Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 59


__ADS_3

Malam telah berganti pagi....


Adry terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu. Diluar ibunya memanggil mereka berdua untuk sarapan bersama. Adry yang sudah terbangun menjawab panggilan ibunya untuk segera menyusul. Ibunya pun lalu pergi berlalu dari depan pintu kamar mereka.


Mereka yang masih berpelukan itu, dilepas oleh Adry. Dia menatap wajah istrinya dengan sangat lekat. Lalu Adry mencium kening istrinya itu. Adry berdalih kearah dada dan leher istrinya yang mendapati banyak bekas gigitannya. Adry menghitung bekas gigitannya itu.


“satu... lima... sembilan... tujuh belas... dua puluh satu...” hitung Adry sambil menyentuh menunjuk-nunjukkan bekas gigitannya.


Ana yang masih menutup matanya, menangkap tangan suaminya yang sedang berhitung menyentuhnya. Ana meminta suaminya untuk berhenti menghitung menyentuh dadanya. Ana merasa geli setiap suaminya menyentuhnya. Adry tak menuruti permintaan istrinya. Adry malah semakin menjadi-jadi dengan meremas payudar* istrinya.


“aagghh... Mas, aku masih sangat mengantuk sekali,” desah Ana.


Adry menghiraukan ucapan istrinya, ia sangat menikmati apa yang sedang ia lakukan itu. Tangan Adry turun memegang pinggang istrinya. Alhasil membuat Ana merasa geli dibuatnya. Ana sedikit tertawa geli ketika suaminya menyentuh pinggang.


“Mas... aku masih sangat mengantuk,” ucap Ana dengan mata yang masih tertutup rapat.


Adry menghentikan tindakannya itu. Adry mengelus rambut istrinya lalu mencium kembali kening dan juga pipi istrinya itu. Setelah itu Adry menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya yang tak memakai atasan. Ana pun memeluk selimut yang diberikan oleh suaminya itu.


Ana kembali tidur, sedangkan Adry melangkah ke kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai mandi dan memakai bajunya, Adry menyusul panggilan ibunya untuk sarapan.


“kemana Ana...” tanya ibunya ketika Adry menyusulnya untuk sarapan seorang diri.


“dikamar Mah. istriku masih sangat lelah dan mengantuk, Mah.” Ucap Adry sambil menyambut sarapan yang diberikan oleh ibunya untuknya.


Ibunya hanya tersenyum mendengar Adry yang meresponnya. Rita yang tak jauh berada di belakang Adry, mendengar perkataannya. Rita yang tadinya membantu urusan didapur kembali sebentar ke kamarnya untuk mengambil sesuatu. Kemudian Rita berpikir untuk ke kamar Ana mengajaknya sarapan bersama. Rita takut jika kehadirannya akan membuat Adry marah. Namun mungkin Ana bisa membantunya untuk tidak membuat Adry marah padanya untuk sarapan bersama.


Rita pun melangkah ke kamar Ana. Rita memanggil Ana dan mengetuk pintu kamar itu, namun Ana tidak menyahut menjawabnya. Rita lalu berinisiatif membuka pintu itu dan masuk saja walaupun Ana tak menjawabnya. Tepat didepan pintu, Rita melihat BH dan baju Ana yang tercecer dilantai.


Rita terpaku terdiam membisu melihat hal itu. Rita memanggil Ana lagi, namun tetap saja Ana tidak menjawabnya. Ana masih tertidur pulas. Rita yang mengingat ucapan Adry yang mengatakan bahwa Ana sangat lelah, ia menjadi berlebihan berpikir.


“apa mungkin Mas Adry dan Ana melakukan hubungan...”


Rita lalu mendekati Ana yang tubuhnya ditutupi oleh selimut. Rita mengguncang tubuh Ana membangunkannya. Ana pun terbangun sekaligus terkejut dengan kehadiran Rita disampingnya. Secara Ana tak menggunakan atasan. Ditambah lagi ia mendapati banyak sekali bekas gigitan pada leher dan dadanya.


“Rita, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Ana berusaha untuk mengumpulkan nyawanya yang masih mengantuk.


“aku kesini ingin mengajakmu untuk makan bersama. Aku sangat takut jika Mas Adry akan memarahiku. Aku pikir jika kau juga ada di sana, maka aku akan sedikit lebih tenang,” ucap Rita.

__ADS_1


“oooh seperti itu, aku rasa Mas Adry mungkin tidak akan marah padamu. tapi tunggu sebentar aku akan...” ucap Ana terpotong.


“Ana... sebentar,” ucap Rita menghentikan Ana yang hendak turun dari tempat tidur.


“iya...”


“apa semalam kau dan Mas Adry melakukan hubungan...” ucap Rita melihat bekas dileher Ana, namun ucapannya tak selesai terucap karena dihentikan oleh Ana yang memotong ucapannya.


