Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 6. Dilema


__ADS_3

Sebulan tlah berlalu, namun Doni tak kunjung sadar juga dari masa krisisnya. Beberapa hari belakangan ini, Rita tidak datang mengunjungi Doni. Ibunya khawatir jika Rita tidak datang lagi untuk menjengguk putranya Doni.


.


Di Rumah Rita


Rita sedang duduk di meja belajarnya sambil menangis. Rita mengangis karena ayahnya mengetahui dia yang sering mengunjungi Doni di rumah sakit dan melarangnya untuk tidak mengunjungi Doni lagi.


Rita pun mengambil Handphonenya, ia ingin mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya itu untuk menceritakan semua permasalahan yang ia hadapi sekarang.


Tiba-tiba terdengar suara....


Tok tok tok...


“Non, tuan besar memanggil nona untuk segera datang ke ruang tamu”. Ucap bibi asisten rumah tangga di rumahku.


“iya bik, Rita akan segera kesana”. Jawab Rita.


Belum sempat ia mengirim pesan untuk sahabatnya, ia pun bergegas pergi ke ruang tamu untuk menghadap ayahnya.


Ia pun melihat ayah dan ibunya sudah menunggunya di ruang tamu. Rita melihat ekspresi ayahnya yang tampaknya terlihat sangat bahagia begitu juga dengan ibunya. Ayahnya pun menyampaikan suatu kabar yang menurutku itu tidak terlalu baik bagiku.


“Besok pagi calon tunanganmu akan datang untuk berkenalan lebih dekat mu”. Ucap ayahnya.


“jadi, kamu harus menyambutnya besok di bandara ya sayang”. Tambah ibunya lagi.


“tapi mah, besok Rita ada kuliah penting. Yang benar-benar ngga bisa Rita tinggalin”. Jawab Rita membantah.


“iya tapi kan ini juga lebih penting untuk masa depan kamu”. Seru ibunya Rita.


Rita hanya bisa menuruti kemauan ibu dan ayahnya. Rita pun meninggalkan kedua orang tuanya dengan wajah yang cemberut.


Rita pun kembali ke kamarnya dan mengambil Hpnya kembali untuk melanjutkan pesan yang ia ketik tertunda untuk sahabatnya sebelumnya.


“Guys, gue mau curhat nih”. Seru Rita pada sebuah grup Whatsapp yang membernya terdiri dari Ana, Rita dan Fitri.


“Curhat apa Rit, Kita berdua siap dengerin curhatan loh”. Respon Fitri.


“Calon tunangan gue bakalan datang besok pagi. Nyokap bokap gue tuh rese banget nyuruh gue jemput dia di bandara”. Seru Rita.


“Ya udahlah Rit, kan elo udah mutusin buat nerima dia karna nyokap bokap lo”. Jawab Ana


“Ia sih Na, tapi sebenernya gue ngga rela. Rasanya inginku mengakhiri hidup menghadapi semua ini”. balas Rita yang sedang putus asa.


“Rit, ngga ada gunanya loh bunuh diri. Rugi banget di elo, udah mati ngga nikmatin hidup di akhirat tanpa di hisap lo langsung masuk tu ke neraka”. Balas Ana menasehati Rita lewat Voice Note di Whatsapp.

__ADS_1


“apa yang di katakan Ana itu bener banget. Emang lo mau kayak gitu Rit masuk neraka ”. Tambah Fitri lagi


“ iya ngga lah”. Jawab Rita.


Akhirnya Rita pun berpikiran lurus lagi akibat dari nasihat sahabatnya itu. Ia merasa bersyukur mempunyai sahabat seperti Ana dan Fitri.


“Makasih ya, karena kalian selalu ada di sisiku baik itu suka maupun duka”. Di kirim Rita lagi.


Kedua sahabatnya membalas bahwa mereka akan selalu bersama untuk selamanya. Mereka pun saling mengirim stiker peluk, senyum, love, dan kiss.


Rita menjadi sedikit agak lega. Ia pun beranjak tidur karena waktu sudah menunjukkan jam 11 malam.


Keesokan harinya Rita bangun lebih awal dari biasanya, dia bangun jam 5 subuh. Ia pun bergegas untuk bersiap-siap ke kampus sebelum ayah dan ibunya bangun.


Setelah selesai, ia pun pergi ke rumah ana terlebih dahulu dengan menggunakan ojek online supaya ia tidak ketahuan.


