Aku Masih PERAWAN

Aku Masih PERAWAN
Chapter 72


__ADS_3

Ketika Ana dan Sarah melewati tempat yang sepi, disitulah para penguntit itu bereaksi untuk menculik Ana. Para penguntit suruhan Doni pun menghadang Ana dan Sarah. Mereka berdua pun merasa terancam dengan kehadiran orang suruhan Doni yang mengancam mereka. Ana memberi kode pada Sarah untuk menghubungi Adry, sementara Ana akan mengulurkan waktu menghadapi suruhan Doni.


“Hey, mau apa kalian?” Teriak Ana bertanya.


“Ayo ikut kami, jika tidak kami akan membawamu secara paksa.”


“Apa-apaan ini, siapa kalian? Apa mau kalian sebenarnya?”


Akhirnya Adry mengangkat telpon Sarah dan ia pun menjauhkan ponselnya agar tak ketahuan oleh para suruhan Doni. Selanjutnya Sarah dengan sangat hebohnya meminta tolong untuk dilepaskan oleh para suruhan Doni itu. Tujuan Sarah bertindak seperti itu supaya Adry mendengar mereka yang sedang dalam bahaya. Ana yang gak menuruti permintaan suruhan Doni, mereka pub menarik tangan Ana secara paksa. Sarah pun berusaha menarik tangan Ana.


“Halo Sarah, apa yang terjadi pada kalian? Apa terjadi sesuatu? Halo... Halo... Halo Sarah...” Ucap Adry semakin panik karena Sarah tak menanggapinya. Namun Adry semakin panik ketika mendengar suara Sarah yang sedang dalam bahaya.


“Halo Sarah dimana kalian sekarang? Sarah cepat katakan dimana kalian sekarang, kakak akan menyusul kalian?” Ucap Adry khawatir.


Sarah tak juga menjawab Adry karena ia sedang berusaha menahan Ana yang ditarik paksa oleh para suruhan Doni. Sambil menunggu Sarah menjawabnya, dengan terburu-buru Adry meninggalkan ayahnya yang sedang berdiskusi dengannya.


“Nak, kamu mau kemana dengan rasa panik yabg yang terlihat di wajahmu? Apa yang terjadi?” tanya ayahnya Adry yang perhatian.


“Pah, maaf Adry terburu-buru,” ucap Adry tak menjawab pertanyaan ayahnya.


Adry membawa mobilnya sendiri tanpa sopir pribadinya. Ia pergi dengan hati dan perasaan yang tak menentu, ditambah lagi tangannya yang bergemetar memegang setir mobilnya. Adry sangat takut jika tejadi sesuatu pada istrinya, Ana.


Panggilan Sarah terputus karena suruhan Doni mengetahuinya. Mereka lalu membanting ponsel Sarah hingga rusak. Sarah tak dapat menahan kakak sepupunya Ana dan para suruhan Doni pun berhasil menyeret Ana masuk ke dalam mobil mereka. Sebelum Ana masuk kedalam mobil, ia yang sempat memberontak sempat terjatuh kearah semak belukar. Ana terluka di bagian tangannya dan juga lehernya yang mengenai kayu.


Para suruhan Doni yang berhasil menculik Ana, memberikan Ana obat bius yang membuatnya pun menjadi tak sadarkan diri. Mereka tertawa ketika mereka dapat menyelesaikan misi mereka untuk menculik Ana. Sementara Sarah dia menangis bigung . ia bingung dan seakan tak percaya dengan apa yang barusan ia hadapi. Ingin menelpon seseorang, namun ia tak bisa melakukannya.


Ponselnya telah rusak di buat oleh para suruhan Doni. Ingin meminta tolong, namun tak ada orang ynag lewat di sekitaran jalan itu. Namun, Adry tiba-tiba sudah sampai di lokasi Sarah. Adry mengetahui lokasi Sarah, karena Adry mengikuti petunjuk GPS tempat terakhir ponsel Sarah terakhir terlihat.


“Sarah, apa yang sedang terjadi? Dimana Ana?” Tanya Adry mendekati Sarah.


“Kak maafin Sarah, ini semua salah Sarah yang terlalu memaksa. Dan betapa bod*hnya Sarah berkata akan menyembunyikan kak Ana dan hal itu malah terkabulkan.” Ucap Sarah merintih menangis meminta maaf pada Adry.


“Sarah... Apa maksud dari semua ini, Dimana Ana?


“Kak Ana diculik kak.”


“Apa, diculik.”


