaiman juga tanpa sadar menjatuhkan air matanya dia tidak sanggup melihat istrinya yang sangat kesakitan.

__ADS_1


Beberapa minit berlalu mereka sudah tiba di rumah sakit.


Karena bayi dalam kandungan Zahra terlalu besar akhirnya Zahra menjalani operasi untuk mengeluarkan bayi nya.


Di luar pintu operasi ustadz Sulaiman terus berdoa pada Allah semoga bayi dan istrinya bisa selamat dan baik baik saja.


Cukup lama operasi di jalan kan akhirnya bayi dan ibunya selamat. Sulaiman mengangkat tangannya mengucap syukur pada Allah yang telah menyelamatkan istri dan anaknya.


,,,,


Sulaiman masuk ke dalam ruangan istrinya dan melihat Zahra yang juga baru membuka matanya dari tertidur akibat pengaruh bius yang di berikan oleh dokter tadi semasa menjalani operasi.


''Sayang... syukur lah kau selamat.. bagaimana dengan keadaan mu..'' tanya Sulaiman pada istrinya yang berada di atas brankar.


'' Aku baik baik saja Mas.. Mas, mana bayi kita'' tanya Zahra mencari bayi nya.

__ADS_1


'' Bayi kita berada di ruang bayi sayang... sebentar lagi dokter akan membawa bayi kita kemari..'' jelas Sulaiman mengecup lembut dahi wanita yang sangat dia cintai


Zahra tersenyum pada suaminya dengan wajah lemah. '' Makasih sayang karena mau melahirkan zuriat untuk Mas'' Kata Sulaiman lembut kembali mengecup istrinya. Zahra mengangguk tersenyum manis menjawab suaminya walaupun wajahnya masih terlihat sangat lemah


__ADS_2