
Di Bandara Soekarno-Hatta
Terlihat seorang pria yang baru turun dari pesawat pribadi dengan menggunakan kacamata hitam. Pria itu sangat tinggi, tegap dan terlihat sangat tampan.
Yaa, pria itu adalah Adryan Dexter calon tunangannya Rita yang biasa di panggil Adry. Adry membuka kacamatanya dan bergumam.
“Sudah lama aku tidak kembali dan akhirnya aku kembali”. Gumam Adry dalam hati.
Adry adalah seorang anak pengusaha terkaya di indonesia. Ayahnya Adry ( Arran Dexter namanya) mempunyai banyak perusahaan di indonesia salah satu nama perusahaannya adalah Dexter Group.
Ayahnya masih memimpin perusahaan Dexter Group. Ayahnya Adry menyuruhnya untuk cepat-cepat menikah supaya iya bisa menggantikannya. Ayahnya pun sudah menjodohkannya dengan anak Om nya.
Adry tidak menentang dan tidak keberatan dengan perjodohan itu. Walaupun ia belum mengenal calon tunangannya itu tetapi setidaknya dia sudah melihatnya selembar fotonya yang menurutnya itu tidak terlalu buruk untuknya.
Adry menuruti kemauan Ayahnya. Yaa, Adry memang memiliki sifat menurut kepada orang tuanya. Dia juga anak yang sangat baik. Akan tetapi dia memiliki gangguan mental yang terkadang bisa kumat kalau ia tidak menyukai sesuatu atau ia mengingat akan satu hal.
Adry mengetahui jika ia akan di sambut oleh calon tunangannya. Dia di beri tahu oleh Om nya (Ayahnya Rita). Sudah 15 menit berlalu tapi ia belum menemukan sosok Rita yang dia lihat di foto. Dia pu menelfon Om nya.
“Halo Om”. Ucap Adry.
“Halo Adry, Ada apa nak”. Jawab Om hendra
“mmm Rita ngga jadi iya Om ke bandara”. Tanya Adry.
“Apa Rita belum nyampe di Bandara, padahal dia sudah berangkat 1 jam yang lalu”. Jawab om Hendra dengan nada terkejut.
“Oke kalau gitu tunggu sebentar yaa, Om akan coba menelfon Rita dan menanyakan keberadaannya sekarang". Tambah Om hendra lagi.
“Oh ngga usah om biar Adry saja yang menelfonnya. Tapi, saya tidak punya nomor Handphone Rita Om”. Seru Adry.
“oke, Om matiin telfonnya dulu biar om kirim nomor”. Seru Om Hendra lalu memutuskan telfonnya.
Tak lama setelah Om Hendra mematikan telfonnya, Adry tlah menerima pesan Whatsapp dari Om Hendra yang isinya adalah nomor Handphone Rita. Adry pun menelfon Rita.
Rita yang tidak tahu kalau yang menelfonnya adalah calon tunangannya pun mengangkatnya.
“Halo, siapa ini”. tanya Rita.
“Hai Rit, ini aku Adry”. Jawab Adry
“Haaa Adry”. Jawab Rita dengan mata melotot melirik ke arah dua sahabatnya yang sedang duduk di sebuah kantin kampus.
“iya, gimana Rit, kamu jadi ngga kesini. Katanya kamu mau kesini”. tanya Adry.
__ADS_1
“Aduhhh gimana yaa, sebenarnya kita lagi di bengkel nih mobil kita mogok”. Jawab Rita berbohong.
“Ohh gitu, kamu ada di bengkel mana sekarang biar aku susul”. Tanya Adry
“eeee ngga usah ngga usah. Lebih baik kamu pulang aja ke rumah kan kamu juga pasti capekkan selama di perjalanan. Aku bener-bener minta maaf banget ya ngga bisa kesana”. Seru Rita dengan nada gugup dan lembut.
Mendengar perkataan Rita, ia pun menurutinya. Adry pun pulang dengan anak buahnya.
Banyak sekali para kaum wanita yang memerhatikannya sedari tadi. Mereka memerhatikan Adry dari atas hingga bawah bahkan ada yang mengajaknya untuk berselfi.
