
priip.... piiit....
Terdengar suara peluit dari luar. Kerena terkejut mendengar suara peluut itu, Adry sengaja mengigit bibir Ana dan membuat Ana merintih kesakitan.
“aaagghh.” rintih Ana kesakitan.
“maaf.. ah maafkan Aku.” ucap Adry.
Seorang petugas polisi mendekati mobil mereka dan lalu mengetuk kaca mobil. Polisi itu meminta Adry untuk menurunkan kaca pintu mobil itu.
“maaf, apa yang saudara lakukan memberhentikan mobil saudara ditengah jalan. Jika Anda ingin berhenti sebaiknya saudara lebih menepikan mobil saudara ini.” ucap Polisi itu.
“ah.. iya pak polisi maaf mendadak mobil saya tadi mati. Saya akan menghidupkannya kembali dan melanjutkan perjalanan saya.” Ucap Adry.
Polisi itu lalu melihat kearah Ana dan menatap Adry.
“apa dia adalah istri anda.” tanya pak polisi.
“benar pak, dia adalah istri saya.” jawab Adry.
“mengapa bibirnya bisa sampai berdarah seperti itu.” tanya pak polisi itu.
“suami saya menggigit bibir saya pak.” ucap Ana keceplosan.
Sontak Adry dan pak Pak Polisi itu terkejut melotot mendengar pengakuan Ana yang nyatanya memang benar. Ana menyadari bahwa ia salah dengan berkata seperti itu.
“Hah digigit kamu bilang!!” seru pak polisi itu.
“eeeh bukan pak bukan. ee... maksud saya...” lerai Ana dipotong oleh Adry.
“maksud istri saya dia hampir digigit semut, karena ia mengelak untuk tidak digigit oleh semut itu. Istri saya malah kepentok dashboard mobil pak. hehehe.” ucap Adry gugup.
“Aneh... mencoba untuk mengelak dari gigitan semut.” ucap polisi itu terheran.
“emang bisa yah semut terbang.” tanya pak polisi.
Pak polisi itu mencoba untuk mengintrogasi Adry dan Ana dengan pertanyaan yang konyol dan tak perlu untuk ditanyakan yang sebenarnya ia mengetahui jawabannya.
“maksud suami saya itu lebah pak, suami saya memang tidak bisa membedakan mana lebah dan mana semut.” ucap Ana.
“nggak kok pak, istri saya memang mengelak dari gigitan semut bukan lebah.” ucap Adry.
“semut juga ada kok yang bisa terbang, saya pernah nonton film Ant Man yang ada semutnya bisa terbang gitu pak.” ucap Adry lagi.
__ADS_1
“ini sebenarnya yang bener yang mana sih, semut atau lebah.” tanya pak polisi itu pusing.
“lebah pak.”
“semut.”
Mereka berdua kompak menjawab pertanyaan Pak polisi itu. Ana menjawab lebah dan Adry menjawab semut.
“aah sudahlah-sudahlah, kepala saya sakit mendengarnya.”
“itu wajah kamu terluka seperti itu kenapa.” tanya pak polisis itu.
“Sebenarnya kami di begal pak tadi, saya menghajar mereka sampai babak belur dan saya mendapati luka ini pak.” ucap Adry.
Pak polisi itu tidak mempercayai ucapan Adry yang berbelit-belit. Soalnya sedari awal Adry berkata bahwa mobilnya rusak dan kemudian ia menjawab mereka dibegal. Hal itu menjadi merusak kepercayaan pak polisi itu padanya menjadi berkurang, ditambah lagi bibirnya Ana berdarah yang menanamkan kecurigaan polisi itu semakin kuat.
Pak polisi meminta surat-surat pada Adry seperti STNK, KTP mereka berdua, dan bahkan pak polisi itu meminta untuk menunjukkan dan surat nikah untuk lebih memastikannya bahwa mereka memang benar-benar pasangan suami istri.
Adry memberikan STNK, KTPnya dan juga meminta KTP istrinya untuk diberikan kepada Pak Polisi itu.
“surat nikahnya mana ?” tanya pak Polisi itu.
“di rumah pak, nggak dibawa kemana-mana, hehehe.” ucap Adry.
“ayo ikut saya ke kantor polisi.”
