Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 48 - Ada apa denganmu


__ADS_3

Setelah Adry memutuskan teleponnya dengan Sarah, ia selalu bertanya-tanya pada dirinya sendiri kemana sebenarnya istrinya itu pergi jika istrinya tidak ada di rumah mertuanya. Ingin ia menghubungi istrinya itu namun sayang sekali ia tidak memiliki kontak nomor hp istrinya itu.


“Apa jangan-jangan dia pergi ke rumah mama kali yah. Tapi mana mungkin, dia akan lebih memilih rumah orang tuanya dari pada orang tuaku.” ucap Adry sambil berjalan mondar-mandir berpikir keras.


“ini bisa gawat kalau sampai Ana belum pulang pada saat mertua datang, ini bisa gawat. apakah aku harus keluar pergi mencarinya. Tetapi, kemana aku harus mencarinya. Aku sama sekali tidak tahu dimana tempat biasa Ana pergi berkunjung.” Ucap Adry lagi.


Adry lalu mengambil keputusan untuk pergi keluar mencari Ana disekitar-sekitar situ. terkadang ia memberhentikan mobilnya untuk bertanya pada seseorang apakah mereka melihat istrinya disekitar situ.


***


Sementara Ana yamg sudah sampai ditempat itu ia pun menikmati keindahan alam yang indah dan udara yang sangat segar. Ana menjadi sedikit merasa lebih tenang berada di tempat itu.


Ana melihat kearah tempat yang dulu ia pernah makan bersama dengan para sahabatnya itu. Sekarang, jika ia ingin menenangkan pikirannya, Ana tidak hanya teringat dengan almarhum ayahnya tetapi ia juga akan teringat dengan para sahabatnya.


***


Ana rasa cukup untuk menenangkan pikirannya, ia hendak pulang karena hari sudah sore. Ana memesan taksi online untuk mengantarkannya pulang ke apartemennya supaya ia tak menunggu lebih lama lagi.


Taksi online itupun mengantarkan Ana pulang. Namun, sopir taksi online itu ternyata adalah sopir taksi online gadungan. Sopir itu menurunkannya ditempat yang sepi dan memalaknya meminta untuk menyerahkan semua barang-barang berharganya.


Ana tak mau mengambil risiko yang terlalu besar ia hadapi jika tidak memberikannya. Ana memberikan semua barang berharga miliknya termasuk jaket kulit


yang sedang ia pakai pemberian dari ibu mertuanya itu.


Sopir taksi online gadungan itu juga menginginkan jaket kulit yang Ana kenakan karena ia tahu jika itu adalah jaket yang sangat mahal. Setelah berhasil mendapatkan semua barang yang sedang dibawa dan dikenakan oleh Ana, Sopir itu pun menancapkan gas mobilnya meninggalkan Ana seorang diri ditempat yang sangat sepi itu.


Ana merasa bersyukur karena ia tidak diapa-apain sama si Sopir taksi gadungan itu. Ana pun berjalan dengan kaki telanj*ng memijak aspal yang kasar itu. Ia merasa sedikit kesakitan dan mencoba untuk menahannya. Tidak ada jalan lain selain berjalan di aspal itu, karena di tepi aspal itu terdapat banyak rumput berduri.

__ADS_1


***


Adry masih di luar mencari keberadaan istrinya. berkeliling-keliling mencari tanpa tahu arah tujuan, Ia tersesat ke jalanan yang sepi. Harap maklum karena ia terlalu lama tinggal diluar negeri semelumnya sehingga dia tidak terlalu hafal daerah sekitar situ.


Adry membuka G*ogle Map untuk menuntunnya kembali pulang ke rumah, Namun sayang, Ia tidak bisa mengoperasikan aplikasi itu karena tidak ada jaringan di sekitar situ.


Adry pun menjalankan mobilnya saja dulu sambil mencari istrinya dan mencari jalan pulang. Hari sudah mau gelap alias magrib, Adry melihat sosok seorang perempuan berjalan kaki.


Melihat sosok wanita itu dari belakang saja, Adry langsung mengetahui jika itu adalah istrinya dengan melihat bentuk tubuh dan baju yang istrinya kenakan saat itu karena dia yang memakaikannya untuk istrinya.


Adry lalu memberhentikan mobilnya, kemudian ia langsung keluar berlari ke arah Ana. Adry langsung memeluk tubuh Ana yang dingin, Ana diam saja tak bergerak ketika Adry memeluknya.


