
Demi memperbaiki hubungan Adry dan Ana yang terjadi kesalahpahaman karenanya, Doni memutuskan untuk pergi ke Amsterdam menyusul menemui Adry. Doni ingin menjelaskan semuanya supaya jelas dan tak menyimpang yang membuat Adry akan semakin dalam dengan rasa kesalahpahamannya itu.
Doni akhirnya tiba di Amsterdam, ia pun segera pergi ke alamat perusahaan keluarga Dexter setelah ia mendapatkan informasi tentang alamat perusahaan keluarga Dexter. Doni menemui sekretaris Adry terlebih dahulu dengan bantuan para resepsionis yang sangat ramah padanya.
“Ada yang yang bisa saya bantu?” Tanya sekretaris Adry pada Doni dengan sangat sopan.
“Apa Adry ada di ruangannya. Tapi untuk saat ini si bos sedang sibuk bekerja?”
“Ada perlu apa yah?”
“Aku ingin bertemu dengannya. Jika dia ada waktu luang, tolong sampaikan dan katakan padanya bahwa aku menunggunya Taman Vondel.”
“Baiklah, akan saya sampaikan nantinya. Ngomong-ngomong anda ini siapanya bos.” Tanya sekretaris Adry.
“Aku adalah sahabat kecilnya, jika dia bertanya padamu tentangku, katakan saja itu.” Ucap Doni tersenyum.
Doni kemudian langsung bergegas pergi meninggalkan perusahaan Adry. Sekretaris itu pun menelpon Adry langsung selang beberapa saat setelah Doni pergi.
“Halo bos, ada seorang pria yang ingin bertemu bos.”
“Siapa?” tanya Adry penasaran.
“Dia tak menyebutkan namanya bos, tapi yang jelas pria itu mengatakan bahwa ia adalah sahabat bos sejak kecil.”
“Sahabat sejak kecil? Sahabat kecilku sudah lama meninggal. Tapi siapa pria itu yang mengaku sebagai sahabat kecilku.” ucap Adry bertanya-tanya pada hatinya tentang siapa sahabat kecilnya.
“Hmm ya sudah kalau begitu, dimana dia ingin bertemu denganku?” Tanya Adry pada sekretarisnya.
“Di Taman Vondel bos.”
“Baiklah, tolong kamu hubungi sopirku untuk mengantarkan ku ke sana!” seru Adry.
“Baik bos.”
Sekretarisnya pun langsung menghubungi sopir pribadinya Adry untuk bersiap-siap mengantarkan Adry ke lokasi tempat Doni menunggu Adry. Sopirnya pun sudah siap dan Adry pun masuk kedalam mobil itu.
Adry akhirnya sampai di taman itu, ia benar-benar sangat penasaran dengan siapa orang yang mengaku sebagai sahabat kecilnya yang sudah tiada. Adry pun melihat seorang pria tengah duduk di sebuah kursi umum. Adry masih tak melihat wajahnya, namun Adry yang melihat penampilannya dari belakang itu, seperti tak asing baginya.
__ADS_1
“Siapa kamu?” tanya Adry penasaran.
Sontak pria itupun berdiri dan berbalik badan kearah Adry dan lalu tersenyum padanya.
“Kamu, mau apa kamu menyuruhku menemui mu ditempat ini?” tanya Adry dengan tatapan yang langsung murka melihat Doni.
“Adry aku ingin menjelaskan semuanya padamu.”
“Tidak ada yang perlu dijelaskan, aku tidak akan mendengarkan mu dan enyah lah kau.” Ucap Adry sambil melangkah pergi meninggalkan Doni.
Doni dengan sigap memberikan kode pada anak buahnya untuk menangkap menahan Adry. Anak buahnya pun berhasil menahan Adry.
“Hey apa-apaan ini. Apa yang akan kalian lakukan padaku.”
“Adry, dengar. Aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu. Aku akui aku memang bersalah karena telah menculik Ana waktu itu. Tapi ketahuilah bahwa aku sama sekali tak mengetahui bahwa istrimu adalah Ana. Seorang wanita yang sangat baik pada kekasihku Rita. Jika aku mengetahui dari awal bahwa istrimu adalah Ana, aku tidak akan memanas-manasi mu. Dan aku melakukan semua itu karena hasutan Rita.”
“Aku sudah mengatakannya dari awal tapi kau tak mau mendengarkan ku, sial4n. Setelah kau meniduri istriku, apalagi yang mau kau jelaskan padaku.” Ucap Adry sambil memberontak berusaha melepaskan diri.
“Aku sama sekali tak menyentuhnya. Aku tak ingin merusak Ana yang baik hatinya. Dengar, untuk apa kau disini jika istrimu di sana. Kau pulanglah atau boyong istrimu ke sini agar ia selalu ada di dekatmu, dan bahagiakan lah dia. Kau mungkin tak tahu, Ana mungkin saat ini sangat bersedih menderita karena sikapmu yang seperti ini.”
