
Di kamar Ana, Adry mencoba untuk memejamkan matanya. Namun tetap saja ia tidak bisa untuk beristirahat, pikirannya diusik oleh rasa bersalahnya pada Ana. Ia pun bangkit dari tempat ia berbaringan dan berjalan mendekati meja belajar.
Adri menemukan secarik kertas yang bertuliskan sebuah kata-kata yang menyentuh hatinya. Di kertas itu tertuliskan..
My friend ...
Tell me What is your problem, I will help you every time and I will always be there for you because I love you so much.
Dalam bahasa indonesia
sahabatku...
Ceritakan padaku Apa masalahmu,
aku akan membantumu setiap saat dan aku akan selalu ada untukmu karena aku sangat mencintai kalian.
Membaca secarik kertas milik Ana, Adry pun menyimpulkanya dalam hatinya bahwa istrinya Ana adalah sosok seorang wanita yang sangat penyayang baik dan lembut.
Ia juga mengambil dan memandangi foto Ana sewaktu ia masih kecil. Ana terlihat sangat cantik, polos, senyumannya yang manis dan wajahnya begitu sangat imut dengan memakai gaun ulang tahunnya. Adry pun senyum-senyum sendiri melihat foto Ana.
***
Di apartemen, Ana merasa gelisah karena Adry tak kunjung pulang. Ia sangat takut jika terjadi sesuatu pada Adry. ingin menelepon nya pun namun sayang sekali ia tidak mempunyai nomor teleponnya.
Ana pun mencoba menghubungi rekan kerjanya menanyakan nomor telepon Adry.
Pertama ia menghubungi Popy. Namun Popy mengatakan bahwa ia tidak memilikinya, padahal sebenarnya dia mempunyai nomor telepon Adry dan bahkan dia sering meneror Adry dengan mengirimkan banyak pesan menggoda Adry dengan menggunakan nama lain.
Walaupun Adri tidak pernah membalas pesan darinya, akan tetapi ia sangat senang karena hasratnya untuk menggoda Adry terpenuhi lewat pesan singkat.
Mendengar perkataan Popy yang mengatakan bahwa ia tidak memilikinya. ia tidak memiliki pilihan yang lain, Ia pun memutuskan untuk menghubungi manajer Adry.
__ADS_1
“Halo siapa ini”. ucap si Manager.
“eee.. ini saya Ana, karyawan yang bekerja di restorannya pak Adry”. Ucap Ana.
“Oh kamu ada yang bisa saya bantu?”. Tanya si Manager ramah.
“maaf.. Bolehkah saya meminta nomor telepon Pak Adry, karena ini sangat penting sekali. Tolong.. tolong bantu saya..”. ucap Ana.
Tanpa bertanya-tanya dan berpikir panjang, si Manager itu pun memberikan nomor telepon Adry. Ia percaya bahwa Ana tidak akan salah menggunakan nomor itu dan ia merasa yakin juga karena Adry adalah karyawan di restoran Adry.
Kring..
Handphone Ana berdering, Ana langsung mengambil Handpone yang ia letakkan di atas meja beberapa menit yang lalu sehabis menelpon Manager Adry. Ia langsung membuka isi pesan dari si Manager itu yang isinya adalah nomor telepon Adry, suaminya.
Ana lalu menelepon Adry, namun nomor yang dituju oleh Anna sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan. Hal itu membuat Ana menjadi semakin khawatir pada Adry. Ia juga berniat untuk menghubungi Ibu mertuanya menanyakan Adry ada atau tidaknya di rumah mertuanya, namun niat itu diurungkan oleh Ana. Ia takut jika Adri tidak ada di sana, dan bisa-bisa nanti ibu mertuanya ikut khawatir.
Malam semakin larut, namun Adry tak kunjung pulang. Ana yang sedari tadi menunggu kedatangan suaminya di sofa ruang tamu, tertidur kelelahan menunggu suaminya, Adry.
***
“Oh ya ampun, sudah jam tujuh pagi. Apakah Mas Adry sudah pulang?”. Ucap Ana yang melihat ke arah jam jam dinding yang tepat berada di arahnya dan lalu kemudian Ia berlari kamar untuk melihat Adry.
