Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 29. Terulang lagi


__ADS_3

Ana pulang dan telah sampai di apartemen. ia pun menekan tombol, namun hal itu dengan sangat cepat di hentikan oleh seorang Cleaning Service paruh baya itu.


“maaf mbak!! untuk saat ini, lift ini tidak bisa digunakan mbak. Karena ada sedikit kerusakan pada sistem lift ini”. ucap Cleaning Service itu menahan Ana untuk menaiki lift itu.


“ooh begitu ya pak”. Lalu, bagaimana caranya saya untuk naik ke lantai empat belas?”. Tanya Ana.


“jalan satu-satunya Mbak harus menaiki tangga darurat atau kalau tidak mbak tunggu saja beberapa jam menunggu liftnya berfungsi kembali”. jawab dan jelas Cleaning Service itu.


Ana berpikir lebih baik ia naik tangga darurat saja daripada menunggu berjam-jam. Ia takut jika Adry akan memarahinya jika ia pulang terlalu larut. Sebenarnya, lift itu tidaklah rusak.


Adry lah dibalik semua ini, ia menyuruh dan membayar Cleaning Service itu menahan Ana untuk tidak menaiki lift itu supaya Ana menaiki tangga darurat. Adry juga menyuruh Cleaning Service lainnya untuk menakut-nakuti Ana di tangga darurat.


***


Ana pun pergi kearah tangga darurat itu, ia menaiki anak tangga dengan sangat hati-hati. Suasana di sekeliling ruang tangga darurat itu sangat sepi. Bagaimana tidak, jarang orang melintas diarah situ karna digunakan jika keadaan mendesak saja orang melintas disitu.


Ana sudah melewati sepuluh anak tangga, ia merasa sangat kewalahan dan kelelahan menaikinya. Ana pun berhenti sejenak untuk menghilangkan sedikit rasa lelah.


Tiba-tiba...


Seseorang memegang pundak Ana dari belakang, ia sangat terkejut dan mencoba untuk menoleh kebelakang. Betapa terkejutnya Ana melihat pocong secara nyata di hadapannya, ia pun menjerit sejadi-jadinya.


Ana tak bisa berlari, ia hanya bisa menutup matanya dengan rasa ketakutan yang luar biasa.Cleaning Service itu terkagum dengan kecantikan Ana, ia pun mencoba untuk menenangkan dan menjelaskan pada Ana bahwa ia bukanlah pocong. Ana perlahan membuka matanya dan mencoba untuk menyadarinya.


“bener kamu bukan pocong”. Ucap Ana.


“ia Mbak yang cantik, aku adalah manusia biasa yang di takdirkan oleh tuhan untuk bertemu denganmu disini”. Ucap Cleaning Service itu dengan sangat genit pada Ana.


Perlakuan Cleaning Service itu kepada Ana terlalu berlebihan. Padahal, Adry hanya menyuruhnya untuk menakuti Ana dan bukan untuk menggodanya, apalagi Cleaning Service itu hendak mencoba untuk menyentuhnya.


Cleaning Service itu mulai mendekati Ana, hal itu membuat Ana semakin ketakutan. Lagi-lagi Ana mengalami hal yang sama dengan waktu itu.

__ADS_1


Namun kali ini, lebih menakutkan dibanding dengan ketakutannya sewaktu mati lampu beberapa hari yang lalu. Sekarang, Cleaning Service itu benar-benar sangat dekat dan tepat dihadapan Ana.


Cleaning Service itu pun mencoba untuk mendekatkan wajahnya kearah wajah Ana untuk mencium bibir Ana. Sebelum hal itu terjadi, Ana mencoba cara untuk mencegah hal itu, ia pun menyipak bagian sensitif para lelaki.


Hal itu membuat Cleaning Service itu merontah-rontah dan berteriak kesakitan. Ana pun berlari secepat mungkin dan sekuat tenaganya untuk menaiki anak tangga.


“hey tunggu, mau lari kemana kamu”. Ucap Cleaning Service itu yang masih merasa kesakitan mencoba menangkap dan mengejar Ana.


Untungnya Ana berhasil lolos dari kejaran Cleaning Service itu. Ana menekan kode untuk membuka pintu dengan tangannya yang gemetar. Di ujung jalan ia melihat Cleaning Service itu melihat kearahnya.


