Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 9 – Kejutan


__ADS_3

Malam ini Adry mengajak Rita untuk makan malam di sebuah restoran mewah. Rita mau tidak mau menuruti keinginan Adry karena desakan orang tuanya.


Adry pun mengirimkan baju yang di pilihnya untuk di pakai oleh Rita. Rita menolak untuk memakai baju itu, walaupun sebenarnya baju itu cocok padanya, ia menolak untuk memakainya. Rita pun lalu di jemput oleh orang suruhan Adry. Rita lalu pergi dan berpamitan pada kedua orang tuanya.


Di sebuah Restoran Jepang


Di sana terlihat seorang pria yang sangat tampan bak seperti seorang pangeran. Pria itu adalah Adry, ia menggunakan setelan jas yang modern yang membuat penampilannya berbeda dengan hari ini.


Rita telah sampai ke restoran itu. Adry yang melihat kedatangan Rita datang menyambut Rita dengan sangat romantis. Adry membungkukkan badannya dan meminta tangan Rita untuk dituntunnya ke tempat duduk. Keromantisan yang dilakukan oleh Adry di nilai norak oleh Rita.


Padahal jika wanita lain yang di perlakukan oleh Adry seperti itu akan membuat wanita itu tergila-gila padanya, pikiran para wanita itu mungkin bisa saja sampai terbang ke bulan karenanya. Hahaha


Adry menggeserkan sebuah kursi dan mempersilahkan Rita untuk duduk. Rita pun duduk dengan memasang wajah yang agak cemberut. Adry menatap Rita dengan tatapan heran.


“Kamu kenapa tidak memakai baju yang aku kirim.” Tanya Adry penasaran dengan alasan Rita.


“Bajunya yang kamu kirim itu tidak cocok untukku,” jawab Rita.


“Tapi kan aku ngirim bajunya banyak, masa ia ngga ada yang cocok sama kamu,” tanya Adry lagi.


“Ya mau gimana lagi, emang ngga ada yang pas dan cocok untukku. Ada yang ukurannya kekecilan lah lah, kebesaran lah, warnanya norak lah. Iihh pokoknya ngga ada yang cocok buat aku,” ketus Rita dengan sangat kesal.


Adry malah tersenyum cengengesan melihat dan mendengarkan penjelasan Rita. Rita yang menyadari Adry yang menatapnya seperti itu membuatnya heran.


“Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu,” tanya Rita sinis.


“Nggak... nggak ada apa-apa kok,” jawab Adry sambil tersenyum-senyum.


“Tapi... kamu benar-benar sangat cantik banget malam ini,” tambah Adry sambil mendekati wajah Rita.

__ADS_1


“Iiiih .... Kamu apa-apaan sih!” seru Rita sambil mendorong bahunya Adry agar wajahnya menjauh dari hadapannya.


“Nggak salahkan kalau aku bilang kamu cantik, hmm?” Tanya Adry.


Rita tak merespon menjawab pertanyaan Adry, karena semakin Rita meresponnya maka semakin jauh dan banyak pula yang dibahas Adry dengan hal yang tidak penting. Adry pun tak masalah dengan Rita yang tak meresponnya lagi. Adry lalu memesan makanan untuk mereka. Adry menanyakan makanan apa yang mau di pesan oleh Rita. Rita pun menjawabnya dengan cuek.


“Aku pesan Beefsteak saja dan jus jeruk,” ucap Rita.


Adry pun memanggil karyawan restoran itu dengan menepukkan tangannya. Karyawan restoran itu pun datang menghampiri mereka, Adry lalu meminta untuk membawa makanan pesanan mereka.


Sebelum makanan yang dipesan datang, Adry permisi pada Rita untuk pergi ke toilet sebentar. Rita hanya bergumam pada Adry, ia sangat sibuk memerhatikan sekitarnya yang sangat aneh. Rita melihat sekeliling restoran itu, beberapa para pengunjung restoran itu terlihat sangat tidak asing baginya.


Setelah beberapa menit Adry ke toilet, akhirnya Adry datang lagi ke meja makan mereka. Adry memandang Rita sambil berjalan mendekati Rita. Seorang karyawan lewat di hadapan Adry yang membuat Adry terjatuh di hadapan Rita.


Rita yang terkejut akan hal itu, ia pun menutup matanya.


Rita heran, kenapa Adry tak kunjung jatuh ke arahnya padahal jelas-jelas ia melihat Adry akan jatuh ke arahnya dan pasti akan menimpa dirinya. Perlahan Rita pun membuka matanya. Hal yang pertama ia lihat adalah tangan Adry yang memegang sebuah cincin berlian yang berada di dalam kotak merah. Hal itu pun membuat Rita Shock dan langsung berdiri dengan wajahnya yang sangat kesal dengan apa yang telah dilakukan oleh Adry padanya.


