
Tak berapa lama kemudian Adry pun pulang, Ana yang melihat kedatangan Adry pun berlari kecil menghampiri Adry. Ana memeluk Adry dengan sangat erat sambil terisak-isak menangis.
“kamu kemana saja, aku sangat ketakutan disini sendiri”. Ucap Ana menangis.
“kau tahu, tadi ada seseorang yang masuk kesini”. Ucapnya lagi.
Adry melepaskan pelukan Ana.
“itu pintu kan pake kode, mana mungkin ada orang bisa masuk kesini...”. ucap Adry keceplosan.
Adry lah dibalik semua insiden itu. Awalnya ia tak berniat untuk melakukan semua hal itu, akan tetapi karna ia sangat menikmati Ana yang sangat ketakutan Adry pun menakut-nakuti Ana. Adry sangat puas dengan melihat Ana mati ketakutan.
“lalu siapa pria itu”. Tanya Ana bingung.
“aaah sudahlah kamu lupakan semua itu”. Ucap Adry.
Adry takut kalau Ana akan mencurigainya, bisa-bisa ia ketahuan nantinya. Adry pun mengakhiri perdebatan dan masalah itu.
“nih aku bawain makanan untuk kamu”. Ucap Adry sambil menyodorkan makanan ke Ana.
“terima kasih”. Ucap Ana sambil senyum-senyum tersipu malu.
“jangan kegeeran kamu, tuh buruan di makan”. Ucap Adry.
Adry pun pergi meninggalkan Ana, ia pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Di belakang Ana, Adri tertawa cekikikan gembira.
Sementara Ana, ia memakan makanan yang dibawakan Adry untuknya. Setelah selesai makan, Ana pun beranjak pergi ke kamar untuk beristirahat.
Dilihatnya Adry sudah tertidur pulas. Ia memandangi Adry sambil tersenyum-senyum.
“dia sebenarnya adalah lelaki yang baik, hanya saja dia sedikit kasar. Hmm itupun mungkin karena ia sakit hati karnaku”. Batin Ana dalam hati.
Tampaknya Ana sudah mulai benar-benar menyanyangi Adry suaminya. Ana memang sangat mudah menyayangi seseorang, di pelakukan sedikit memberikan perhatian saja dia sudah bisa sangat menyayangi orang itu. Yaaa, seperti yang dilakukan oleh Adry padanya.
“ngapain kamu”. Tanya Adry kaget melihat Ana memandanginya.
“eeeh aku... aku hanya...”. seru Ana gugup.
“hanya apa? Ngapain kamu naik ke atas ranjangku”. Ucap Adry melotot.
“tidur sana di sofa atau terserah deh mau dimana, yang penting jangan disini”. ucap Adry.
Seperti biasa, Ana dimarahi oleh Adry karena hendak tidur di samping Adry. Ana pun membentangkan kasur tipis itu ke lantai. Ia pun memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.
__ADS_1
Sulit bagi Ana untuk bisa tidur, ia masih memikirkan kejadian yang menimpanya itu. Ia pun mencoba untuk mengkedip-kedipkan matanya agar terpancing untuk tidur. Akhirnya Ana pun tertidur dengan sangat lelap.
⏱️⏱️⏱️⏱️⏱️⏱️⏱️⏱️
Jam menunjukkan pukul 05.30 WIB, Ana pun terbangun dari tidurnya. Dilihatnya Adry suaminya masih terlelap dengan sangat pulas.
Ana pun pergi ke kamar mandi untuk membasuh muka dan bergosok gigi. Setelah selesai Ana keluar dari apartement itu, seperti biasa Ana pergi lari pagi.
Ternyata di sekitar apartement itu banyak juga yang melakukan kegiatan lari bagi. Banyak yang menatap Ana dengan tatapan penuh tanda tanya.
“siapa wanita itu ? gila cantik banget bro !!!”. seru salah satu pelari itu.
masih sama seperti biasa Ana menghiraukan mereka yang mengomentari kecantikannya.
Sudah 30 menit belalu, Ana merasa sudah cukup untuk lari pagi hari ini. Ana pun pulang. Sesampainya di apartement di lihatnya Adry berdiri bersender pada sebuah dindinng dengan melipatkan kedua tangannya.
“dari mana saja kamu?”. Tanya Adry dengan wajah marah.
“Aku... aku tadi hanya lari pagi sekitaran apartemen ini”. ucap Ana terbata-bata.