Hal itu membuat Ana semakin ketakutan, ia selalu saja menekan tombol yang salah akibatnya. Tiba-tiba pintu itu terbuka, Ana pun langsung masuk kedalam dan menutupnya kembali.


Ana terjatuh ketika menabrak Adry yang membuka pintu itu, begitu juga dengan Adry, ia juga ikut terjatuh menindih tubuh Ana.


Wajah Adry tepat di atas wajah Ana, ia melihat raut wajah Ana yang sangat-sangat ketakutan.


Pipi Ana penuh dengan air mata. Ketakutan yang dilihat Adry kali ini lebih berbeda dari sebelumnya. Adry berdiri dan membalikkan wajahnya untuk tersenyum sinis dibelakang Ana.


“mas, tadi aku.. aku di kejar oleh orang yang tak dikenal mas”. Ucap Ana mengaduh berlari kearah Adry lalu memeluknya.


Ana menceritakan semua kejadian yang ia alami pada Adry. Awalnya memang Adry sangat senang melihat Ana ketakutan. Namun hal itu berubah ketika Ana menceritakan bahwa Cleaning Service itu hendak ingin melecehkannya.


Adry marah, Cleaning Service itu melakukan pekerjaannya tidak sesuai dengan perintah Adry. Adry melepaskan pelukan Ana dan keluar mencari Cleaning Service itu. Adry mencari batang hidung Cleaning Service itu dan akhirnya ia pun menemukannya. Si Cleaning Service itu melihat Adry dengan raut wajah yang penuh dengan Amarah.


“bos, aku sudah menakut-nakuti wanita itu bos, dia sangat ketakutan dengan apa yang telah kulakukan”. Ucap Cleaning Service itu tertawa girang.


Kemudian, tanpa memperpanjang dan mendengarkan basa-basi Cleaning Service itu, Adry pun membawanya ketangga darurat untuk menghabisinya.


“menakutinya kau bilang!! Kau tidak menakutinya dengan yang cara yang ku perintahkan. Kau hendak melecehkannya bukan!!! Kurang ajar!!!”. Ucap Adry sambil menghajar Cleaning Service itu habis-habisan.


“ampun bos.. ampun, awalnya ia yang menggodaku”. Ucap Cleaning Service itu berbohong.

__ADS_1


“menggodamu katamu. Hhaah, mana mungkin wanita secantik dia tertarik padamu dengan tampangmu yang licik seperti ini”. Ucap Adry.


Adry membawa Cleaning Service itu keruangan managernya untuk memecat Cleaning Service itu. Hal itu membuat Cleaning Service itu memohon sejadi-jadinya pada Adry untuk tidak memecat dirinya.


"tolong pecat Cleaning Service yang ngga tahu diri ini". ucap Adry pada managernya.


"ada apa ini pak". tanya manager itu heran melihat kedatangan Adry secara tiba-tiba dengan memasang wajah yang sangat marah.


"pokoknya kamu pecat saja dia". perintah Adry lagi.


"baiklah pak". ucap manager itu menuruti perintah Adry selaku pemilik apartemen itu.


"bos ampunilah saya bos, tolong. ampunilah saya..". pinta Cleaning Service itu sambil berlutut dihadapan Adry.


Adry menghiraukan permintaan maaf Cleaning Service itu dan lalu pergi meninggalkannya untuk kembali ke apartemennya.


di apartemen Adry melihat Ana terbaring pingsan tepat di depan pintu. Adry mencoba untuk membangunkan Ana. Namun tetap saja, Ana belum juga tersadar dari pingsannya.


Adry merasa sedikit khawatir dan akhirnya ia pun memutuskan untuk menelpon seorang dokter agar datang ke apartemennya memeriksa keadaan Ana.


Dokter itu pun datang dan langsung memeriksa keadaan Ana. Setelah dokter itu selesai memeriksa Ana, Adry langsung menghampiri dokter itu dan lalu bertanya keadaan Ana.


"dia baik-baik saja pak Adry, dia hanya kelelahan saja dan dia harus memperbanyak istirahat itu saja". ucap dokter itu dan lalu pergi pamit untuk pulang.


"terima kasih Dok". ucap Adry lalu mengantarkan dokter itu keluar dari apartemennya.


Bersambung....


BY.BAE©


please like, komen, and vote-nya para readers 😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2