“Iya kak, segerombolan pria datang menghadang kami. Mereka menarik kak Ana untuk ikut dengan mereka secara paksa. Sepertinya mereka orang suruhan kak.”


“Maafkan Sarah kak ini semua salah sarah.”


“sudah-sudah jangan menagis lagi, ini semua bukan salah Sarah.”


“Siapa mereka? Mengapa mereka menculik istriku? Dan siapa dalang dibalik semua ini? Yah, mungkin ini semua ulah si wanita iblis itu. Siapa lagi kalau bukan dia yang selalu mengusik dan mengganggu istriku.” Gumam Adry dalam hatinya.


“Sarah, kamu tunggu disini yah, nanti seseorang akan menjemputmu untuk mengantarmu pulang. Kamu masuklah ke dalam mobil, orang itu tidak akan lama datang menjemputmu. Kakak harus pergi mencari keberadaan kak Ana, Oke.” Ucap Adry menenangkan Sarah dan ia pun menuruti perkataan Adry.


“Hati-hati kak, tolong bawa kak Ana pulang dengan selamat.”


“Pasti Sarah. Ayo, kamu masuklah.” Sarah masuk dan Adry pun pergi. Tak lama kemudian sopir Adry pun datang untuk menjemput Sarah.

__ADS_1


Adry yang tak tahu arah tujuan, yang sama sekali tak tahu kemana ia melangkahkan kaki untuk mencari istrinya. Adry pun memutuskan untuk menemui Rita, karena Adry yakin bahwa Rita lah dalang dari penculikan itu. Rita masih tinggal di rumah orang tuanya Adry. Itu artinya Adry akan menyusul Rita disana.


...Di rumah kediaman keluarga Dexter......


“Rita, dimana kamu? Ayo cepat keluarlah!” seru Sdry berteriak-teriak.


“Eh eh eh... Ada apa ini nak kenapa kamu sampai berteriak-teriak seperti ini.”


“Mah dimana Rita.”


“Ada apa dulu Nak coba jelaskan pada Mama, apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa kamu sampai berteriak-teriak seperti ini?”


“Mah Ana diculik oleh orang suruhan Mah.”


“Apa Ana diculik.”


“Dan dalang penculikan Ana, Adry yakin ini pasti perbuatannya Rita.”


“Nak mengapa kamu bisa-bisanya berasumsi seperti itu. Rita tidak mungkin melakukan hal itu.”


Adry mencari Rita di setiap ruangan. Adry tak juga menemukan Rita, bahkan dikamarnya Adry mencari tak juga menemukan Rita.


“Mah, dimana wanita itu.”


Ibunya diam Tak memberitahukan Adry. Ibunya berdoa supaya Adry tak menemukan Rita yang sedang berada di belakang di taman. Ibunya pergi meninggalkan Adry untuk menemui Rita yang berada di taman.


Ibunya merasa lega bahwa ia terlebih dahulu menemukan Rita, Tangan Rita pun ditarik oleh ibunya untuk bersembunyi.


“Kenapa? Ada apa Tante.”


“Dengar, Ana diculik oleh seseorang, dan Adry menuduhmu bahwa kamulah dalang dibalik penculikan itu.”


“Apa... Ana diculik.”


“Iya, Tante juga sangat bingung dengan perlakuan Adry yang sembarangan menuduhmu yang melakukan semua itu. Untuk itu, kamu disini aja dulu yah untuk sementara. Tante takut jika Adry menemukanmu, hal yang tak diinginkan bisa saja dilakukan oleh Adry terhadapmu karena kemarahannya.


Rita mengangguk menuruti ucapan Tante Riska. Kemudian Tante menyusul Adry lagi untuk membuntuti kemana Adry pergi. Tante Riska melihat anaknya hendak pergi dengan mobilnya, Tante Riska pun berusaha untuk memberhentikannya dan memintanya untuk tidak pergi dalam keadaan murka seperti itu. Adry tetap saja pergi meninggalkan rumah.


“Sayang, dimana kamu sekarang?” lirih Adry tak terasa air matanya menetes.


Ponsel Adry berdering, satu panggilan masuk dengan nomor yang tak dikenal menelponnya. Adry menepikan mobilnya untuk mengangkat telpon itu. Adry berharap panggilan itu adalah panggilan informasi tentang istrinya. Adry pun mengangkatnya.


“Halo...” ucap Adry memulai.


“Halo tuan Adryan Dexter. Apa kabar?”


“Siapa ini.”


“Aku... aku adalah... hmmm sangat sulit untuk dijelaskan.”


