
Sulaiman juga Tiba di villa keluar dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam villa naik ke lantai dua.
Saat ingin membuka pintu ternyata pintu nya terkunci dari dalam "Sayang.. buka pintunya.. " Lembut ustadz Sulaiman mengetuk ngetuk pintu kamar.
Tapi Zahra sama sekali tidak bergeming dari dalam kamar " Zahra... bukan pintu nya sayang.. " kata ustadz Sulaiman Tapi tetap tidak mendapat jawapan dari dalam kamar.
Sulaiman mengambil kunci cadangan dan langsung membuka pintu kamar. Sulaiman melihat Zahra yang berbaring di kasur menutupi semua tubuhnya sampai kepalanya dengan pakaian yang dia pakai tadi sudah beserakan di bawah ranjang.
Karena tadi semasa dia tiba di kamar Zahra langsung membuka semua pakaiannya dan meninggalkan tantop serta seluar pendeknya. Zahra merasa semua tubuh nya teras sangat panas karena benar benar emosi pada wanita yang sengaja memancing kemarahan nya tadi.
Perlahan Sulaiman melangkah mendekati Zahra. " Sayang.." panggil Sulaiman menyentuh lembut bahu Zahra. Zahra langsung menarik kasar bahu nya kemudian sedikit menjauhkan tubuhnya dari suaminya.
__ADS_1
" Zahra. . . jangan seperti ini sayang... kita kan bisa bicara baik baik, tidak perlu harus bertengkar " Bujuk Sulaiman pada istrinya.
"Cih !! pantas saja mas Zaka betah sampai dua tahun tinggal di Kairo tanpa memikirkan aku di Indonesia. karena Mas memiliki banyak wanita di sini " Sinis Zahra pada suaminya mengusap kasar air matanya.
" Sayang... mas tidak memiliki siapa pun di sini.. apa lagi wanita... Kau hanya salah faham Zahra " Kata Ustadz Sulaiman sedikit mendekati istrinya.
"Bohong.. Itu tadi Mas Zaka bilang apa tu pake bahasa Kannada segala.. bahkan mas bisa berbahasa Kannada, itu tandanya mas emang dekat sama ulat bulu itu " Sewot Zahra terdengar lucu di telinga Sulaiman.
Ustadz Sulaiman menahan tawanya mendengar istrinya " Mas itu kan sama seperti Fuwat bisa berbicara dalam beberapa bahasa.. karena di Mesir ini banyak pengunjung dari luar negara.. jadi itu hanya hal biasa saja sayang bagi kami yang memang bekerja di restoran.. apa lagi jika bertemu kolega yang tidak bisa berbahasa Arab. kan repot sayang.." jelas Sulaiman.
"Tidak... mas tidak bohong Zahra.. " Kata Sulaiman mengangkat kedua jarinya pada istrinya.
__ADS_1
Zahra berfikir sambil melihat suaminya penuh selidik." Ah, sudah aku ngantuk, aku mau tidur.. aku pusing." Zahra kembali membaringkan tubuh nya menutup kedua bola matanya. tapi hanya beberapa saat saja langsung kembali membuka matanya.
" Tapi ngomong ngomong tu mobil mas Zaka enak bener loh kalo di pake balapan hihihi" kata Zahra sudah kembali seperti semula dan terkikik melihat suaminya yang heran melihat tingkah nya sudah berubah seperti sedia kala seolah tidak pernah terjadi apa apa.
Tapi sedetik kemudian Sulaiman mengulas senyuman di wajahnya." Balapan.. jangan ngaco kamu Zahra, kau itu sedang hamil sayang.."
" Kau menyukai mobil itu sayang.. " Tambah Sulaiman di angguki oleh Zahra dengan cepat.
"Ya sudah, ambil saja.. atau kau mau mas beli yang baru untuk mu.." tanya Sulaiman berbaring dan memeluk istrinya,padahal dia belum mengganti pakaiannya.
" Beneran mas?" tanya Zahra di angguki suaminya.
__ADS_1
"Ngak usah yang baru mas, itu aja.. aku sangat menyukai mobil itu, apa lagi warna nya sangat keren " kata Zahra mengacung jempolnya dan menaik turun kan Alisnya sambil tersenyum
" Baik laa terserah kau saja... Mas ganti pakaian dulu ya.. apa kau mau mas membasah kan handuk untuk mengelap tubuh mu ..." tanya Sulaiman turun dari kasur. Zahra hanya menggeleng dan menutup matanya bersiap untuk tidur.