“Ini surprise untuk kamu sayang, aku ingin melamarmu saat ini juga,” Ucap Adry dengan nada lembut untuk menenangkan Rita yang sedang marah karena idenya yang tidak di sukai oleh Rita.


“Maukah kau menikah denganku.” Seru Adry sambil berlutut di hadapan Rita dan menunjukkan cincin berlian itu kepada Rita.


Rita terdiam, semua orang yang ada di restoran itu pun membuka kedok mereka dari penyamaran. Ternyata semua orang yang ada di restoran itu adalah para tamu, keluarga Rita dan Keluarga Adry. Mereka pun menyaksikan Adry dan Rita sambil bersorak-sorai.


“Terima .... Terima .... Terima ....” sorak semua orang yang ada di restoran itu.


Rita melihat sekelilingnya lagi, dan akhirnya ia terkunci pada satu tatapan. Rita melihat ayah dan ibunya terlihat senyum bahagia. Ia berpikir bahwa ia tidak mungkin bisa menolak lamaran itu ketika ia melihat ayah dan ibunya juga berada di restoran itu.


Rita pun akhirnya menganggukkan kepalanya sebagai tanda iya menerima lamaran Adry. Melihat Rita yang setuju Adry pun Berdiri tersenyum, ia lalu menyematkan cincin berlian itu ke jari manis Rita.

__ADS_1


Adry pun meraih tubuh Rita. Ia memeluk dan mencium kening Rita. Apa boleh buat Rita tidak bisa mengelak, karena jika ia menolak pelukan dan ciuman dari Adry itu sangatlah tidak enak di lihat oleh para tamu dan keluarganya. Semua orang bertepuk tangan dan bersorak-sorai bergembira.


“cuit ... cuit ... cuit ...” salah satu tamu bersiul yang menambahkan keriuhan gembira pada suasana malam itu.


Adry pun mengucapkan banyak terima kasih pada keluarganya dan pada para tamu undangan yang berkenan datang untuk hadir memeriahkan acara lamarannya dengan Rita, calon istrinya. Adry lalu mempersilahkan para tamu untuk menyantap makanan yang telah di sediakan oleh restoran itu. Adry membooking restoran itu untuk membantu menyukseskan acara lamarannya itu.


Rita memanggil karyawan untuk datang padanya dan memberikannya minuman. Sebenarnya Rita tidaklah haus, ia hanya mencari cara untuk bisa keluar dari acara ini. Rita pun mengambil minuman itu dari tangan si karyawan restoran dan dengan sengaja ia membuat seolah-olah si karyawan restoran itulah yang tak sengaja menumpahkan minuman itu ke arah bajunya. Rita pun memasang raut wajah yang sedikit marah.


“Kamu ini gimana sih, basah nih jadinya bajuku.” Lirih Rita dengan nada kesal.


“Maaf saya tidak sengaja. Jawab karyawan restoran itu ketakutan.


Adry yang melihat Rita yang bajunya basah pun menghampirinya.


“Sayang kamu gapapa,” tanya Adry perhatian.


“Gapapa, aku mau ke toilet dulu,” ucap Rita dengan nada yang bertambah kesal karena Adry memanggilnya dengan panggilan sayang.


Rita pun pergi ke toilet. Di belakang Rita, ia diikuti oleh sahabatnya. Ternyata sahabatnya juga datang ke acara itu. Rita yang menyadari ada yang mengikutinya di belakang pun membalikkan badannya. Ia terkejut sekaligus bahagia melihat sahabatnya itu.


“Kalian ada di sini ....” seru Rita senang melihat sahabatnya ada di restoran itu. Mereka bertiga pun saling berpelukan.


“Selamat ya Rit ...” ucap Fitri.


“Kalian ini apa apaan sih, kalian tahu kan rencana gila ini tapi kok kalian ngga ngasih tau ke aku,” lirih Rita sedih.


“Kita ngga cerita sama Lo karena kita di larang sama bokap loh untuk ngga ngasih tau ke elo Rit”. Jawab Ana menjelaskan dan menenangkan Rita.


Rita mengadu perasaan kesalnya pada kedua sahabatnya. Ana dan Fitri pun menenangkan dan menghibur Rita. Setelah itu mereka bertiga pun kembali ke acara itu setelah Rita berhasil ditenangkan yang selalu saja menangis sebelumnya.

__ADS_1


Bersambung...


BY.BAE©


__ADS_2