Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
SZ الطعام السريع Restoran


__ADS_3

Zahra baru saja siap membersihkan tubuhnya keluar dari kamar mandi, Dia hanya menggunakan handuk yang memperlihatkan paha mulusnya serta belahan dadanya menggulung rambutnya dengan handuk kecil.


Cklekkk


Ustadz Sulaiman masuk ke dalam kamar membawa sebuah Camera digital di tangannya.


" Apa tu Mas.." Tanya Zahra menghampiri suaminya.


" Camera.. kau pasti membutuhkan ini untuk menyimpan kenangan di dalam nya selama kita berada di Mesir sayang" jawab ustadz Sulaiman menarik istrinya untuk duduk di pangkuan nya karena posisinya saat ini duduk di meja rias. Membuka rambut istrinya dan mengeringkan rambut Zahra. Zahra sendiri sibuk dengan Camera yang suaminya bawa tadi.


" Ini beneran untuk ku Mas.." tanya Zahra masih fokus pada Camera di tangan nya


"Hm" Dehem Ustadz Sulaiman masih sibuk mengeringkan rambut istri nya.


" Aku penasaran.. sebenarnya Mas Zaka itu kerja apa sih mas.. kok mangkin ke sini aku semangkin penasaran loh Mas.. Mas itu bisa memiliki villa Segede dan semewah ini.. ambil uang dari mana sih sebenarnya" tanya Zahra tentang penasaran nya sedari tadi


" Kan mas sudah bilang tempoh hari sayang.. restoran.. " jawab Sulaiman santai merapikan rambut istri nya yang sudah kering


" Tidak asik deh Mas ." Zahra masih tidak percaya dengan ucapan suaminya dan Mengira jika suaminya hanya becanda.


" Ya sudah... Siap siap untuk solat Isyak, setelah solat ikut Mas ke suatu tempat" Ujar Ustadz Sulaiman menangkup wajah istrinya.

__ADS_1


" Kemana mas.. "


" Ikut saja sayang" Sulaiman Mencium bibir Zahra sekilas.


Zahra mengangguk dan menyimpan camera di tangannya kemudian berdiri dari pangkuan suaminya" Oya Mas, Nenek Mas Zaka mana... Kok aku tidak melihatnya " tanya Zahra karena tadi dia tidak Melihat adanya nenek suaminya saat bangun tidur


" Jiddah sudah pulang ke rumah Umma Qarida (Umma Fawut) Jiddah memang kadang di sana, kadang juga di villa ini.."


" Siapa lagi tu Mas "


" Saudara Umi, Umma Fawut "


" Oh.. terus siapa baju baju yang berada di lemari ganti itu Mas" tanya Zahra pada baju baju sya'i jilbab dan cadar yang berada di lemarinya.


" Serius Mas"


"Hm"


" Siapa Yang membeli baju baju itu.."


" Kak Kulsum, Kakak Fuwat, dia juga sudah menikah dan memiliki dua orang putri." Jelas Sulaiman memberitahu istrinya dengan detail. Takut si mood ibu hamil berantakan lagi kacau semuanya. Fikir Sulaiman.

__ADS_1


" Oh.." Jawab Zahra kemudian melangkah masuk ke dalam ruang ganti dan memakai pakaiannya.


Selesai bersiap Mereka menuju garasi dan mengambil mobil. " Wah.. ini mobil mu mas" tanya Zahra melihat mobil mewah di hadapannya.


"Hm" Dehem Sulaiman membuka pintu mobil buat istrinya. Zahra tidak memprotes lagi dan langsung masuk ke dalam mobil Suaminya.


Sulaiman juga masuk ke dalam bersama istrinya mulai melaju kan Mobil nya ke salah satu restoran mewahnya yang berada di Kota Kairo.


Saat sudah tiba di restoran Sulaiman kembali membuka pintu mobilnya untuk sang istri.


" Wah... Restoran apaan ni mas... Mewah bangetttttt " Kata Zahra melihat sebuah restoran mewah di hadapannya.


" SZ الطعام السريع Restoran" Jawab ustadz Sulaiman menyebutkan nama restoran nya.


"SZ الطعام السريع Restoran..? apa arti nya Mas"


Sulaiman tersenyum menggandeng istri masuk ke dalam SZ الطعام السريع Restoran miliknya.


"Assalamualaikum..." Salam ustadz Sulaiman ramah pada manager dan beberapa Karyawan yang sedang sibuk karena restoran nya memang setiap hari selalu ramai.


"واليكم السلام .. شيخ .. لماذا لم تخبرني إذا كنت تريد الزيارة هنا؟

__ADS_1


" Waalaikumussalam..Syeikh.. kenapa tidak bilang jika anda ingin berkunjung kemari" Jawab mereka serentak tersenyum ramah pada ustadz Sulaiman karena memang Sulaiman terkenal dengan keramahan nya pada semua karyawan nya jadi tidak heran jika mereka semua sangat senang melihat pemilik restoran sekali gus Tuan mereka yang mereka juluki ' Syeikh '


__ADS_2