Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Episode 60


__ADS_3

NB: Untuk pembaca yang sudah cukup umur atau yang sudah menikah.


...----------------...


Pintu kamar terbuka, Ana dan Rita melihat kearah pintu itu.


“sayang, apa kau masih tidur. aku membawakan sarapan... untuk...mu,” ucap Adry sedikit melambat ketika melihat Rita berada di kamarnya.


“apa yang kamu disini,’’ ucap Adry lagi.


Rita diam tak menjawabAdry yang bertanya padanya. Rita berpamitan pada Ana untuk keluar dan pergi dengan sangat cepat sebelum Adry marah padanya. Adry lalu mendekati istrinya dan bertanya padanya tentang apa yang sedang dilakukan Rita dikamar mereka. Ana tersenyum menjawab pertanyaan suaminya.


“dia hanya membangunkan ku untuk sarapan Mas,” ucap Ana.


“kamu yakin, dia tidak menghasut mu kan?” seru Adry.


Ana tersenyum manis kearah suaminya. Ana menggenggam tangan suaminya meyakinkannya bahwa Rita tidak sedang menghasutnya. Adry pun mempercayai istrinya itu.


“sayang... aku membawakanmu sarapan. aku suapin kamu yah,” ucap Adry dan Ana malah menolaknya.


“Mas aku mau mandi dulu membersihkan diri,” ucap Ana berjalan menuju kamar mandi.


Ana lupa mengunci pintu kamar mandi itu. Adry membuka pintu itu dan lalu masuk. Ana sama sekali tak menyadari kehadiran suaminya dikamar mandi itu juga. Ana masih memakai celananya dan hanya atasannya saja yang tak dipakai olehnya. Ana menghidupkan shower untuk membasahi tubuhnya.


Adry membuka bajunya. Ana terkejut ketika sebuah tangan dari belakangnya meraba dan juga meremas payudar*nya. Ana lali membalikkan tubuhnya kebelakang.


“Mas Adry...”


Adry tersenyum dan lalu menarik pinggang istrinya mendekat padanya. Exclusive untuk yang pertama kalinya, Ana melihat dada suaminya yang bidang itu. Ana melihat dan memeganginya. Adry tersenyum dan menarik tangan istrinya dan diletakkan ke pinggangnya. Lalu Adry memegang wajah istrinya dan lalu melumay bibir istrinya.


Mereka pun saling mendesah bersuara. Ana membalas dan mengikuti gerakan ciuman suaminya yang melumay bibirnya. Mereka berdua bercumbu dibawah air shower yang jatuh mengalir kearah mereka berdua.


Adry lalu berpindah ke leher dan juga bahkan ke payudar* istrinya. Ana mencoba untuk menjauhkan suaminya yang semakin menjadi-jadi terhadapnya. Adry tak mau menjauhkan dirinya. Adry malah mendorong tubuh Ana bersandar ke dinding.


Adry merentangkan tangan istrinya. Menaruhnya keatas kepala istrinya dan menahannya agar istrinya tak mendorong menjauhkan dirinya. Dilumaynya kembali bibir istrinya itu. Nafsunya semakin memuncak, tangannya berdalih meremas payudar* istrinya. Dan bahkan tangannya juga berdalih meraba bok*ng Ana.


Hal itu membuat Ana tersadar dan teringat akan janjinya terhadap Rita. Ana melepaskan cumbuan suaminya. Dan lalu menarik tangan suaminya yang meraba-raba tubuhnya menjauhkannya.

__ADS_1


“mengapa kau menghindariku. MMM...” ucap Adry menarik tubuh istrinya kembali mendekat padanya dan melumaynya kembali.


“mmm... Mas”


“Mas... aku ingin ke kampus hari ini. Aku ada janji dengan dosen pembimbingku. Aku takut jika aku terlambat dan membuat dosenku menunggu,” ucap Ana menghindar.


Ana lalu mendorong Adry untuk keluar dari kamar mandi itu. Ana lalu mengunci pintunya. Ana melanjutkan untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai ia memakai handuknya dan keluar untuk mengambil baju yang akan ia kenakan. Ana lupa mengambil bajunya saat hendak mandi.


Diluar, terlihat Adry berbaring di atas ranjang dengan tangan yang menahan kepalanya. Dia masih saja belum memakai bajunya. Adry menatap istrinya. Ana cepat-cepat melangkahkan kakinya mengambil bajunya. Ana hendak masuk kembali ke kamar mandi untuk memakai bajunya. Adry memanggilnya dan menghentikannya.


“pakai disitu saja,” ucap Adry.