“Kenapa kamu meninggalkan aku begitu saja tadi? Kenapa kamu berjalan ditempat sepi seperti ini? kenapa kamu bisa ada di sini? tas dan jaket mu mana? Bukannya kamu tadi menggunakan jaket? apa yang terjadi padamu?” tanya Adry sambil mengguncang-guncang pundak Ana.


Ana hanya diam saja menundukkan kepalanya.


Ayo kita pulang.” ucap Adry sambil menarik tangan Ana untuk masuk ke dalam mobil.


Tubuh Ana hampir terjatuh karena ia memijak sebuah batu aspal yang tajam. Adry baru menyadari bahwa istrinya tak menggunakan sendalnya.


Tanpa bertanya lagi mengapa ia bisa tak memakai sendal. Adry mengangkat tubuh anak untuk masuk ke mobil dan Ana hanya diam saja tak bereaksi minta untuk diturunkan.


Suasana di dalam mobil itu hening tak ada suara. Ana hanya diam saja dan Adry tak berani melontarkan pertanyaan pada istrinya itu mengapa ia bisa berada ditempat yang sepi itu.


Adry yang tak mengetahui arah jalan pulang memberhentikan mobilnya dan bertanya kepada orang sekitar situ arah jalan menuju ke apartemennya.


Seorang bapak-bapak itu pun memberitahu dari dan Adry pun sangat berterima kasih pada bapak-bapak itu. Adry sangat berterima kasih pada bapak itu dan lalu pergi.

__ADS_1


Sampai di apartemen mereka, Adry menurunkan Ana dan menyuruhnya untuk menunggunya sebentar untuk memarkirkan mobilnya di lobby. Ana tak mendengarkan dan menunggu suaminya, ia merasa sedikit pusing kepalanya dan ia langsung naik ke atas terlebih dahulu untuk beristirahat.


Adry menekan tombol remote mobilnya untuk mengunci mobilnya. kemudian ia kembali ke tempat ia menurunkan istrinya yang sedang menunggunya. Adry tak lagi melihat istrinya ada di sana.


“ke mana dia, aku tadi menyuruhnya menunggu ku disini.” ucap Adri bertanya-tanya Kemana perginya istrinya.


“Ah mungkin dia sudah naik ke atas duluan.” ucapnya lagi.


Adry mempercepat langkahan kakinya untuk memastikan bahwa Ana memang benar-benar ada di sana. Adry pun masuk setelah menekan kode pintu dan lalu langsung masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk memastikan Ana ada di sana.


Dan ia merasa bersyukur ternyata Ana memang ada di dalam kamar. Ana duduk tertidur di atas sofa kamar.


Adry tersenyum manis melihat Ana tertidur seperti itu. Adry mendekati istrinya untuk mengangkatnya ke atas ranjang. Dari dekat terlihat jelas wajah anak yang terlihat pucat sekali, Adry lalu memegang kening Ana dan betapa panasnya suhu badan istrinya itu.


Adry mengangkat tubuh Ana dan menidurkannya di atas ranjang. lalu ia mengambil sebuah air dan mengompres keningnya untuk menghilangkan sedikit rasa panas yang di derita oleh Ana saat ini.


Adry teringat dengan kartu nama dokter Sri, Ia pun mencari kartu itu. Ketika Adry menemukan kartu itu, ia langsung menelpon dokter itu. Beruntung dokter Sri dengan cepat menjawab teleponnya. Adry langsung bertanya pada dokter itu bagaimana cara menurunkan suhu badan demam tinggi istrinya.


Dokter Sri pun memberitahu Adry cara yang paling manjur untuk menurunkan suhu badan panas yang tinggi dengan sangat cepat. Adry sangat berterima kasih sekali para dokter itu karena meresponnya dengan sangat cepat dan memberitahukan dia tips untuk menurunkan suhu tubuh istrinya yang sedang demam tinggi.


Dokter itu pun senang bisa membantunya. Dokter itu juga mengingatkan Adry untuk tidak membiarkan Ana kelelahan, karena mungkin itulah yang menyebabkan Ana jatuh sakit. Adry mendengarkan apa yang diucapkan oleh dokter itu yang selalu mengingatkannya dengan hal yang sama.


Bersambung...


Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang baik.


Salam Hangat~

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2