“Tak menyentuhnya kau bilang. Tolong jelaskan padaku tentang pesan ini.” ucap Adry sambil memberikan ponselnya supaya Doni membaca pesannya yang sangat menjijikkan.
“Ini bukan aku yang mengirimkan pesan ini. Memang yah pesan ini menggunakan nomor teleponku. Tapi aku bersumpah bukan aku yang mengirim pesan ini. Lagian mna mungkin aku mengirim pesan itu dengan keadaanku yang babak belur karena mu.”
“Bisa jadi kau menyuruh orang lain.”
“Oke jika kau anggap begitu, aku terima. Tapi cobalah kau pikirkan, aku baru ingat bahwa ponselku hilang tak tau kemana hilangnya pada saat itu dan aku tak tahu siapa yang mengambilnya. Mungkin orang yang mengambil ponselku itulah yang mengirimkan pesan itu padamu.” Jelas Doni.
“Dengar, sekali lagi aku katakan. Sedikitpun aku tak pernah menyentuh atau mencumbu Ana. Jadi tolong jangan salah paham sampai disini. Kembalilah padanya karena Ana sangat membutuhkanmu,” ucap Doni.
“Dan yah aku mempunyai sebuah rekaman untukmu, kau dengarlah rekaman ini. Dan aku rasa urusanku untuk meluruskan kesalahpahaman mu akan selesai setelah kau mendengarkan rekaman ini.” Ucap Doni dan lalu pergi meninggalkan Adry.
Anak buah Doni pun melepaskan Adry dan pergi mengikuti Doni. Doni memberikan Adry sebuah rekaman panggilan yang otomatis akan terekam saat memanggil. Itulah sebabnya dengan percaya diri yang penuh, Doni mengatakan urusannya untuk meluruskan kesalahpahaman Adry akan selesai.
Adry yang penasaran pun memutuskan untuk memutar rekaman itu. Adry mendengar inti dari perbincangan antara Doni dan Rita, yaitu :
“Honey, mengapa kamu jadi seperti itu. Pokoknya aku nggak mau tahu. Kamu harus menemui ku ditempat biasa kita bertemu.” (ucapan Doni yang didengar oleh Adry).
__ADS_1
“Hahaha... Baiklah aku akan menuruti keinginan mu karena kau telah membantuku membuat Adry tidak mempercayai istrinya yang masih peraw4n. Tentunya aku tidak akan menolak mu kali ini.” (ucapan Rita yang didengar oleh Adry).
“Kurang 4jar, lagi-lagi wanita iblis itu. Dia membuatku meragukan istriku. Aku tak mengerti dengan ucapannya wanita iblis ini, bagaimana caranya ia bisa membuatku meragukan istriku,” ucap Adry menagis.
Adry langsung bergegas menyelesaikan beberapa pekerjaannya terlebih dahulu sebelum ia pulang ke Indonesia. Adry kejar tayang mengerjakan pekerjaannya, ia pun lembur dengan sistem kebut semalam mengerjakannya.
Adry sangat merindukan istrinya. Adry merasa sungkan untuk menghubungi istrinya, karena selama ini ia tak pernah menjawab panggilan masuk dari istrinya.
Adry memilih untuk memberikan kabar kepulangannya besok pada ibunya. Dengan memberitahukan ibunya, Tante Riska pastinya akan memberitahukan hal itu pada istrinya. Yah, memang benar, ibunya langsung memberitahu kepulangan Adry pada Ana. Ana sangat bahagia mendengar kabar suaminya yang akan pulang besok. Rita pun juga tak sengaja mendengar hal itu.
“Mas Adry besok pulang, hmmm cepat sekali dia pulangnya.”
Tiba-tiba ponsel Rita berdering dan Rita langsung mengangkatnya.
“Kamu lagi, kamu lagi!” Seru Rita yang ternyata Doni lagi yang selalu saja menghubunginya.
“Ada apa lagi, kau membuatku setress karena selalu saja menghubungiku.”
“Honey, ayolah kembalilah padaku.”
“Sudah kubilang berkali-kali padamu, aku tidak akan mau kembali padamu.” teriak Rita.
“Honey untuk apa lagi kau di sana. Aku sudah menjelaskan dan memberitahu semuanya pada Adry.”
“Oh, ternyata kau yang membuka hatinya sehingga dia akan pulang besok.”
“Benarkah dia akan pulang? Ah syukurlah kalau begitu, aku sangat lega mendengarnya,” ucap Doni.
“Dasar kau, kau telah merusak rencana ku.” Ucap Rita sambil mengakhiri panggilannya dengan Doni.
Rita sangat kesal, ia pun mencoba untuk memikirkan rencana lain untuk menjauhkan Ana dari Adry. Hingga akhirnya Rita mendapatkan sebuah ide licik lagi. Rita pun tertawa sinis layaknya seperti orang gila.
Bersambung...
...----------------...
Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe
__ADS_1
Salam Hangat~`
BY.BAE©