Adry menolak dan mempercepat langkahnya untuk masuk ke sebuah mobil mewah yang sudah ada di depan bandara. Semakin Adry mempercepat langkahnya, para wanita itu malah berlarian mengejarnya.
Adry sudah masuk ke dalam mobil. Adry masih memikirkan para wanita yang mengejarnya.
“Apakah mereka tidak mempunyai pekerjaan lain selain mengejar-ngejar diriku, apakah mereka tidak tahu bahwa aku tidak menyukai mereka dan itu dapat merugikan mereka jika menyukaiku”. Gumam Adry kesal dalam hati dengan ekspresi marah.
Tapi, tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah menjadi ceria. Adry senyum-senyum sendiri sambil melihat foto Rita di ponselnya.
Ternyata adry terkagum-kagum mendengar suara Rita yang lembut. Dia juga mengingat kata-kata Rita yang sangat poos meminta maaf padanya.
.
Di Kampus
Sementara di kampus, Rita memberi tahu Ana dan Fitri kalau Adry sudah nyampe di jakarta.
“Belum sih, tapi gua ngga peduli. Yaaa... sebenarnya bokap gue udah ngirim foto dia sih di Whatsapp. Cuma gua males aja ngebukanya. Ngga penting juga”. Jawab Rita sambil bermain game di Handphonenya.
“Mana coba lihat”. Ucap Fitri sambil merampas HP Rita yang sedang asyik bermain game.
“iiihh, lo apa-apaan sih fit”. Seru Rita kesal.
Rita dan Fitri pun saling berebutan Handphone Rita.
Hingga akhirnya HP Rita terjatuh tepat di depan kaki Ana. Ana pun mengambil HP Rita dan ia melihat foto Adry.
“Biasa aja sih orangnya, menurutku masih gantengan Doni daripada dia”. Jawab Ana kecoplosan.
“Aduh **** banget sih gue ngomong kayak gitu di depan Rita”. Gumam Ana dalam hati.
Ana pun memberikan Hp Rita kepada Fitri untuk bisa melihat foto Adry. Rita tidak menanggapi apa yang di katakan Ana barusan dia hanya berpikir bahwa dia sependapat dengan Ana.
“Oh My God, gila ini cowok ganteng banget sumpah”. Seru Fitri dengan mata yang berbinar-binar.
__ADS_1
“Mata loh picek kali ya fit, udah jelas-jelas masih gantengan Doni di bandingkan dia. Tuh bener yang dikatakan Ana”. Ucap Rita
“gue heran deh sama selera kalian berdua". seru Fitri.
"Apaan sih lo Fit, udah jelas-jelas emang dia ngga ada apa-apanya. seru Fitri supaya ngga menimbulkan kecurigaan padanya.
"sini, balikin Hp gue". lirih Rita sambil mengambil Handphonenya kembali dari tangan Fitri.
"game mulu.... game mulu...". ledek Fitri.
"Dari pada elo, makaaan mulu kerjanya". Balas Rita kembali meledek.
"eee bedua, pada ngapa sih ribut-ribut. Kuy temenin gue ke perpus. seru Ana sambil menarik tangan Fitri dan Rita.
"Gue mau balikin buku yang gue pinjem kemarin". tambah Ana lagi.
Mereka bertiga pun bergegas meninggalkan kantin dan pergi menuju perpustakaan kampus.
Di perpustakaan Ana pun mengembalikan semua buku yang ia pinjam beberapa hari yang lalu.
*Handphone Rita berdering
"ssttt... Rit Handphone lo matiin ini perpustakaan*". seru Ana sambil berbisik yang menegur Rita.
"iya gue tau, bentar-bentar gue keluar dulu". jawab Rita sambil buru-buru keluar.
Rita pun mengangkat telepon dari Ayahnya.
"Halo pah". seru Rita.
"Rita, apa Adry sekarang bersamamu nak". Tanya Om Hendra Ayahnya Rita.
"ngga pah Adry sudah pulang ke rumahnya. Rita ngga jadi ke bandara pah. tadi mobil Ana mogok di jalan". jelas Rita.
"ya sudah kalau begitu cepat pulang kerumah dan jangan keluyuran. ucap Ayahnya.
"iya pah". jawab Rita.
Bersambung . . . .
TTD
.
__ADS_1
.
By.Bae©