“aakh.. aku tak peduli”. Ucap Adry.
Adry lalu menarik tangan Ana dengan sangat kasar keluar.
Adry tidak merespon pertanyaan Ana dan permohonan Ana untuk tidak menarik tangannya kasar. Adry membawa Ana ke lobby dan memasukkan Ana ke dalam mobil.
“Kita mau kemana”. Tanya Ana.
“bisa ngga sih, jangan banyak nanya. Ikuti aja alurnya”. Jawab Adry marah.
“Oke aku ikuti, tapi kita mau kemana dulu”. Tanyanya Ana lagi.
“mau ke restoran yang baru untuk acara peresmian”. Jawab Adry.
“dengar... kamu jangan bilang ke mama tentang perlakuanku padamu. Kamu mengerti”. Ucap Adry.
Ana hanya mengangguk-anggukkan kepalanya yang berarti dia mengerti.
“lalu bagaimana dengan penampilanku, bisa-bisa nanti mama marah melihatku berpakaian tidak sesuai dengan acara itu”. Ucap Ana.
Adry kesal dengan Ana yang membuatnya sangat kewalahan memikirkan penampilannya juga. Adry kemudian menepikan dan memberhentikan mobilnya di depan sebuah butik untuk membeli pakaian untuk Ana.
“tetap disini”. Ucap Adry melarang Ana untuk ikut memilah baju.
__ADS_1
Adry pun langsung masuk ke butik itu, ia langsung mengambil sebuah gaun untuk Ana tanpa menanyakan pada Ana apakah gaun itu cocok untuknya atau tidak. Adry pun membayar gaun itu dengan kartu black card-nya lalu kembali masuk ke mobil.
“Nih.. pakai ini”. ucap Adry sambil memberikan gaun itu pada Ana.
“pakai dimana ? Apa aku harus turun dan masuk ke butik itu untuk berganti pakaian”. Ucap Ana.
“tidak perlu, buang-buang waktu kalau kamu kesana. Ganti pakaiannya di sini saja, aku akan mengubah mode kacanya supaya orang lain yang di luar tidak melihatmu” ucap Adry.
Ana pun bergegas mengganti pakaiannya.
“eeh.. ehh.. jangan di sini juga kali”. Ucap Adry yang menghentikan Ana menganti pakaian di sampingnya.
“trus dimana lagi”. Tanya Ana.
“di belakanglah”. Ucap Adry kesal.
Ana keluar berpindah ke belakang untuk mengganti pakaiannya.
Prraangg..
Ada benda yang mengenai mobil adry di belakang. Adry dan Ana terkeju,. Ana melihat ke arah belakang. begitu juga dengan Adry, ia melihat ke belakang dengan melihat dari kaca spion.
Adry ternganga melihat Ana hanya menggunakan tankt*p. Ia melihat kulit Ana yang begitu putih dan halus. Pikiran Adry pun jadi melayang-layang ntah kemana. Ana yang melihat kebelakang tadi membalikkan badannya. Adry sontak tersadar dan membuang penglihatannya dari Ana.
“hmm... hmmm”. Seru Adry pura-pura batuk memecahkan suasana.
“suara apa itu”. Lirih Adry.
Adry membuka pintu mobil untuk melihat kebelakang benda apa yang mengenai mobilnya, ternyata sebuah bola kasti yang mengenai mobilnya. Mobilnya pun jadi sedikit lecet akibatnya.
Adry melihat sekitar mencari pemilik bola kasti itu. Dilihatnya seorang anak kecil yang tidak jauh dari mobilnya berdiri ketakutan. Adry yang pernah mengalami hal yang sama yaitu ketakutan saat melakukan sebuah kesalahan menghampiri anak itu.
“kamu kenapa sayang”. tanya Adry lembut menenangkan anak yang masih berumur kira-kira 5 tahun itu.
“Om.. maafin Obit yaa Om. Obit ngga sengaja lempar bola trus kena mobil Om”. Ucap anak itu yang bernama obit.
“ooh jadi nama kamu Obit ya sayang. ngga.. Om ngga marah kok. Om datang Cuma mau kasih Obit ini supaya Obit ngga takut lagi”. Ucap Adry sambil menyodorkan Obit sebuah stiker lucu.
Obit pun menerima pemberian Adry. Obit yang di panggil oleh kakaknya pergi meninggalkan Adry. Adry tersenyum dan lalu kembali ke mobilnya.
Bersambung
BY.BAE©
__ADS_1