Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 26. Acara Peresmian part 2


__ADS_3

“Begitulah cerita tentang Rita... kami sudah mengusirnya dan tidak menganggapnya lagi sebagai anak kami”. Jelas Om Hendra.


"Jangan bertindak ceroboh seperti itu pak Hendra, biar bagaimana pun Rita kan anak perempuan kalian satu-satunya”. Ucap Om Arran.


Tante Oliv menangis meneteskan air mata.


“saya sudah melarangnya untuk tidak berkata seperti itu pada Rita, tapi.. tapi.. apa yang dia lakukan, dia malah mengusirnya dan memutuskan hubungan”. Ucap tante Oliv menangis.


Tante Riska pun memeluk Tante Oliv dan lalu menenangkannya.


“sabar ya jeng”. Ucap Tante Riska sambil membelai rambut tante Oliv.


Ana selesai dari toilet langsung melangkah menuju tempat ibu mertuanya. Namun, tiba-tiba...


Bbrruuaakkk...


Ana di tabrak oleh seseorang, ia hampir terjatuh namun beruntung Ana di tangkap sigap oleh orang itu. Ternyata yang menabrak dan menangkapnya adalah Adry. Adry dan Ana pun saling melamun memandang satu sama lain.


“aah.. kalau dilihat-lihat Ana cantik juga, padahal dia tidak menggunakan make up sama sekali. Bibirnya telihat merah, pipinya juga merah, mata yang indah dan bulu mata yang lentik”. Gumam Adry dalam hati yang tak sadar telah mendeskripsikan kecantikan Ana.


“ya ampun Adry ganteng banget”. Gumam Ana juga dalam hati.


Lama mereka berpandangan, lamunan mereka terbuyarkan karna ada salah satu tamu datang dan lewat menuju toilet. Adry melepaskan Ana tergesa-gesa, akibatnya Ana hampir terjatuh dan untungnya Adry berhasil menangkapnya lagi.


Namun kali ini Adry menangkapkan dengan masuk kepelukannya. Ana pun tersenyum, ia merasa senang sekali dan ia merasa nyaman berada di dalam pelukan Adry. Adry melepaskan tubuh Ana dari pelukannya dengan kasar dan membersihkan bajunya.


“kenapa pipi kamu merah banget kayak gitu...


“kamu minta make up tamu undangan ya”. Tanya Adry selidik.


“aahh.. engga kok”.


“Ini.. apa buktinya”. Ucap Adry refleks memegang pipi Ana.


“pipi Aku emang merah dari sananya”. Ucap Ana mencari alasan sambil memegang tangan Adry.


Ketika Ana memegang tangan Adry, Adry pun


tersadar karna tidak sengaja memegang pipi Ana dan ia pun melepaskannya.


“kamu jangan macem-macem ya sama para tamu, mau tarok dimana ntar mukaku ini nanti. Malu tau ngaa.. Malu !!!”. ucap Adry kasar sambil menunjuk-nunjuk Ana.


Ana hanya bisa mengangguk-angguk iya pada Adry, ia hampir saja mengeluarkan air matanya karna Adry berkata kasar padanya. Untungnya, Ana bisa menahannya dengan melihat ke atas. Adry pun pergi, begitu juga dengan Ana.

__ADS_1


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Sementara Om Hendra dan Tante Oliv pamit mengundurkan diri untuk pulang.


“maaf pak Arran kami berdua pamit untuk pulang terlebih dahulu, ada tamu penting saya menunggu di rumah”. Ucap Om Hendra


“baiklah kalau begitu pak Hendra, terima kasih karna telah menyempatkan waktu untuk datang ke acara peresmian ini”. ucap Om


Arran sambil menjabat tangan Om Hendra sebagai tanda terima kasih.


“sama-sama pak, kami merasa sangat terhormat di undang keacara ini dan... selamat atas peresmian restorannya”. Ucap Om hendra sambil melangkah menuju mobil.


Pergi...


“Mah.. tante Oliv ama Om Hendra mana mah”. Tanya Ana.


“Aduh sayang.. tante Oliv udah pulang !! katanya ada tamu penting dirumahnya”. Seru ibu mertuanya.


“oow gitu ya mah”.


“iya sayang.. kamu pasti pengen banget ya ketemu sama tante Oliv”. Ucap ibu mertuanya.


“aah itu Adry”. Ucap ibu mertuanya yang melihat Adry.