“aah tidak Rita, ini tidaklah seperti yang kamu kira. Aku dan Mas Adry selama ini tidak pernah melakukan hubungan itu. Aku berkata dengan sangat jujur padamu,” ucap Ana.


Mendengar ucapan penjelasan Ana, Rita merasa lega. Rita sangat mempercayai ucapan Ana yang terlihat sangat jujur terpancar dimatanya. Ditambah lagi Rita sangat mengetahui betul Ana adalah sahabat yang baik dan sangat jujur. Ana sama sekali tak pernah berbohong pada siapapun termaksud dirinya. Rita mengetahui itu karena mereka sangat akrab dan sangat mengetahui sifat mereka satu sama lain.


Rita juga sangat lega bahwa Adry masih perjaka. Rita berpikir cepat bagaimana caranya untuk membuat Ana menyetujui permintaan lagi.


“aku sangat percaya padamu Ana,” ucap Rita.


Ana tersenyum lega mendengar ucapan Rita yang mempercayainya.


“Ana...”


“iya...”


“iya... aku tahu itu, dan aku akan selalu mendukung dan membantumu untuk memulihkan hubunganmu dengan orang tuamu,” ucap Ana.


“terima kasih banyak Ana. kau tahu, ibuku menelponku semalam,” ucap Rita berbohong


Ibunya sama sekali tak ada menelponnya dan bahkan, ibunya sama sekali tak mengetahui bahwa ia sekarang sedang berada di rumah kediaman keluarga Dexter.


“oooh yaa... apa yang Tante katakan padamu,” tanya Ana senang dengan perasaan penasaran tak sabar mendengarkan cerita sahabatnya itu.


Rita menundukkan kepalanya dengan memasang raut wajah yang sangat sedih. Ana terheran dengan melihat raut wajah Rita yang tadinya senang berubah menjadi sedih.


“ada apa denganmu Rita? apa sedang terjadi masalah? apa yang dikatakan Tante sebenarnya?” tanya Ana sambil menaikkan wajah Rita yang menunduk.


“ibuku sangat senang mendengar kabar bahwa aku tinggal disini sebagai istri yang sah untuk mas Adry,” jelas Rita.


“lalu dimana masalahnya, bukankah Tante senang mendengarnya,” ucap Ana.

__ADS_1


“iya Ana... tapi,”


“tapi apa Rita?”


“Orang tuaku belum sepenuhnya memaafkan kesalahanku. Ibuku inginkan aku segera memiliki anak dari Mas Adry barulah orang tuaku memaafkanku,” ucap Rita.


Perkataan Ana sontak membuatnya sedikit terkejut. Namun kemudian Ana tersadar bahwa Rita adalah istri suaminya juga. Jadi, tidak ada yang salah dengan ucapan Rita.


“Ana... mengapa kau hanya diam saja. Maafkanlah aku...”


“tidak tidak... untuk apa kau meminta maaf. Tidak ada yang salah dengan ucapanmu,” seru Ana.


“benarkah?”


“yaaaa...”


“maafkan aku Ana, bolehkah aku meminta sesuatu darimu,” ucap Rita dengan mata penuh dengan harapan.


Ana yang melihat mata Rita yang penuh dengan harapan, Ana pun tentunya sangat lelah memperbolehkan Rita meminta sesuatu padanya. Ana lalu menganggukkan kepalanya supaya Rita mengatakan keinginannya.


“aku minta padamu sebelumnya Ana. Aku hanya meminta untuk sementara, kamu jangan berhubungan intim sama Mas Adry sebelum aku hamil anaknya,” ucap Rita.


Ana sangat terkejut ucapan Rita yang melarangnya berhubungan dengan suaminya sendiri. Secara, Ana juga adalah istrinya Adry yang sah.


“Dan Ana... tolong bantulah aku untuk mendapatkan hati Mas Adry. Ana... apakah kau bersedia menolongku?” tanya Rita.


Ana dengan sangat murah hati menuruti permintaan Rita. Ana tak bisa menolak permintaan sahabatnya itu.


“sudah kubilang aku akan membantumu,” seru Ana dengan hati yang sebenarnya terasa berat untuk mengucapkannya. Rita pun tersenyum bahagia mendengar jawaban Ana.


“maafkan aku Ana aku tak ingin jika kau yang pertama yang melakukan hubungan itu dengan Mas Adry. Aku sama sekali tak rela, bahkan aku juga tak rela jika kau melakukan hubungan itu,” gumam Rita dalam hatinya sambil tersenyum pada Ana.


Bersambung....


Jangan lupa komen dan like yah.


Salam Hangat~`

__ADS_1


BY.BAE©


__ADS_2