“Bicara yang jelas. Siapa kau?”

__ADS_1


“Ow ow, santai tuan. Jangan langsung terbawa emosi seperti itu. Baiklah akan kuberitahu siapa aku. Aku adalah musuhmu.”


“Musuh apa maksudmu, aku sama sekali tak merasa mempunyai musuh dengan seseorang. Tunggu... Apa kau yang menculik istriku.”


“Wah wah, tebakan yang tepat tuan Adry.”


“Hey siapa kau. Berani-beraninya kau menculik istriku.”


“Sudah kubilang aku adalah musuhmu.”


“Bicaralah dengan tepat dan jangan berbelit-belit. Aku merasa tak pernah menyakitimu, mengapa kau melakukan semua ini, hah?” Tanya Adry membentak.


“Apa, apa kamu bilang. Setelah kau merebut kekasihku dariku dan kau bilang kau tak pernah menyakitiku, yang benar saja.” Tukas Doni.


“Oh aku tahu, Rita yang menyuruhmu melakukan hal ini, benarkan?” tanya Adry.


“Ini tidak ada kaitannya dengannya. Aku hanya ingin membalaskan dendamku padamu. Karena kau telah menyakiti kekasihku.”


“Hey dengar, kekasihmu lah yang mengganggu kehidupanku dan istriku. Sebelum dia datang ke kediaman keluargaku, aku dan istriku bahagia sebelum kedatangannya. Namun semenjak dia hadir di tengah keluargaku, dia selalu saja menggangguku dan istriku,” jelas Adry.


“Omong kosong... kekasihku menangis dengan hebatnya karena mu, kau memaksanya untuk melakukan hubungan itu. Kau mengambil barang berharga kekasihku yang sangat ku cintai secara paksa. Setelah kau mengambilnya kau ingin mencampakkannya, padahal ia tengah mengandung.” teriak Doni murka


“Jangan terlalu percaya pada kekasihmu itu, kekasihmu mungkin saja hanya memanfaatkan mu untuk mencapai keinginannya. Dengar, lepaskan istriku karena dia sama sekali tak ada kaitannya dengan semua ini, dia hanyalah korban dari kekasihmu itu. Aku sama sekali tak pernah menyentuh kekasihmu itu. Dan dia berbohong padamu tentang kehamilannya.”


“Tak ada kaitannya kau bilang, Hahahaha. Tentu saja ada tuan Adryan Dexter. Kau sangat menyayangi istrimu bukan. Kau juga masih tak mau berkata jujur rupanya.”


“aku katakan lepaskan istriku.”


“Tidak semudah itu tuan Adryan Dexter. Aku juga ingin melakukan hal yang sama seperti apa yang telah kau lakukan pada kekasihku. Setelah aku melakukannya aku akan mengembalikan istrimu padamu. Dan yah aku sepertinya benar-benar beruntung, kudengar-dengar istrimu itu ternyata masih perawan.”


“Kurang aj4r... Hey lepaskan istriku brengs*k.”


“Sebentar lagi anak buah suruhan ku akan datang membawa istrimu. Aku benar-benar tidak sabar untuk memuaskan bir*hiku terhadap istrimu. Ah sudah dulu yah, aku ingin mempersiapkan diriku untuk beradegan dengan istrimu malam ini. Aku tak ingin jika istrimu menolakku nantinya. Jadi, aku akan mempersiapkan diri untuk memikatnya agar tak menolakku,” ucap Doni.


“Brengs*k aku akan membunuhmu jika kau benar-benar melakukannya ********.”


Ttuuuttt... ttuuuttt... ttuuttt


Doni mengakhiri panggilannya. Adry sangat frustasi jika itu benar-benar terjadi. Adry pun memanggil anak buahnya untuk menyerang Doni. Beruntung GPS Doni aktif, sehingga Adry tahu titik tempat Doni berada. Butuh waktu satu jam perjalanan jika kecepatannya tinggi untuk sampai di tempat Doni berada.


Adry benar-benar sangat khawatir dengan istrinya, mana kala hari sudah semakin sore dan sebentar lagi malam kan datang. Adry sangat takut jika Doni memang ingin melakukan tindakan itu. Terkadang, Adry mencoba untuk tidak memikirkan hal itu, karena ia harus fokus menyelamatkan istrinya sebelum ia terlambat.


Bersambung...


...----------------...


Jangan lupa komentar di kolom komentar yaah. Like, favorit, vote dan bintang limanya juga. hehe


Salam Hangat~`


BY.BAE©

__ADS_1


__ADS_2