Adry yang melihat ibunya memanggilnya datang mendekati ibunya.


“iya kamu ajak dong Ana, masak Ana di kacangin sih”. Seru ibunya.


“mama.., tamu Adry itu dari luar negeri mah”. ucap Adry ngeluh.


Sebuah mobil mewah berhenti di depan restoran baru Adry.


“Nah, itu dia Mr.Alexander sudah datang Mah..”. ucap Adry lagi hendak melangkah meninggalkan Ibunya.


Ibunya menghentikan lanngkah anaknya Adry dengan memegang tangan Adry. Ibunya bersikeras hati membujuk Adry untuk membawa Ana bertemu dengan para tamunya.


“Mah.. Mr.Alex itu adalah tamu Adry yang sangat special, dia berbicara menggunakan bahasa inggris Mah... Ntar kalau Adry ngajak Ana... dan Ana salah bicara, Adry Mah yang malu”. Jelas Adry.


“ya kamu bantuin Ana dong”.


“dah pokoknya Mama ngga mau tau. Kamu ajak Ana”. Ucap ibunya sambil memberikan tangan Ana pada Adry.


Adry sangat kesal harus memegang tangan Ana. Setelah mendekati tamunya dan ibunya tak melihat lagi ke arahnya, ia pun melepaskan tangan Ana dan lalu menyapa tamunya.

__ADS_1


“halo Mr.Alex apa kabar”. Tanya Adry dalam bahasa inggris.


“kabar saya baik Mr.Adry”.


Adry mempersilahkan Mr.Alex untuk duduk dan berbincang-bincang dengannya. Sedangkan Ana mengikuti Adry dari dari belakang dan ia pun duduk ketika Adry duduk.


“siapa perempuan itu”. Ucap Mr.Alex menanyakan Ana dalam bahasa inggris.


“ooh dia... hehe dia.. dia hanya asisten saya”. Jawab Adry berbohong.


Adry sama sekali tidak mengetahui kalau Ana bisa berbahasa inggris karena memang Ana kuliah mengambil jurusan bahasa inggris. Ketika Mr. Alex memuji-muji kecantikan Ana, Adry malah menjelek-jelekan Ana di depannya dan juga di depan tamunya Mr. Alex.


Obrolan Adry dan Mr. Alex hanya membicarakan tentang dirinya, membuat Ana merasa sangat bosan. Apalagi ketika Adry hanya menjelekkannya saja, membuat Ana pergi mencari minuman meninggalkan mereka.


Mr. Alex yang melihat Ana pergi beralasan pada Adry untuk pergi ke toilet sebenarnya, Adry pun mempersilahkan Mr. Alex. kemudian Adry berkabung lagi dengan para tamu yang lainnya.


Mr. Alex tidaklah ingin ke toilet, hanya saja ia ingin mendekati Ana dan mendekatinya.


"hy nona.. Apa yang kau lakukan disini".


"kelihatannya kau sangat kesal, aku tahu kau mengerti bahasa Inggris. buktinya.., ketika Mr. Adry menjelek-jelekkan mu, raut wajah cantikmu seketika berubah, kau tampak kesal". ucap Mr. Alex dalam bahasa Inggris.


"Mr. Adry sangat bodoh memandang wanita secantik kamu dengan sebelah mata". ucap Mr. Alex mulai mendekati dan menggoda Ana.


Jantung Ana berdegup sangat kencang, ia sangat takut sekali dengan perlakuan genit Mr. Alex. Ana ingin sekali mendorong Mr. Alex, Namun ia takut jika ia nantinya malah akan merusak segalanya.


Adry melihat Ana dan Mr Alex sangat dekat.


"Mr Alex". panggil Adry.


Ana merasa lega ketika Adry memanggil Mr Alex.


"sudah selesai Mr ke toiletnya". ucap Adry basa-basi.


"aah iya belum, saya ke toilet dulu ya Ny. Ana". ucap Mr Alex pada Ana.


Mr. alex pun pergi ke toilet meninggalkan Ana dan Adry.


"kamu ngapain ngegodain Mr Alex". tanya Adry melorot.


"aku ngga ada ngegodain dia Mas, dianya aja yang keganjenan". jelas Ana.


Adry tidak mempercayai Ana yang jujur, ia malah marah-marah pada Ana yang tak bersalah dan mengancamnya akan menghukumnya di apartemen nanti.

__ADS_1


Bersambung....


BY.BAE©


__ADS_2