 


***Di Rumah Ana***


Waktu tlah menunjukkan jam 6 pagi akhirnya ia pun sampai di rumah Ana. Dia memencet bel rumah Ana. Pintu pun terbuka, ternyata yang membuka pintu adalah Mamanya Ana tante eva.


“*eeh Rita*”. Ucap tante eva \(mama Ana\)


“*Hehe iya tante. Ana nya ada Tante*?”. Tanya Rita.


Rita pun di persilahkan untuk masuk dan ia langsung ke arah kamarnya Ana. Ia merasa bersyukur karna tante Eva tidak menyidangnya dengan berbagai macam pertanyaan.


Ana yang membuka pintu hendak keluar untuk pergi jogging terkejut karna Rita ada tepat di depan pintu kamarnya.


“*Rita*”. Seru Ana kaget.


“*lo kok ada di sini*”. Tambah ana dengan bertanya karena heran.


Rita pun langsung mendorong tubuh Ana untuk masuk lagi ke kamarnya.


“gue kabur dari rumah”. Jawab Rita.


“*gila loh ya. Orang tua lo pasti khawatir banget nih nyariin elo*”. Ucap Ana tegas.


"*Sstttt..... jangan berisik Na, ntar nyokap lo denger*“. pinta Rita sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Ana.


"*masalah nyokap bokap gua bisa diatur. Ntar kalo bokap gue nelpon gue tinggal bilang kalo gue lagi On the way \(di jalan*\)". Jelas Rita Santuy.


Rita menyuruh Ana untuk tidak berdebat dengannya, di masih merasa mengantuk karena bangun pagi\-pagi sekali. Rita pun tidur di kasur Ana. Sedangkan Ana pergi joging sendiri. Yaa Ana kali ini Ana sendiri lagi jogingnya karna Sarah pergi study tour keluar kota untuk beberapa hari.

__ADS_1


Selesai joging Ana pun pulang untuk pergi ke kampus. Sampai di kamarnya, Ana melihat kasurnya jadi sangat berantakan karena Rita bergeser ke sana kemari.


"*Dasar cewek lasak*". Seru Ana sambil menatap Rita yang masih tidur dengan senyumannya yang manis.


rrrgggghhhhh...


Ana terkejut mendengar dengkuran Rita. Hanpir saja jantung Ana copot hanya karna dengkuran. Ana pun membangunkan Rita untuk sarapan.


Rita bangun mencuci mukanya kembali dan pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama tante Eva dan Ana.


Selesai sarapan Ana dan Rita pun berpamitan dengan tante Eva. Mereka pun pergi ke kampus.


Di perjalanan menuju kampus, Handphone Rita berdering di dalam tasnya. Ia pun mengambil tasnya dan mengakatnya. Ternyata yang menelponnya adalah Ayahnya Rita.


"*Hallo pah*". ucap Rita yang pertama membuka pembicaraan.


"*Rita, kamu di mana sekarang, calon kamu akan landing 30 menit lagi*". ucap Ayahnya Rita dengan nada yang sangat marah.


"*pah, papa tenang dulu. ini Rita lagi On the way ke bandara*". jawab Rita berbohong untuk menenangkan Ayahnya yang sedang emosi.


"*kamu ngga lagi berbohongkan sama papa*". tanya Ayahnya Rita.


"*ngga pah, ini Rita lagi sama Ana mau kebandara iya kan Na*". ucap Rita sambil memberi Ana kode untuk menjawab iya.


"*Iyaa Om ini kita lagi di jalan*". jawab Ana terbata\-bata.


"*ya sudah kalau begitu. kalian hati\-hati di jalan*". ucap Ayahnya sambil menutup telponnya.


Rita pun lega karena ayahnya mempercayainya.


"*gila loh ya Rit. knpa lo sampai harus bohong sama Bokap loh*". ucap Ana.


"*yaaa mau gmna lagi*". jawab Rita.


"*trus kalo loh ngga jadi jemput dia, lo mau bilang apa ke bokap lo*". tanya Ana lagi.


"*yaaa bilang aja mobil lo ban nya bocor. gampangkan*". jawab Rita sambil tersenyum\-senyum.


Ana hanya bisa mengikuti kemauan Rita saja.


.


***Bersambung*** . . . .


*By.Bae*

__ADS_1


 


__ADS_2