Ana pun menuruti ucapan suaminya. Ana takut jika suaminya marah seperti yang waktu lalu ketika ia menolak. Adry memandanginya. Ana pun memakai bajunya dengan sangat cepat. Ana terlebih dahulu memakai celananya. Ana membelakangi suaminya memakainya.


Adry yang tadinya berbaring di ranjang, melangkah mendekati istrinya. dipegangnya pundak istrinya dan lalu memutarkan tubuh istrinya. Adry mendekati wajah istrinya dan lalu berbisik.


“tidak sopan membelakangi suami seperti itu,” bisik Adry dengan suara menggoda.


Ana hanya diam saja. Adry melepaskan handuk yang dipakai istrinya itu pelan-pelan. Ana membiarkan suaminya melakukan hal itu. Adry lalu memeluk istrinya dan lalu melumay bibir istrinya kembali. Ana membalasnya. Salah satu tangan Adry mengambil BH istrinya. Adry melepaskan ******* bibirnya.


“kamu sangat bernafsu, tapi mengapa kamu menghindariku, mmm...” ucap Adry.


***


Ana keluar dari kamarnya mencari ibu mertuanya untuk berpamitan pergi ke kampusnya. Ana mendapati ibu mertuanya diruang tamu bersama dengan Rita. Ibu mertua dan Rita yang melihatnya melemparkan senyuman manis pada Ana.


“Ana... dimana Adry?” tanya ibu mertuanya. Belum sempat Ana menjawab, Adry datang.


“ada apa sih Ma?” tanya Adry sedikit kesal ketika melihat Rita.


“duduklah Nak, kita bahas hal yang semalam tertunda,” ucap ibunya melemparkan senyuman lembut pada anaknya yang terlihat sangat kesal.


“tidak perlu dibahas lagi Mah, aku menerimanya sebagai istriku. tapi...” ujar Adry terpotong.


“tapi Apa Mas..” ucap Rita senang mendengar ucapan Adry yang menerimanya.


“dengan syarat kamu tidak perlu melakukan tugasmu sebagai seorang istri dan aku... Aku juga tidak melakukan kewajibanku sebagai seorang suami,” ucap Adry yang sedikit pun tak memandang kearah Rita.

__ADS_1


Rita terlihat sedikit sedih dan kecewa dengan ucapan Adry. Ana yang melihat Rita bersedih, menegur suaminya untuk menarik syarat yang tak masuk akal. Adry tetap pada ucapannya.


“ayo kita pergi, aku yang akan mengantarkanmu ke kampus,” ucap Adry lalu menarik tangan istrinya, Ana.


“tapi Mas, masalah ini belum selesai,” ucap Ana sambil melepaskan tangannya dari tarikan suaminya.


“aku sudah memutuskannya tadi. Dan hal itu tidak bisa di ganggu gugat,” ucap Adry menarik tangan istrinya kembali.


“Mas... kau membuat Rita menangis,” ucap Ana.


“aku tak peduli, untuk apa dia menangis. Seharusnya dia bersyukur aku menerimanya dan memberikannya status,” ucap Adry.


Adry dan Ana pun pergi meninggalkan ibunya dan Rita yang menangis diruang tamu itu. Tante Riska menenangkan Rita yang menangis.


“Rita sayang, kamu jangan menangis. Suatu hari nanti Adry pasti membukakan pintu hatinya untukmu,” ucap Tante Riska sambil memeluk Rita untuk menenangkannya.


****


Di mobil dalam menuju perjalanan ke kampus, Ana hanya diam saja karena kesal pada suaminya.


“sayang, kamu kenapa sih diamin Mas cemberut diam seperti itu. Mas kan sudah melakukan apa yang kamu minta. Tapi kamu malah diam cemberut sama Mas,” ucap Adry sambil fokus mengemudi mobilnya.


Ana tetap saja diam tak menjawab pertanyaan suaminya. Hingga akhirnya sampai di kampusnya. Ana hendak keluar, namun tangannya di tarik oleh suaminya.


“sayang kamu jangan bersikap seperti itu dong sama Mas,” ucap Adry.


Tetap saja Ana masih diam tak menjawabnya.


“ya sudah kalau kamu memilih untuk tetap diam gak apa-apa,” ucap Adry sambil mengecup kening istrinya.


Setelah itu, Ana langsung keluar dari mobil dalam keadaan yang masih marah.


“Sayang.. kamu nanti pulang jam berapa, biar Mas jemput,” seru Adry pada istrinya yang berjalan masuk menuju ke gedung rektorat. Ana tak menjawab pertanyaan Adry.


Bersambung....


Jangan lupa komen yaahhhh

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2