Satu malaman ini, Adry tidak pulang ke apartemen. Ana hanya berfikir mungkin Adry sudah pulang dan sudah berangkat ke restorannya. Ana bersiap-siap dengan terburu-buru untuk berangkat ke restoran dan memastikan bahwa Adry memang ada di sana.
***
Kembali menyorot suasana di rumah Ana. Adry menghampiri ibu mertuanya yang sedang berada di ruang makan mempersiapkan sarapan pagi. Ia berpamitan pada ibu mertuanya untuk pergi berangkat bekerja.
Ibu mertuanya menahannya dan menyuruhnya untuk sarapan terlebih dahulu sebelum ia pergi berangkat bekerja, Adry pun menurutinya.
Tante Eva, Sarah dan Adry menikmati sarapan yang disiapkan oleh Tante Eva. setelah mereka siap menyantap sarapan mereka, Sarah mendekati Tante Eva lalu mencium tangannya berpamitan untuk pergi berangkat ke sekolahnya.
Adry juga berpamitan pada Tante Eva dan mengatakan pada sarah untuk pergi berangkat bersama dengannya, Sarah pun berkata iya dengan senang hati.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan, Sarah menceritakan kenangan saat ia bersama kakak sepupunya Ana. Ia menceritakan bagian cerita yang mana Ana sangat perhatian sekali pada dirinya.
"Dulu pernah sewaktu Kak Ana masih duduk di bangku SMA dan waktu itu Sarah berlibur ke rumah Kak Ana. Aku dan Kak Ana bermain di taman di depan rumah.
Di pikiranku tiba-tiba terlintas untuk mengerjai Kak Ana dengan membuat kakiku seperti terluka dan mengeluarkan banyak sekali darah”. Ucap Sarah.
"kakak tau ngga bahan darah yang sarah gunain?". tanya Sarah pada Adry.
"pakai apa?". tanya Adry yang memang tidak tahu jawabannya.
“Bahan darah yang Sarah gunakan adalah bunga yang berwarna merah Sarah giling sampai ***** lalu Sarah lumurin ke kaki Sarah.” ucap Sarah tertawa.
"Lalu". ucap Adry.
“yaaa.. setelah itu Sarah berteriak memanggil-manggil kak Ana. lalu Kak Ana terkejut melihat Sarah sudah berlumuran darah. Kak Ana tidak menyadari bahwa itu bukanlah darah karena ia sudah merasa khawatir dan sudah tidak karuan lagi".
"Kak Ana pun langsung menggendong Sarah dan lalu membawa Sarah masuk kedalam mobil untuk dilarikan ke rumah sakit. Sarah selalu bilang pada kak Ana bahwa itu bukanlah darah dan ia tidak apa-apa karena dia hanya melakukan prank".
"Kak Ana tidak mendengarkan kata-kata Sarah. sesampai di rumah sakit ia memanggil para suster dan dokter untuk menangani sarah”.
“Sarah pun masuk ke dalam ruangan, sedangkan Kak Ana menunggu di luar. Sarah pun menceritakan semua yang terjadi pada dirinya. dokter itupun terkagum pada sifat Kak Ana yang sangat penyayang karna terlalu khawatir akan sepupunya.” ucap sarah.
“gitu kak ceritanya”. ucapnya lagi pada Adry.
"lalu bagaimana reaksi Ana pas dia tau kamu ngerjain dia. Apakah ia marah besar padamu?”. tanya Adry.
“kak Ana tidak marah padaku, ia malah memeluk Sarah dengan sangat erat dan merasa bersyukur karena tidak terjadi apa-apa padaku”. jawab Sarah.
Adry terkagum dengan sifat Ana yang diceritakan oleh Sarah. selama sarah bercerita terkadang ia mencuri-curi untuk tersenyum lebar kalau Sarah tidak memandang ke arahnya.
Bersambung...
Author sangat mengharapkan like, komen dan Votenya dari kalian wahai para readers yang setia.
__ADS_1
Salam Hangat~
| BY.BAE© |