“saya bisa membayar bapak berapa pun yang bapak mau pak.” ucap Adry mencoba untuk menggoda Pak Polisi itu dengan uang.
“kamu kira saya ini apa, menyogok-nyogok saya dengan uang. Rusak harga diri saya menerima uang dengan cara seperti itu.” ucap Adry.
“saya tegaskan sekali lagi, ikut saya ke kantor polisi jika kalian tidak memiliki buktinya.” ucap Pak polisi itu.
“tunggu pak... saya ada buktinya kalau kami adalah pasangan suami istri.” ucap Ana yang membuat Adry lega mengelus dadanya.
“mana buktinya.” pinta pak polisi itu.
Ana pun menunjukkan buktinya, ia menarik Adry lalu mendekatinya, menaruh tangannya diatas bahu Adry dan melingkarkan tangannya ke leher Adry. Lalu kemudian menaruh bibirnya mendarat dibibir Adry.
Adry sontak terkejut melotot menatap Ana yang sangat Aneh melakukan hal itu didepan Pak Polisi yang sedang menyidang mereka.
Ana memberi kode pada Adry untuk tidak diam saja, ia memberi kode pada suaminya untuk memainkannya dan Adry pun melum*t bibir istrinya yang manis.
“hey... hey... saya tidak meminta kalian melakukan ke uwauan didepan saya, saya hanya minta bukti surat nikah kalian. Dasar, kalian ini.” ucap Pak Polisi itu memisahkan Adry dan Ana berciuman dengan sangat mesra.
__ADS_1
“Pak, kita berdua memang sedang menunjukkan bukti pada bapak.” ucap Ana berdebat.
“yang kami lakukan tadi, adalah bukti pertama dan yang ini adalah bukti kedua.” ucap Ana lagi memberikan Handphonenya pada Pak Polisi itu.
Pak polisi itu pun melihat dan menggeser-geser layar handphonenya Ana. Pak polisi itu melihat galery foto sambil melihat wajah Adry dan Ana dan kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya. Didalam Galery Handphone Ana terdapat foto scan surat nikah dan beberapa foto Adry dan Ana saat ijab qobul.
“baiklah saya percaya, tapi mengapa kalian melakukan keuwauan tadi didepan saya. kamu tahu ya kalau istri saya sedang berada jauh dari saya.” tanya Pak Polisi itu.
“kalau soal istri bapak, saya tidak tahu-menahu pak kalau istri bapak sedang jauh dari bapak.” ucap Ana.
“lalu keuwauan itu, kenapa kalian lakukan didepan saya.” tegas Pak Polisi itu bertanya sekali lagi.
“itu... itu.. hanya...” ucap Ana gugup tak sampai.
“itu karena kami saling mencintai pak.” jawab Adry.
“oooh seperti itu, baiklah kalau begitu.”
“ngomong-ngomong apa iya benar bibir istri kamu terluka karena terpentok mengelak dari semut atau lebah. atau jangan-jangan...” ucap pak polisi itu berbisik didekat telinga Adry.
“atau jangan-jangan apa pak?” ucap Adry.
“jangan-jangan kalian melakukan hal yang lebih uwauw dari yang tadi. hahaha....” ucap dokter itu tertawa cekikikan.
“ealah... si bapak mah kepo pisan euy urusan orang. kan disudah dijelasin tadi atuh bapak.”
“iya sih... tapi bo'ong iya kan? hahaha.” ucap pak polisi itu bercanda dan tertawa terbahak-bahak.
“ngomongin apaan sih.” tanya Ana dikacangin oleh suaminya dan pak polisi itu.
Pak Polisi itu tidak memberitahu Ana dan langsung menyuruh Adry untuk menyalakan mesin mobilnya lagi. Adry berpura-pura seolah-olah mobilnya susah sekali untuk dihidupkan. Akhirnya Adry membuat mobilnya menyala.
Adry kemudian berpamitan dan berterima kasih banyak pada polisi itu dan kembali mengemudi mobilnya untuk pulang ke apartemen mereka. Adry selalu saja tersenyum mengingat bagaimana cara Ana membuktikan bahwa mereka adalah pasangan suami-istri.
Bersambung....
Author sangat mengharapkan like, vote dan komen sebanyak-banyaknya dari kalian wahai para readers yang baik.
Salam Hangat~
BY.BAE©
Pemeran Ana
__ADS_1